ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
98. Mual


__ADS_3

Haris datang membawa setumpuk laporan yang akan ditandatangani oleh Shakil hari ini, berhubung Nabila melarangnya keluar kamar jadi dia pun bekerja tanpa turun dari tempat tidur, bukannya tidak mampu berjalan hanya saja Nabila khawatir jahitannya akan terbuka lagi dan semakin parah


"Tuan ini laporan hari ini" Haris memasuki kamarnya dan mengambil kursi tunggal untuk duduk disamping tuannya


"Ada yang lain?"


"Ada, nona Siska kekantor mencarimu"


"Lalu"


"Saya hanya bilang anda keluar kota"


"Hmm" Shakil terus fokus pada kertas-kertas ditangannya


"Max juga menghubungimu sebagai brandal, dia minta kita menculik Nona"


"Aahh merepotkan sekali"


"Dan sudah menyiapkan gubuk untuk memperkosanya"


"Hahah aku suka tugas seperti itu, Tapi apa tidak ada tempat yang lebih layak untuk kami berdua bercinta, Pelit sekali dia"


"Hahaha apa aku harus ikut andil dalam penculikan ini?"


"Aku akan memotong abis alat reproduksi mu"


Nabila masuk kamar tadinya ingin menemani Shakil tapi tidak jadi karena sudah ada Asisten Haris bersamanya dan seperti sangat serius juga yang mereka bahas


"Sayang kamu mau kemana lagi?"


"Aku pikir tadi kakak sendiri, karena sekarang lagi sibuk aku akan kembali lagi nanti"


"Kemari, wajahmu kenapa pucat, kau sakit?"


"Masa? aku baik-baik aja" Nabila naik keatas tempat tidur dan duduk disamping Shakil


Emang agak pusing si, tapi kayaknya karena semalam tidurku gak nyenyak kali ya?


"Kau demam?" Shakil memeriksa Nabila


"Aku gak apa-apa" Nabila merebahkan kepalanya dibahu Shakil dan memeluknya "Aku sedikit mengantuk"


"Tidur saja sayang. Kakak akan pindah kesofa"


"Tidak boleh, aku mau kakak disini aja" Nabila merasa nyaman setelah mencium aroma tubuh maskulin suaminya pusing di kepalanya juga mulai hilang


"Tumben semanja ini, ada apa?"


Nabila hanya menggeleng dan memejamkan matanya dengan hembusan napas yang teratur dia terlelap dengan kepolosannya

__ADS_1


"Eh udah tidur aja"


"Sepertinya dia sangat kelelahan, apa yang anda lakukan sampai Nona tumbang seperti ini?" Haris berbisik tak mau mengganggu Nabila


"Kau pikir aku monster dalam keadaan punggung terluka masih mau memakannya" Dia juga berbisik tidak sadar kalau tadi pagi marah karena Anton mengganggunya


"Baiklah, jadi apakah kita teruskan disini saja?"


"Mau bagimana lagi, dia yang memintanya"


Akhirnya Shakil dan Haris pun bekerja masih tetap dengan posisi masing-masing tapi mengurangi volume suaranya agar tidak mengganggu tidur Nabila yang sangat nyenyak


Dua jam kemudian Nabila bangun karena dia merasa perutnya tidak enak, seperti asam lambung yang naik dan menimbulkan rasa mual, tidak begiti parah dan masih bisa ditahan tapi memang tidak nyaman juga kalau dibiarkan


Kenapa mual ya? Aku udah makan tadi, apakarena akhir-akhir ini makan terlalu banyak ya jadi gini? Hmm gimana nih


"Udah bangun? kenapa, kok wajahnya gitu?"


"Gak kok. Aku mau kebawah ambil minum"


"Ini minum" Shakil menunjuk meja yang ada disisi Nabila dengan segelas air putih


"Tapi aku mau yang hangat"


"Gak biasanya minum air hangat"


Nabila hanya tersenyum dan pergi meninggalkan dua pria itu yang masih heran saling pandang dengan tingkahnya


"Pak, ada buah apa?" Nabila bertanya pada Anton yang sudah ada di dapur


"Nona kenapa kesini, anda bisa telepon saya kalau perlu sesuatu"


Lagi-lagi dia hanya tersenyum tidak mau membuka mulutnya untuk bicara karena akan membuat dia semakin mual nantinya.


