
Saat Shakil dan Nabila bulan madu perusahaan diurus oleh Amir.. Walaupun di sana ada Haris yang ikut mengurusnya, tapi dia tidak seteliti Shakil...
Memang mereka ingin membeli seribu hektar tanah yang akan didirikan sebuah tempat wisata, namun harus diurus dengan teliti, karena ini bukan membeli satu atau dua petak tanah saja melainkan hektaran
Terletak di sebuah kota yang masih sejuk dengan pepohonan, udara maupun lingkungannya yang masih asli, sangat strategis sekali untuknya dijadikan tempat wisata..
Shakil sudah mengatakan kalau dia akan mengurusnya setelah selesai bulan madu.. tapi Amir tidak mau membebankan anaknya, apalagi dia juga harus mengurus Nabila yang sedang hamil..
Namun kecerobohan dan keterburu-buruannya Amir sampai tidak sadar kalau tanah yang dia beli ternyata bersengketa.. Dengan luas tanah selebar itu tentunya mereka tidak mengeluarkan sedikit dana, melainkan budget yang sangat fantastis apalagi di zaman sekarang..
Memang Amir pengusaha yang berhasil, Tapi selama keberhasilannya dia selalu didampingi oleh Harun papah Nabila.. Jadi kesalahan ini adalah real kecerobohannya
Awalnya mereka merasa semua berjalan dengan baik bahkan Shakil sendiri sudah mulai membangun sebuah restoran, tempat bermain anak-anak, dan juga beberapa pendopo penginapan dari kamar-kamar biasa sampai VIP juga Hotel
Tapi sungguh disayangkan setelah pembangunan itu sudah mencapai 30% ternyata terdapat kesalahan pada si pemilik tanah.. Memang semua sertifikat ada di brankas perusahaan, tapi entah kenapa sertifikat itu ada dua dan yang satunya lagi disita oleh bank...
"Aku sendiri yang sudah memeriksanya kalau sertifikat itu asli" jawab Haris salah satu pengacara itu menyinggung masalah sertifikat
"Benar!!!.. aku juga sudah memeriksanya kalau sertifikat itu asli" Sambung Shakil
"Kenapa tidak kita tanyakan langsung pada si pemilik tanah??" usul Harris
"Inilah masalahnya.. si pemilik tanah itu sudah meninggal.." jawab Shakil
"Baiklah, setelah makan siang kita tinjau lokasi.. dan untuk sementara hentikan pembangunannya dulu" Pinta sang Pengacara
"Aku memang sudah menghentikan pembangunannya" Shakil menjawab dengan tatapan kosong seakan sudah tidak ada harapan lagi
"Lalu bagaimana dengan para pekerja.. kau juga sudah membayar arsitek serta propertinya juga kan??" Haris hawatir
Shakil tidak mampu berkata apa-apa lagi, walaupun kesalahan itu bukan dia yang lakukan tapi sebagai pemimpin dia juga tidak mau membuat karyawannya susah.. Sepahit apapun kenyataannya nantinya dia akan berusaha untuk bangkit demi keluarganya, apalagi calon buah hati yang beberapa bulan kedepan akan hadir ke dunia ini
Selama tiga hari dia mampu menutupi kekacauan ini dari Nabila, juga Haris. Tapi dia tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi untuk terus berpura-pura sampai Shakil berusaha keras membuat orang di sekitarnya terlihat senang dan nyaman.. Entah berapa kali Amir menangis di pelukan Shakil, dia merasa sangat ceroboh dan tidak berguna... tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi dan percuma untuk disesali yang tidak akan ada guna apa-apa nantinya
***
Malam hari di kediaman Amir, Shakil masih saja sibuk dengan tumpukan kertas serta laptop yang tidak pernah tertutup.. Dia sengaja memisahkan diri di ruang kerja agar lebih tenang, ditambah lagi Nabila tidak akan melihat kesulitannya yang sekarang.. dia khawatir kalau istrinya akan banyak pikiran dalam keadaan hamil. maka sudah tentu akan sangat berpengaruh buruk pada pertumbuhan bayi nya nanti
__ADS_1
Sekitar jam 23.30 Nabila mencari Shakil karena tidak biasanya sampai tengah malam dia belum kembali juga kekamar... setelah Nabila menanyakan pada Amir dan Mira yang sedang termenung di ruang keluarga, akhirnya dia menghampiri Shakil
"Kakak!!" Dia berjalan mendekati pria itu dan seperti biasa langsung duduk di pangkuannya
"Kamu belum tidur?" tanya Shakil dengan wajah yang sudah berubah 180 derajat dari sebelumnya
"Aku nungguin kakak!!" Seperti biasa Nabila selalu bermanja-manja
"Kamu tidur duluan aja, kakak masih ada kerjaan" Satu kecupan mendarat di pipi Nabila
"Tapi aku mau ngomong dulu sebentar!!"
