ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
147. Keuntungan salah paham


__ADS_3

Hari ini Nova memutuskan untuk keluar rumah, karena dia sudah sangat bosan melihat Nabila dan Shakil terus menerus memamerkan kemesraan di depannya... Nova mengeluarkan mobil lalu pergi mencari udara segar, agar dirinya tidak emosi lagi seperti saat di rumah Amir tadi


Di perjalanan


Pagi hari memang sangat ramai, apalagi sekarang weekend semakin banyak lagi kendaraan yang keluar dan semakin padat juga jalanan ibukota.. sampai kendaraan-kendaraan tersedat karena macet parah


"Sial bukannya happy jalan-jalan diluar malah terjebak macet seperti ini.." Nova terus-menerus menekan klakson mobilnya tak sabar,, padahal dia sendiri tidak tahu arah tujuannya kemana


"Ini semua karena Nabila si gadis penggoda ... Rasanya aku ingin sekali mencakar wajahnya yang sok polos dan sok paling imut itu.. Belum 1 hari saja aku melihat dia di rumah, tapi sudah membuat darahku mendidih karena tingkah manja nya.... Oohhhh Shakil!!!! Kenapa kau begitu buta sampai tidak bisa melihat aku yang lebih segala-segalanya dari dia.. Apakah gadis didunia ini sudah punah sampai kau nafsu pada anak yang baru saja dewasa? .."


"Haaaahhh" Nova menarik napas panjang dan membuangnya perlahan, seakan dadanya sesak karena menahan kesal setiap kali mengingat Shakil mencium Nabila yang sengaja ditunjukkan pada dirinya


Saat Nova ingin melajukan kembali mobilnya, tiba-tiba matanya melihat pada sebuah cafe yang ternyata ada haris sedang duduk sambil menikmati segelas coffee... Dia terlihat sangat tenang, tapi sesekali terus membuka ponselnya.. seperti ada seseorang yang ditunggu


"Ternyata keberuntungan berpihak padaku.. Dunia ini memang sangat menyenangkan" Nova langsung memarkirkan kendaraannya tepat di halaman cafe tersebut


Dia berjalan lurus pura-pura tidak tahu kalau Haris ada di sana.. Lalu memesan segelas coffee latte yang dengan sengaja itu adalah kopi kesukaan Harris..


"Hai mantan.. Kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini" tanpa permisi lagi Nova duduk di sebuah kursi Harris


Sial kenapa harus bertemu wanita ini di sini!!


"Kenapa??? Kau seperti tidak senang melihatku!!"


Aku harus segera pergi dari sini, kalau tidak Nova bisa bertemu Anna dan ini akan berpengaruh buruk untuk caraku mendekati nya


"Permisi nona Nova tapi aku masih banyak urusan" Harris baru saja ingin beranjak dari tempat duduknya, tapi malah tertahan oleh Nova yang tiba-tiba duduk di pangkuannya


Aku yakin dia pasti akan bertemu dengan kekasihnya di sini ini waktu yang tepat untuk mengganggunya


"Kenapa harus buru-buru.. Bukankah sudah lama kita tidak pernah sedekat ini lagi?" Nova sengaja mengalungkan tangannya dileher Harris agar semua orang bisa melihat kalau mereka adalah sepasang kekasih


"Apa yang kau lakukan?.. Apa kau tidak punya rasa malu melakukan ini tempat umum??" Haris menahan amarahnya, karena lumayan banyak orang yang melihat ke arah mereka


"Bukankah waktu itu kau sangat ingin menyentuhku? tapi kenapa sekarang jual mahal seperti ini?"

__ADS_1


"Hentikan lelucon mu Nova...!!! Dan bangunlah dari sini, kalau tidak kau akan menyesal dengan apa yang akan aku lakukan" Ancam Haris


Dari pintu masuk cafe ternyata Anna sudah tiba, dan sengaja tidak masuk karena terkejut dengan apa yang terjadi di depan matanya


Si jomblo karat itu bersama siapa?? apa wanita itu adalah kekasihnya??? dasar gila dia menyuruhku datang ke sini hanya untuk melihat tindakan mesumnya di tempat umum seperti ini?.. Ohh my god!!!!! kenapa ada orang yang memiliki pemikiran seperti dia? sungguh sangat memalukan.. aaaah aku punya ide.