"Ada banyak buah-buahan disini anda mau yang mana? Saya akan membersihkannya"


"Aku mau semuanya, tapi dibikin salad ya yogurt dan kejunya yang banyak"


"Baik nona" Anton langsung mengeluarkan berbagai jenis buah dan mengeksekusinya karena Nabila sama sekali tidak mau pergi dari sana sebelum saladnya selesai


"Nak kenapa kamu disini? Mira yang tiba-tiba masuk kedapur karena dari tadi mencari Anton didalam tapi tidak menemukannya


"Eh bunda, aku lagi minta buatin salad sama pak Anton. Bunda butuh sesuatu?"


"Iya ada temen-temen bunda, pak minta pelayan bawakan minum untuk lima orang"


"Baik nyonya"


"Nak yuk ikut bunda. Bunda akan memperkenalkanmu sama temen-temen bunda" Mira menggandeng tangan Nabila dan langsung membawanya ketempat dimana geng sosialitanya berada

__ADS_1


Aaaaaa... Saladku!!!!


Nabila sampai menelah ludahnya karena makanan itu sudah meleleh dimulutnya dengan rasa manis dari buah, asamnya yogurt dan segarnya susu ditambah gurih lembut dari keju...


"Waahh siapa ini yang kamu bawa mir" Salah satu dari wanita paruhbaya dengan penampilan elegan itu berdiri menghampirinya


"Siang tante" Nabila menyalami semua teman-teman Mira dengan sopannya


"Anak baik, Cantiknya mari duduk dekat tante" Ibu-ibu dengan postur gemuk menariknya agar Nabila duduk disamping dia


"Apa ini, kamu membuatnya takut" Salah satu dari mereka ikut bicara


"Gak kok, gak apa-apa" Nabila menjawab dengan tersenyum paksa


Para wanita itu asik tertawa, Ngobrol kesana kemari, tak tertinggal bergosip dan saling memperebutkan Nabila untuk dijodohkan dengan anak-anak mereka. Mira sendiri sampai bosan menolaknya dan dia juga sudah mengatakan kalau Nabila adalah menantunya tapi mereka tidak percaya karena tau Shakil tidak pernah tertarik pada wanita manapun selain hanya pekerjaannya


Karena Nabila semakin mual dengan bau parfum emak-emak yang begitu menyengak dan bukan hanya satu macam saja, Dia pun langsung mengundurkan diri ingin kembali kedapur yang sudah dari tadi terbayang-bayang segarnya makan salad


Didepan tangga dia bertemu Shakil yang sedang mencarinya. Nabila tadi bilang hanya mengambil air hangat tapi kenapa sudah satu jam tidak kembali kekamar juga,,


"Kakak kenapa turun?"


"Aku mencarimu, kenapa lama sekali" Diapun mengunci pinggang Nabila dengan kedua tangannya


"Maaf sayang, aku tadi diajak bunda menemui teman-temannya disana" Nabila mengarahkan pandangannya pada tempat dimana tadi dia berada


"Ibu-ibu itu pasti menjodohkanmu dengan anak-anak mereka ya?"


"Iya kok tau"


"Sudah biasa mereka pasti ingin menambah kekayaannya dengan saling menjodohkan anaknya. Trus kamu mau?"


"kalau ada yang lebih kaya kenapa tidak, haha"


"kamu ya!!!!" lagi-lagi dia ******* habis bibir mungil Nabila


"Kakak apa si, nanti ada yang liat kita" Nabila mendorong tubuh Shakil


"Ini hukuman untuk istri yang selingkuh"


"Hahaha kapan aku selingkuh?"


"Tadi kamu bilang mau yang lebih kaya"


"Iya, tapi kaya cintanya, Seperti cinta kakak sama aku sekarang yang gak ada tandingannya"


Nabila melepaskan tangan Shakil dan kembali kedapur mengambil makanannya, lalu mereka kembali kekamar yang masih ada Haris sibuk dengan kertas dan laptopnya, Nabila juga membagi salad itu pada dua pria disana dengan mangkuk yang terpisah, tapi keduanya malah tidak sanggup menghabisi itu karena asamnya yogurt membuat wajah Shakil dan Haris berubah jadi mengkerut


dengan keisengan Nabila lagi-lagi dia memotret kedua sahabat baik itu yang tengah tertawa melihat wajah mereka satu sama lain...

__ADS_1


Bersambung❤❤❤


__ADS_2