
Resepsi pernikahan mereka akan dilakukan besok pagi sekitar jam sepuluh, maka dari itu Nabila dan Shakil mulai malam ini akan tidur di Hotel yang di mana akan diadakan resepsi pernikahannya,
Sedangkan Mira dan yang lainnya akan menyusul besok pagi, pas ketika acaranya akan dimulai, tanpa harus mempersiapkan apa-apa lagi Nabila dan Syiakil akan diantar Haris ke hotel..
Tapi ada satu hal yang ingin dibahasnya dulu bersama Amir, maka dari itu Nabila harus menunggu suaminya di ruang keluarga sambil menikmati buah-buahan segar yang sudah Mira persiapkan khusus untuk Nabila.
Nova datang menghampirinya berjalan santai dan duduk di seberang sofa di mana nabila berada.
Nabila hanya memberikan senyum ramah menandakan kalau dia menyapa kedatangan Nova. Dan Nova juga membalas senyuman Nabila tapi dengan senyuman paksa.
Tak berselang lama Ella juga datang menghampiri keduanya. betapa Dia sangat suka dengan Nabila sampai tak sadar menubruk dan langsung memeluknya.
Mira yang baru saja melintas kaget melihat Ella berkelakuan seperti itu, bukan karena tidak sopan tapi dia khawatir terjadi sesuatu pada kandungan Nabil
"Ella...!!! Apa yang kamu lakukan??? hati-hati"
"Maaf bunda Mira. Aku hanya ingin sekali akrab dengan kakak iparku ini, lihat betapa imutnya dia" Tanpa menyangka sedikitpun Nabila hamil dia terus mencubit kedua pipinya
"Iya tapi kalau akan menyakiti Cucu bunda"
"Apa????!!!! Cucu??" Ella dan Nova terkejut berbarengan
"Kau hamil?" dengan sedikit nada yang agak keras Nova menghentakkan kakinya bertanya langsung pada Nabila
Bukannya menjawab, Nabila malah terdiam karena heran kenapa tiba-tiba orang yang ada di depannya dari tadi diam dan sekarang malah terkejut seperti ada bom yang meledak di telinganya
"Kakak!!, kenapa kau berteriak seperti itu? kau mengejutkannya" Ella mengkhawatirkan Nabila
"Y...a.. Aku sedikit kaget aja" Nova mengelak
"Aku juga sama kaget tapi nggak kayak kakak juga kali" Ella seperti menyudutkan Nova
Ada yang aneh dengan wanita ini... ekspresinya terlalu berlebihan..
"Kenapa kalian malah ribut dan bukannya ikut bahagia karena Shakil akan segera mempunyai anak" Mira menggelengkan kepalanya dan berlalu meninggalkan ketiganya
"Nabila kau serius sedang hamil?" Ella bertanya sok akrab
"Iya" Nabila menjawab dengan senyuman..
"Aaaaa senangnya" Ella kesenangan
Fix aku tahu sekarang, wanita ****** ini pasti menyerahkan tubuhnya dulu untuk mendapatkan perhatian Shakil.... Dan Shakil bukan mencintainya tapi dia mencintai anaknya.. Hahaha..Kau memang licik.. Lihat saja bagaimana caraku menyadarkan dia kalau wanita yang dia nikahi adalah ular yang hanya ingin sekali hartanya
Ella merasa bahagia dengan kehamilan Nabila dia pun menawarkan berbagai makanan dan minuman agar Nabila merasa nyaman... tapi berkali-kali juga Nabila menolak nya Karena itu adalah tugas Anton
Berhubung Ella terus memaksa jadinya Nabilah mengijinkan untuk mengambil segelas jus.. Dan dengan semangat dia langsung berlari ke dapur
__ADS_1
Tinggalah Nova dan Nabila yang ada di ruangan itu.. Ini adalah kesempatan bagus untuk Nova berbicara
"Oh ya Nabila.. Seorang pria jika sudah mencintai satu wanita maka dia akan sulit berpaling ke lain hati lagi." Nova baru mulai angkat bicara
"Iya aku tau..." Jawabnya singkat
"Jadi kamu tau kan cinta pertamanya itu siapa?"
Apa tujuan dia...
"Tentu saja,, Tapi itu kan masalalu"
"Setiap orang tidak dapat terlepas dari masa lalunya, karena sebagian dari hidup adalah masa lalu" Dengan pandangan sinis Nova menamparkan Nabila dengan kata-kata
"Masa lalu memang menyimpan banyak kenangan namun itu bukan alasan untuk tidak terus melangkah ke depan. Jika seseorang ingin bahagia, jangan biarkan masa lalu mengusiknya. Dia boleh melihat ke belakang namun jangan membawanya ke depan... maka masa lalu itu akan menggerogoti dirinya dan sampai kapan pun tidak akan mendapatkan kebahagiaan" Nabila mulai menunjukan sisi kancil bentinanya
Sial.. tidak disangka mulutnya benar-benar berbisa
"Tentu saja.. Dengan paksaan siapa pun akan melupakannya.. tapi itu tidak akan hilang sampai kapanpun"
Aku semakin tidak nyaman dengan Curut ini.. nyebelin banget. mau dia apa si?