"Apa sayangku" Terlihat Shakil sangat ceria kalau sudah berhadapan dengan istri kecilnya
"Tahun baru kita liburan yuk?? jalan-jalan" usul Nabila yang memang tidak tahu kalau suaminya sedang ada masalah
Kalau saja perusahaan sedang tidak kekurangan dana.. jangankan hanya sekedar liburan, keliling Dunia pun pasti akan dia lakukan demi Nabila
"Gimana kalau liburannya nanti aja setelah pekerjaan kakak selesai?" usul Shakil agar Nabila tidak kecewa
"Memang, tapi saat ini perusahaan sedang membutuhkan kakak sayang"
"Ya udah deh" Nabila mulai cemberut tapi posisi masih ada dalam pangkuan Shakil
"Kalau cemberut gini, kamu makin sexy" goda Shakil agar Nabila tidak marah.. "Kamu istirahat, kakak akan lanjut kerja"
"Nggak mau. aku mau di sini temenin kakak"
"Sayang!! kakak nggak akan bisa kerja kalau kamu seperti ini, ayolah jangan keras kepala"
"Emangnya ada apa sih? kok tumben sikap kakak aneh?"
Shakil menarik nafas mengatur emosi agar dia tidak terlihat cemas di depan Nabila
"Nggak ada apa-apa, kamu istirahat dan tolong bilang sama Anton kakak mau kopi hitam"
"Nggak boleh, ini udah malem masa kakak ngopi, nggak baik buat kesehatan"
__ADS_1
"Sekali ini aja kok"
"Tapi aku yang bawain ya?"
"Nggak usah, kamu istirahat aja"
Setelah Nabila pergi, Shakil mulai bergulat lagi dengan laptop serta berkas-berkas yang berserakan di meja ruang kerjanya... lalu ada sebuah email masuk dengan proposal kalau perusahaan Shakil akan disita karena pemilik awal tidak bisa membayar pajak tanah seribu hektar itu selama lima tahun.. Walaupun bukan tanggung jawabnya namun mereka tidak mau mengerti karena pemilik tanah yang sekarang adalah dirinya
Lengkap sudah cobaan yang harus dihadapinya kali ini.. ingin sekali waktu diputar kembali, pasti tidak akan jadi seperti ini.. Shakil tidak mampu lagi menahan kesedihannya sampai dia menjatuhkan kepala di tumpukan berkas-berkas itu
Selang beberapa menit kemudian, Nabila datang lagi dengan segelas kopi yang suaminya mau, yaitu kopi hitam agar bisa menghilangkan rasa kantuknya
Saat Nabila berjalan menghampiri Shakil yang sedang terbungkuk, tiba-tiba perutnya kram sampai tak sengaja menumpahkan kopi panas itu ke atas dokumen penting suaminya
Byuurr!!! Kertas putih bersih sekarang sudah berubah menjadi coklat dengan sisa-sisa ampas yang masih mengepul panasnya asap.. Shakil kaget setengah tidak sadar, disaat kepalanya sedang benar-benar ingin rasanya meledak karena kekacauan perusahaan, sekarang kenapa berkas yang terpenting malah rusak terkena siraman kopi panas ulah Nabila
"Nabila!!!" Sekeras mungkin Shakil membentaknya diluar kesadaran "Kenapa ceroboh sekali!!!.. Tadi sudah dikatakan biar Anton yang membawanya" Suara teriakan Shakil menggema sampai terdengar oleh Amir dan Mira
"Kakak maaf" Nabila kaget karena ini pertama kalinya Shakil berteriak sekeras itu padanya.. Dadanya sesak menahan air mata agar tidak jatuh, tapi yang terpenting sekarang adalah perutnya yang tiba-tiba kontraksi sangat dahsyat
"Berhenti main-main.. belajarlah dewasa untuk tidak terus jadi anak-anak!!!... Aku sudah menyuruhmu istirahat, kenapa kau sekeras kepala ini??.. lihat, ini semua adalah dokumen penting. sekarang kau sudah merusak ya" Darah Shakil naik sampai emosinya tidak terkontrol.. Kekesalan dihatinya sudah terpendam beberapa hari ini, namun sekarang malah diluapkan kepada Nabila hanya karena satu kesalahan saja
Nabila tidak bisa berbicara apa-apa dengan kondisi perut yang kesakitan.. dia juga tidak mau mendengar lagi perkataan Shakil yang mungkin akan lebih menyakitkan.. makanya dia memilih untuk berlari keluar ruangan itu dan kembali kekamar sesuai apa yang Shakil perintahkan
"Sayang ada apa?" Mira dan Amir bertanya pada Nabila sambil masuk keruangan Shakil..
Dia tidak menjawab dan terus berlari sambil memegangi perutnya
Aku tahu kesalahanku, tapi tidak bisakah dia berbicara baik-baik. kenapa harus berteriak membentakku seperti itu
Nabila menghentikan langkahnya setelah mau menaiki eskalator, tapi dengan mata yang tak mampu lagi melihat karena tiba-tiba semuanya gelap, akhirnya dia ambruk di lantai dengan air mata yang menetes
bersambung ❤️❤️❤️
"Ayo!!! siapa yang udah punya pikiran jelek sama Nova??? 😂😂
Semoga di episode ini kalian nggak sebaper aku ya?. Dada Author sampai ikut sesak nih karena terlalu menjiwai hahaha.. yang baper komen 😂😂😂👇👇👇
__ADS_1