
Begitulah kepintaran Nabila yang selalu berhasil mengelabui suaminya dan lucunya lagi Shakil sebagai Presdir di perusahaan ternama se-asia selalu tidak sadar kalau dia sedang ditipu...
Lagi.. Lagi.. dan lagi.. hanya ucapan manis Nabila saja sudah membuatnya hanyut dalam rasa yang mengalir deras keOtaknya sampai blank dan hanya fokus pada Nabila saja,, tapi selalu tersenyum setelah dia menyadarinya. karena hanya gadis kecil itu lah yang membuatnya tak berdaya tak bisa berkutik. seperti sebuah obat bius yang selalu dia telan setiap kali bersentuhan dengannya
seumur hidup belum pernah dia seperti ini, itulah kenapa sikapnya selalu berlebihan pada Nabila bagikan remaja yang baru merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama
***
Matahari terik disiang hari memancarkan sinarnya yang begitu panas membuat penghuni bumi malas untuk keluar rumah..Begitu juga dengan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta.. tak henti-hentinya Shakil memeluk dan menciumi Nabila yang sedang serius belajar dengan laptopnya..
Dalam keadaan hamil yang terkadang membuatnya tidak nyaman melakukan sesuatu Nabila semakin risih dengan seseorang dibelakangnya..
"Kakak!! kakak nih pengangguran atau apa si!!.. Kenapa gak kerja,,,, Kekantor sana..!!"
"Terserah kamu mau bilang apa!! Kakak akan tetap seperti ini" Shakil malah mengusel-usel wajahnya di pinggang Nabila
"Hay Pamalas.. kalau kakak gak kerja mau kasih makan aku sama anak kita dari mana?.."
"Hahaha,,,!!!, Tanpa kekantor kakak mampu kasih makan lima puluh orang anak sampai tujuh turunan sekalipun"
"Siapa juga yang mau punya anak lima puluh emangnya aku kucing sekali lahiran tiga sampai empat anak"
"Lho emang bukan ya???" Shakil mengejeknya
"Kakak!!!!!"
"Haha... Kamu semakin imut kalau lagi marah"
"Tau ah" Nabila melanjutkan lagi belajarnya
"Sebenarnya ada yang mau kakak bicarakan sama kamu!!"
"Hmm... Ngomong aja aku dengerin kok" Nabila masih serius menatap layar laptopnya
"Tapi janji kamu jangan syok"
"Kok kedengarannya horor ya?" Nabila tersenyum membalikan tubuhnya kini menghadap Shakil
"Janji dulu"
"Apa si?!!! Serius banget.. Sikap kakak gini malah bikin aku deg-degan tau"
__ADS_1
"Tuh kan!!.. Gak jadi deh"
"Diih gitu.. Ayo apa??? Penasaran nih"
Jantung Nabila berdegup kencang.. membayangkan kalau Shakil akan bicara yang akan membuatnya sakit hati.. atau sebenarnya banyak rahasia yang masih Shakil sembunyikan tentangnya dimasa lalu..
dalam pikirannya sudah menjalar kemana-mana. Mungkin karena sekarang sudah sangat mencintai suami anehnya, maka dari itu setiap saat merasa takut kehilangan..
"Kalau kamu nggak tenang kayak gini, kakak malah jadi ragu buat cerita"
"Abis bikin aku penasaran"
"Sebelumnya kakak minta maaf karena udah Sandra laptop sama ponsel kamu, karena hari ini ada berita yang tidak baik untuk kamu lihat.."
"Hanya itu aja?" Dengan wajah datar Nabila tidak ada respon lagi
"Iya dan gosipnya tentang kamu,.. Tapi jangan panik karena super Hero kamu datang tepat waktu dan menyelamatkannya" Dengan bangga Shakil mengangkat kedua halisnya
Nabila masih Terdiam hanya lirikan mata yang tajam pada shakil ketika mendengar kata gosip tentang dirinya.
"Kenapa wajahmu menakutkan seperti itu,,, Hei tenanglah, suamimu ini sudah membereskan semuanya jadi jangan khawatir" Shakil mengelus-elus rambut Nabila
"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa Kakak sampai harus turun tangan ke kampus"
"Postingan apa?"
Shakil menceritakan semuanya dari awal ia mendapatkan telepon sampai ia kembali ke rumah dan menemui Nabila tanpa terlewat satu hal pun... Tapi Nabila hanya menjawab dengan "Hmm" Pelepasan napas panjang dan sangat tidak peduli
"Apa???? Ekspresi wajah kamu hanya seperti ini?"
