ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
129. Kepulangan Amir dan Mira


__ADS_3

Shakil yang baru saja pulang langsung menaiki eskalator, menuju kamar mencari dimana permaisurinya berada.. Sejak Dia turun dari mobil sudah terbayang bagaimana cara Nabila berterima kasih padanya nanti.. Memeluk, Mencium atau jingkrak-jingkrak seperti anak kecil yang telah dibelikan es krim.


Apapun itu Shakil sudah mempersiapkan dirinya dengan terus tersenyum sambil membuka pintu kamar


"Sayang kakak pulang" Shakil mendapati Nabila yang sedang duduk di tempat tidur dengan menundukkan kepalanya "Sayang..!!! ada apa denganmu? Apa kamu sakit? apa ada sesuatu yang terjadi? katakan...!! Kenapa kamu menangis seperti ini " Shakil memeriksa tubuh Nabila bolak-balik Dia sangat tegang dan khawatir takut terjadi sesuatu yang buruk pada anak dan istrinya


"Aku nggak apa-apa"


"Terus kenapa menangis?" Shakil menyeka air mata yang terjatuh di pipi Nabila


"Aku mau minta maaf"


"Untuk"


"Tadi aku cuma jahil sama kakak Mau sosis, padahal sama sekali bukan kemauan anak kita.. Tapi.."


Shakil masih terus menatap Nabila dengan sedikit rasa kesal di hatinya, tapi sama sekali tidak bisa dia keluarkan untuk memarahinya


"Tapi apa?" Dengan tatapan dingin Shakil terus menatapnya


"Tapi sekarang aku beneran pengen sosis!!!!! hhhhaaaa!!!!! Mungkin anak kita tahu kalau dia hanya dijadikan sebuah alasan makanya sekarang aku pengen banget makan sosis bakar" Nabila memeluk tubuh Shakil yang belum sama sekali membersihkan diri setelah pulang kerja


"Hahaha!!! Untuk apa menangis?"


"Aku mau sosis" Rengek Nabila


Tok...tok..


Anton mengetuk pintu, dan membawakan sosis yang sudah Shakil beli tadi lalu menatanya di piring lengkap dengan saus cabai, mayones, dan saus kejunya juga. sehingga membuat tampilan sosis bakar itu semakin menarik Nabila santap


"Taraaaa.. Walaupun awalnya kamu berbohong tapi tidak sia-sia Kakak membelinya.. Karena sekarang memang keinginan si mungil ini" Shakil meletakkan telapak tangannya di atas perut Nabila


"Aaaaaa!!!" Nabila histeris dan langsung mengalungkan lengannya dileher Shakil "Aku pikir tadi Kakak nggak dibeliin.. Ya ampun bahagianya.. Terima kasih sayang" Nabila menciumi wajah Shakil bertubi-tubi tanpa peduli ada Anton yang sempat menelan ludah karena merasa tidak nyaman dengan adegan di depan matanya


"Hahaha... Dasar kancil nakal.. Seharian kau sudah menggangguku dan sekarang kau memulainya lagi" Tiba-tiba saja dengan tidak sabarnya Shakil ingin merubah posisi Nabila menjadi di bawah tubuhnya

__ADS_1


Tapi Nabila tersadar kalau masih ada Anton di kamar, maka dari itu dengan kelenturan tubuhnya dia bisa lolos dan akhirnya Shakil malah jadi tersungkur mencium bantal


"Huuft" Nabila menahan tawa melihat suaminya tertancap di bantal


Begitu juga dengan Anton, Baru kali ini dia melihat adegan panas yang tadinya sudah tidak tahu bagaimana harus menghindar, tapi ujung-ujungnya malah tidak kuat ingin menertawakannya, demi keamanan dirinya lebih baik pura-pura tidak melihat dan langsung pergi sesegera mungkin sebelum tuan mudanya bangkit


"Nabilaaaaa kauuuuu!!!!!"


Nabila tidak mempedulikannya, dia malah tertarik pada sosis bakar yang sudah tersaji di meja ingin segera menyantapnya


"Ini terimakasih mu padaku?" Shakil mengekorinya dari belakang "Tidak ada cium, peluk, Tau yang lebih hot dari itu kah"


"Kakak mau yang hot?" Nabila memberikan lirikan menggoda


"Tentu saja" Shakil dengan semangat duduk disampingnya


"Nih" Dia menyuapi sosis yang terbalut saus cabai ke dalam mulut Shakil "Gimana?? Hot kan?"


