ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
42. Malam Pertama


__ADS_3

"Ada apa sayang? Apanya yang malu?" Membelai rambut nabila, Tapi gadis itu masih saja bersembunyi ditubuh Shakil


"Kakak??? Nanti dulu..." Nabila semakin mengeratkan pelukannya.


"Ia istriku.. Tenangkan dulu dirimu" Shakil memberikan pelukan senyaman mungkin pada Nabila. Mengusap-usap punggungnya


"Tapi aku takut!" Mengangkat kepalanya cepat di wajah Shakil.


"Sayang, kakak ngerti apa yang kamu takutkan. Kakak akan melakukannya dengan perlahan" Shakil berusaha meyakinkan nabila


"Tetaplah seperti ini dulu" Membenamkan kepalanya didada putih, Mulus, Bersih, Dan Harum milik Shakil


"Kamu menggemaskan sekali.. Aku bukan penjahat yang memaksamu untuk melakukan ini. Bahkan seorang pelacurpun dibayar mahal untuk memuaskan pria hidung belang, Kamu istriku, Aku sangat menghormatimu walau pun umurmu jauh dibawahku. Jika aku memaksamu apa bedanya aku dengan brandal. Aku tidak akan menyakitimu" perlahan ia menelusuri setiap lekuk tubuh nabila


"Kakak?" Nabila menatap lekat mata Shakil


"Ada apa" Jawab perlahan


"Kakak tau? Setelah ini. kakak akan selamanya terikat denganku, Apa kakak sudah siap dengan itu?" Nabila masih ragu.. Terlintas dipikirannya tentang cinta pertama Shakil


" Kamu meragukan ku?" Tatapan kecewa


"Maaf. Tapi aku tau ada luka dihati kakak" Mencoba meyakinkan bahwa Shakil benar-benar serius padanya


"Bunda yang mengatakan itu padamu?" Mengecup bibir Nabila


"Hmm" Mengangguk


"Nabila sayang dia hanya masalalu kakak. Dan sekarang kamulah masa depan kakak" masih ters memberi sentuhan-hangat yang Membuat Nabila semakin nyaman

__ADS_1


"Tapi dia cinta pertama kakak" Terunduk karena takut ketika mengatakannya


"Cinta bukanlah tentang berapa lama kamu mengenal seseorang, Tapi teteng seseorang yang membuatmu tersenyum sejak kamu mengenalnya "Mengangkat dagu Nabila" Dan kakak selalu tersenyum semenjak kamu hadir dihati ini" Mencubit hidung Nabila


"Kakak terima kasih sudah meyakinkan ku" Memeluk Shakil kembali


"Nabila sayang dengar! kakak tidak akan memaksamu melakukan ini, Jika kamu masih belum siap, Kita tidak akan melakukannya sekarang ok" Senyum meyakinkan dan lagi-lagi satu kecupan dibibir Nabila "Dan ingat satu hal, Kakak ingin bersamamu hanya dua waktu, Yaitu sekarang dan selamanya"


Nabila bisa memahami semua kata-kata yang dilontarkan Shakil adalah murni dari hatinya, Dan bukan gombalan receh yang bisanya pria berikan jika ada maunya,


Aku tidak menyangka setulus ini perlakuan mu pada seorang wanita. Kau benar-benar menghormatiku sebagai istri walaupun aku anak kecil. Dia memintnya dengan lembut mana tega aku menolaknya,


"Kakak boleh aku mengajukan pertanyaan sekali lagi?" Memainkan jarinya didada Shakil


"Katakan"


"Jika aku hamil bagaimana sekolahku?"


"Terima kasih kakak!" Memeluk Shakil dengan perasaan lega "Aku janji akan jadi istri dan ibu yang baik?" Akhirnya Nabila mencium bibir Shakil lebih dulu


"Kau menggodaku" Menggesekan hidungnya dan hidung Nabila lalu mendorong dan menibaninya.


Shakil melakukan pamanasan dulu agar Nabila tidak terlalu takut. Dia sangat menyayangi nabila sampai sedikitpun tidak mau menyakitinya, Perlahan dia telusuri lekuk tubuh nabila penuh kelembutan, Sehingga membuat nabila tidak ada alasan lagi untuk menolaknya


Dengan tubuh yang sudah menibani Nabila, Shakil berbisik di telinga nya "Sayang mungkin akan terasa sakit, Tapi apapun itu kau boleh teriak sekeras mungkin, Keluarkan suaramu jangan ragu. Kamar ini kedap suara, jadi tidak akan ada yang mendengarnya. Dan kamu juga boleh menggigit bahu kakak untuk menahannya" Shakil pun meluncurkan aksinya, menjalankan kewajiban sebagai seorang suami dengan penuh kelembutan dan tanpa paksaan


Shakil dan Nabila hari ini bangun agak siang, Memang sudah biasa, setiap hari libur mereka selalu bangun setelah matahari terbit, Ditambah lagi kegiatan baru dimalam hari, membuat mereka selalu terjaga. Karena Shakil seperti orang nora, dia melakukannya berkali-kali sampai nabila KO.


Itupun tetap atas persetujuan nabila, Dengan rayuan maut yang selalu dia keluarkan membuat istri kecilnya luluh walaupun dia sangat leleh

__ADS_1


"Morning baby?" Sapa Shakil ketika membuka mata melihat nabila tersenyum padanya


"Morning husband" Jawab nabila yang mengusap-usap wajah suaminya


"Ada apa sayang? Kau mau lagi?" Canda Shakil yang seketika nabila mencubit pipinya


"Aku mau mandi" Bicara dengan nada malu


"Kenapa tiba-tiba manja" Mencium bibir Nabila


"Tubuhku sakit semua dan aku tidak bisa jalan. ini sangat perih" masih dengan malu-malu


"kenapa gak bilang dari tadi, Sayang" Mencubit hidung Nabila


Shakil menggendong Nabila kekamar mandi dan meluncurkan satu ronde lagi karena dia benar-benar nora saat ini..


Bersambung❤❤❤


Untuk pembaca novelku yang setia, Terima kasih karena sudah menyukai karyaku,,,


Aku mengucapkan maaf lahir batin, dan selamat menjalan ibadah puas bagi yang melaksanakan,,,


Dan jika ada kata-kata yang tidak tepat atau sulit untuk kalian pahami, aku minta maaf🙏🙏🙏karena ini novel pertamaku hehe,,


kadang aku juga suka pusing cari kata yang tepat☺☺☺


Untuk memperbaiki kualitas novelku, aku harap kalian mau komentar dimana kesalahannya, agar kedepannya aku bisa memperbaikinya


Thank you

__ADS_1


(Syeha)


__ADS_2