
Haris masih memutar otaknya bagaimana cara agar masalah ini selesai. Dengan mengundur waktu dia bisa membicarakannya pada anak terlebih dahulu
Sedangkan Amir yakin ini adalah kesalahpahaman karena setiap hari dia selalu ada di sisi Shakil, tidak mungkin harus melakukan hal yang bodoh itu hanya karena iri pada tuannya yang sekarang sudah menikah
"Kenapa tidak bilang kalau kamu punya papa" Anna berbisik pada Harris sambil mencubit pinggang nya
"Kamu pikir aku ini tercipta dari belahan batu??" Haris membalas bisikan anak
"Bukan begitu,, Maksudku Kenapa nggak bilang kalau papamu juga ada di sini trus Pak Dekan lagi" Masih dengan bisikan
"Kamu sangat berharap kah menjadi istriku, sampai aku harus laporan kalau ada papa di sini?"
"Nyebelin banget sih!!!" Anna mencubit lagi pinggang Harris
Rudi melihat adegan pertengkaran Haris dan Anna malah terlihat sangat romantis.. Padahal dia tidak tahu yang mereka bicarakan adalah pertengkaran
"Jadi sekarang bagaimana?" Anna masih tidak tahu apa yang harus dia lakukan
"Hentikan dulu cubitan mu... Kamu yang pertama melakukannya dan sekarang kamu yang harus tanggung jawab" Haris malah memojokkannya kepada Anna.. tapi memang iya, semua kesalahan ini berawal dari gadis itu
Kemudian Rudi yang semakin penasaran dengan apa yang mereka bicarakan menguping sedikit, tapi yang terdengar hanyalah masalah tanggung jawab saja
Plak... Pukulan keras mendarat di bahu Harris "Kau ini pria atau apa?.. Kau meminta pertanggungjawaban pada wanita? di mana akal sehatmu? kenapa kau berubah jadi seorang pecundang" Rudi yang tidak tahu menahu malah menyalahkan Harris
"Papa..!!! Bukan itu maksudku... ini adalah kelalaiannya dalam bertindak" Maksud Haris adalah tentang di tempat sosis bakar itu
"Jangan kau menyalahkan orang lain atas kesalahanmu, dalam hal ini Bukankah kamu juga ikut andil.. Tidak mungkin dia melakukannya sendiri" Jalan pikiran Rudi malah kemana-mana..
Hahaha kayaknya pak Dekan salah tanggap nih.. Kalau aku jujur gimana sama kuliahku dan kalau aku terusin kebohongan ini tidak akan berhasil juga, karena si Jomblo karat akan membongkar semuanya pada Dekan.. Aaaaahhhh Kenapa situasinya malah jadi seperti ini...
"Sebentar... Aku perlu bicara dengan gadis ini" Tanpa izin lagi pada Anna, Haris langsung menarik tangannya sampai ke tempat yang agak sepi
__ADS_1
Ya Tuhan apa yang ingin dia lakukan? jangan-jangan dia akan menenggelamkanku ke laut
"Sudah cukup aku tidak mau lagi ikut denganmu ke tempat yang lebih jauh, kau ingin membunuhku ya" Anna langsung menudingnya
"Ide mu sangat bagus" Haris melepaskan tangan Anna
"Apa!!!!" Dia sangat terkejut dan membayangkan kalau itu benar-benar terjadi
"Aku tidak mengerti dengan apa yang ada di jalan pikiranmu.. Dari awal kita ketemu Sampai detik ini kau sudah sangat menggangguku.. Dan sekarang entah kenapa aku bisa terjebak di situasi seperti ini.... Kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu perbuat, Dan kau juga harus menjelaskan kepada Papa tentang apa yang sebenarnya terjadi" Haris masih bisa bersikap tenang dan menahan emosinya
Aduh gawat!!!! benar kan dia marah, Kalau aku salah ngomong sedikit saja bisa-bisa hari ini aku jadi santapan ikan paus.. Gimana nih.. Ayo cari akal Anna...
