
Pesta
Tamu undangan sudah memenuhi bagian loby dan halaman Hotel. Dari Pejabat Negara. Kerabat. Sahabat. Rekan bisnis dari dalam sampai luar negeri semua sudah memadati tempat yang tertata dengan rapih dan mewah.
Amir dan Mira jadi tuan rumah menyambut para tamu dengan elegan dan berwibawa. Tak terlewat Shakil juga mengundang Siska karena orang tuanya sudah tiba di Indonesia. Tapi tetap dengan izin nabila Walaupun banyak drama dan persyaratan yang Nabila ajukan pada Shakil. Akhirnya dia setuju kalau Siska dan Max juga akan ada disana
Dengan gaya Glamor, Sexy Dan make up yang tebal siska berjalan lenggak-lenggok bak model berjalan di Catwalk. kesexyannya membuat pria-pria hidung belang tak kuat ingin segera memangsanya.
"Hi sayang" Dari arah kejauhan Siska melambaikan tangannya
(Syarat Pertama, Tidak boleh sibakteri itu menggelayut seperti kera ditangan kakak)
Tiba-tiba melintas dikepalanya persyaratan Nabila dengan wajah marah tapi menggemaskan. "Imutnya" Shakil tersenyum membayangkan Nabila yang mengaturnya
"Kau bilang aku imut?" Siska sudah mulai ingin memeluk Shakil
"Tunggu-tunggu" Shakil mencegah Siska yang ingin merangkulnya
"Why baby?"
"Aku flu.. Jadi jangan dekat-dekat nanti kau bisa tertular" Dia berlaga seperti benar-benar flu
"Ahh benarkah" Dan ternyata benar saja Siska mundur selangkah karena dia tidak mau tertular
Bagus, dengan begini Kancil itu tidak akan marah lagi pada ku..
Shakil menyapa Max dengan sopan. Seperti benar-benar dia adalah menantunya. Tapi ini hanya kedok untuk Shakil demi melancarkan rencananya
Amir juga sama menyapa dengan baik. Walau hatinya sudah ingin membasmi penyebab kehancuran perusahaannya. Dan dia bersyukur sejauh ini rencananya masih mulus. Apalagi dengan menggiringnya kembali Keindonesia akan semakin mudah menjalani rencananya dibandingkan dinegeri orang.
Shakil yang sudah tidak sabar menunggu Nabila turun. mundar mandir seperti pengantin pria menunggu pasangannya yang tak kunjung datang. Dia ingin melihat istrinya datang dengan gaun yang dipilihnya beberapa hari lalu khusus untuk malam ini. Karena sesuai janjinya Nabila akan mendengar kata cinta dari mulutnya langsung
Tak sabar menunggu lagi. Shakil berlari memasuki lift naik keatas untuk menjemput istri tercintanya. Setelah membuka pintu betapa terkejutnya dia melihat Nabila yang belum apa-apa.. Dia masih memaki dalaman dan memandang pakaian yang akan dia pakai
"Apa yang kamu lakukan dari tadi Sampai sekarang belum siap juga"
__ADS_1
"Apa yang harus aku pakai.. Kakak bilang ada gaun tapi mana?"
"Apa kau tidak melihatnya. Didalam kotak itu" Shakil menunjuk kekotaknya "Ini gaunnya dihadapanmu ayo cepat lima menit kita turun"
"Apa?..Aku tidak mau pakai itu" Nabila naik ketempat tidur menutupi tubuhnya dengan selimut
"Hei.. Kau hilang akal ya.. Ini acara penting. Bahkan untuk merayakan ulang tahun suamimu sendiri kau tidak mau?"
"Sudah gila ya.. Mana mungkin aku pakai itu.. Apa Kakak ingin menjualku?" Nabila marah
"Kau yang gila.. Tidak ada suami menjual istrinya. kau pikir aku kekurangan uang apa"
"Kalau tidak kenapa menyuruhku pakai itu.. Aku sendiri malu melihatnya. Tapi tega-teganya kakak memaksa aku memakainya, Itu seperti perempuan murahan tau" Nabila menutupi kepalanya dengan selimut
"Kau yang tidak tau fashion. Gaun ini dirancang oleh Designer terkenal di New York you know.." Shakil marah dan mengangkat pakaian yang ada di box tersebut ingin menunjukan pada Nabila kalau dia sangat cocok memakainya. Tapi malah dia sendiri yang terkejut melihat bentuk pakiannya yang ternyata itu sebuah lingerie bukan gaun yang dia maksud
Nabila menurunkan selimutnya yang hanya mengintip dengan sebelah mata saja. Memastikan apakah benar Shakil menyuruhnya pakai itu atau tidak
"Kakak yakin aku pakai itu?" Tertawa geli melihatnya
"Terus aku pakai apa?"
