
Selesai sarapan pagi Nabila pergi kesekolah karena ada latihan dance untuk perpisahan kelas duabelas nanti. Sedangkan Shakil dia pergi pagi-pagi sekali kekantor sampai tidak tau Nabila akan keluar rumah hari ini.
Sesampainya disekolah dengan taksi online Nabila langsung bertemu teman-temannya. "Hii Nabila?" Serempak ketiganya yang sudah dari tadi menantinya
"Hi.. Udah lama kita gak ketemu" Nabila memeluk Anna yang juga Rey dan Romi ikut juga memeluknya
"Kita bertiga si selalu ketemu. Kamu nih yang sibuk dengan sidia haha" Canda Rey
"Iya jangan-jangan lo lagi sibuk mengolah baby ya??" Romi semakin kocak Dengan bahasanya sampai mereka tertawa bersamaan..
"Beneran bil?" Serius Anna "Lo udah gak itu lagi dong?"
"Itu apa?"
"Masa gak tau maksud gue?" Anna menyenggol tubuh Nabila
"Apa si? Gak jelas deh lo"
"Sianna memang gak pernah jelas. Lo ngomong Yang bener napa?..
Maksudnya lo udah gak virgin lagi dong" Rey nyolot
"Oohh itu.. Menurut kalian?"
"Apa si bil.. Malah main teka-teki, Penasaran nih.." Anna menggelayut ditangan Nabila
"Nanti aja ceritanya pas makan siang" Nabila berlalu meninggalkan ketiga temannya yang masih menunggu jawabannya
"Nabilaaaa!!! Lo nyebelin banget" Anna teriak karena Nabila sudah jauh darinya
Mereka pun pergi keruangan yang sudah dikhususkan untuk latihan para siswa dan siswi. Karena banyak murid dari kelas sepuluh dan sebelas yang ikut juga merayakan perpisahan kakak kelas mereka.
"Kita latihan sekarang nih..? Kayanya gak akan fokus deh.. Liat aja rame banget. berisik lagi" Anna yang selalu repot dengan keramaian
"Iya kita pindah aja deh" Rey juga yang sudah malas melihat keramaian didalam ruangan itu
"Dimana?" Tanya Nabila
__ADS_1
"gimana kalau dirumah gue aja" Usul Rey "Rumah gue kan gak jauh dari Mall.. sekalian kita beli kostum"
"Nah bener tuh. Disana juga kan deket Universitas Bangsa kita liat-liat yuk?" Romi
"Itu kan Universitas terbaik.. Semoga gue bisa ya masuk kesana" Harapan Anna
"Iya. Senangnya kita bisa satu kampus" Romi juga
"Eh bil.. Lo boleh kan lanjut kuliah?" Tanya Anna
"Dia itu seorang Presdir, Gak lucu dong kalau pendampingnya Cuma lulusan SMA"
"Iya bener.. Duh bil gue masih belum percaya lo udah nikah.. Mana suami lo sempurna banget lagi" Anna yang tiba-tiba membayangkan ketampanan Shakil
"Sstt jangan ngomongin itu disini.. Kita jalan yuuk?" Nabila yang sudah berjalan keluar dari ruangan itu
"Ayo" Romi menyetujuinya dan diikuti dengan Rey dan Anna
Mereka pergi menaiki mobil Rey. Tapi pertama yang mereka kunjungi adalah Universitas Bangsa karena memang sebelum keluar Negri mereka akan kuliah disana dulu. Dan untuk Nabila cita-citanya masih menggantung karena dia juga harus mendapat persetujuan Shakil terlebih dahulu...
"Iya bener.. Bangganya kita kalau bisa kesini.. Semoga aja kita diterima disini" Harapan Rey
Akhirnya mereka berkeliling kampus untuk melihat-lihat keunggulan yang ada disana tak terlewat juga Asrama Putra dan Putri yang membuat mereka akan nyaman nantinya.. Tapi lagi-lagi Nabila yang sulit untuk itu, Tidak perlu minta izin saja dia sudah tau jawabannya. Betapa repotnya Shakil kalau Nabila meninggalkannya. bisa-bisa rumahnya akan dia pindahkan juga kesana.
Pada saat mereka asik ngobrol dikantin kampus ada seseorang yang menghampirinya. Sejak kapan dia mengikuti Nabila sampai-sampai dia tau keberadaan Nabila disana.
Nabila sedikit terkejut sebelum orang itu sampai dia segera mengetik pesan digrup chat GFG.
📩Nabila: Jangan sampai bocor identitas gue sama wanita ini. Gue akan cerita nanti tentang dia. Tapi yang pasti dia sangat berbahaya. Dia adalah orang yang membunuh orangtua gue.. Pelase!!"
