ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
22. Tertembak


__ADS_3

📲 Haris: apa nona tau dengan siapa dia bicara?


📲 Nabila: dia hanya mememanggilnya Dad setelah itu terputus sambungannya... aku mohon, selidiki kasus kecelakaan orang tua ku...


📲 Haris: baik lah anda tenang saja... dan jangan sampai ada yang tau kau anak pak Harun.


📲 Nabila: aku mengerti,, makaknya tadi aku berbohong tentang diriku pada sibakteri itu..


📲 Haris: bagus nama itu cocok untuknya haha... jadi orang tidak akan tau kita membicarakannya


lalu Nabila memutuskan sambungannya.. kembali pada grup GFG karena dia tidak mau jadi nyamuk diantara sepasang kekasih itu...


sementara Amir dan Mira sebenarnya dia tidak pergi ke jerman tapi hanya menginap di hotel pavoritnya..


memang sengaja mereka meninggalkan Shakil dan Nabila agar mereka bisa lebih dekat, dengan begitu akan mudah membongkar kedok Siska..


sekarang mereka masih di parkiran menunggu Shakil keluar dan melanjutkan misi selanjutnya


di dalam mobil "Haris apa kau sudah cek senjatanya?" tanya Amir


"sudah tuan.. siap diluncurkan" sambil mengeluarkan sebuah tembakan dari dalam saku celananya


" pastikan tepat sasaran,, jika tidak sesuai titik yang aku maksud, peluru itu akan balik ke kepala mu,," ancam Amir


"bahkan saya bisa menembak semut diatas pohon sekalipun tuan" dengan bangganya Haris mengatakan jika dia memang sudah ahli dalam menguasai senjata tepat pada sasaran


"aku tau... itulah aku ingin kau yang menembaknya" menepuk bahu Haris..


"ayah ada apa ini.. siapa yang akan ayah lenyapkan??" Mira panik


" bunda.. terkadang kita harus mengumpankan kelinci untuk menjerat seekor rusa" dengan senyum sinis


"tidak.. aku tidak mau ayah lakukan itu.. dan pada siapa??" masih dalam keadaan panik

__ADS_1


" bunda tenang saja nanti tau sendiri" dengan santai


" tuan mereka sudah keluar.. tapi sedang bertengkar... dan nona juga tidak diam sebaiknya kita tunggu sebentar" ucap Haris yang sudah siap dengan senjatanya


" hmm" jawab singkat karena dia sendiri ingin tau apa yang terjadi


"Apa Nabila??? ayah akan menembaknya? kenapa?? bahkan Nabila harus kita lindungi dan sekarang ada apa ini?" Mira panik


"bunda relax.. bunda pikir ayah akan tega membunuh putri kita?? ini hanya strategi.. tenanglah.. haris akan menjamin keselamatan nabila" mencoba menenangkan istrinya


diparkiran mobil


Shakil menarik tangan nabila keras hingga dia meringis kesakitan


" kakak ada apa? lepaskan aku.. sakit!!" merintih kesakitan


" DIAM!!!!" teriak. dan melepaskan kasar


" lihat dirimu!! apa yang kamu dapatkan dengan pekerjaan seperti ini? bahkan didepan suamimu sendiri menutupnya dengan rapat, apa uang yang selama ini aku berikan kurang hah?? katakan aku akan memberikan sebanyak yang kamu mau bahkan setengah hartaku. tapi tinggalkan pekerjaan ini" bertetriak menyandarkan tubuh Nabila di pintu mobil dan mencengkram keras kedua tangannya keatas..


"kakak lepas" ketakutan tidak berani menatap Shakil


"kenapa?,, saat aku menyentuhmu sedikit saja kau sudah ribut sekali.. Cih hidup mu penuh kepalsuan.. berpura-pura tau kewajibanmu tapi selalu menolak ku.. dan ini yang dinamakan istri??? kamu lebih suka disentuh pria itu, bahkan kau menggodanya dengan penampilan seperti ini!!,, wah.. aku tertipu dengan wajah polos mu ternyata kau tidak lebih baik dari Siska" melepaskan tangannya kasar


" cukup!!! jangan bandingkan aku dengan wanita ****** itu... bahkan namanya saja tidak pantas untuk masuk ketelingaku" membara karena mendengar nama Siska


" hebat.. hebat.. kamu bisa mengatakan seperti itu.. dan kenyataannya kamu apa???" menjambak rambut Nabila pelan dan mendorong wajahnya dekat lalu mencium bibir gadis itu dengan kasar... nabila berusaha keras melepaskan tapi tidak bisa.. sampai gadis itu kehabisan napas baru dia hentikan..


" jika ini yang kamu mau aku akan membayar untuk semua ciuman yang aku lakukan" memegang pipi nabila


nabila berjongkok menangis menutupi wajah dengan tangannya, sementara Shakil yang berdiri dihadapannya mengusap rambut kasar.. merasa prustasi, antara marah dan tidak tega melakukan itu pada istrinya


mobil amir

__ADS_1


"ternyata dia sudah mencintai nona muda tuan" haris terpaku melihat adegan suami istri itu


"kau benar,, aku sudah menduganya,, lakukan sekarang kita tinggal membuatnya sibuk"


"baik tuan" Haris pun siap dengan senjata yang diarahkan pada Nabila


" ayah yakin nabila akan baik-baik saja?' Mira khawatir


"bunda tenang saja.. hanya sedikit, tidak akan kehabisan banyak darah juga" jawab amir santai


DUAGAAR,,!!!


tembakan diluncurkan tepat dilengan kanan Nabila "aaaaahhhhh" teriak kesakitan


" Nabilaaa!!!" Shakil teriak juga "kamu kenapa?" dilihat darah segar mengucur dari sela-sela jari kiri nabila yang sedang menutupi lukanya


"siapa yang menembaknya" teriak panik dan berlari kesemua sudut.. ada beberapa penjaga juga yang ikut mencari asal tembakan itu diluncurkan


"tuan!!,, nona pingsan" Shakil pun berlari dan membuka jasnya menutupi tubuh gadis itu


tak lama haris muncul dengan polosnya "apa yang terjadi?" pura-pura panik


"kau dari mana saja berengsek,, ada yang menembaknya" menendang kaki haris yang tak bergerak sedikitpun "kenapa kau diam saja bodoh...cepat panggilkan ambulance, kau ingin istriku mati kehabisan darah hah" sambil menggendong nabila semakin panik...


:


:


:


:


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2