
Masih dengan malam hari yang sama Nabila tiba-tiba menggoyang-goyangkan tubuh Shakil yang sedang tidur dengan pulas nya.. Ketika tidur tadi Nabila mendengar ada suara keributan dihalaman belakang..... Memang tidak terlalu jelas tapi dia yakin ada seseorang yang sedang bertengkar
Karena Shakil tidak juga bangun... perlahan Nabila mengendap-endap keluar dan tidak perlu turun ke bawah untuk melihatnya dia cukup berdiri di balkon sebelah timur karena lost terlihat area halaman belakang
Benar saja ada Harris dan Nova ditengah malam yang sedang bertengkar... walaupun mereka menahan suaranya tapi kesunyian malam tidak bisa menutupinya
"Sudah cukup.. Sekeras apapun kau menyuruhku mundur.. Maka semakin menarik untuk ku melangkah lebih jauh" Nova memperingatkan Harris
"Semakin berani kau melangkah lebih jauh... Maka semakin hancur dirimu" Haris mengancamnya
"Hahaha Haris.. Haris,, Apakah gadis itu mampu membuatmu melupakan cintamu padaku?.. kenapa kau sekarang menjadi sebijak ini?"
Apa cinta?... Jadi orang yang mencintai Nova adalah Harris?? Menarik
Nabila semakin penasaran dan seru menyaksikan adegan percintaan masa lalu yang kandas tidak tahu karena apa...
"Jangan pikir kamu wanita hebat setelah menyakitiku, ingat...!! Sebenarnya pada saat itu kamu sudah kehilangan orang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus sepertiku.. dan ketika aku menemukan gadis itu.. aku sangat bersyukur Tuhan tidak merestui kita karena dia mengganti dengan yang terbaik dari yang baik"
Wow.. Ternyata asisten Haris punya kekasih.. Baru kali ini aku terhibur dengan pertengkaran seseorang hehehe Nabila kau memang yang berdosa
"Apa maksud perkataan mu dengan yang terbaik??.. Jadi selama ini kau menilaiku wanita tidak baik"
"Hahaha... Akhirnya kata-kata itu kau keluarkan dari mulut mu sendiri"
"Haris... Kau memang pria tidak berperasaan!!!" Nova melayangkan tangannya tepat di wajah Harris tapi tidak sampai mengenai nya karena sudah tertahan dengan cengkraman kuat tangan besar pria itu
"Ini sebuah peringatan untukmu.. Jangan lagi mengganggunya" Semakin kuat lagi Harris mencengkram tangan Nova
"Aaawww.. Lepaskan aku.. Kau sedang menyakiti seorang wanita" Nova meringis kesakitan
"Aku akan melepaskanmu tapi berikan ponselmu padaku"
"Tidak.."
"Apa tujuanmu mencuri kontaknya dariku,,, cepat berikan!!!!" Haris memutar tangan Nova ke belakang sampai dia semakin meringis kesakitan dan tidak ada pilihan lagi untuk menyerahkan ponselnya...
__ADS_1
Setelah Haris memeriksa ponsel Nova ternyata ada 1 panggilan keluar yang menunjukkan pada kontak Anna
Dibalkon
"Tunggu.. Tunggu... Biar aku cerna sebentar... Haris adalah mantan suami Nova yang dengan rela hati menjadi ayah untuk anak yang dia kandung... Kemudian saat ini Haris memiliki kekasih baru tapi dia ganggu.. Bukan hanya itu bahkan suamiku juga dia ganggu.. Curut gatel ini sebenarnya maunya apa sih?" Nabila bergumam sendiri memecahkan teori yang belum sempat Shakil ceritakan
"Huuhh.. Dasar suami curang.. Dia sudah mendapatkan bayaran tapi sama sekali tidak menceritakan apapun dasar nyebelin"
"Apa kamu sedang memaki ku?" Shakil yang tanpa ada suara langkah kaki, tiba-tiba memeluknya dari belakang
"Sttttt jangan berisik.. Kakak mengejutkanku"
"Bukan kakak yang mengejutkanmu, tapi kamu sendiri yang terlalu serius.. Lagi pula malam-malam ada apa berdiri disini??" Shakil yang seakan tidak ada puasnya masih saja meraba kesana kesini tubuh istrinya
"Kakak.. Please, bisa gak kondisikan tangan ini sebentar saja dan berhenti menyentuh tubuhku di mana-mana" Nabila dicubit tangannya
"Tidak bisa, karena kamu sangat menggoda" Shakil membisikan suara lembut disertai desahan yang membuat Nabila merinding karena geli
Kenapa makhluk ini bisa muncul saat aku asyik menyaksikan adegan yang lebih menarik dari drama Korea
"Biarkan saja kita tidak perlu ikut campur dalam rumah tangganya" Dengan tenang Shakil melihat ke arah yang Nabila tunjukkan..
