ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
142. Bau Parfum


__ADS_3

Di Pulau


Bintang-bintang malam kini bergeser jadi matahari yang terik,, berhubung atap mereka dari kaca mau tidak mau cahaya langit sangat terlihat jelas seperti mereka tidur di luar ruangan.. Sepanjang malam angin pantai terus berhembus meniup tirai-tirai yang menutupi malam indah keduanya... dan karena cahaya langit sudah terang akhirnya Nabila bangun tapi hari ini ada sesuatu yang dia rasakan sangat berbeda,, tiba-tiba dia mual ingin muntah karena ada bau yang dia tidak suka...


Semakin lama dia tahan, Nabila semakin tidak kuat tapi dia sendiri tidak tahu asal bau yang membuatnya mual, berapa kali dia berputar di sudut ruangan itu untuk mencari sumber yang menyengat tapi tidak juga dia temukan ke janggalan di sana


Setelah dia lelah dan beristirahat di tempat tidur , bau itu semakin tajam dan akhirnya kini Nabila mengerti Kalau yang membuat dia mual adalah parfum dari tubuh Shakil


Nabila membongkar isi tasnya mencari sesuatu yang bisa mengalahkan bau parfum suaminya tapi tidak ada, dan tiba-tiba terjatuh lah botol minyak kayu putih yang memang suka dia bawa di tasnya karena ini akan membantunya saat dia mual


Shakil membuka matanya saat dia merasakan tubuhnya yang dingin tertiup angin tapi terasa dingin itu sangat berbeda


"Nabila Apa yang kamu lakukan?" Shakil langsung bangun dari tempat tidur karena melihat Nabila membalurkan sesuatu di tubuhnya "Ini apa?" Melihat tubuhnya yang sudah penuh dengan minyak kayu putih


"Kakak bau banget..aku sangat mual.."


"Nabila kamu jangan ngaco ya? Dan apa yang kamu taburi di tubuh kakak rasanya dingin seperti ini juga berminyak" Shakil mengusap minyak yang ada ditubuhnya dan menciumnya "Benda apa ini? Kau memberikan kak apa" Shakil kalangkabut Karena menurutnya rasa dan baunya sangat aneh


"Ini hanya minyak kayu putih" Nabila memperlihatkan botolnya


"Untuk apa?"


"Karena kakak bau"


"Nabila ini sama sekali tidak lucu... Dan kakak bisa marah kalau kamu bertingkah seperti ini" Shakil masih berpikir itu adalah candaan Nabila di waktu pagi


"Aku serius!!! parfum Kakak membuatku sangat mual"


"Jangan mengada-ngada,, setiap hari Kakak memakai parfum ini dan selama ini tidak ada komentar dari kamu malah sebaliknya Bukankah kamu sangat menyukai bau tubuh kakak??"


"Iya,,, tapi untuk hari ini tidak.. aku benar-benar sangat mual"

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu Kakak akan mandi dulu" Shakil meninggalkan Nabila dan membersihkan tubuhnya dari lumuran minyak kayu putih


Nabila sendiri setelah Shakil meninggalkannya, rasa mual itu semakin hilang dan dia semakin nyaman entah karena memang bau tubuh Shakil atau ngidamnya memang tidak suka melihat suaminya


Untuk sarapan pagi hari ini pelayan-pelayan Pulau itu sudah mempersiapkan semuanya di pinggir pantai seperti yang pernah mereka lakukan waktu itu


Shakil menghampiri Nabila yang sudah ada di pinggir pantai dan memeluknya dari belakang.. Harusnya Nabila tidak lagi mencium bau parfum yang berasal dari tubuh Shakil Karena untuk hari ini dia memakainya hanya sedikit di bagian tertentu saja..


Tapi hal yang tak terduga Nabila justru malah muntah-muntah sejadi-jadinya


"Nabilah kamu tidak apa? Kenapa kamu bisa seperti ini bahkan dari awal Kamu hamil pun tidak sampai kayak gini?"


