
Di kediaman keluarga Amir. Nabila yang dari tadi berdiri dan berjalan kesana kemari ikut sibuk di acara pernikahan Anna, kakinya terasa tebal, Setelah turun dari mobil ibu hamil itu meluruskan tubuhnya di sofa sambil menaikkan kedua kakinya. Amir dan Mira segera mengganti pakaian kamarnya, begitupun Shakil, pria itu juga langsung naik keatas bersih-bersih mengganti pakaiannya, dan dipikir Nabila mengikuti..
"Nona?" Pak Anton membungkukkan tubuhnya menghampiri Nabila yang kelihatan sangat lelah
"Eh, iya pak! ada apa?" Nabila hanya menolehnya, dia malas menggerakkan tubuh karena terasa sangat pegal
"Apa Nona butuh sesuatu?"
"Kalau tidak keberatan boleh minta tolong ambilkan air hangat!!"
"Tentu Nona" Anton membalikan tubuhnya segera mengambilkan air hangat karena melihat Nabila memang sangat lemah dan juga lelah, tidak butuh waktu lama dia pun kembali dengan membawa pesanan Nabila dan memberikan langsung ke tangannya.
"Ini air hangatnya, makanan sudah tersedia apa ada yang mau makan?" Anton sudah menyiapkan makan malam untuk tuan rumahnya, tapi dia sedikit ragu takut sudah makan di luar tadi sebelum pulang.
"Aku gak tahu, tapi terakhir. Kita makan siang di acara pesta aja" Nabila menjawabnya dengan menikmati air hangat tersebut
"Baiklah kalau begitu, saya akan tanyakan langsung pada Tuhan dan nyonya besar.." Anton melangkah meninggalkan Nabila namun tiba-tiba terhenti dan balik lagi. "Kalau Nona sendiri, apa ada yang harus saya buatkan khusus untuk makan malam?" Anton melihat wajah Nabila saat ini seperti sedang tidak enak badan. Dia berinisiatif menawarkan ini itu karena kemungkinan saja seorang ibu hamil ingin makan sesuatu tapi dia enggan untuk mengatakannya, jadi khusus malam ini dia sedikit agak cerewet
"Aku capek banget Pak, dan rasanya ingin sekali langsung tidur. Jadi nanti anterin susu aja sama beberapa biskuit "
"Baik, kalau begitu saya permisi" Kemudian untuk kali ini Anton benar-benar meninggalkan Nabila sendiri di ruang keluarga
Nabila meletakkan gelas tadi di atas meja, lalu mengambil ponsel di dalam tas kemudian membuka beberapa media sosial namun lama-kelamaan dia malah tertidur karena lelahnya aktivitas hari ini
***
Di kamar utama Shakil yang yang sudah membuka pakaian mau mandi, tersadar kalau tidak ada suara yang mengikutinya. Biasanya Nabila selalu heboh di manapun dia berada tapi hari ini kenapa hening? setelah dia memeriksa ke semua sudut kamar matanya sama sekali tidak tertuju pada sosok yang bahkan dia tidak bisa lepas darinya. Shakil berlari ke kamar mandi namun tetap tidak mendapati disana, kemudian masuk lagi ke walk-in closet tapi sama saja. Gadis itu tidak terlihat juga. Shakil ingin keluar tapi keadaan dia hanya memakai handuk saja, namun dia juga khawatir terjadi sesuatu pada Nabila
Kemana perginya Nabila? Bukankah dia mengikutiku?
Shakil segera mengambil ponsel lalu menelponnya, namun berkali-kali tidak ada jawaban dari yang dia telepon. Kemudian menelepon Pak Anton dan tidak terjawab juga, karena kepala pelayan itu sedang berada di kamar Amir untuk memberitahukan kalau makan malam sudah tersedia.
__ADS_1
Kemana perginya Anton? Nabila juga kenapa tidak bisa ditelepon? aash bikin khawatir aja
Tanpa sempat mengganti pakaian lagi, pria itu bertelanjang dada dan hanya memakai handuk saja yang menutupi bagian bawahnya. dia tidak peduli dengan apa penampilannya saat ini yang penting bisa segera melihat istrinya dalam keadaan baik-baik saja
"Anton...! Anton...! di mana kau?" suara Shakil menggema memenuhi seisi rumah
"Anton...! di mana orang itu?"
