ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
159. Keadaan Kacau


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Haris menjemput Shakil dengan penuh keceriaan, walaupun gadis yang pernah dia nikahi dulu adalah cinta pertamanya, tapi bagi pria itu Anna adalah gadis istimewa. makanya hati Haris sampai berbunga-bunga seperti sekarang,


"Pagi." Haris menyapa Shakil dan Nabila yang sedang berdiri didepan teras


"Aku tahu kau sedang bahagia.. jadi tolong jangan memelukku lagi" Canda Shakil sambil melirik pada Nabila


"Baiklah aku akan memelukmu di kantor nanti..." Balas Harris


"Kau!!!" Shakil merapatkan kedua gigi dengan perasaan ingin mencengkram wajah asistennya itu.. Dan kali ini Nabila hanya tersenyum melihat kekompakan mereka berdua


"Baiklah sayang, kakak berangkat ke kantor dulu.. jaga dia baik-baik" Shakil menyentuh bulatan perut Nabila


"Siap papa kuman.." Nabila tersenyum dengan posisi tangan yang hormat kepadanya


"Dasar nakal" Shakil mencubit kedua pipi Nabila dan mencium bibirnya sekilas kemudian mereka pergi setelah melambaikan tangan


***


Di kampus


"Cie cie... Eheeem" Nabila mengejek Anna saat dirinya baru saja tiba di kantin sekolah


"Cie cie apa si Bil??" Anna tersipu malu karena dihadapannya juga ada Roni dan Rey


"Kayaknya ada berita menarik yang kita kurang update nih Rom!!" Senggolan bahu Rey kepada Romi


"Iya,, sebenarnya ada apa sih Bil??" Tanya Romi


"Memangnya kalian nggak liat ada cincin tuh yang melingkar di jari seseorang" Kedua mata pria itu langsung tertuju pada Anna yang memang sudah melingkar cincin berlian dijari manisnya


Semalam setelah Anna memutuskan untuk menikah dengan Haris, Haris pun segera memasangkan cincin yang hampir sempat dia pasangkan di hari anniversary kedua orang tuanya waktu itu. Karena sekarang Anna sudah yakin dengan keputusannya ini, jadi Haris langsung mengikatnya semalam


"Udah tunangan Na??" tanya Rei setengah terkejut


"Emang ada, cowok yang mau sama lo??" Ejek Romi


"Kurang ajar lo ya... Emangnya gue sejelek itu apa, sampai nggak ada yang mau sama gue" Sebal Anna sambil memukul bahu Romi


"Bukan jelek tapi nyebelin" Tambah Rey


"Jangan macam-macam lho di sini?? Calon mertuanya dosen tau??" Nabila membuka kartunya


"Wih keren.. ? Sejak kapan lo pacaran sama anak dosen?? Jangan-jangan mau main curang ya" Celetuk Rey


"Enak aja..."

__ADS_1


"Kasih tahu dong siapa? Kepo nih gue!!" Sambung Roni


"Ada deh,, mau tau aja" Jutek Anna


"Pelit banget sih nak!!" Rey ngambek


"Udah jangan ribut. Gue punya kok fotonya" sambung Nadila mengejek Anna


"Bila!!!!" Anna setengah teriak dan ingin merampas ponsel Nabila, tapi dia pura-pura meringis sambil memegangi perutnya "Pinter lo ya, jadiin dede bayi alasan buat gue nggak bisa berkutik" Anna tersenyum sambil kembali lagi ke tempat duduknya


"Emang siapa sih yang mau lo tutup-tutupi dari kita, lagian kita juga nggak nafsu kali sama cowok loh" Rey mulai kesal


"Hahaha sampai segitunya Lo Rey!!!", Sahut Romi


"Iya deh.. Bawel banget sih kalian, orangnya adalah Om Haris.. asisten pribadinya suami Nabila"


"What!!!" Kedua pria itu terkejut berbarengan


"Ada apa dengan kedua otak gadis-gadis zaman sekarang?? kenapa kalian suka sama Om-om!!" Romi meringis penuh keheranan


"Eh enak aja lo bilang suami gue Om-om" Nabila membantah "Kerenan suami gue lah, daripada kalian berdua" Puas hati, Nabila menjatuhkan kedua teman prianya


"Tega banget sih lo" Sahut Rey


"Emang bener" Dibela oleh Anna


"Hahaha" serempak keempatnya tertawa lepas


"Eh bentar-bentar... Gue penasaran semalam ada kejadian apa ya di taman?" Nabila pura-pura bodoh melirik kepada Anna


"Nabila!!" balas Anna dengan teriakan


"Emang ada apa bil??" Rey ingin tahu


"Jadi semalam tuh ada yang dinner, terus gue kasih ide deh buat sediain satu kursi aja haha . dan sumpah abis itu nggak bisa tidur ngebayangin gimana ya cara mereka makan tapi dengan satu kursi" Nabila tertawa terbahak-bahak tidak kuat melihat wajah Anna yang sudah memerah


"Jadi ini semua ulah lo?" Anna langsung mendelik pada Nabila


"Gue cuma kasih ide aja, eh nggak taunya beneran dilakuin, alasannya sih ngidam Dede bayinya hahaha" Nabila tertawa puas karena sudah berhasil mengerjai Anna dan Harris


"Dasar Nabila.. ? Gara-gara nggak ada kursi aku sampai makan di pangkuannya tau!!" Anna cemberut tapi sambil tersenyum


"Hahaha.. harusnya lo itu terima kasih sama gue" Nabila bangga..