"Dasar jahil" Shakil langsung memindahkan sosis pedas tersebut dalam mulut Nabila tanpa menyentuhnya dengan tangan lagi


"Kakak nyebelin banget sih,,,, ini tuh pedas tau"


"Tapi kalau cara makan seperti Bukankah lebih nikmat" Dia mengusap bibir Nabila dengan ibu jarinya lalu beranjak pergi "Kamu habiskan Kakak mau mandi dulu"


Shakil meninggalkan Nabila yang dengan nikmatnya makan sosis sampai lupa akan segalanya


***


Waktunya makan malam. Setelah selesai membersihkan diri Shakil kini lebih santai karena semua pekerjaan sudah terselesaikan, setidaknya untuk satu minggu kedepan dia bisa mengambil cuti sesuai jadwal yang sudah di urut kan oleh Harris untuk berbulan madu.


Dia pun ke ruang makan lebih dulu sebab Nabila baru saja selesai mandi, dan tidak perlu menunggunya lagi karena sudah terbayang olehnya kalau wanita akan menghabiskan waktu berapa lama hanya di depan cermin saja


Baru saja kakinya melangkah ke eskalator untuk menuruni tangga, dia langsung dikejutkan dengan seorang gadis yang berlari sambil teriak menghampirinya.. Tidak peduli eskalator itu dalam keadaan turun.. tapi dia tetap saja berusaha naik agar bisa sampai pada titik yang dia tuju


"Kak Dudut!!!!" Dengan suara nyaring gadis itu memeluknya sambil teriak sekencang mungkin, sampai menusuk gendang telinga Shakil

__ADS_1


"Kauuuu!!? Dengan siapa datang kesini?" Shakil berusaha melepaskan pelukannya


"Surprise!!!!" Keluarga besar dari bundanya datang bersama dengan kepulangan Amir dan Mira


"Ayah, Bunda, kenapa tidak memberitahuku?? kan aku bisa menjemput kalian semua di bandara" Shakil menghampiri setiap orang yang ada disana


"Karena kita ingin memberi kejutan untuk calon pengantin" Mirna adik dari Mira memeluk erat Shakil seperti anaknya sendiri


"Bibi.. Kau terlalu berlebihan"


"Lihat siapa ini? Aku sampai tidak mengenali keponakanku sendiri.. mana gadis yang sudah menyulapmu jadi seceria ini"


"Bibi!!" Shakil memberikan senyuman bahagia yang sama sekali belum pernah dia tunjukan pada siapapun sebelumnya


"Mira... Kau mendapatkan memantu dari surga mana sampai setiap detik yang aku lihat hanya senyuman diwajahnya" Andre suami Mirna atau pamanya Shakil ikut bicara


Tak henti-hentinya semua keluarga Mira terus memuji sikap Shakil yang sekarang Kini jauh berbeda dari dulu, saat hatinya menjadi batu, tegas, serius, tanpa sedikitpun terlihat ada canda ataupun tawa terpancar diwajahnya


"Kak Dudut, mana kakak ipar ku?.. Aku mau melihat seperti apa dia" Ella gadis yang dari tadi terus mengikutinya itu adalah sepupunya anak Andre dan Mirna


"Ella!!" Mirna membentaknya karena khawatir Shakil akan marah seperti biasanya saat nama panggilan masa kecilnya itu disebut,


"Tidak apa-apa Bibi.." Pandangannya langsung dia lemparkan pada Ella yang sedikit murung "Bukankah itu panggilan sayang mu untuk ku?" Shakil mengacak-acak rambut Ella masih tetap dengan senyumannya


Ella seorang gadis berusia 22 tahun.. dia lebih tua dari Nabila, tapi karena hidupnya dimanja jadi sikap dan jalan pikirannya pun seperti anak kecil yang tidak pernah bisa dewasa


Dan dari sekian banyaknya tamu masih ada lagi satu gadis yang baru menyapanya, itupun karena Shakil melintas dihadapan dia


"Hai..Selamat atas pernikahannya" Gadis itu melirik dengan tatapan penuh harapan...


Dia adalah Nova kakaknya Ella.. Sejak Shakil masih bersama Lexa dia sudah jatuh hati pada sepupunya itu.. Tapi sekuat apapun Nova mengejar cinta Shakil itu malah membuatnya semakin sakit hati, karena lagi dan lagi hanya penolakan yang ia dapatkan sampai dia memutuskan untuk menikah dengan orang yang tidak dicintai hanya ingin agar bisa melupakannya


Tapi secepat itulah pernikahan tanpa cinta telah berakhir.. tiydak lebih dari tiga bulan panjangnya umur rumah tangga Nova, lalu kemudian dia menetap di negara orang, Sampai kini terdengarnya berita pernikahan Shakil baru dia kembali lagi ketanah air


Bersambung❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2