"Aku kan udah bilang.. Aku gak suka sama bau parfum kakak.. kakak mau bunuh aku sama nak kita ya?.. Kalau bau seperti ini trus-menerus aku bisa melahirkan lewat mulut sekarang juga.. Karena akan keluar semua isi perutku"


"Mana mungkin..Lagian Kakak memakainya hanya sedikit.. Dan juga ini parfum mahal dari Paris mana bisa membuatmu mual"


"Tapi ini kenyataannya Aku tidak suka bau parfum kakak, mau kakak beli drai Prancis kek.. Mau kakak beli dari Itali kek, mau beli di kutub sekalipun tetap saja ini membuatku tidak nyaman" Nabila mendorong tubuh Shakil sambil menutup hidungnya


"Oke,, Oke, jadi Kakak harus bagaimana?"


"Nabila kamu jangan gila ya. Kakak nggak tahu kamu dapat benda itu dari mana, Tapi itu benar-benar sangat aneh rasanya.. seperti ada mint yang tertempel di tubuh ku"


"Semakin Kakak lama di sini aku semakin mau pingsan" Nabila masih belum juga melepaskan tangan dari hidungnya


"Ya sudah Kakak akan mandi dan menuruti apa yang kamu mau" Shakil akhirnya meninggalkan Nabila dan mandi lagi untuk menghilangkan bau parfum yang ada di tubuhnya


bagaimana cara Aku menggunakan benda ini?.. ini sangat berminyak ketika dipakai, memang cepat hilangnya Tapi kenapa harus ini yang dia inginkan kan


"Sini aku bantu" Nabila mengulang lagi apa yang dia lakukan tadi pagi saat bangun tidur, yaitu membalurkan seluruh minyak kayu putih ke tubuh Shakil seperti seorang bayi


"Sayang" Shakil merengek manja "tyidak adakah cara lain kah, selain harus memberikan Kakak ini? atau begini saja kamu mau parfum merk apa dan yang seperti apa Kakak akan pakai dengan senang hati,Tapi tidak harus ini!!!"

__ADS_1


"Tapi aku hanya mau ini" Dengan juteknya Nabila masih membalur minyak kayu putih


"Baiklah untuk hari ini kakak akan mengalah... Nak.. lain kali kalau mau sesuatu yang lebih keren sedikit.." Shakil menyentuh perut Nabila yang memang sudah tidak serata dulu "Papah salah apa sampai kau hukum seperti ini" Shakil menunjukkan wajah sedihnya agar Nabila merasa iba


"Udah jangan pura-pura wajah Kakak seperti ini jelek tahu" Nabila mengusap wajah Shakil yang menyedihkan dengan tangannya yang masih ada sisa-sisa minyak kayu putih


"Nabilaaaaa... Apa yang kamu lakukan!!!!" Shakil berteriak karena matanya pedih dan berusaha menangkap Nabila dengan menutup mata


"Hahaha...!!! Maaf aku tidak sengaja" Nabila berlari lamban ke tepi pantai karena Shakil terus mengejarnya


"Jangan lari nanti jatuh" Kini Shakil yang sudah mulai bisa membuka matanya menangkap tubuh kecil Nabila dan menggendongnya...


"Kakak kita mau kemana" dengan tawa bahagia Nabila dibawa Shakil kedalam air laut


"akyu menenggelamkanmu karena suka iseng"


"Hah? Serius?" Nabila mulai merinta-ronta ketakutan


"Hahaha.. Mana mungkin sayang,,,, Kamu kan gak bisa berenang.. pasti belum pernah kan ngrasain gimana ada di laut kaya gini"


"Sok tau.. Emang aku pernah bilang gak bisa berenang?"


"Eeemmm gak juga si?"


"Trus kenapa bilang gitu"


"Nebak aja, abis keliatan dari jauh tadi saat ombak laut mau nyentuh kaki kamu.. kamunya langsung mundur"


"Hahaha.. Pinter.. Aku takut lah kalau tiba-tiba dia bawa aku ketengah gimana?"


"Maknya sekarang kakak mau kamu ngerasain enaknya main air laut"

__ADS_1


Shakil menggendong Nabila sampai tubuhnya sudah terendam.. dan ada beberapa ombak yang mengguyurnya sehingga mereka basah kuyup.. pengalam pertama Nabila membuatnya sangat senang.. Shakil juga selalu mencari kesempatan untuk trus meraba-raba seluruh bagian tubuh Nabila didalam air karena hanya dengan cara ini dia mau didekati, dan lupa dengan aroma tubuh suaminya..


*B*ersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2