ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
89. Tidak penting


__ADS_3

Setelah menyusun rencana mengerjai Siska. Mereka melanjutkan lagi perjalanannya kerumah Rey latihan dance dan setelah sore hari mereka baru Kemall XX.


Nabila baru sadar dia belum memberitahu Shakil soal kepergiannya.. Ini membuatnya kalang kabut lagi-lagi melakukan kesalahan yang sama yaitu tidak izin pergi


Untuk sekarang Nabila tidak mau mengirim pesan singkat tapi meneleponnya langsung. Karena kejadian waktu itu membuatnya malas berdebat yang berujung akan membuat tubuh Nabila remuk


Tuut..Tuut


📲 Kuman: Hallo?


📲 Nabila: Hallo kak


📲 Kuman: Maaf nona. Tuan sedang rapat


📲 Nabila: Aku mau bicara satu menit saja. bisa kan?


📲 Kuman: Tidak bisa nona. dia sedang sibuk


Haris bukannya tidak mau memberikan teleponya pada Shakil tapi bosnya itu sedang marah besar karena ada kesalahan pada hitungan dana bulan lalu.. Dan akan merugikan perusahaan nantinya


📲 Nabila: Tapi aku diluar dan harus izin langsung sama kakak.. Kalau nanti dia marah aku gak izin. Asisten Haris harus tanggung jawab ya?


Haris sekarang malah ada diposisi yang serba salah. Kalau dia ganggu Shakil yang sedang keluar taringnya pasti akan kena marah. Tapi kalau tidak dia akan lebih marah lagi karena mengabaikan telepon dari Nabila..


📲 Kuman: Baik nona saya akan berikan ponselnya pada tuan


Haris memberanikan diri berjalan menghampirinya tapi sebelum dia berbicara Shakil sudah teriak pada Haris "Apa kau sudah tua. Sampai kau lupa dengan peraturan yang aku buat. Berapa kali kukatakan jangan menerima telepon disaat aku rapat" Sampai suaranya terdengar oleh Nabila yang tiba-tiba dia kaget setengah bergetar


"Tapi tuan ini penting" Haris tidak bisa menyebutkan nama Nabila karena banyak orang yang Shakil sendiri belum bisa menunjukan istrinya pada dunia


"Kau pikir ada yang lebih penting dari perusahaanku?. Pergi dan bicara padanya apakah dia tidak ada pekerjaan lain dijam kantor seperti ini? Aku sedang sibuk.. Untuk urusan sepele saja kau tidak bisa mengatasinya"


"Tapi tuan?"


"Pergi kubilang" Shakil menggebrak Meja dengan nada suara yang tinggi. Dia tidak menyangka sama sekali kalau yang telepon Nabila karena sepanjang pernikahannya Nabila sama sekali tidak pernah meneleponnya


Haris menunjukan kepalanya dan menyusut keluar dari ruangan itu yang masih terdengar suara Shakil yang marah-marah pada karyawannya


📲 Kuman: Maaf nona.!!!


Haris belum selesai bicara tapi Nabila sudah memotongnya

__ADS_1


📲 Nabila: Aku sudah dengar semuanya. tidak perlu katakan aku meneleponnya, Aku akan pulang terlambat setelah urusanku selesai. Dan daya ponselku habis mungkin akan mati jadi tidak perlu khawatir


Nabila langsung menutup sambungan teleponnya tanpa mendengarkan perkataan Haris lagi


Haris yang sudah kena marah oleh Shakil sekarang dia malah bingung kalau Nabila pulang telet. Kenapa dia harus ada diantara suami istri yang masing-masing sifatnya betolak belakang..


Sedangkan nabila yang daya ponselnya sudah lemah pun jadi malas untuk mengisinya lagi. Karena mendengar kasarnya ucapan Shakil sampai tidak ada yang lebih penting dari perusahaannya membuat Nabila sedikit kesal.


Sampai dia menyusul ketiga temannya dan berputar keliling Mall mencari kebutuhan untuk dancenya nanti...


Setelah mereka semua lelah kemudian kakinya serempak berhenti di sebuah cafe. Dan memilih makannan seleranya masing-masing. Tapi berbeda Dengn Nabila. Dia memilih makanan sangat banyak sampai memenuhi meja yang ada dihadapannya


"Bil lo yakin. Makanan sebanyak ini siapa yang mau makan" Tanya anna yang tetheran-heran melihat banyaknya jenis makanan


"Gue lah" Jawabnya santai


"Jangan becanda deh. mubazir nih kalau gak kemakan" Anna lagi


"Udah hari ini rasanya gue lagi mau makan orang tau... Berhubung dihadapan gue cuma ada temen-temen yang baik hati jadi gue makan semua ini aja" Nabila yang sudah mulai memenuhi mulutnya dengan makanan


"Wahh bener ni anak. Kesambet setan apaan sampai makan sebanyak ini" Rey juga ikut heran sedangkan Romi tidak-bisa bicara apa-apa lagi melihat Nabila yang seperti seminggu tidak makan


Nabila tidak menggubris sedikitpun perkataan teman-temannya. Rasa kesal pada Shakil kini dia luapkan pada makanan. Dia makan semua makanan yang dia pesan tanpa sisa sedikitpun


"Udah kalian tenang aja.. Kalau kalian rewel aku yang akan Telen kalian" Dengan santainya Nabila jawab..


