
Shakil masih serius dengan pekerjaannya dia tau nabila masuk tapi tidak meliriknya sama sekali. Karena memang ada kesalahan pada laporan yang dikirim oleh sekertarisnya jadi dia harus mengurus laporan itu dulu
"Sudah puas kau bersenang-senang?" Tanya Shakil dengan mata yang masih menatap laptopnya
"Aku minta maaf" Hanya itu yang bisa Nabila katakan untuk membelanya saat ini
"Hebat sekali kau mengunakan uangku untuk mereka semua"
Aduuh dia tau? Masa cuma sedikit aja dia protes. Pelit sekali
"Baiklah uang segitu tidak masalah untuk merayakan kebersamaanmu yang terakhir kalinya dengan mereka"
"Apa? Kakak mana bisa seperti ini? Aku sudah minta maaf dan aku juga sudah izin sama kakak tadi lewat pesan" Mata Nabila mulai merah dan berair dia tidak bisa bayangkan jika harus berpisah dengan GFG
"Permintaan maaf kamu tidak tulus"
"Aku tulus.. Tulus sekali.. Bahkan sangat tulus"
"Minta maaf yang benar"
Ini kan udah benar? Harus gimana lagi
Nabila menghampirinya dan memberikan diri duduk dipangkuannya Dengan tangan yang dia lingkarkan dileher Shakil "Kakak aku minta maaf. Aku janji gak akan gini lagi?" Nabila memasang wajah imut. Dia yakin Shakil tidak akan marah lagi
Aku pergi juga kan untuk beli hadiah ulang tahunnya
"Waah beraninya kamu duduk disini dan menggodaku juga. Kamu pikir aku akan memaafkanmu?"
Nabila menurunkan tubuhnya karena ternyata cara ini juga sia-sia Shakil masih tetap marah, Tapi belum dia turun tangan Shakil malah melingkar dipinggangnya dan menahan tubuh Nabila agar tidak turun
"Lalu aku harus apa?" Dengan sedikit manja sengaja menatap Shakil agar dia tergoda
"Kesalahanmu hari ini banyak. Tidak cukup hanya dengan satu kata maaf saja" Shakil sudah tidak bisa menahan dirinya melihat Nabila semanja ini padanya. Dia sangat senang Nabila melakukan ini jadi untuknya lebih baik memanfaatkan dulu keadaan ini. Dan ingin tau sehebat apa nabila merayunya
"Banyak?"
"Iya lah! Pertama izin kamu pergi tidak sopan. Kedua kau menghabiskan uangku untuk mereka, Ketiga kamu bersenang-senang ke berbagai tempat dan tidak memberitahu, Keempat seharian kau melupakan suamimu dan tidak menghubungiku sama sekali, Kelima kau pulang malam.. Sekarang katakan bagaimana cara kau meminta maaf untuk setiap kesalahanmu ini?"
"Kakak curang kenapa banyak sekali? Terus aku harus apa?" Nabila berpikir bagaiman cara minta maaf padanya "Emuah aku minta maaf ya kakak ku yang tampan" Nabila tersenyum tidak ikhlas
"Kau menyadarinya kalau aku tampan. Tapi itu baru satu. Yang empat lagi mana?"
"Apa?"
Hih narsis sekali nyesel aku bilang gitu
"Terus apa lagi?"
"Panggil aku sayang jangan kakak lagi dan semua kesalahan kamu aku maafkan"
__ADS_1
"Hah?"
Iih ada apa dengannya. Masa harus panggil itu tidak ada yang lebih ringan lagi kah**
"Kenapa? Tidak mau?. Kalau begitu turun dan pergi kekamar sana" Shakil menurunkan tubuh Nabila tapi Nabila malah naik lagi kepangkuannya
"Tidak, Tidak. Iya aku akan panggil itu tapi janji jangan marah lagi"
"Hmm"
Nabila menarik napasnya panjang. Dia mengumpulkan seluruh energi untuk mengatakan kata sayang pada Shakil yang membuatnya akan malu nanti. Nabila memeluk Shakil dan membenamkan wajah dilehernya agar tidak malu saat mengatakannya "Maafkan aku sayang" Nabila semakin erat memeluk Shakil karena malu
Shakil juga tak kuat menahan tawa melihat tingkah kekanak-kanakan Nabila. Tapi dia senang nabila memanggilnya sayang walaupun secara paksa
"Tatap aku saat mengatakan itu. Dari mana aku tau kamu mengatakannya tulus apa tidak"
"Tidak mau" Nabila masih membenamkan wajahnya karena malu
"Kalau tidak mau yasudah pergi sana"
Nabila mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap Shakil. Dengan wajah yang memerah dia harus mengulangi perkataannya tadi "aku minta maaf sayang"
"Hahaha"
"Tuh kan kakak malah ketawa" Nabila memukul dada Shakil
"Kamu sangat lucu.. Lihat wajah kamu kenapa jadi merah sayang.. Kemari lah" Shakil menarik kepala nabila dan mendekapkan didadanya
"Tidak, Tapi aku akan marah kalau kamu panggil kakak lagi. Mulai sekarang panggilnya sayang.Ok?"
