ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
103. Penculikan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Shakil sudah pergi karena hari ini dia akan banyak urusan, walau sumua sudah ditangani Haris tapi dia adalah pemeran utamanya dalam permainan ini, jadi untuk berdandan ala ******** dengan menggunakan kulit palsu sangat membutuhkan waktu yang lumayan lama,


"Kakak kemana?" Nabila membuka mata karena sebelah kanannya saat meraba-raba kasur ternyata kosong


Dia bangun mengambil ponsel dan ada secercik kertas kecil menempel di layar ponselnya "Kirim alamat kencanmu, dan waktunya" Dengan bentuk hati kecil melengkapi tulisannya


"Hahaha kenapa aku sebahagia ini melakukan adegan penculikan" Nabila pergi kekamar mandi dan tergesa-gesa dia keluar lagi "Tespekku?, Huh hampir saja lupa" Dia menjajal tespek itu dibuang air kecil pertamanya, kemudian dia mandi dan akan dilihatnya setelah Nabila mulai tenang, karena dari awal dia mengunakan tespek perasaannya sangat gelisah takut kalau hasilnya tidak seperti apa yang diharapkan


"Tarik napas dulu,, Dan buka matamu Nabila, lihatlah hasilnya" dia bicara sendiri tapi tetap belum mampu membuka matanya "Ok aku sudah siap" Nabila menarik napas sekali lagi dan membuka matanya melihat hasil tespek yang dari tadi ada ditangannya


"Apa ini?" Nabila masih tidak percaya mengecek lagi kemasanya dan membaca ulang untuk mematikan hasilnya


Air matanya tiba-tiba menetes padahal sama sekali tidak mau menangis. Ini jatuh dengan sendirinya sama dengan tubuhnya yang dia jatuhkan juga disofa


"Aku mimpi, ini benar-benar aku hamil" diapun tersenyum bahagia mengelus-elus perutnya "Ada bayi disini? Anakku?"


Nabila berlari keluar menuruni tangga dan masih membawa-bawa tespeknya mencari Amir dan Mira, karena dia yakin mertuanya akan sangat senang dengan kabar itu


"Nona kenapa lari-lari seperti itu. Apa ada masalah?" Anton menyapanya lebih dulu karena kebetulan hanya ada dia diruang makan


"Ayah bunda mana?" Dengan napas terengah-engah penuh kebahagiaan


"Tuan dan nyonya besar tidak ada mungkin kembali tiga hari lagi" Amir dan Mira pagi-pagi sudah pergi kehotel tempat yang sudah Shakil dan Haris persiapkan untuk sembunyi


"Benarkah" Raut wajahnya berubah murung "Sangat menyedihkan"


"Ada apa nona? Anda bisa meminta bantuanku kalau ada masalah" Anton merasa iba melihat wajah Nabila yang langsung berubah muram


"Ini" Dia menunjukan tespeknya


"Anda hamil nona" Reaksi Anton sangat tidak terduga dia hampir saja memeluk Nabila karena sangat bahagia "Selamat anda akan jadi ibu, Tuan dan nyonya pasti akan sangat senang mendengar ini"


"Aku juga berharap seperti itu.. Tapi nyatanya mereka tidak ada"


"Tidak apa-apa.. Kita akan memberinya kejutan setelah mereka kembali, untuk penghuni baru rumah ini, makanan apa yang anda inginkan nona?"

__ADS_1


"Sebenarnya seminggu ini aku selalu merasa mual, bahkan tidak mau sarapan"


"Begitu ya" Anton berpikir sejenak "Saya akan membuatkan susu segar untuk saat ini, sebelum pelayan membeli susu ibu hamil"


"Baiklah untuk Nutrisi anakku buatkan aku roti dengan selai Strawberry, agak sedikit asam mungkin bisa mengurangi rasa mulanya"


"Akan saya siapakan" Anton kedapur dan tidak membutuhkan waktu lama dia menyajikan makanan yang Nabila inginkan


Walaupun agak mual tapi dia memaksakannya agar tidak terlalu lemah untuk pekerjaan yang akan dilakukan hari ini bersama shakil,


selesai itu Nabila mandi dan bersiap-siap pergi ketempat kencan yang sudah dari tadi ditunggu Iyan


Taman Kota


"Seperti biasa kamu selalu terlihat cantik" Iyan menyambutnya dipintu sebelah utara taman


"Terima kasih" Nabila tersenyum


"Apa ada yang akan marah jika membawamu kencan seperti ini, maksudku mungkin pacarmu?"


"Aku tidak punya pacar tapi kalau aku katakan aku punya suami bagaimana?"


