
Nabila sangat senang karena saat ini Shakil ada disampingnya.. Dia ingin sekali meluapkan kerinduannya tapi dia sendiri tidak tau caranya. Mungkin masih canggung aja kali atau malah karena egonya yang terlalu tinggi?
"Kakak kita makan disana aja ya?" Nabila menunjuk rumah makan pinggir jalan.
"Kamu yakin? Tempatnya lumayan bersih shi. Tapi lihat. Apa kita harus duduk dibangku panjang itu dengan mereka-mereka juga?"
"Iyalah.. Ini tuh enak banget tau makanannya" Nabila meyakinkan
"Karena tadi udah dapet ciuman jadi..Ok?" Shakil tersenyum sambil mengacak-acak rambut Nabila
"Ikhh kakak.. Berantakan nih" Nabila cemberut membuat Shakil semakin gemas
"Udah gak apa-apa, Jangan dirapihin, Kamu mau terlihat cantik ya didepan pria-pria itu?" Pertanyaan yang tidak masuk akal karena dia melihat banyak pria-pria anak kuliahan yang ada disana juga
"Berarti kakak harus acak-acak rambut juga sama kaya aku" Nabila menantang juga
"Gak bisa lah.. Nanti kalau kakak ketemu bawahan kakak atau rekan bisnis kakak, Gimana? Gak. gak bisa" Shakil menolak
"Huh curang. Jadi cuma kakak aja yang boleh tebar pesona sama gadis-gadis yang disana?" Nabila kembalikan fakta
"Kamu cemburu ya?" Shakil memandang dengan curiga
"Dih. enggak ya? Ngapain cemburu gak penting" Nabila sok acuh
"Oh gitu, Yaudah kita duduk dieket gadis yang pakai baju pink aja ya?" Shakil mesem
"Gak boleh" Spontan Nabila
__ADS_1
"Tuh kan?" Shakil menuding Nabila karena benar dia memang cemburu Shakil dekat gadis lain
"Aaahhh udah ah, Kita jadi makan gak si?"
"Jadi tapi sebentar" Shakil tiba-tiba nenghapus lipglos Nabila dengan bibirnya "Nah gini baru benar, Jangan pernah lagi pakai make up yang bikin orang nafsu liat kamu"
"Kakak kalau gak suka aku pakai ini kenapa gak hapus pakai tisue aja si, Kenapa harus kaya gini?" Nabila semakin kesal karena tingkah suaminya yang aneh "Udah puas kan? sekarang ayo turun aku udah lapar"
"Bentar, Kenapa kamu semakin imut dengna rambut berantakan seperti ini ya?" Shakil semakin Frustasi "Nih pakai masker aja?" Shakil memberikan sebuah masker yang selalu dia sediakan didalam mobil untuk memantau proyeknya
"Kakakku yang cerdas tingkat dewa,, Kita mau makan bukan mau otopsi orang, kalau pakai ini gimana aku makannya, aneh deh" Nabila semakin kesal
"Tapi wajah kamu akan memikat pria-pria itu" jawaban konyol yang keluar dari mulut Shakil
"Setiap hari aku keluar. Kesekolah!! Makan di lestoran!! Nonton sama teman-temen!!. Dan tempat yang aku kunjungi banyak orang semua juga!!. Tapi gak pernah tiba-tiba ada orang datang peluk aku atau cium aku.. Huh emangnya kakak, yang suka seenaknya terus"
"Yaudah kita turun.. Dan rapihkan lagi rambut kamu.. Itu terlalu imut" Shakil turun dan berputar membukakan pintu untuk Nabila
Melihat Nabila turun dari mobil mewah, Pengunjung warung makan itu berbondong-bondong menghampirinya karena. Salah satu Grup dance pavorit mereka ada dirumah makan itu
"Nabila GFG foto dong" Serempak Pria Wanita menyodorkan ponsel mereka menyerbu mobil itu
Shakil semakin panik dengan orang-orang yang menyerbu istrinya. Dia berusaha menghadang Nabila dengan cara memeluknya
"Kakak bilang juga apa? Kenapa si gak pernah nurut" Shakil semakin geram karena tubuhnya terdorong orang-orang yang minta foto dengan Nabila, sampai-sampai tubuh Nabila juga terbentur kepintu mobil, "Cepat masuk sebelum kakak marah lagi" Shakil segera membuka pintu mobil agar Nabila masuk
Shakil pun segera berputar dan masuk kedalam mobilnya juga "Apa mereka hilang akal. Kau lihat itu? Bukan hanya pria saja, Tapi juga wanita yang mengejarmu," shakil semakin kesal dan melajukan mobilnya
__ADS_1
Aku mau ketawa tapi dosa gak ya??? Mereka itu fens aku.. Dan juga aku udah biasa seperti ini,, Kenapa tindakannya selalu berlebihan seperti mereka semua ingin memangsaku saja..
Nabila memilih diam tidak menjawab apa-apa.. Lagipula walau Nabila menjelaskan dia pasti akan mempersulit Grup dance yang sudah bersinar itu...
Shakil masih masih marah sampai dia tiba dirumah.. Bahkan dia tidak mengatakan sepatah kata pun dari tadi..
"Bunda aku pulang" Sapa Nabila pada Mira dengan canggung karena melihat Shakil yang prustasi duduk dimeja makan
"Kalian udah pulang?.. Udah makan belum?" Bertanya pada Nabila tapi matanya tertuju pada Shakil
"Belum bunda" Jawab pelan
"Dia kenapa?" Berbisik pada Nabila dan Nabila hanya membalas dengan senyuman terpaksa
"Cepat makan tadi kamu ribut kelaparan" Shakil meninggikan nada suaranya
Nabila dan Mira menghampiri meja makan dengan perlahan.. Dua wanita itu sangat ketakutan seperti melihat singa yang sudah siap menerjang mangsanya
"Kamu buat kesalahan apa?" Bisik Mira
"Nanti aku ceritain" Nabila langsung mengambil makanan untuknya sendiri
"Aku menggajih pelayan disini sebesar tiga kali lilat dari gajih pelayan Pada umumnya untuk masak. Jika kamu tidak mau makan dirumah. Aku akan memecat semua pelayan yang ada disini
Mendengar pernyataan Shakil. Ada beberapa pelayan dari kejauhan yang memohon pada Nabila tanpa suara
Kenapa Jadi gini si.. sikuman ini gak nyambung banget deh. diluar kota kayanya dia kesambet kali ya.. dari tadi di**jalan Pemikirannya gak jelas mulu. udah lah aku ngalah aja dulu.. kasian kan semua pelayan dapat hukuman gara-gara aku
__ADS_1
"Iya aku janji akan makan dirumah kecuali kalau mendesak" Nabila memberanikan memegang tangan shakil agar tidak marah lagi "jangan marah ya?" nabila memberikan senyuman terpaksa...
Bersambung❤❤❤