ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
102. Cerita


__ADS_3

"Malam sayang" Shakil menyapa Nabila yang sedang mengutak-atik laptopnya


"Malam, eh udah pulang" Nabila menghampirinya dan mencium tangan Shakil


"Manisnya istriku, udah makan sayang?" Shakil memberikan jas dan ponselnya pada Nabila lalu membuka pakaiannya diganti dengan handuk


"Udah, kakak mandi dulu, aku mau cerita" Nabila senyum semanis mungkin, karena dia akan cerita tentangnya dipesta tadi pada Shakil


Shakil juga tersenyum, dia sama sekali tidak curiga apa pun telah terjadi pada Nabila dipesta malam ini. Lalu dia mandi meruruti apa yang Nabila katakan sepertinya suasana hati Shakil terlihat sangat baik. Tapi Nabila sedikit ragu, dia juga tidak mau ada yang ditutup-tutupi dari suaminya, lagi pula Shakil selalu punya jalan keluar untuk mengatasi semua masalah dalam hidupnya mungkin dia juga bisa membantu kesulitannya nanti


"kenapa melamun?" Nabila tidak sadar kalau Shakil yang sudah rapih dengan baju tidurnya berdiri disamping tempat tidur


"Udah selesai? Udah makan belum?" Nabila mencoba memenangkannya


"Sudah sayang, yang belum hanya memakanmu" Shakil duduk dan bersandar disandaran tempat tidur "Kemarilah" dia menepuk-nepuk pahanya


Nabila mengerti apa yang Shakil inginkan, dia pun melangkah dan duduk dipaha menghadap Shakil "Kau sangat patuh kancilku, tapi kenapa aku merasa ada yang ganjil ya, wajahmu seperti sedang mengutuk seseorang"


"Aku minta maaf" Nabila tertunduk


"Hey ada apa? Hari ini kancilku melukan kesalahan?" Shakil menyentuh dagu Nabila dan mengangkatnya


"Iya"


Bukannya marah shakil malah tersenyum melihat ketakutan Nabila yang sangat polos, dia mengerti walau ada masalah pasti tidak akan melebihi batasannya, shakil mengijinkan Nabila pergi karena dia sangat percaya padanya, kedewasaan Nabila pasti bisa melakukan hal yang baik.


"Katakan?"


Dia menceritakan semua kejadian dipesta dari awal bertemu Amir, peraturan permainannya, dan tentang pilihan kencan, sampai pulang lagi bersama Amir dia ceritakan tanpa ada satupun yang terlewat "Maaf, aku memilih pilihan yang salah"


Air matanya menetes karena takut Shakil akan membencinya dan menganggap dia wanita yang buruk, padahal barusaja dia merasakan indahnya mencintai dan dicintai, tak rela kebahagiaan ini berakhir begitu saja hanya karena hal yang sama sekali dia tidak suka dengan kedua pilihan itu


"Kenapa kau tidak memilih minum" Wajah Shakil masih terlihat tenang


"Karena aku harus meminum empat puluh tujuh gelas"


"Berarti kau lebih suka kencan dengannya daripada mempertahankan dirimu untuk tidak bersamanya"


"Ada alasan lain yang harus aku pertahankan lebih penting dari nyawaku sendiri"


"Apa?"

__ADS_1


"Aku belum bisa mengatakannya sekarang karena aku sendiri masih ragu, besok setelah bangun tidur aku akan memberitahunya" Nabila tidak mau Shakil akan berharap jika cerita sekarang, karena dia akan menggunakan tespeknya besok pagi saat buang air kecil pertama agar lebih akurat. Walaupun hasilnya positif atau negatif dia akan menjelaskannya perlahan pada shakil


"Wah, hebat sekali kau punya rahasia sekarang"


"Tidak, karena memang keputusannya besok"


"Kau membuatku penasaran, baiklah jika jawabannya memuaskan aku akan memaafkanmu"


"Lalu bagaimana?"


"Apa?"


"Kencannya"


"Bukankah itu pilihanmu?"


"Kakak" Nabila merengek manja, dia ingin Shakil memikirkan cara untuk membatalkannya tapi dia malah santai begitu saja


"Janji adalah hutang, tepatilah janjimu"


"Kakak marah padaku?" Air matanya mulai menggenang lagi, dia benar-benar sedih Shakil tidak mempertahankannya tapi malah mengirimnya untuk berkencan


"Kakak" Lagi-lagi dia merengek dan memegang tangan Shakil dan menciumnya


"Haha,, baiklah, kau memang istriku yang paling setia" Shakil sudah tidak tega lagi berpura-pura "Kau tau itu adalah pesta teman papah, dia adalah pejabat negara kau pikir aku tidak diundang?" Shakil melingkarkan tangannya dipinggang Nabila


Eh benar juga ya? Acara semewah itu mana mungkin kakak tidak diundang, jadi maksudnya?