Setelah menarik nafas panjang dan membuangnya kasar Anna langsung melemah agar Harris iba padanya
"Om.. Aku mohon untuk kali ini saja kita berdamai.. Please,,, Om tidak kasihan apa sama aku.. Bukan hal yang mudah untuk masuk ke universitas itu dan sekarang, hanya karena ini aku akan dikeluarkan dari sana" Anna merapatkan kedua telapak tangannya dan memperlihatkan wajah sedihnya
"Kamu pikir dengan cara seperti ini aku akan menolongmu?? Dengar... Kau membuat masalah dalam hidupku bukan hanya satu kali.. Dan bodohnya kenapa aku bisa terus menerus tertipu olehmu"
Sial Kenapa dia malah menyedihkan seperti ini
"Apa susahnya,!!! Kau tinggal menikah dengan pria kaya.. Selesai kan?.. Jadi tidak perlu membuatku susah untuk kehidupanmu" Haris pura-pura tidak peduli padahal di hatinya dia merasa kasihan pada Anna apalagi setelah mendengar ayahnya sudah tidak ada..
Aah.. Rencanaku tidak berhasil, Apa karena aktingku kurang meyakinkan
"Pria kaya juga tidak mau menikahi gadis yang tidak punya pendidikan.. Dia juga pasti akan memiliki istri yang berbobot" Lagi-lagi Anna memelas
Benar juga yang dia katakan.. ah kenapa aku harus peduli padanya
"Lalu sekarang bagaimana denganku? apa kau memperdulikanku? pikirkan jika kita meneruskan kebodohanmu ini untuk berbohong kepada orang tuaku maka kau sendiri yang akan repot untuk jadi istriku" Haris mengancamnya
"Jadi gimana?"
__ADS_1
"Ah... Kenapa aku harus terlibat denganmu,, Dan kenapa juga aku harus menyetujui kebohonganmu tempo hari" Keduanya terdiam sejenak berpikir bagaimana cara penyelesaian nya "Baiklah aku punya satu ide"
"Benarkah" Anna langsung semangat "Apa?"
"Perlahan aku akan menjelaskan pada Papa kalau ibu yang tadi salah paham.. Tapi kamu juga harus membantuku meyakinkan pada kedua orang tuaku nanti" Haris sangat berharap Anna bisa bekerja sama dengannya
"Oke aku setuju.. Come on" Anna menarik tangan Harris
"Tunggu!!! Kita mau ke mana?"
"Kamu memang lebih tua dariku tapi tidak harus pikun juga kali.. Kan tadi Kamu sendiri yang bilang kita akan berbicara dengan Pak Dekan tentang hubungan kita.. Gimana sih"
"Bukan sekarang"
"Lah terus kapan?"
"Dua tiga hari lagi aku akan meneleponmu untuk ke rumah orang tuaku"
"Terus gimana sama Pak Dekan?"
"Aku yang akan mengurusnya"
"Aaaaahhhh thank you" Tanpa sadar Anna langsung memeluk Haris karena dia akan terlepas dari masalah yang akan mengancam masa depannya, setelah itu Anna malah meninggalkan Haris karena bahagia
"Anak ini.. Dia pikir aku akan melepaskannya begitu saja apa?.. Dendamku masih belum terbayarkan, Memang sekarang aku akan membantumu tapi bukan berarti begitu saja kamu kulepaskan... lihatlah nanti, selamanya dia akan terikat denganku dengan cara melemah seperti yang dia lakukan tadi".. Ternyata dibalik kebaikan Haris menyimpan sebuah rencana untuk mengerjai Anna
Setelah perbincangannya selesai sekarang tinggal tugas dia meyakinkan Rudi kalau tidak pernah terjadi apa-apa dengan mereka berdua... Tapi yang sangat mengejutkan Haris mengatakan kalau Anna adalah kekasihnya
Ekspresi Rudi sungguh mengejutkan.. Dia sangat menyetujui hubungan Haris dan Anna Dan dia bertekad untuk mendidik calon menantunya agar jadi Dokter yang sukses di universitas ternama itu
Bersambung ❤️❤️❤️
__ADS_1