Percakapan mereka berempat akhirnya terhenti setelah jam pelajaran masing-masing menunjukkan waktunya untuk masuk kelas.. hari ini Nabila sangat senang setelah sekian lama kini bisa ngobrol barengan lagi seperti ini.. dia berharap setelah melahirkan nanti Shakil tidak akan menuntutnya untuk jadi ibu rumah tangga karena dia sudah sangat merindukan group dance-nya...

__ADS_1


***


Di Kantor


"Terima kasih" Haris mengucapkan itu di tengah-tengah kesibukan mereka


"Untuk??" tanya Shakil


"Semalam" jawab Haris


"Kenapa kau jadi seserius ini??" Shakil tersenyum dengan sikap dinginnya


"Berkat makan malam itu dan ide gilanya Anna menerima lamaranku, kami sudah memutuskan untuk segera menikah" Jelas Harris


"Harris??"


"Ya"


"Terima kasih atas semua yang kau lakukan untukku dan juga perusahaan ini. Maaf aku hanya bisa membalasnya dengan makan malam sesederhana itu.. Aku tahu bahkan ini tidak pantas untuk dijadikan sebuah hadiah sekalipun.. " Sikap Shakil tiba-tiba berubah menjadi dingin dan serius


"Hei.. apa yang kau bicarakan??.. kau pikir ketulusan ku selama ini hanya untuk sebuah hadiah atau imbalan? Kita sahabat bukan? Bahkan kau sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri, ada apa denganmu? kenapa berbicara seperti itu?" Belum sempat Haris mendengar jawaban dari Shakil tiba-tiba ada yang mengetuk pintu


Tok Tok


Masuklah tiga orang polisi dan dua pengacara kedalam ruangan itu.. Sontak ini membuat Harris sangat terkejut.. ada masalah apa yang dia tidak tau?? Selama ini perusahaan berjalan dengan baik dibawah pengelolaannya, tapi kenapa bisa datang polisi seperti ini??


Haris melempar pandangannya pada Shakil... tapi orang itu malah pura-pura tidak melihatnya dan mempersilahkan tamu yang baru saja datang untuk duduk berbincang dengannya


Tapi Haris tidak terima. Dia merasa Shakil sudah tidak menganggapnya lagi, ada hal besar apa yang sedang di tutupi darinya.. sebelum dia mendengar apa yang polisi itu katakan Haris sudah menyeret Shakil ke ruangan lainnya


"Bodoh kau anggap aku ini apa?.. Aku akan memukulmu kalau sampai aku tahu masalahnya dari orang lain" Haris mencengkram kerah jas bosnya tidak bisa menahan emosi


"Maafkan aku" Shakil tidak mampu berkata apa-apa suaranya terdengar sangat berat


"Apa maksudmu dengan kata maaf?" Teriak Harris "Kenapa bisa ada polisi ke sini? masalahnya apa? bukankah perusahaan yang selama ini aku wakilkan semua baik-baik saja?" Haris terus mencecar Shakil dengan pertanyaan


"Itulah kebodohanku.. Masalah perusahaan memang berkembang sangat baik disini, tapi ada seseorang yang menipu Ayahku" Shakil merosot ambruk berlutut di lantai dengan menekukkan wajahnya


"Kenapa bisa terjadi?" Haris masih terus mencecar Shakil agar memberitahu titik masalahnya..


"Polisi akan menjelaskannya nanti"


"Lalu kenapa kau membuat acara makan malam untukku kalau dirimu sendiri sedang kesulitan" Lagi-lagi harus berteriak


"Tiga hari yang lalu aku mendengar kabar itu, dan disaat itu juga aku memutuskan untuk memberimu sebuah hadiah.. Maafkan aku karena hanya itulah yang saat ini bisa ku berikan kepadamu sebelum semuanya benar-benar hancur" Shakil mengepalkan kedua tangannya

__ADS_1


"Tutup mulutmu bodoh" lagi lagi Haris mencengkram kerah jas Shakil "Bukan waktunya untuk meratapi ini semua.. kita harus bekerjasama untuk menyelesaikan masalahnya" Haris menyadarkan Shakil


Bersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2