"Apa!!! Dia masih suami istri?"
"Tidak.. Hanya saja kita tidak perlu mencampuri urusan mereka.. Lebih baik kembali ke kamar dan membuat adik untuk junior kita" Lagi Shakil membisikan dengan nada menggoda
"Kakak ni tidak tahu malu banget sih... Nanti kalau ada yang denger bagaimana? Lagi pula aku penasaran dengan kekasihnya asisten kakak.. Oh ya kakak tahu siapa?"
"Kekasih???" Shakil yang bingung mendengar perkataan Nabila "Sejak kapan dia punya kekasih?"
"Duh kakak nih makanya jadi orang yang harus update.... Mereka bertengkar karena Nova menghubungi kekasihnya Haris!!"
"Benarkah? Menarik.. Mari kita dengarkan" Shakil malah ikutan mengintip sama seperti Nabila
"Hahaha dasar nggak jelas.. Tadi dia sendiri yang melarang dan sekarang malah paling depan" Nabila mencubit tangan Shakil yang masih melingkar di perutnya karena menggemaskan
__ADS_1
Di halaman belakang tepatnya di bawah balkon yang ada Nabila dan Shakil berdiri Haris dan Nova masih melanjutkan pertengkarannya... Sampai Haris mengakui kalau dirinya sudah jatuh cinta pada orang lain.. Bukan hanya itu dia juga mengatakan akan segera menikahinya dalam waktu yang dekat
"Bagus kalau begitu.. Setelah kau menikah tidak akan ada lagi yang bisa menggangguku untuk mendapatkan Shakil"
Nabila memutarkan kepalanya 30 derajat, dan melirik suaminya dengan tajam
"Apa??" Shakil menyadari kalau tatapan mata Nabila sangat membunuhnya "Mau bagaimana lagi!! Inilah resikonya memiliki suami tampan seperti ku" Dengan percaya diri tingkat dewa Shakil mengangkat kedua alisnya berkali-kali
"Dih narsis..." Nabila memalingkan lagi pandangannya kepada 2 orang yang di bawah balkon itu lagi
"Silahkan.. Aku akan menghormatimu jika kau berhasil mengambil tuan muda dari nona Nabila"
"Hahaha.. Haris.. Haris!!? Kau bercanda ya?.. Makhluk kecil itu bukan tandingan ku"
"Buktikan" Haris menekan kata-katanya didepan wajah Nova karena dia yakin Nabila tidak akan bisa terkalahkan olehnya
"Cih.. Kau menantangku?...Dulu memang aku mengalah untuk kebahagiaannya.. tapi sekarang akan berjuang untuk kebahagiaannku" Nova meninggalkan tempat itu
Kemudian Haris memgalihkan pandangannya pada balkon yang sudah dari tadi menyadari kalau kedua majikannya ada disana.... Shakil hanya menggerakkan tangannya tanda Haris sudah melakukan pekerjaannya dengan baik untuk mengatasi wanita itu
"Sekarang tinggal kamu!!!.. Sebesar apa cintamu pada kakak dibandingkan dengan cinta Nova???" Shakil juga ikut menantangnya, berharap Nabila berjuang untuk membuktikan cinta dan haknya walaupun sekeras apa Nova berjuang, cinta Shakil sudah tidak bisa dimiliki siapa pun lagi
"Untuk apa membuang-buang waktu untuk memperebutkan kakak... Kalau dia mau ambil saja" Nabila meninggalkan Shakil dengan senyuman yang tertahan
"Nabila!!!!!!.. Kau istri kejam"
"Lho bukannya aku baik hati... Wanita itu sudah cukup tua, jadi dia akan sulit mencari pria... Dan aku masih muda dan cantik.. Aku tinggal mencari pria yang lebih kaya dari kakak" Nabila mempercepat langkahnya dengan gelakan tawa karena puas membuat suaminya marah
"Dasar matre... Aku bisa membalut tubuhmu dengan berlian jika kau mau.." Shakil mengejar dan berhasil menangkapnya, Memeluk Nabila dengan erat karena takut gadis itu meninggalkannya
"Hahaha... Tapi sayangnya aku tidak bisa meninggalkan kakak.. Bukankah hutangku masih banyak?" Nabila balik memeluk suaminya masih dengan senyum ejekan
"Kau memang senang membuatku mati berdiri karena kata-katamu tadi.." Shakil mengangkat tubuh Nabila dan kembali ke kamarnya...
Walaupun begitu tidak peduli, tapi Nabila berusaha memikirkan bagaimana caranya agar Nova bisa keluar dari kehidupan mereka
__ADS_1
bersambung ❤️❤️ ❤️