Anna masuk ke dalam cafe berjalan dengan santai lalu memulai aktingnya" Kau sangat jahat.. siapa ini?" Akting profesional Anna dibuat seperti orang yang sedang cemburu


"A.... Anna kau!!" Saking terkejutnya Haris sampai dia sulit berkata apa-apa.. dia takut Anna salah paham padanya, dengan kelakuan Nova yang masih nangkring di pangkuannya


Apa lagi ini??? Seorang gadis?? Ada apa dengan bos dan asistennya?? Kenapa selera mereka daun muda semua...


"Perkenalkan.. Nama ku Nova... Wanita yang paling dicintai Haris" Dengan percaya diri dia masih yakin kalau mantan suaminya masih mencintainya


"Oh benarkah?... sayang kau selingkuh dariku?" Anna menunjukan tampang cemburunya


Kenapa gadis ini??.. dan panggil sayang juga lagi?.. tapi bagus, karena akan menolongku dari wanita gila ini


"Ti.. Tidak... Ini hanya..!!!" Haris gugup dan bingung harus berkata apa karena terkejut dengan tingkah Anna yang seolah-olah dia adalah kekasihnya


"Tapi sayangnya aku tidak percaya.. Karena dia tidak akan pernah berselera dengan wanita tua sepertimu"


"Kau... Lancang sekali berani berkata tua padaku!!!" Nova geram dan mengangkat tangannya ingi menampar Anna. Memang kalau dibandingkan dengan gadis itu dia sudah tidak muda lagi, tapi dia juga tidak senang ada orang yang berbicara seperti itu padanya


"Nova hentikan" Dengan sigap Harris menangkap tangannya nova yang hampir saja menyentuh pipi mulus Anna "kamu ini wanita tidak waras ya? kamu ingin mempermalukan dirimu seperti ini di depan umum?". Haris menepis tangan Nova sampai dia terjatuh di kursi


Ehh... Kenapa dia jadi berpihak padaku bukannya pada wanita ini?.... kayaknya ada yang salah.. Aku kan niat mau ngerjain tapi kenapa jadi nolong dia si


"Demi gadis rendahan sepertinya kamu berani memperlakukanku seperti ini?.. Tidak ingat kah dulu saat kau berkorban segalanya demi aku? Bahkan kau rela...."


"Hentikan Nova!!" Haris mengeraskan nada suaranya agar Nova tidak melanjutkan lagi perkataannya "kau dan aku hanya sebuah kesalahan... dan sekarang aku ingin meluruskan padamu kalau hubungan antara kita sudah lama punah" Haris pergi meninggalkan cafe itu dengan menggenggam tangan ana yang masih tercenga bingung..


Didalam mobil Haris


"Maaf" Dengan agak sedikit ragu Anna mengatakan itu

__ADS_1


"Untuk apa?" Pandangan Haris masih lurus pada jalanan


"Soal tadi... Om jadi bertengkar sama kekasihnya.. Tapi beneran deh aku bercanda dan cuma mau ngerjain aja kok." Anna memberikan penjelasan agar Haris tidak marah


"Heeemm" Haris tersenyum tipis "Dia hanya masa lalu.. ini malah nolong aku dari wanita itu" Tatapan Haris terus fokus mengemudi...


"Bohong banget.. Orang tadi aku lihat kalian mesra banget"


"Kamu cemburu beneran"


"Ih sembarangan.. Enak aja aku cemburu"


"Yakin??!!!"


Anna mengerutkan dahinya dengan tatapan tanda tanya pada Haris.. Kenapa dia bertanya seperti itu seolah Anna memang menyukainya


"Maksudnya?"


"Lupakan.. Oh ya terima kasih untung kamu bisa nanganin wanita gila itu"


"Jadi beneran dia tadi cuma sengaja lakuin itu"


"Iya lah.. Menurut kamu apa?"


"Yaahh"


"Kok yah?"


"Tadinya aku emang sengaja isengin biar om berantem sama kekasihnya.. Taunya malah gagal" Anna memonyongkan bibirnya tanda kecewa


"Dasar licik... Itulah makanya di otak kamu jangan cuma iseng aja yang dipikirin..."


Anna hanya tersenyum manis dengan bibir yang hanya memakai lip gloss, membuat pikiran kotor Haris meronta kemana-mana..


Lalu dia membuyarkan dengan cara membicarakan niatnya untuk memberi kejutan anniversary kedua orang tuanya Minggu depan.. Dan dia harap Anna bisa membantunya untuk itu..

__ADS_1


Bersambung❤️❤️❤️


__ADS_2