
Anna terus mengejar Nabila, tapi karena banyaknya orang dia tidak mampu mencari di mana keberadaannya...
Sampai acara pun berlangsung bukan untuk meneruskan lamaran Haris melainkan acara Anniversary yang sudah memang mereka persiapkan dari awal
***
"Kamu kenapa diam saja?" tanya Shakil yang sedang mengendarai mobilnya menatap heran pada Nabila
"Aku nggak apa-apa cuma sedikit capek aja"
Kemudian suasana menjadi hening..
"Kakak!!" Nabila mulai berbicara lagi untuk memecahkan keheningan itu "Kakak tahu hubungan mereka seperti apa?"
"Mereka?" Shakil mengerutkan keningnya tidak mengerti siapa yang dimaksud Nabila
"Anna dan Asisten Harris"
"Oh Haris.. Kakak tidak tahu kemarin dia bilang hanya ingin melamar Anna saja"
"Menurut kakak mereka cocok gak?"
"Haris baik, dia sangat pengertian apalagi kalau dia sudah mencintai satu wanita tidak akan bisa melepaskannya, dan Anna juga gadis baik menurut kakak mereka cocok"
Pandangan Shakil masih terus fokus pada jalanan
Kemudian suasana menjadi hening kembali.. entah apa yang sedang berputar dikepala Nabila sampai tidak biasanya dia bersikap sedingin ini
Pandangannya menatap keluar kaca mobil bahkan sampai tidak sadar kalau mobilnya terhenti padahal belum sampai tujuan
"Nabila sayang" Suara pelan Shakil ternyata malah mengejutkan Nabila "Kamu kenapa? dari tadi hanya membahas Anna dan Harris dan selebihnya melamun.. Apa yang sedang kau khawatirkan?" Perlahan Shakil menyentuh pucuk kepala Nabila
"Enggak kok, aku cuma lagi bingung aja sejak kapan mereka bisa sedekat itu bukankah selama ini keduanya seperti kucing dan anjing yang tidak pernah akur. Tapi malam ini sungguh mengejutkan aku"
"Bukankah waktu itu juga kita tidak pernah akur tapi kenapa sekarang ada kehidupan di dalam sini" Shakil menyentuh perut Nabila yang memang sudah sangat lama dia tidak elus-elus
"Kakak!!!!" Nabila mencubit tangan yang sedang menyentuh perutnya "Ini kan beda ceritanya lagi" Nabila tersenyum malu mengingat masa-masa saat dia membenci suaminya
"Apa bedanya?"
"Hari ini aku melihat mereka melakukannya"
Lagi-lagi Shakil mengerutkan keningnya dia masih belum mengerti apa dari kata melakukannya, siapa? dan melakukan apa?
"Maksudmu?"
__ADS_1
"Di Paviliun tadi saat aku mencari Anna aku melihat mereka melakukan sesuatu yang suka kita lakukan" Nabila malu-malu sampai tidak bisa berbicara apa adegannya
"Hahaha kamu nih bicara apa? yang sering kita lakukan apa? dan yang mereka lakukan juga apa? tolong diperjelas kakak tidak mengerti?" Shakil menahan tawanya karena melihat wajah Nabila yang sudah memerah, dia mengerti tapi memang sengaja dibuat tidak mengerti agar Nabila mau mengatakan dengan detail apa saja yang Haris dan Anna lakukan
"Ya pokoknya itu lah.. Sulit untuk aku jelaskan"
"Oke tidak perlu menjelaskan kakak akan menebaknya.. Emmm apa mereka sedang membuat dede bayi" Perkataan Shakil membuat Nabila terkejut
"Kakak!!! gak sampai sejauh itu juga kali"
"Haha mana kakak tau.. Coba kita praktekan jadi aku mengerti"
"Gak mau... Kakak curang"
"Baiklah.. jangan disini" Shakil melajukan lagi mobilnya sampai kerumah
Rasa rindu yang sudah lama tidak menyentuh gadis kecil itu kini dipuaskan malam ini... tidak ada kata tidak..
tidak ada kata jangan..
tidak ada juga kata sudah cukup.. haha mereka berdua benar-benar mengganti setiap malam-malam yang terbuang hanya dengan satu malam saja...