Ternyata Shakil salah mengambil kotak dimobilnya... Memang ada dua kotak yang satu gaun yang dia maksud tadi untuk pesta. Dan yang satu lagi lingerie untuk Nabila pakai malam ini. Sebagai kado ulang tahun untuknya nanti
Tanpa menjawab pertanyaan Nabila. dia bergegas keluar dan tidak lama kemudian dia datang lagi dengan kotak yang satunya berisi gaun pesta Nabila.
Tak butuh waktu lama Nabila sudah rapih dengan gaun pendek selutut berewarna putih mekar. Sangat cocok untuk remaja seusianya yang cantik dan imut
"Ayo kita turun" Nabila berdiri di pinggiran sofa. Dimana Shakil yang masih setia dengan mata yang menatap ponselnya
"Ayo" dia berdiri memberikan tangannya agar Nabila menggandengnya
"Nabila!!" Shakil meninggikan suaranya hampir teriak
"Eh kenapa" Nabila terkejut dan tiba-tiba panik "Apa ada yang salah lagi" Nabila berlari kecermin memeriksa penampilannya
__ADS_1
"Kau ini sangat egois" Wajah Shakil tiba-tiba serius
"Apa? Aku kenapa?"
"Papahmu manusia. Mamahmu manusia. Tapi kenapa kamu bidadari" Shakil tertawa melihat kepanikan nabila tadi
"Kakakkkk!!! Boleh tidak ya aku menampar wajah suamiku sendiri" Nabila sudah mengangkat tangan didepan wajah Shakil karena kesal "Nyebelin banget. Aku pikir tadi ada apa?"
"Haha.. Itu karena kakak terlalu terkejut dengan kecantikan kamu sayang" Shakil mengecup bibir Nabila
"Iya tapi gak harus gitu juga kali.. Dasar pria aneh memuji istrinya gak bisa apa romantis dikit" Akhirnya Nabila jadi memukulnya tapi hanya bagian lengan saja karena sudah terlanjur kesal
Shakil hanya tersenyum dan mengambil tangan Nabila agar melingkar ditangannya. kemudian Meraka pun turun menghadiri pesta yang sudah dimulai oleh Amir
"Sayaaangg!! Kamu bilang tadi flu sampai tidak mau aku sentuh.. Tapi sekarang kau menggandengnya seperti ini?" Siska marah setelah melihat Shakil dan Nabila datang dengan senyum bahagia dibibir mereka berdua
"Ada apa ini Amir?.. Kau ingin mempermalukanku didepan orang banyak?. Siapa gadis ini" Max yang ikut marah melihatnya
"Haha.. Aku rasa penglihatamu sudah kabur.. Tidak kah kau lihat gadis ini masih kecil.. Apa yang kau pikirkan? Dia adiknya, Kau mempermalukan dirimu sendiri" Amir menggelengkan kepalanya menyindir
"Benar dia adiknya?" Amir bertanya pada Siska
"Iya. Adik angkat" Dengan wajah bodah Siska mengiyakannya
"Kau ini.. kenapa bertindak sebodoh ini.. Memalukan saja" Max malah berbalik marah padanya "Maaf Amir, Shakil, Aku tidak tau kalau gadis cantik ini anggota keluarga kalian" Dengan malunya Max meminta maaf
Bagus dengan begini aku bisa selalu bersama istriku malam ini
Dan merekapun menikmati pestanya tanpa ada Siska yang selalu bergelayut manja padanya lagi.
Tapi tidak dengan Siska.. Dia sangat kesal karena lagi-lagi Nabila menang satu langkah darinya.
Kau belum tau siapa aku. Aku akan mempermalukanmu malam ini dan lihat. besok bahkan kau tidak mau lagi melihat dunia untuk selamanya haha
Siska berjalan mengambil segelas minuman dan memasukan sesuatu kedalamnya. Inilah rencana busuknya agar Shakil membenci Nabila. Dengan begitu dia bisa merebut Shakil kembali kepadanya....
__ADS_1
Bersambung❤❤❤