ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
94. Pelepasan murid


__ADS_3

Dirumah Sakit


Haris yang mudar-mandir didepan pintu UGD tak tenang dengan keadaan Shakil. Dia sudah sangat mempersiapkan dirinya kalau Shakil ternyata membutuhkan darah. Karena memang golongan darahnya sama jadi dengan mudah tidak perlu mencarinya kemana-mana lagi


Pintu ruangan itu terbuka berharap dokter memberikan kabar baik tapi malah Shakil juga ikut keluar bersama dengan dokter yang memeriksanya "Ada apa ini? Kenapa kau ikut keluar. Ayo berbaringlah didalam" Haris yang sudah mendorong tubuh Shakil untuk istirahat kembali. Tapi Shakil menginjak kakinya


"Kau pikir aku selemah itu untuk luka sekecil ini harus berbaring didalam. Ayo kita pulang, aku tidak bisa bermalam disini karena ada yang menungguku dirumah. Tapi kau, kau tidak ada yang menunggu jadi tidurlah didalam sana"


"Aku serius, kau terluka. Jahitannya akan terbuka jika kau banyak bergerak, Dia tidak akan mencari pria sepertimu hanya tidak pulang satu malam saja"


"Kau benar-benar sedang menghinaku ya. Dia tidak akan bisa tidur tanpa ada kehangatan dariku. Sudah aku sangat merindukannya sekarang" Shakil berjalan dengan gagahnya tanpa terasa sakit sedikitpun


"Kau benar-benar monster. Kalau kau mati lihat saja aku akan mengambilnya" Haris mengejar Shakil dan memapahnya


"Lepaskan, aku sama sekali tidak takut, kau pikir dia akan tertarik padamu hah. Haha cintanya hanya untukku Kau tau!! Pergi sana dan buka pintu mobilnya"


"Hahaha dalam keadaan seperti ini percaya dirimu masih saja besar ya"


Haris segera menginjakan gasnya lagi menuju kediaman Amir dan dia juga memutuskan bermalam disana untuk memastikan Shakil baik baik saja


***


Pagi hari seperti biasa Nabila membuka matanya lebih dulu. Tapi dia merasa aneh baru kali ini Shakil tidur tidak memeluknya. Dia pun tidak ambil pusing hari ini Nabila akan sibuk berdandan merayakan kelulusan yang sudah dia dapatkan dengan hasil terbaik yang bisa masuk ke Universitas kemana saja


Tanpa sarapan lagi Nabila sudah pamitan pada semuanya termasuk Shakil, walaupun dia masih tidur tapi Nabila membangunkannya agar dia tau Nabila pergi


Disekolah


Para siswa sudah tampan dengan setelan jas pitih begitu juga siswi yang cantik dengan kebaya putih. Wali dari murid-murid silih berdatangan dengan bermacam bentuk gaya dan busananya. Ada juga artis dan penyanyi papan atas ikut memeriahkan juga acara itu


Amir, Mira pun datang begitu juga dengan Shakil yang ingin hadir di acara kelulusan istrinya. walaupun sakit tapi dia tahan demi ikut merayakan kebahagiaan Yang sudah sangat dinanti-nanti istrinya sejak lama


"Bunda" Nabila menghampiri Amir dan Mira yang sudah selesai menyaksikan acara yang begitu meriah disana


"Hai sayang. Waktu kamu dipanggung Bunda cari-cari dimana anak Bunda gak taunya yang ini. sampai gak ngenalin, kamu kaya pengantin tau pakai kebaya kaya gini"


"Ah bunda aku terbang niih. Oh ya kakak mana?"


"Tdia sedang keruang kepala sekolah ada yang perlu ditandatangani katanya" Jawab Mira


"Kenapa mencariku kangen ya?" Shakil berjalan dari arah ruangan kepala sekolah bersama Haris yang membawa beberapa map milik Nabila ditangannyas

__ADS_1


"Gak tuh. Cuma nanya aja orang tua murid kan harus hadir. Karena kakak wali aku jadi...?" Nabila sengaja menggantung perkataannya mengejek Shakil


"Jadi apa? Kamu mau bicara apa? Ingat setiap perkataanmu yang tidak kakak suka akan ada hukumannya" Shakil merangkul pundak Nabila dan membawanya pergi padahal acaranya masih terus berlanjut tapi dia tidak memperdulikan itu. dan selalu bertindak Semaunya


"Papah kita mau kemana acaranya belum selesai masih ada yang harus diurus juga" sambil tertawa Nabila yang setengah berlari ribet dengan kain yang membatasi langkahnya


Mira dan Amir hanya menggeleng melihat tingkah laku anaknya yang selalu senang menindas Nabila. dia memutuskan Menetap disana karena masih ada beberapa hal yang harus diurus


"Kau berani ya.. Sepertinya kamu memang suka aku hukum"


Dan merekapun menaiki mobil yang sudah ada Haris didalamnya siap untuk mengemudi.


