ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
48, Kemarahan Nabila


__ADS_3

Nabila menatap lekat pada Shakil seolah minta penjelasan, Kenapa Siska menyinggung cincin pernikahannya? Dan Shakil pun kenapa juga dia bisa lupa akan hal ini, Kesibukan mengejar cintanya pada Nabila sampai dia lalai, Kalau cincin itu adalah cincin yang dibelinya bersama siska untuk melamarnya nanti,


"Jelaskan,,!! Ini cincinku, Aku yang memilihnya untuk lamaran kami, Kenapa kamu pakai?" Lebih kencang lagi menggenggam tangan Nabila bahkan sampai luka terkena kukunya


Apa? Ini cincinnya? Dia yang memilih ini untuk lamaran mereka, Dan sekarang, ini adalah mas kawin ku?, Tidak,,Aku tidak mau memakai cincin dari orang yang membunuh orangtuaku.


Dengan mata yang mendelik pada Shakil menunjukan kemarahannya.


Shakil diposisi yang sulit sekarang, baru saja dia bermanis-manis dengan Nabila sekarang hubungannya pasti renggang karena soal cincin itu.


"Lepaskan" Nabila menarik tangannya kasar sampai kuku siska mencakar pergelangan tangan Nabila.. Walau luka ditangannya mengeluarkan darah, Tapi sama sekali tidak sedikitpun Nabila merasakan sakit.


Karena sakit dihatinya lebih perih dari pada itu.


"Ambil ini, Dan jangan coba-coba menyentuhku lagi dengan tangan kotormu, Kau mau ini? Ambilah, Ambil semua yang kumiliki jika kau mau, Cincin ini tidak ada harganya untukku, Karena aku akan mengambil semua tujuanmu" Nabila sudah naik darah, Dan berjalan sengaja menabrak Shakil dengan bahunya, Lalu membisikan dengan tatapan mematikan "Beraninya kau mengikatku dengan cingcin hina itu. Pergi lah, Ikat dia! Kejar cintamu, Hiduplah bersamanya dan tinggalkan aku. Jangan pernah sentuh aku lagi. Aku tunggu dikamarku dan katakan cerai lewat mulutmu sendiri" Nabila berlari kekamarnya yang lama, Tak kuat lagi dia menahan kesedihannya hari ini lalu Nabila menangis sejadi-jadinya.


Ucapan Nabila seakan-akan ada seribu peluru menghardik dijantungnya, Napasnya sesak saat dia mendengar kata cerai keluar dari mulut Nabila


"Kau pusa sekarang, Dan pergilah. Kau sudah dapatkan apa yang kamu mau kan, Jadi kau tidak ada urusan lagi disini.."


"Sayang kamu kenapa jadi seperti ini, Kamu belum jelaskan hubungan kalian, Kamu belum jelaskan kenapa dia bisa memakai cincin ini?" Mencoba menggoda Shakil lagi

__ADS_1


"Selesaikan urusan kalian berdua, bunda akan menemui Nabila" Mira pergi menemui menantunya, Dia sendiri tidak tau harus menjelaskan apa lagi skarang pada Nabila, kalau cingcin itu juga terpaksa mereka berikan karena keadaan yang mendesaknya


"Siska tolong jangan buat keributan dirumah Om. Shakil akan jelaskan nanti padamu tapi biarkan dia mengurus masalahnya dengan Nabila dulu" Ketegasan Amir membuat Siska bungkam. Karena jika dia membantah, Shakil akan semakin ilfil padanya


Disaat mereka berdebat, Tiba-tiba pak Anton datang bersama dokter wanita yang telah dijanjikan oleh Tito padanya


"Maaf tuan muda, Ini dokter Winna SpOG yang di rekomendasi kan oleh dokter Tito kemarin" Anton mempersilahkan dokter Winna menyapa tuannya


"Maaf tuan, saya Winna. Dokter yang diutus pak Tito untuk memeriksa istri anda!" Dokter cantik itu memperkenalkan dirinya,


Lengkap sudah penderitaan Shakil, Urusannya soal cingcin belum selesai ditambah lagi dokter itu mengatakan istri.. Entah bagaimana sekarang dia harus bersikap. Didalam otak Shakil saat ini benar-benar kosong dan yang terngiang hanya ucapan Nabila dengan kata cerai..


"Apa? Istri?. Ada apa ini sayang?" Siska semakin panik


Ada apa dengan anak ini, Kenapa dia panggil dokter spesialis seperti ini.. Apa Nabila hamil? Dan ada masalah dengan kandungannya?


Amir menerka-nerka sendiri, Karena dia juga tidak tau ada masalah apa pada Nabila


"Ok, Karena Om yang bicara aku akan percaya. Tapi jika kamu berbohong aku tidak akan tinggal diam" Mengancam Shakil, lalu pergi


Shakil tidak perduli padanya saat ini dia hanya khawatir pada Nabila dan segera dia mengantar dokter itu kekamar lama Nabila

__ADS_1


kamar nabila


"Sayang,, kamu kenapa?" Mira menghampiri Nabila yang sedang menangis dikasur


"Maaf bunda atas sikap aku tadi, taku hanya tidak suka pada wanita itu" Nabila memeluk Mira, Karena hanya Mira yang bisa menenangkan hatinya seperti ibu kandungnya sendiri


"Bunda ngerti, Bunda sama seperti kamu, Bunda juga sangat membenci wanita itu, Dan kenapa dia bisa-bisanya datang dengan ketidak sopanan seperti itu" Mira bisa merasakan apa yang Nabila rasa, Lembutnya tangan Mira saat menyentuh kepalanya membuat Nabila sangat nyaman


"Bunda?" Shakil datang dengan dokter Winna


"Lho kok ada dokter?" Bunda heran baru kemarin Nabila diperiksa Tito, Dan sekarang sudah ada dokter lagi


"Aku kan sudah katakanlah semalam, Kalau Nabila mau disuntik"


"Oh iya bunda lupa, Yasudah bunda keluar dulu ya" Mira melepaskan pelukannya dan berdiri tapi tangannya ditahan oleh Nabila


"Bunda temani aku disini" Dengan air mata Nabila yang menggenang di matanya, Mira pun tidak tega, Dia melirik kearah Shakil Dan Shakil pun menganggukan kepalanya lalu pergi meninggalkan kamar Nabila,,,


"Kemarin Dokter Tito sudah menjelaskan pada saya. Dan saya akan memberikan suntikan ini padamu, Apa anda sudah siap Nona?" Dokter cantik itu berbicara dengan lembut dan sopan


"Sebentar, Kalau saya boleh tau suntikan apa ini?" Tanya Mira, Karena dia tidak mau orang sembarangan memberikan obat pada nabila

__ADS_1


"Begini Nyonya, Ini adalah suntikan Tetanus Toksoid, Merupakan masuknya bakteri kedalam tubuh berpungsi untuk mencegah terjadinya infeksi yang disebabkan tetanus, Hal ini dilakukan oleh setiap calon pengantin wanita sebelum enam bulan menikah, Karena Nona tidak sempat mendapatkan suntikan ini jadi dia demam karena infeksi" Penjelasan dokter membuat Mira terkejut, Dan kini dia mengerti kenapa Nabila demam ternyata ulah anaknya...


Bersambung❤❤❤


__ADS_2