"Apa yang kau maksud dengan paksaan?"
"Nabila kau jangan naif.. Deluruh dunia ini juga tau Shakil seperti apa.. Mustahil jika dia sangat ingin menikahimu kalau bukan paksaan"
"Kau memang cerdas.... Dan sayang sekali dia menikahku memang dengan paksaan.. Tapi kau tau jaman sekarang mudah untuk mendapatkan laki-laki.. hanya orang bodoh seperti dia sangat gampang untukku menaiki ranjangnya"
Ayolah!!! kemakan kau dengan omonganku
"Cih.. Sudah kuduga dari awal memang itu tujuanmu.. Dulu aku sangat mencintai Shakil tapi aku tidak selicik kamu.. Aku mengalah demi kebahagiaannya"
Kena kau .. jadi ini alasannya dari tadi aku melihat ada yang berbeda dengan sikapnya padaku
"Hahaha.. Itu karena kamu bodoh.. untuk apa memikirkan kebahagian orang lain yang belum tentu memikirkan kebahagiaan mu.. hidup ini hanya satu kali maka nikmatilah"
"Kau sangat menyedihkan" Nova meremehkan Nabila
"Haha.. perkataan itu harusnya kau katakan pada dirimu sendiri. Dilihat dari sisi manapun sudah sangat terlihat jelas siapa yang menyedihkan"
"Kauuu...!!!" Novaa mulai geram dan rasanya ingin sekali menampar Nabila tapi masih bisa ditahan karena akan jadi masalah nantinya kalau ada yang melihatnya "Aku akan tunjukan padamu siapa yang akan menyedihkan nantinya" Ancam Nova
"Silahkan" Nabila meremehkan
Nova ingin membalasnya lagi tapi sudah keburu Ella datang membawa segelas jus dan memberikannya pada Nabila.
Lalu Shakil yang baru selesai berbicara dengan ayahnya juga langsung menghampiri Nabila
__ADS_1
"Wah asiknya minum jus. Kau hanya membuatkan untuk Nabila saja dan tidak untukku?"
"Kalau kakak hamil aku pasti akan buatkan" Dengan cuek sekarang tidak lagi mengidolakan Shakil
"Kalau bukan karena aku, dia juga tidak akan hamil" Shakil yang tiba-tiba cemburu
"Ih kakak apa sih, ngomongnya horor, aku kan masih polos" Ella berlaga imut
"Kau membuat Kakak mual.. di dunia ini wanita yang paling polos Hanya istriku" Shakil duduk di samping Nabila dengan menyentuh perutnya
Nova yang mendengar Shakil mengatakan itu langsung memanas tidak nyaman karena kalah dari Nabila.
"Kakak ngerasa gak di sini tuh panas banget" Nabila yang sudah tahu isi hati Nova sengaja mengatakan itu
"Enggak kok di sini sejuk" Dengan polosnya Ella mengatakan itu
"Pasti ini karena dia (anaknya) kamu selalu membuat mamahmu kegerahan" Tidak henti-hentinya Shakil terus mengelus perut Nabila
Maafkan Mama sayang jadi kamu yang disalahkan, Tapi ini semua mamah lakukan demi mengusir Curut ini dari hidup kita, ayo kita bersatu melawan dia!!
"Iya sayang.... Kakak menyentuh perutku kok hawanya jadi tambah panas ya?" Dengan sengaja Nabila melirik pada Nova
dan Shakil menyadari betul ada yang tidak beres antara dua wanita ini
Apa yang ingin kancil ini tunjukan?.. ada apa dengan Nova?
"Kak tolong tiup leherku dong!!!.. Panas banget"
Hahaha dasar kancil.. Pintar sekali membuat orang kesal
Walaupun tau Nabila hanya Ekting tapi dia menuruti permintaan istrinya dengan terus tersenyum. Meniupi lehernya dengan perlahan sambil membelai lembut rambut Nabila..
"Permisi, ibu memanggilku" Nova pergi sambil menghentakkan kakinya dan Ella juga mengikutinya karena tidak mau jadi nyamuk diantara sepasang suami istri yang terus memamerkan kemesraanmya
"Hentikan Ektingnya... Sudah puas sekarang?" Shakil mulai bicara setelah tidak ada siapa pun disana
"Haha kakak kok tau?"
"Dikening kamu sudah tertulis. Aku benci Nova" Shakil mencoret-coret kening Nabila dengan telunjuknya
"Mana ada" Seperti benar terjadi Nabila malah mengusap keningnya
Shakil tersenyum dengan tingkah lucu Nabila entah apa yang terjadi pada kedua wanita itu tapi dia yakin istrinya tidak akan melakukan sesuatu tanpa ada sebab...
Tidak mau memperpanjang lagi kemudian keduanya pergi ke Hotel bersama dengan Asistennya
Bersambung ❤️❤️❤️
__ADS_1