Shakil semakin tidak sabar. Dia berlari menuruni eskalator lalu melihat ke semua arah, namun karena posisi Nabila berbaring di sofa yang lumayan besar. maka tubuhnya tidak terlalu terlihat mungkin hanya perut saja, namun dia tidak menyadari itu karena paniknya jadi dipikir bantal, tak selang beberapa lama Amir dan Mira datang diikuti dengan berlari kecilnya kepala pelayan itu
"Kenapa Nak?" Mira terlihat sangat panik karena dia pikir ada sesuatu yang terjadi pada Nabila
"Nabila hilang! " Shakil mengejutkan semuanya
"Hilang bagaimana?" Amir ikutan panik
"Aku gak ngerti tadi dia mengikutiku lalu menghilang begitu saja!"
"Apa matamu ada dikaki!!! Aku baru saja tadi melihatnya dan tidak ada Nabila di sana"
"Terangkan dirimu dulu. jangan seperti yang sudah-sudah kau panik membingungkan semuanya dengan akhirnya yang terlihat hanya kebodohanmu, dan lihatlah!!. Apa yang kamu lakukan dengan memakai handuk seperti ini keluar" Amir coba menenangkan anaknya
"Iya Tuan, Nona ada di sofa. Dia sedang kelelahan dan mungkin sekarang tertidur di sana" Anton juga ikut menjelaskan
"Nah kan, ayo kita lihat kesana sekarang" Amir menggiringnya ke tempat dimana Nabila berada "Apa matamu sekarang sudah dipindahkan ke kaki?" Amir mengejeknya karena gemas dengan kelakuan anak semata wayangnya itu
"Kakiku memang memiliki mata tapi dia tidak bisa berkedip" Shakil terpaksa harus melucu karena menahan malu
"Ya ampun shakil, kamu benar-benar selalu membuat Bunda sport jantung. Bisa tidak kalau ada sesuatu, kamu sedikit lebih tenang!" Mira juga ikut gemas dengan kelakuan anaknya
"Aku tidak membuat khawatir ayah bunda, tadi kan aku hanya bertanya" wajahnya terlihat polos seperti dia tidak melakukan kesalahan "ya kan Anton?" Sekarang malah di lemparkan pada kepala pelayan itu
__ADS_1
"Ii... Iya tuan." Terpaksa dia harus mengiyakan daripada semakin kacau nantinya
Apapun itu aku harus katakan iya saja.. hah.. tuan,,tuan,, semenjak ada nona kenapa kamu malah yang seperti anak kecil
Shakil perlahan membangunkan Nabila, dia mengelus pucuk kepala gadis itu dan mencium keningnya, "sayang!! mandi dulu.. habis itu makan, tidurnya nanti aja sambil Kakak pijitin" lemah lembut suara Shakil membangunkan Nabila dari rasa letihnya.
"Kakiku sakit, aku mau tidur aja" Nabila menutup matanya lagi dengan manjanya
"iya nanti dipijat" Shakil membantu Nabila duduk
Namum setelah gadis itu sadar kalau suaminya hanya memakai handuk langsung membelalakkan matanya, "Kakak masa kaya gini?"
"Ini gara-gara kamu?" Nabila yang tidak tau menau malah jadi sasaran
"Kok aku?" tanya heran
"Karena kamu hilang, Kakak sampai panik nyarinya"
"Hilang?" dia semakin bingung
"Itu karena matanya belum diupgrade" Amir menggeleng sambil duduk di sofa lalu menyalahkan televisi. yang diekori oleh mira
"Besok kita bawa ke counter mata minta di naikin versi-nya biar gak lemot.. pasti tadi lagi nyari Nabila muter-muter dulu tuh bola mata loading" tambah Mira kesal
"Teganya Ayah, bunda juga ikut-ikutan..."
"Ha..ha..ha.. Yaudah aku mau istirahat dikamar aja," Nabila menurunkan kakinya sambil dibantu Shakil. Tapi kaki itu semakin sakit, dan tidak sadar menahan sampai berpegangan pada handuk.. alhasil melorot lah..
"Nabila!! jangan tarik handuknya!!!"
Semua yang ada disana juga ikut terkejut, bukan karena terlihat bagian sensitif Shakil, tapi melihat celana pendek yang dia pakai berwarna pink gambar hello Kitty.
__ADS_1
bersambung..