
Satu mobil lagi datang dengan pakaian serba hitam tapi lebih rapih lagi masing-masing memakai jas dan dasi putih, tanpa dipersulit penjaga mereka masuk setelah menunjukan kartu identitasnya masing-masing
"Siapa ini?" Max terkejut karena orang-orang itu sama sekali tidak dia kenal
"Tenanglah mereka orang-orangku, aku sudah memperkuat keamanan tempat ini agar tidak ada penyusup masuk kesini" Shakil mencoba memberi penjelasan agar tidak curiga kalau ada orang-orang yang datang nantinya
"Baiklah, karena sejauh ini kerjaanmu bagus, aku tidak akan komentar"
"Aku punya satu hadiah lagi untuk kalian berdua?"
"Aku sangat suka dengan kejutan, apa itu?" Max terlihat semakin bahagia
Shakil memerintahkan pengawalnya masuk. dan seorang wanita paruh baya dengan kedua tangan yang terikat memasuki gedung itu
"Mami!!!" Siska langsung mengenali ibunya dan memeluknya
"Siska. Putri mami, sekarang kau terlihat sangat cantik" Dia menangis dalam pelukan Siska
"Cepat lepaskan ibuku, kau sangat keterlaluan, bisa-bisanya memperlakukannya seperti ini" Dia teriak pada Shakil
"Maaf nona, saya harus mendapat persetujuan dari ayahmu" Shakil berlagak santai tidak perduli
"Aku sangat puas dengan kejutanmu" Max beralih pada Siska "Hahaha wanita ja**ng ini sudah pergi dengan pria lain dan menelantarkanmu, tidak kah kau punya otak dan berpikir sekejam apa dia padamu" Max teriak pada siska
"Mami meninggalkan kita karena dia sudah tidak kuat dengan perlakuanmu!!!!" Siska juga ikut teriak
__ADS_1
"Kau terlalu bodoh dan lemah melihat kelicikkan wanita ini. Dia tidak mau hidup susah bersamaku makanya dia meninggalkan kita, buka matamu dibalik kelembutan sikapnya padamu. Dia tidak lebih dari seekor ular" Max sangat marah karena Siska membela ibunya
"Aku meninggalkanmu bukan karena kau bangkrut dan jatuh miskin. Tapi kecuranganmu merebut harta orang lain yang aku tidak suka"
"Aku bangkrut karena perusahaan Amir menjatuhkanku, sekarang aku harus merebutnya kembali mengambil hakku"
"Tidak ada, jangan kau menyalahkan orang lain atas kelalaianmu, kau sendiri yang melakukan kecurangan menyogok perusahaan ternama di jerman untuk bergabung denganmu, sebanyak apapun kau mengeluarkan uang agar bisa masuk keperusahaan itu, tetap otakmu tidak sampai untuk masuk kesana"
"Apa? Daddy melakukan itu?, Kenapa selama ini kau menyalahkan keluarga Amir" Siska membentaknya karena dia baru tau kebenarannya "Bahkan kau juga menghasutku menjebak anaknya"
"Putri ibu sayang, apa saja yang ayahmu katakan padamu?" Kelembutan ibunya membuat Siska luluh menceritakan apa yang Max hasut selama ini
"Daddy katakan kalau Amir adalah pemegang empat puluh persen saham diperusahaan itu, Amir mencurangi Daddy dengan mengambil suntikan dana darinya sebanyak dua puluh triliun, lalu Amir mengatakan kalau Deddy tidak pernah memberikan uang setu sen pun, itulah kenapa kita akhirnya bangkrut"
"Kau pembohong besar, setega itu kau membohongi pitrimu untuk diri sendiri, tidak nak, yang sebenarnya Amir sama sekali tidak ada saham diperusahaan itu. Dia sama seperti Daddymu mencoba masuk dan bergabung, tapi Amir lebih menggunakan otak dan kemampuannya makanya bisa bekerja sama, tapi dia, dia menyogok menejer prusahaan itu agar bisa bergabung dan mendapat keuntungan yang sangat banyak dibandingkan berkerja sama dengan perusahaan lain, tapi menejer itu membawa kabur uangnya sampai Deddymu bangkrut"
"Tidak, sija**ng berbohong, kau jangan tertipu dengan keibuannya, dia tidak tau apa-apa. Kalau Amir hanya bergabung dengan perusahaan itu kenapa sekarang dia adalah pemiliknya, pakai logikamu jangan percaya padanya" Max membela diri
