ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
59.Kepanikan shakil


__ADS_3

"Jadi Nabila anak angkat Bunda?. Bagus lah, Kalau begitu aku akan jelaskan tentang alerginya" Dokter Alex mengambil beberapa kertas yang ada di tangan suster itu


"Alergi?" Mira heran "sejak kapan kamu ada alergi?" Bertanya pada Nabila


"Sudah lama Bunda, Dan udah sepuluh tahun juga tidak kambuh. Tapi aku gak tau kenapa sekarang bisa gini?" Wajah Nabila berubah murung


"Lex, Dia alergi apa?" Tanya Mira tidak sabar


"Menurut hasil LAB dia alergi daging"


"Daging?" Mira terkejut "Kok bisa?"


"Jadi gini Bunda, Setiap daging yang dimasak pasti terdapat protein yang dilepaskan dan memicu alergi, Apalagi dia yang memang mudah sekali terkena alergi makanan. Selain itu daging mamalia memiliki kandungan antibody alami, galactose-alpha-1,3-gelatose* yang dikenal sebagai alpa-gel* mampu berintreraksi dengan karbohidrat yang ada dalam daging, Dua kandungan tersebut bisa membuat tubuh seperti Nabila mengalami Bengkak, Gatal, Ruam, Mual dan sakit perut." Alex pun menjelaskan "Untuk sementara aku sarankan Nabila dirawat dulu disini selama dua hari. Agar bisa memastikan dia baik-baik saja,"


"Yasudah gak apa-apa. Bunda akan temani kamu disini" Senyum Mira sambil mengelus kepala Nabila, Dan dia ingat kejadian tadi di meja makan, Saat Shakil menyuapi Nabila "Bunda tau. Pasti ini ulah anak itu yang kasih kamu daging tadi,"


Nabila masih terus berpikir keras untuk mengingatnya.. Dia ingat Shakil memeberinya makanan tapi kan dia bilang itu ikan bukan daging "Bunda kakak bilang itu ikan bukan daging" Nabila membela Shakil


"Memangnya dia koki bisa tau jenis makanan?, Dia hanya tau makanan yang masuk ke mulutnya enak sudah itu saja" Mira ngomel didepan Alex dan Anna membuat semua yang ada disana ikut tertawa

__ADS_1


Akhirnya Nabila dipindahkan diruang VIP untuk menjalankan rawat inap selanjutnya, Anna juga kembali ke sekolah karena ada Mira yang sudah menjaga sahabat tercintanya, Setelah mulai santai. Mira dan Alex mengobrol tentang banyak hal dan ternyata Alex adalah kakak kandung dari Lexa mantan tunangan Shakil.. Shakil dan Alex adalah sahabat baik waktu kuliah, dia menyukai lexa waktu sama-sama lexa juga kuliah di Universitas yang sama tapi dia adik kelas mereka..


Setelah Lexa meninggal keluarganya pindah ke Amerika Alex juga meneruskan kuliah kedokterannya disana, Entah apa yang terjadi sampai mereka benar-benar harus meninggalkan indonesia


Percakapan mereka pun terhenti setelah seorang suster memanggil Alex ke ruang UGD karena ada pasien darurat.


***


tuuuut tuuut,,,📲


Suara panggilan telepon "Bunda telepon siapa?" Nabila mulai curiga karena melihat raut wajah mira yang berubah jadi gemas kesal


"Bunda jangan telepon sekarang kakak pasti masih dipesawat. aku tidak mau dia khawatir" Nabila memasang wajah melas agar Mira tidak beritahu Shakil sekarang,


"Huh,, Baik lah tapi nanti setelah dia telepon jangan halangi Bunda untuk memerahinya, Dan juga jangan bela dia mengerti?" Tegas Mira karena dia kesal pada Shakil sudah membuatnya kerepotan tapi dia tetap mengirim poto Nabila terbaring dirumah sakit, Agar Shakil tau kondisi istrinya


"Iya Bunda ku sayang" Nabila meberikan senyum manis pada Mira


***

__ADS_1


Setelah keesokan harinya Shakil baru sampai ditempat tujuan, Karena mereka disana juga punya rumah dan perusahaan, Jadi sudah tidak asing lagi untuknya tinggal di negara orang, Setelah istirahat dan memeriksa beberapa berkas perkembangan perusahaannya dia langsung meminta ponselnya pada Haris asisten yang selalu ada kemanapun Shakil pergi


"Tuan muda sepertinya nyonya mengirim sesuatu" Harus memberikan ponselnya pada Shakil yang dia sendiri sudah tau apa isi pesan itu


"Apa?" Kaget dan berlari keluar tapi tertahan oleh Haris yang aneh melihat Shakil yang lari entah mau kemana


"Anda mau kemana tuan? Kita dijerman. Dan anda mau lari kemana?" haris mengangkat kedua halisnya dan menahan senyum melihat kelakuan bosnya


"Ada apa ini?" Siapa yang lari?" Amir datang tiba-tiba


"Dia masuk rumah sakit yah, Entah apa yang dilakukan anak itu, Kenapa ceroboh sekali sampai harus menyakiti dirinya sendiri" Shakil yang sudah panik kalang kabut tidak terkendalikan


"Hey. bicara yang jelas siapa yang bunuh diri?" Amir salah paham dengan kata-kata (menyakiti dirinya sendiri)


"Apa? Dia bunuh diri? Kenapa? Apa yang terjadi?" Shakil juga ikut salah paham karena dalam pikirannya yang kalut dia tidak dapat mencerna pertanyaan Amir dengan jelas


Haris yang melihat ke salah pahaman itu pun bingung bagai mana cara menjelaskan pada kedua tuannya yang sama-sama tidak nyambung


"Maaf tuan besar, Tuan muda" Haris dengan pikiran yang yang normal dan tenang pun menahan pembicaraan keduanya. "Begini nyonya mengirim poto nona muda sedang terbaring dirumah sakit.. Kita tidak tau apa penyebabnya karena tuan muda sudah panik setelah melihat potonya saja, Dan anda tuan besar.. Maksud tuan muda menyakiti dirinya adalah kenapa nona tidak bisa menjaga dirinya sampai harus masuk rumah sakit.. Ini hanya salah kata pada ucapan tuan muda saja jadi menjalar ke bunuh diri" Haris jadi wasit dan meluruskan kesalahan pahaman ini "Untuk lebih jelas dan tidak simpang siur seperti ini. Sebaiknya telepon nona atau nyonya untuk memastikn apa yang terjadi disana?" Penjelasan Haris membuat Amir senyum-senyum atas ke salah pahamannya.. Tapi tidak dengan Shakil dia asih panik menatap layar ponselnya..

__ADS_1


Bersambung❤❤❤


__ADS_2