"Anda siap tuan?"


"Kau sudah siapkan apa yang kita perlukan nanti?"


"Sudah anda tinggal tandatangan saja"


"Bagus"


"Kakak kita mau kemana?"


"Kayanya seru tapi kok malah terdengar menakutkan ya" Nabila menutupi dadanya dengan kedua tangannya


"Sumpah sebenarnya tadi kakak gak ada niat kesana tapi karena sikap kamu kaya gini kok kakak jadi ingin ya" Shakil mendekati Nabila dan mengangkat kedua tangan yang menutupi dadanya


"Kakak mau ngapain?"


"Kamu yang menantangku tadi"


"Kakak gak malu apa. Disini bukan cuma kita berdua aja"


"Jangan hiraukan mahluk itu dia tidak akan melihatnya"


Haris langsung mengerti dia melipat kaca spionya agar tidak melihat apa yang ada di kursi belakang "Saya tidak akan melihat apalagi mendengarnya nona" Haris memasang headset dengan musik sekeras mungkin agar dia juga tidak mendengar apa-apa


"Kau dengar. Dia tidak akan tau apa yang kita lakukan. Sayang kau seperti pengantin dengan memakai kebaya ini. Dari tadi aku sudah tidak sabar menghancurkan kemulusan lehermu ini"


"Tunggu" Nabila menahan Shakil yang sudah menemempelkan bibirnya "Kakak akan mengajakku ke suatu tempat kan?. Jadi aku mohon jangan membuatku malu dengan karya kakak"


"Hahaha.. Tapi kakak tidak peduli" Shakil memberikan tanda merahnya tepat dibagian depan, jika orang lihat Nabila yang pertama terlihat pasti tanda merah itu

__ADS_1


"Aahh sakit"


"Ini baru satu tapi kamu sudah ribut" Shakil menerusurinya lagi


"Jangan macem-macem ya... Ahh.. Aaaku akan malu nanti, Kebaya ini tidak bisa menutupinya"


"Karena kamu pakai ini kakak suka karya kakak terlihat"


"Dasar kuman menyeramkan" Nabila bergumam sendiri


"Kakak dengar ya kamu ngomong apa?" Shakil menjilat setiap lika-liku leher Nabila dan menelusurinya sampai ketelinga


"Aah. Kakakkk" Nabila memeluk keras punggung Shakil menahan suaranya agar tidak keluar tapi spontan Shakil mendorong Nabila karena dia merasa kesakitan saat lukanya tertekan tangan Nabila


"Kakak kenapa?" Nabila yang aneh dengan sikap Shakil tiba-tiba meringis kesakitan


"Aaa tidak.. Kakak tidak apa-apa" Shakil sedikit meringis tapi dia bisa menahannya. Kalau dia beri tau sekarang Nabila akan kepikiran dan kejutan yang sudah dia siapkan! akan tidak menarik lagi nantinya


"Kakak beneran gak apa-apa?"


"Iya sayang" Shakil menarik tubuh Nabila dan mendekapkan di dalam pelukannya "Lihat lipstikmu kenapa warna merah seperti ini? Kalau saja tidak ada acara penting lagi pasti sudah kakak hilangkan dari tadi, Menggonda saja bisanya"


"Haha.. Bukankah bibirku lebih sexy seperti ini" Nabila sengaja memonyongkan bibirnya menggoda


"Kauu!!!" Shakil menempatkan tangannya didada dan meremasnya


"Kakak!!! Sakit tau"


"Makanya diam, tidak tau apa rahang kakak sudah pegal karena menahannya"


dasar seenaknya saja. lihat aja aku kerjain dia..


"Kakak parfumnya ganti ya? Wanginya kok beda, eeemmm...aku suka" Nabila dengan senyum puas mencium pipi mulus Shakil


"Masa si? ini parfum yang biasa kakak pakai kok?" Shakil yang sudah kepedean karena Nabila bersikap manis padanya


"Iya bikin aku nyaman" Nabila memeluk Shakil dan merebahkan kepalanya didada sambil cekikikan dalam hati karena sengaja dia meninggalkan bekas lipstik dipipinya


Hahaha kita seri, Sama-sama meninggalkan karya masing-masing...


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2