"Dia jadi pemilik perusahaan itu karena kecerdasannya, bukan sepertimu yang hanya sibuk dengan balas dendam pribadi, hentikan menyiksa anak kita, kau tega menghancurkan masadepanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri"
"Apa maksud Mami dengan dendam pribadi?" Tanya Siska yang merasa ucapan ibunya benar
"Dia membenci Amir dan ingin bersaing dengannya bukan karena perusahaan. Tapi karena istri Amir adalah cinta pertamanya. Sampai kau lahir kedunia ini pun dihatinya masih mencintai wanita itu"
"Apa?" Siska sangat terkejut mendengar kenyataanya "Apakah benar yang Mami katakan" Siska bertanya pada Max
__ADS_1
"Daddy bisa jelaskan bukan seperti itu" Amir mulai terlihat panik
"Lalu apa? Kenapa kau membohongiku selama ini, kau sangat mengecewakanku" Siska menghampiri Max dan memukul dadanya yang masih diam mematung
Bagus rencanaku membawa wanita itu kesini memang tepat. Dia bisa membongkar apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Haha Max sekarang adalah akhir dari dendammu pada ayah, tapi satu lagi tentang kematian mertuaku. Akan terbongkar juga disini, sabar istriku sayang hari ini kamu akan mendapatkan keadilan untuk kedua orangtuamu,,,, Shakil merasa puas dengan pernyataan ibunya Siska
"Kau wanita si*l, beraninya menantangku dan menceritakan masalah pribadiku padanya" Max menghempaskan Siska dan menghampiri mantan istrinya ingin menamparnya
Untunglah kedua pengawal yang masih berdiri disamping ibunya Siska langsung sigap menghadangya, karena Shakil memang sudah menjamin keselamatan wanita itu, kalau dia berani jadi saksi disana tidak akan ada yang bisa melukaninya
"Hentikan!!!" Siska bangun dan mendorong tubuh Max sampai jatuh kelantai "apalagi yang akan kamu lakukan pada ibuku, Masih belum puas kau mesiksaku dan dia? Kau sudah membuatku jadi seorang wanita keji, kau mejerumuskan aku darah dangingmu sendiri untuk jadi penjahat, kau mengajarkanku untuk jadi seorang pembunuh, betapa bia**bnya dirimu!!!!" Siska sangat emosi dan tidak terkontrol lagi
"Apa? Pembunuh?" Ibunya Siska terkejut "Siapa yang sudah kamu bunuh nak? siapa yang Daddymu fitnah lagi untuk memuaskan dendamnya?"
"Harun dan istrinya, aku menyabotase kecelakaan mobil mereka" Wajah Siska yang penuh dengan penyesalan
"Harun? tidak,, tidak,, kenapa kau seperti monster Max. Binatang buaspun tidak pernah tega menjerumuskan anaknya kejurang, tapi kau dengan sengaja mendorongnya agar dia jatuh, apa masalahmu dengannya sampai kau melenyapkannya juga!!!"
"Hahaha karena Haru sudah membantumu melarikan diri dariku, sekarang aku puas dengan melenyapkannya"
"Aku yang meminta bantuan padanya, awalnya dia tidak mau tapi aku memaksanya" wanita itu menghampiri Siska karena Shakil sudah mengisyaratkan agar dia membuka ikatannya "Nak, istri Harun dulu sangat menyayangimu, karena dia telat punya anak jadi dengan suka rela dia merawatmu, kalau tidak kau pasti akan melihat bertapa kenjamnya pria ini yang setiap hari menyiksaku" Air matanya jatuh dibahu Siska yang sedang dia peluk
"Apa? Tidak mungkin" Siska yang tiba-tiba lemas dan menjatuhkan dirinya kelantai "apa yang Mami katakan benar? Aku sudah membunuh orang yang sempat merawatku dan memberikanku kasih sayang?, Dan ini karena dia!!!!" Siska teriak menunjuk pada Max
"Tidak, mereka memang pantas mendapatkan itu semua karena berani melawanku, dan kau" Max menunjuk ibunya Siska "Hentikan ocehanmu karena tempat ini adalah wilayahku, kau sudah tidak bisa berkutik lagi. Hai kalian habisi wanita ini!!" Max memerintahkan pada orang-orang yang ada ditempat itu tapi malah dia sendiri yang dipegangi oleh dua pengawal....
__ADS_1
Bersambung❤❤❤