"Maksudnya?" Nabila menyeka air matanya


"Awalnya memang ayah mewakili keluarga kita, tapi setelah tau kau kesana tidak mungkin aku biarkan istri kecilku digoda oleh pria lain, aku memang memberikanmu kebebasan tapi bukan berarti tanpa pengawasan sayang, tidak disangka kau bahkan tidak berdandan dengan benar, tapi kenapa istriku yang paling bersinar diantara gadis lain?, hampir saja aku mencongkel setiap mata pria yang memandangmu tadi, kau tau aku bahkan akan membunuh pria tua yang sudah berani memeluk dan menciumu"


"Itu kan ayah" Nabila mulai tersenyum


"Haha,,, setelah aku tau itu ayah makanya tidak jadi" Shakil mencubit hidung Nabila "Kakak tau semua kejadian disana, bahkan wajah ketakutanmu pada saat itu masih terbayang betapa jeleknya kamu"


"Kakak jahat banget, kenapa gak temui aku"


"Kakak hanya ingin kamu menikmati hidupmu sebagai seorang remaja, bukan seorang istri yang selalu terikat kuat tanpa bisa bernapas sedikitpun"


"Tapi aku lebih senang jadi seorang istri, dunia luar seperti malam ini sangat mengerikan, semua pria selalu memanfaatkan kelemahan wanita seenaknya" Nabila memeluk Shakil

__ADS_1


Akhir-akhir ini aku malah lebih senang memeluk tubuh kakak seperti ini, aroma tubuhmu membuatku nyaman, bahkan mualnya langsung hilang


"Kakak tau itu, sudah terlihat wajahmu disana sangat buruk"


"Aku tidak peduli, jadi bagaimana dengan besok, aku tidak mau kencan, kakak ikut ya?"


"Sayang, kakak memang sangat ingin memperkenalkanmu pada seluruh isi bumi kalau Bidadari surga ini adalah milikku, tapi kakak sudah berjanji padamu tidak akan mengekangmu sebagi istri. nikamtilah hidupmu sebagi seorang gadis, masa kuliah sangat menyenangkan lho, aku sudah mengambil sesuatu yang paling berharga darimu dan kakak tidak akan mengambil yang lainnya lagi"


"Kakak sangat ingin ya aku kencan dengan pria lain" Nabila senang dengan jawaban Shakil. Tapi dia juga tidak mau Shakil santai saja dan tidak cemburu


"Kalau kakak katakan ada rencana lain untukmu, apa kau akan senang?"


"Apa?"


"Penculikan"


"Besok?"


"Iya"


"Setuju" Dengan semangat empat lima dia menjawab


"Hahaha gadis bodoh. Sebahagia inikah kau mau diculik"


"Tentu saja, aku tidak perlu membatalkan janji, dan tidak perlu juga berkencan, bukankah ini menyenangkan?"


"Kau memamg kancil licik, namamu tidak mau tercoreng padahal otakmu busuk"


"Hahaha, bukankah kakak gurunya?"


"Kau sangat menggaskan, baiklah berikan kakak tanda merah disini" Shakil menunjuk pada lehernya


"Itu memalukan tau, aku tidak bisa melakukannya, bagimana caranya?"


Shakil mengajarinya berkali-kali sampai tubuh Nabila sendiri penuh dengan tanda merah. Tapi lagi-lagi Nabila mencoba ditubuh Shakil dan hasilnya pasti tidak begitu merah. setelah dengan detil Shakil memperagakan dilengan Nabila baru dia mengerti caranya, dan benar saja hasilnya sangat memuaskan warna merah sempurna dengan bentuk yang kecil lucu sesuai dengan bibirnya,


"Aaaaaaaa" Nabila teriak "Aku berhasil, ini sangat lucu dan mudah, aku mau mencobanya lagi" Dia Benar-benar seperti anak kecil yang baru saja memenangkan games, sampai tak henti-henti terus mencobanya lagi dan lagi, bukan hanya di leher, didada, perut, dan juga lengan semua dia coba, sampai Shakil sendiri malah tidak mampu lagi menahan dirinya karena sangat tersentuh oleh kecupan Nabila yang bertaburan diseluruh tubuhnya


Malam ini mereka berdua saling menghujadi percintaan itu dengan kecupan, Shakil sangat puas karena tidak sia-sia dengan susah payahnya dia mengajari Nabila akhirnya malah sangat menguntungkan...


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2