Ponsel mereka sama-sama bergetar dengan isyarat mata nabila yang temannya harus baca pun dipahami oleh mereka.. Dan betapa terkejutnya ternyata banyak rahasia yang Nabila sembunyikan dari mereka. Tapi sekarang bukan hal penting untuk bahas itu.. Karena darah ketiga para remaja itu sudah mendidih saat tau orang tua Nabila dibunuh.. Dan pelakunya ada dihadapan mereka sekarang..
"Hi Nabila? Kebetulan sekali ya kita bertemu disini?" Siska yang tanpa pamitan lagi duduk bersama mereka
"Benarkah kebetulan? Kok bisa ya Tante ada disini?"
"Kau sangat sopan ya.. Tapi kesopannmu sepertinya mengejekku"
__ADS_1
"Maaf.. Dari manannya ya Nabila mengejek Tante" Anna yang belum mengerti apa-apa memang tidak ada yang salah dengan perkataan Nabila
"Hah.. Kau sudah dipengaruhi oleh kelabang ini ya?" Siska menunjuk pada Nabila "Dia tau aku tidak suka kau panggil itu tapi kau malah ikut-ikutan" Dengan mata yang hampir loncat Siska melotot pada anna
Braakk.. Rey menggebrak meja "Hai anda sudah tua tapi sikapmu sama sekali tidak baik... Apa kau tidak punya cermin untuk melihat dirimu sendiri.. Lihat bukankah kau memang seperti Tante-tante.. Apa perlu kami memanggilmu Oma agar kau bisa introspeksi dirimu sendiri.. Sekarang kau datang dengan tidak sopan menuduh temanku yang tidak-tidak. Apa masalahmu dengan Nabila.. apa kau iri karena dia lebih muda darimu hah?" Rey sudah emosi sejak mendapat pesan dari Nabila pun berhasil dia luapkan
"Kalian anak-anak yang tidak punya Etika"
"Heeeeyyy.." Romi teriak menunjuk pada Siska "Jangan kau bicara tentang Etika kalau kau sendiri tidak memahaminya.. Kau datang seperti jalangkung dengan perkataan tidak baik. Itu yang kau sebut dengan Etika.. Tidak semua anak kecil harus hormat pada orang yang lebih tua kalau orang itu seperti anda. Sikapmu membuka hajtidirimu bentapa rendahnya kamu"
"Kau memang anak-anak sialan... Kau tidak tau siapa aku.. Sekali aku meniupkan debu. Kalian tidak akan bisa bergerak"
"Tentu saja.. Karena baunya mulutmu jangankan manusia debu pun tidak akan mau lagi berhadapan denganmu haha" Anna mengejeknya
"Hahaha.. Itu benar sekali. Lain kali sebelum keluar rumah sikat gigi dulu.. Jadi mulutmu itu bisa mengontrol kata yang akan keluar nantinya" Nabila juga semakin bahagia karena teman-temannya mendukungnya
"Kalian memang kurang ajar.. Aku akan berikan pelajaran yang setimpal pada kalian"
"Benarkah?" Romi pura-pura bodoh "Oohh Tante memang baik. Tepat sekali kita kesini mencari pelajaran. Kalau tante bersedia memberikan itu pada kami dengan cuma-cuma maka kami tidak perlu buang-buang uang untuk kuliah hahaha"
Siska yang semakin tersudutkan dengan anak-anak remaja itu akhirnya pergi dengan seribu ancaman yang sama sekali tidak membuat mereka takut sedikitpun..
"Pegi sana. Kekorea kalau perlu, oprasi wajahmu agar jadi muda kalau tidak mau dipanggi Tante.. Hilangkan semua kerutan diwajahmu" Rey teriak pada Siska yang sudah agak jauh. Dan Siska hanya menajamkan matanya seolah-olah ingin memangsa Rey
"Hahaha" Gelak tawa merek berempat berhasil mempermalukan Siska didepan orang banyak. Rencananya ingin mencari informasi tentang cincin itu tapi malah apat penghinaan terus-menerus
"Kalian tidak takut padanya? Dia itu orang yang sangat berbahaya tau!!" Nabila mengkhawatirkan teman-temannya
"Untuk apa kita takut.. Sekejam apapun dia. Tetep saja dia seorang wanita.. Apalagi dia selalu memprioritaskan kecantikannya ini juga akan jadi senjata untuk kita menghadapinya" Jawab Rey
"Iya benar.. Selama kita selalu bersama, Mahluk itu tidak berani mengganggumu" Anna memegang tangan Nabila
"Tapi siapa dia.. Ada hubungan apa denganmu sampai membunuh kedua orangtuamu" Romi penasaran
Dan Nabila pun menceritakan sejak dance di peresmian hotel Siska sampai peresmian hotel Shakil tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Menjadikan ketiga temannya geram dan berencana juga akan mengerjai Siska kedepannya....
Bersambung❤❤❤
__ADS_1