ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
79. Rasa sayang yang tak terhalang


__ADS_3

Saat membuka mata Nabila melihat wajah Shakil yang terlelap dan begitu tenang. Dibelainya lembut dengan jari-jari kecilnya.


Apakah ini yang namanya cinta? Apa sekarang aku jatuh cinta padanya? Hanya didekat kakak hati aku tenang. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpa kamu bersamaku? Kakak aku mencintaimu ini yang pertama dan akan jadi yang terakhir kalinya.


Shakil masih saja tidur walaupun Nabila memainkan jarinya di wajahnya. Dan dia baru membuka matanya setelah Nabila mencium lembut bibirnya.


"Sepagi ini kau sudah menggodaku lagi" Dengan mata yang terpejam tapi tangan sudah memeluknya


"Eh.. Bukan, Aku hanya mengucapkan selamat pagi pada kakak"


Dia ini sensitif sekali.


"Ucapan selamat pagimu sungguh luar biasa. Kau tau. kau membangunkan yang lain juga" Shakil menggodanya


"Kakak. Aku mau mandi"


"Setuju" Dengan cepat dia membuka matanya


"Setuju apa?"


"Kita mandi dan melanjutkanya disana"


"Gak mau" Nabila bangun dan berlari kekamar mandi dengan tubuh tanpa penutup apa pun


"Kau benar-benar mengganggu mataku" Shakil ikut berlari dan mengejarnya kekamar mandi.


Begitulah Shakil sama sekali tidak membiarkan Nabila membersihkan dirinya sama sekali karena dia masih balas dendan tentang datang bulannya


Setelah Nabila cemberut. Dia baru berhenti bermain-main dengan tubuh istrinya.


"sayang kalau wajahmu semanis ini kakak akan terus melanjutkannya lagi"


"Kakak. Aku lelah. Cacing diperutku sudah demo"


"Lihat kamu terus-menerus menunjukan wajah manis. Bagimana aku bisa melepaskannya" Shakil menggendong Nabila keruang ganti dan meletaknnya meja rias


"Terserah kalau kakak mau lihat aku mati kelaparan teruskanlah" Nabila bicara dengan memelingkan wajahnya


"Jangan menantang, Aku akan senang hati melakukannya lagi"


"Kakak!!" Nabila mengencangkan suaranya "aku lagi marah tapi kakak malah memanfaatkannya"


"Hahaha.. Ayo kita sarapan dan siap-siap. Jangan marah-marah karena kamu semakin imut dengan wajah seperti ini"


"Siap-sipa mau kemana?"


"Keluar kota"


"Mau apa?"


"Peresmian hotel sayang"

__ADS_1


"Benarkah. Kenapa tidak bilang"


"Ini sudah bilang


"Maksudku dari kemarin-kemarin"


"Sudah cepat bersiap dan turun, ayah dan Bunda sudah menunggu"


"Udah tau ayah bunda nunggu kenapa dari tadi kakak malah main-main"


"Karena kamu terus menggodaku"


"Sudah sana aku mau pakai baju dulu. Percuma ngomong sama kakak gak ada abisnya"


"Sama seperti bermain denganmu juga tidak ada habisnya" Shakil menciumnya sekali lagi dan menggigit bibirnya lalu pergi


"Kakak!!! Sakit tau" Nabila mengusap dengan jari-jarinya


Shakil hanya tersenyum dan meninggalkanya dan pergi ke ruang makan untuk sarapan


Dimeja makan


"Pagi semua" Raut wajah Shakil berubah masam setelah melihat Hasan yang ternyata masih ada dirumahnya


"Pagi sayang" Mira menjawab


"Dimana Nabila" Tanya Amir


"Mari kita makan" Usul Hasan yang sudah tidak sabar dengan hidangan yang ada dihadapannya


"Tidak ada yang beleh makan sebelum Nabila duduk disini" tegas Shakil yang hanya dianggukan kepala oleh Amir dan Mira


"Ada apa dengan keluarga ini. Kenapa kita harus menunggu anak pungut itu. Dia bukan seorang putri disini. Dan kak Amir juga. Kenapa kau malah diam saja. Anak itu akan besar kepala nanti" Perkataan Hasan terdengar oleh Nabila yang sedang menuju ke ruang makan


"Paman bisa anda jaga mulutmu dengan baik" Shakil masih bisa menahan emosi karena dia tidak pernah mau menunjukan kemarahannya didepan Nabila


"Lho ini faktanya. Kenapa kalian begitu lemah dengannya. Aku ini keluargamu. Bahkan darah yang mengalir ditubuh kita pun sama. Kenapa kamu membelanya seperti ratu pada anak kecil ini"


Nabila terkejut dengan perkataan Hasan. Kenapa dia tidak suka padanya padahal mereka bahkan baru satu kali bertemu.


"Paman tau aku tidak pernah peduli dengan hubungan darah Kalau ada yang mengganggu ketenanganku" Shakil sudah mencengkram gelas yang ada dihadapannya


"Kakak" Nabila menahan tangan Shakil dan mengambil gelasnya "Tidak baik bicara begitu pada orang tua"


"Lihat orang yang paman pikir dengan buruk. Dengan mudahnya dia menenangkanku tanpa dendam. Kalau saja dia katakan untuk membunuhmu pasti sudah aku lakukan"


"Sudah hentikan" Amir menggebrak meja. Hasan kau pamannya kenapa bisa-bisanya kau bicara seperti itu padanya. Nabila putri kami. Dan pelaturan dirumahku tidak boleh ada yang makan sebelum anggota keluarga kami lengkap"


"Tapi kak" Hasan masih belum puas. Karena dendamnya pada Harun kini akan dia bayar pada Nabila.