***
Seminggu kemudian sejak kejadian di pesta itu Anna dan Harris tidak saling menghubungi satu sama lain.. Satu keadaannya Haris memang sibuk dengan Shakil dan yang kedua Anna malu kalau harus dia dulu yang hcat atau telepon
***
Malamnya Nabila sudah berbicara pada Shakil tentang niatnya menjenguk Anna di rumah sakit bersama dengan Roni dan juga Rey.
Maka pagi-pagi sekali kedua pria itu sudah memamerkan gigi smile di hadapan Shakil dan juga haris yang kebetulan mereka pun akan pergi mengintai proyek
"Hari ini hari Sabtu tapi kenapa Nona pergi.. dan bersamaan mereka" Tatapan Haris masih standar mengendarai mobilnya
"Mereka pergi untuk menjenguk Anak" jawabnya santai
"Menjenguk?" Haris sedikit terkejut
"Iya dia kan masuk rumah sakit dua hari yang la..." Shakil dikagetkan dengan rem mendadak nya Haris "kau sudah gila?!!!" Lalu membentaknya "Kau ingin membunuhku?"
"Maaf.. Aku tidak melihat tadi ada kucing lewat!!.." Haris membalikan tubuhnya menghadap Shakil yang duduk dikursi belakang "Ada apa dengan Anna?"
"Bukan urusanku" Ketus Shakil
"Tapi itu urusanku"
__ADS_1
"Otakmu diletakan Diman?... Setelah kau menyentuhnya kau tinggalkan begitu saja sampai tidak tau dia masuk rumah sakit? Pria macam apa kamu?"
"Jangan berdebat denganku sekarang.. katakan saja dia sakit apa?" Sekarang malah galakkan Haris.. Pikiran dan tatapan matanya langsung berubah menyeramkan.. Aku bosnya disini kenapa jadi dia yang mengaturku.. itulah kata-kata yang berputar dikepala Shakil
"Mana aku tau.." Bentakan Shakil kemudian
"Aaachh" Haris membuka pintu mobilnya
"Hey kamu mau kemana?" Shakil pun ikut keluar
"Rumah sakit" jawabnya tanpa menoleh kebelakang Haris menghentikan sebuah Taxi yang kebetulan lewat didepannya
"Bodoh.. Bagaimana denganku.. Kau harus mengantar kelokasi setelah itu baru pergi" Shakil masih terus berteriak
"Kau sudah besar urus dirimu sendiri dan aku akan mengurus masa depanku" lambaian tangan haris membuat Shakil semakin geram
"Baiklah, aku tidak akan mengatakan dimana dia dirawat" Shakil masuk lagi kedalam mobilnya kembali
Benar juga!! aku mau pergi kerumah sakit mana?
"Pak maaf tidak jadi"
Kemudian Haris masuk lagi kemobil yang sejak awal dia kendarai. dengan cibiran dari tuannya dia bertahan melaju walaupun pikirannya terbang entah kemana tapi dia juga masih bisa fokus tentang keselamatannya
"Katakan?" Haris markirkan kendaraannya ditempat tujuan
"Jangan lama-lama dua jam kau harus sudah kembali"
"Bukan jawaban itu yang aku mau.. dan setidak rela itu kah kalau aku mencintai gadis lain?"
"Aissh... bulankah kau yang tidak mampu meninggalkanku seperti tadi" perkataan Shakil disertai dengan senyuman sinis
"Cih... kau yang memaksaku untuk balik lagi kepadamu" Haris berputar dan membukakan pintu mobil untuk bosnya
"Nabila sudah Share Lok dimana dia berada keponselmu"
"Apa? Sejak kapan?" Haris langsung memeriksa ponselnya
"Satu jam yang lalu"
"Sial kalau begitu untuk apa aku balik lagi dan mengantarmu kesini" Haris segera berlari kecil masuk kedalam mobil
"Itu lah karena kau tidak rela meninggalkanku sendiri" Gelak tawa puas Shakil sudah memanfaatkan kebodohan Haris yang sedang kalut dengan keadaan orang yang kini mengisi hatinya
"Aku akan menjemputmu malam" Haris mulai menjalankan mobilnya kembali
__ADS_1
"Dua jam!!! tidak kembali aku akan menjualmu" Teriakan Shakil yang hanya dibalas lambayan tangan sampai mobil itu menghilang karena cepatnya dia melaju
Bersambung ❤️❤️❤️