Nabila mengangguk dan memeluk erat Shakil dia bahagia karena hukumannya sangat ringan tapi kenapa malah jadi berat untuknya
"Kamu manis sekali" Shakil mengeluarkan kotak kecil dari dalam laci dan membukanya dihadapan Nabila "Bagus tidak?"
Nabila terkejut melihat isi kotaknya ada kalung dengan berlian yang membentuk huruf S sangat indah dan mewah
"Iya bagus" Jawab santai
"Bagus tapi expresi wajah kamu kaya gini. Jelek ya?"
Bagus atau jelek juga gak ngaruh untukku... Jelas-jelas kalung ini ada huruf S nya siapa lagi kalau bukan untuk sibakteri Siska itu. Dia malah bertanya padaku
"Hey kenapa melamun. Tidak suka ya?"
"Kenapa kakak gak tanya orangnya aja langsung" Jawab Nabila ketus
"Orangnya langsung?" Shakil bingung "Maksud kamu apa?"
"Ini kan kalung untuknya kenapa kakak tanya aku? Tanya aja sama sibakterinya langsung" Nabila cemberut
__ADS_1
Shakil berusaha mencerna apa yang nabila maksud, Kenapa jadi bawa-bawa Siska. Setelah dia sadari dengan huruf S ini maksudnya adalah Shakil bukan Siska
"Istriku sedang cemburu ya?"
"Tidak"
"Lalu kenapa wajahmu selimut ini?"
"Aku lelah mau tidur"
"Kau tau orang cemburu itu tandanya cinta"
Nabila diam tidak menjawab. Dia memang cemburu tapi dia juga tidak tau seperti apa itu cinta. Setaunya dia hanya bahagia saat bersama Shakil dan tidak terpikir hal lain selain ingin selalu didekatnya untuk selamanya
"Sayang huruf S ini adalah Shakil. Aku mau istriku yang memakai ini bukan orang lain"
Nabila mulai menatap mata Shakil memastikan apa yang dikatakannya serius apa tidak. Dan ternyata Shakil mengatakannya dengan serius kalau kalung ini benar-benar untuk Nabila
"Benaran ini buat aku?"
"Memangnya istriku ada berapa?
"Serius?" Masih belum percaya
"Iya. Ratuku"
"Aaa.. Terima kasih kakakku yang baik hati" Nabila merangkul Shakil dan mencium bibirnya
"Wah. bahagia sekali kamu ini, Tapi kenapa panggil kakak lagi?"
"iya aku lupa sayang" Nabila malu-malu tapi sekarang dia malah jadi bahagia saat dia panggil sayang pada Shakil
"Sini kakak pakaikan"
Shakil memakaikan kalung yang tadi pada Nabila. Dia menyingkirkan rambut-rambut yang menutupi tengkuknya dengan menggunakan hidung sesekali mengecupnya dan menggigitnya pelan membuat Nabila meringis geli
"Kakak!!" Nabila mendesah pelan
"Kau suka sayang?" Lagi-lagi Shakil mengulanginya
"Geli!!" Suara Nabila berubah manja
Entah butuh waktu berapa lama baginya hanya untuk memakikan kalung saja. Bukan kalung yang terpasang malah kecupannya yang mengelilingi leher Nabila, Dan pada akhirnya setelah seperempat jam baru terpasang dengan benar
"Terima kasih ya?" Nabila senyum memegangi liontin huruf S itu
"Sayangnya mana?"
"Terima kasih sayang" diiringi dengan satu kecupan dipipinya...
__ADS_1
Bersambung❤❤❤