"Mari kita makan" Amir tidak peduli lagi apa yang akan dikatakan adiknya

__ADS_1


Sial bocah ini sudah menguasai keluargaku terutama Shakil. Dia ladang uangku dan kini dia malah jatuh cinta padanya. Ini membuatku sulit menguasainya


Mereka makan dengan tenang. Karena Nabila berusaha keras menenangkan hati Shakil hanya dengan satu senyuman manis saja. Berkali-kali Shakil meliriknya dan Nabila sengaja mengedipkan matanya lalu menjulurkan lidahnya membuat Shakil tersenyum dan mengacak-acak rambut Nabila. Pemandangan ini membuat hati Hasan panas. Bisa-bisanya dia memamerkan kemesraan didepannya seolah-olah tidak terjadi apa-apa tadi.


paman ini sepertinya bukan orang yang baik. Apa dia membenciku karena papah. Seperti kata kakak semalam. Apa aku harus hati-hati padanya?


Walaupun Nabila wanita dan masih kecil tapi kepandaian Harun turun padanya. Dia mampu menilai orang itu berbahaya atau tidak hanya dengan menatapnya. Sama halnya seperti pada Siska yang dengan cepat dia memehami niat buruknya.


"Kenapa kau menatapku?" hasan bicara pada Nabila yang sedang melihatnya


"Aku hanya ingin mengenali siapa saja keluarga baruku" Nabila sengaja memancing emosinya


"Kau manis sekali. Benar paman dia harus tau keluarga barunya" Shakil juga ikut mengejeknya


Hasan hanya diam tidak menjawab apa-apa. hatinya sangat kesal dipermainkan dengan dua bocah didepannya itu


Mereka tampak akrab sekali. Shakil juga mencintainya. Bukankah kakak bilang gadis itu anak angkatnya. Kenapa mereka bermesraan seperti ini kakak tidak melarangnya.. Ada yang aneh disini


"Baiklah Ayah, Bunda, Kita berangkat duluan. Aku ingin membawa Nabila kesuatu tempat dulu" Shakil berpamitan setelah Anton memberitahunya kalau Haris sudah datang


"Hati-hati ya kita jumpa disana" Mira memeluk dan mencium Nabila dengan penuh kasih sayang. Membuat hasan ternganga-nganga melihatnya


Diperjalanan nabila masih terus berpikir keras apa yang yang Hasan rencanakan sebenarnya. Saking seriusnya dia tidak sadar kalau Shakil sudah mengulurkan tangannya diluar mobil


"Eh sudah sampai ya?"


"Sampai kemana?"


"Kehotel lah"


"Dasar bodoh. Hotel kita diluar kota dan akan naik pesawat kesananya"


"Terus kita dimana?" Nabila melihat sekelilingnya dan baru sadar ternyata ada di pemakaman


"Kita" Nabila menutup kedua mulutnya dan lompat merangkul shakil "Kakak terimakasih. aku tidak menyangka kita akan kesini"


"Iya tapi jangan seperti kera begini. Ayo turun"


Nabila melepaskan tangannya yang menggantung di pundak Shakil. Dan memang dia persis seperti kera yang tidak mau jauh dari tuannya


Dia melangkahkan kakinya kedalam pemakaman dengan senyuman bahagia dan air mata yang terus mengalir. Nabila berdiri ditenagah-tengah makam papah dan mamahnya dengan senyuman tidak menyangka Shakil membawanya ketempat yang dia sendiri tidak pernah pikirkan


"Kau senang sayang?" Shakil memeluknya dari belakang


"Sangat. Terima kasih kak" Masih dengan air mata yang mengalir


"Pak Harun, Tante Ayu. Aku datang bersama istriku untuk mengunjungimu. Aku ingin berterima kasih karena tante Ayu sudah melahirkan bidadari untukku. Dia sangat manis. cerdas. dan mandiri. Sesuai sumpahku pada pak Harun. hari ini aku akan mengulang kembali sumpahku pada kalian. Bahwa aku akan menjaga Nabila Dengan nyawaku sendiri. Walau terkadang dia juga bisa menjaga dirinya dengan baik. Tapi aku tidak akan biarkan ada seseorang menyakitinya." Masih dengan posisi memeluk Nabila dia langsung mencium pipinya


"Kakak" Nabila memengang wajah Shakil yang sedang menciumnya "Tidak perlu seperti ini. Aku tau kakak menyayangiku. Tapi aku senang kakak membawaku kesini" Nabila melepaskan tangan Shakil dan menariknya ke ujung makam.. "Papah, Mamah, Jangan khawatir. Kakak menjagaku dengan baik. Aku bahagia bersamanya. Seperti janjinya pada kalian aku juga berjanji akan selalu bersamanya selamanya" Nabila tersenyum dan mencium tangan Shakil yang sedang digenggamnya..


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2