"Kenapa? Bukankah banyak yang menikah diusia dini?"


"Memang, tapi lebih banyak kasus yang sudah hamil diluar nikah"


"Lihat ini" nabila menunjukan cincin kawinnya yang melingkar dijari manisnya "Aku juga sedang hamil sekarang"


"Kau memang luar biasa. Mungkin jika awal kita kenalan aku akan percaya karena aku tidak tau siapa dirimu, tapi kekalahanmu semalam aku sangat tau wanita seperti apa yang sekarang ada dihadapanku, pertahanan dirimu sungguh pintar"


Percuma dia tidak percaya walaupun aku tunjukan tespek sekalipun. Lain kali aku harus membawa buku nikahku kali ya?


"Baiklah apa yang hari ini akan kita lakukan?" Nabila mengalihkan pembicaraannya agar tidak lama-lama bersama Iyan


"Permisi" Seseorang datang dengan tampang yang menyeramkan dan beberapa codetan diwajahnya "Saya ingin menanyakan alamat ini" Dia memberikan kertas kecil dengan tulisan I LOVE YOU "Kau bisa mengantarku nona?"

__ADS_1


"Siapa kamu? Kau tidak bisa membawa temanku" Iyan mencegahnya dan merebut kertas yang ada ditangan Nabila "apa ini? kau penipu" Iyan ingin menarik tangan Nabila tapi tubuhnya sudah tertahan oleh sekomplotan orang-orang yang sama menyeramkan dengan penipu itu


"Dia milikku" Tubuh Nabila pun diangkat dan dibawanya kemobil


"Turukan aku, aku bisa jalan sendiri, aku tidak akan memberontak kumuhon jangan perlakukan aku seperti ini" Nabila terus meronta-ronta walaupun ini sudah direncanakan tapi dia tidak suka ada orang lain menyentuhnya


"Bagus, semakin kau tidak bisa diam akan terlihat semakin real"


"Aku tidak mengerti kenapa suamiku mengirim orang sepertimu untuk menculikku kenapa tidak lebih tampan sedikit darinya" Nabila menggerutu didalam rangkulan orang mengerikan itu


Dasar gadis nakal, kalau saja max tidak mengawasiku disini. aku pasti sudah mengatakannya padamu dari tadi kalau ini aku sayang, maafkan aku kau harus melihat tampang mengerikan ini


Nabila dibawa ketempat yang sudah disiapkan oleh Shakil untuk menjebak Max dan Siska datang kesana, sebuah gedung tua pinggir kota yang dikelilingi dengan puluhan Hektar pohon pinus.


Tempat yang sangat tepat untuk melakukan peperangan karena letaknya jauh dari pemukiman warga. Disana juga sudah ada beberapa penjaga yang berjaga ketat untuk mengamankan penculikannya berjalan baik


"Kalian sudah berkumpul rupanya?" Tanya Max yang memasuki gedung tua itu bersama putri kesayangannya Siska


"Dimana gadis sialan itu?" Tanya Siska


"Ada didalam" Salah satu bodyguard yang menjaga pintu depan mengarahkan dia menuju ruangan, dimana Nabila dan Shakil berada saat ini


"Selamat bertemu kembali dewaku" Max menyapa Shakil yang dengan angkuhnya duduk sambil menopang kaki


"Kau sudah datang rupanya, bagimana tugas pertamaku sudah selesai" Dengan bangganya Shakil memperlihatkan Nabila yang terikat tangan dan kakinya disebuah kursi tunggal


"Benar gadis ini yang selalu berusaha merebut Shakil dari hidupku" Siska yang sudah mengangkat tangannya untuk menampar tapi sudah tertahan oleh Shakil


"Nona gadis ini milikku sekarang, anda tidak boleh menyentuhnya" Dengan penuh emosi yang tertahan ingin sekali dia balik menampar Siska


"Ayolah nak. Daddy sudah berjanji padanya kalau anak ini untuk dia"


"Ok baiklah, kau ambil dia jauh-jauh dari sisi Shakil. Karena aku sudah muak melihatnya"


"Anda tenang saja, gadis ini hanya milikku, tidak boleh ada yang menyentuhnya selain aku" Shakil membelai rambut Nabila dan menelusuri lika-liku lehernya dengan dengan bibir lembutnya

__ADS_1


Nabila semakin meronta-ronta tidak bisa teriak karena mulutnya tertutup plester, bisa saja Shakil memberitahunya kalau itu adalah dia tapi pasti Nabila ketakutannya tidak akan terlihat natural nantinya...


Bersambung❤❤❤


__ADS_2