Ketiga temannya tidak mau komen lagi pada Nabila. Karena biarkan saja toh bukannya itu malah bagus daripada dia tidak makan sama sekali.


Setelah langit gelap mereka baru keluar dari gedung itu. Sebenarnya Nabila malas pulang kerumah apalagi harus bertemu Shakil. Tapi mau gimana lagi pada kenyataannya mereka semua memang sudah lelah... Dan akhirnya merekapun mengantar Nabila lebih dulu karena jalan pulang lebih dekat dengan kediaman Amir


Mobil Rey sangat bertepatan dengan mobil Shakil didepan gerbang utama. Tanpa pikir panjang lagi nabila memutuskan turun disana dan meminta Rey melajukan mobilnya lagi... Setelah mobil Rey pergi Nabila berlari segera masuk rumah karena untuk saat ini dia tidak mau bertemu Shakil


Shakil yang tidak tau Nabila keluar rumah tanpa izinnya pun marah. Dan dalam pikirannya Nabila lari karena dia kepergok pulang malam, Sama sekali dia tidak menyangka kalau sebenarnya Nabila lah yang marah padanya


Sesampainya didalam Shakil menyapa kedua orang tuanya yang sedang nonton tv di ruang keluarga "Kalian pulang bersama?" Mira bertanya pada Shakil


"Tidak bunda. Bunda tau dia dari mana?"


"Bukankah dia kesekolah. Sebentar lagi ada perpisahan mungkin dia latihan dance" Mira dengan santai menjawabnya


"Kenapa dia tidak izin padaku?"

__ADS_1


"Bukankah kamu berangkat pagi-pagi sekali mana sempat dia bicara"


"Kamu ini.. Kenapa repot sekali. Biarkan saja dia pergi bersama teman-temannya. Dia memang istrimu tapi bukan keinginannya untuk jadi seorang istri diusia dini seperti ini. Berikanlah sedikit kebebasan masa remajanya, Jangan terlalu berlebihan mengekangnya" Amir yang selalu ingin Membuat Nabila nyaman, Walaupun harus berdebat dengan anaknya


"Aku tidak mengekangnya tapi setidaknya dia kan bisa izin dulu padaku"


"Anton. tolong panggilkan Nabila keruanganku" Perintah Shakil yang sudah emosi


Antonpun segera mematuhi perintah tuannya dan pergi memanggil Nabila


"Nak.. Tidak baik seperti ini. Bicara padanya pelan-pelan" Mira yang menasehatinya pun tidak dia anggap. Shakil berlalu begitu saja kerung kerjanya


Tak lama kemudian Nabila datang memenuhi panggilan Anton tadi. Dengan wajah jutek setengah mengantuk karena kekenyangan makan dia pun duduk disofa tanpa menyapa Shakil lagi


Aku yang marah kenapa dia yang seperti ini. Ini malah jadi kaya aku yang salah... Shakil pun bingung dengan sikap Nabila yang menatapnya tajam seperti ingin menerkam dirinya


"Waah.. apa ini? Kau sudah berani melototiku" Shakil menghampirinya


"Aku tidak punya banyak waktu.. Bicara seperlunya saja" Nabila menguap karena dia benar-benar ngantuk


"Kenapa setiap pergi bersama teman-temanmu kau selalu lupa pada suamimu?"


"Benar. Aku terbentur tadi. Jadi hilang ingatan"


"Bicara yang benar" Nada suara Shakil yang mulai keras


"Kakak gak cape ya seharian teriak-teriak terus?"


Shakil diam. Kenapa Nabila bisa tau kalau hari ini dia menghabiskan enerjinya untuk marah-marah


"Haaaahhh.. Aku ngantuk dan sepertinya tidak ada yang penting lagi untuk dibahas"


"Apa katamu? Tidak penting? Sampai disini kau menghargai suamimu dan menganggap aku tidak penting"


"Hey tuan. Bukankah itu perinsip anda bahwa tidak ada yang lebih penting dari perusahaan. jadi sudah lah.. Selain itu tidak perlu ada yang dibahas"


"Sejak kapan aku bicara seperti itu?"


"Sejak aku minta izin kesekolah hari ini" Jawab santai


"Kapan kau izin?"

__ADS_1


"Kakak tidak dengar. hari ini?" Nabila meninggalkan Shakil dan pergi ke kamarnya karena tidak mau berdebat panjang lebar dalam keadaan mengantuk...


Bersambung❤❤❤


__ADS_2