"Ya terus aku harus gimana? Apa yang perlu aku khawatirkan kalau superheroku ini pasti tidak akan pernah diam kalau berita itu ditunjukkan untukku"
"Sepanjang jalan tadi kakak sangat khawatir dengan keadaanmu kalau kamu tahu masalah ini, tapi apa in?? Bahkan respon mengejutkan pun tidak ada di wajahmu"
"Iya walaupun gosip itu tidak sepenuhnya salah pada kenyataannya aku memang sedang hamil hanya saja anak yang aku kandung adalah anak sah dari pernikahan kita"
"Tapi kamu tahu kan cara berterima kasih pada pahlawan mu? tidak ada imbalan kah untuk kerja kerasku di pagi hari"
"Ya udah iya!! emuah!!! untuk pahlawanku di pagi hari" Nabila mengecup bibir Shakil
"Ini masih kurang" Shakil menutup laptop Nabila dan menyingkirkannya di atas meja,
__ADS_1
"Kak aku belum selesai,, nanggung banget ini sedikit lagi!!" Nabila mencoba meraih laptopnya kembali tapi Shakil sudah lebih cepat menangkap tubuh Nabila di atas tubuhnya
"Karena ini adalah imbalan jadi kamu yang harus bekerja"
"Gak mau!! aku tidak bisa!!"
"Kalau begitu Kakak akan mengajarimu" dengan cepat Shakil sudah membalikkan tubuhnya menjadi di atas Nabila... Kali ini tidak ada penolakan apapun dari Nabila karena sudah dikatakan tadi ini adalah sebagai imbalan
Berolahraga di siang hari pun tidak jadi masalah,,, sama-sama berkeringat bahkan ini lebih banyak lagi mengeluarkan energi
***
Di luar rumah Amir ada sebuah mobil terparkir, sangat terlihat dengan jelas kalau pemilik mobil itu adalah seorang wanita, Haris pun sudah sangat mengenali siapa yang datang, maka dari itu bergegas ia menghampirinya
"Untuk apa kau ke sini?" Dengan juteknya Haris menghalangi langkah gadis itu
"Oh ya Tuhan kenapa dunia ini sangat sempit, beginilah jika menjadi seorang jomblo yang tidak punya pekerjaan lain selain mengurus urusan orang. hello itu bukan urusanmu aku kesini hanya ingin bertemu dengan sahabatku" Anna mendorong kuat tubuh Haris tapi tidak bergerak sedikit pun "Kau ini baja atau apa? Tanganku sampai sakit karena mendorongmu" Anna berlagak kesakitan sambil mengibas-ngibaskan tangannya
"Sudahlah jangan buang-buang tenaga mu yang lemah itu untuk berdebat denganku, mau bagaimanapun juga kamu tidak akan mampu mengalahkanku, jadi sebaiknya kamu pergi dari sini karena nona muda tidak ingin bertemu dengan orang pengganggu sepertimu"
"Oh ya!!! Tapi sayangnya nona mudamu itu yang ingin bertemu denganku, apa kau perlu bukti?? aku akan menelponnya dan katakan padanya kalau aku tidak diperbolehkan masuk oleh asisten jomblo karatnya ini"
"Kenapa lagi-lagi kau menyebutku dengan sebutan seperti itu!" Haris mulai geram lagi
"Haha.. Karena memang itu julukan yang pantas"
"Beraninya kauuuu!!!" Haris sudah ingin mencengkram Anna dengan kedua tangannya tapi tertahan dengan...
"Hallo Bil!!" Anna menempatkan ponselnya ditelinga "Aku udah dari tadi sampai, tapi asisten kak Shakil menahanku" Ekpresi wajah Anna yang berlaga murung
Secepat kilat Haris meraih ponsel Anna dan mematikan panggilannya, tanpa disadari ternyata panggilan telepon itu ditunjukkan pada Romi
"Kamu asisten miskin ya??? Selalu saja merampas ponselku, apa tidak mampu membeli ponsel sebagus ini??" Anna merampas kembali ponselnya dari genggaman Haris dengan menahan gelak tawa dalam hatinya
*H*ahaha beneran dia nggak sadar kalau aku tadi cuma pura-pura,, fuhhh inikah asisten kebanggaan perusahaan terkenal ceroboh dan mudah tertipu
Bersambung❤️❤️❤️
**Hi, pembaca setia novel ku?... maaf kalau Minggu ini gak update dikarenakan kesehatan Autor sedang menurun😥😥
Aku harap dengan kendala ini kalian semua tidak kecewa dan bosan karena sangat diluar kemdaliku😔😔
__ADS_1
Untuk kedepannya semoga semua lancar dan bisa terus memberikan yang terbaik untuk kelanjutan ceritanya🙏🙏💪💪
by: syeha😘😘**