ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
131. Koki tertampan


__ADS_3

Pagi hari


Seperti alarm yang sudah di-setting di kepalanya, Nabila selalu bangun tepat waktu... Biasanya dia langsung mandi dan bersiap-siap ke kampus tapi hari ini tidak karena besok adalah resepsi pernikahan nya...


Hanya saja ada hal lain yang membuat dia membangunkan Shakil di pagi hari yang masih gelap ini untuk meminta sesuatu


"Kakak bangun!!" Nabila terus menggoyang-goyangkan tubuh suaminya


"Hmm" Masih dengan ngantuk yang begitu berat


"Kakak!!!!" Nabila manja, meraih tangan Shakil dan meletakkan di atas perutnya


Ternyata cara ini memang benar-benar ampuh, Baru beberapa detik saja lengan Shakil menyentuh perut Nabila dia sudah bangun disertai dengan senyuman cool "Ada apa sayang" Dia mengangkat tubuh Nabila sampai kepangkuannya


"Aku mau sesuatu tapi takut kakak marah.. dan sudah pasti gak akan bisa ngabulin"


"Kau ini anggap kakak orang lemah ya?.. Sekarang sebutkan apakah ada sesuatu yang kamu minta dan kakak tidak pernah mengabulkannya"


"Gak ada si.. Tapi yang sekarang kakak gak akan bisa"


"Kau meremehkan suamimu?"


"tiidak.."


"Lalu?"


"Aku mau makan telur goreng"


"Ya ampun Nabilaku yang tercinta. kenapa kamu bikin drama dulu hanya karena mau telur goreng saja"


"Tapi masalahnya beda"


"Semua telur sama bentuknya gak ada yang beda"


"Yang beda bukan bentuknya.. Tapi kokinya"


"Kenapa? Kamu gak mau Anton yang masak... kamu tidak suka masukannya atau ingin koki mau yang lain?"


"Aku mau kakak yang jadi kokinya" Nabila mencium bibir Shakil agar dia tidak marah saat Nabila mengatakan itu


"Apa!!!" Shakil terkejut sampai tiba-tiba menghindar dari ciuman Nabila

__ADS_1


"Tuh kan.. Nyebelin ah"


"Maaf sayang.. Bukan itu, Maksud kakak bagaimana cara membuatnya?. lebih baik kamu minta yang lain saja bisa kan?.. Anak kita juga pasti lebih suka makanan yang lebih enak dari koki termakhir dinegeri ini"


"Kakak gak bisa nego ya"


"Bukan nego, tapi kasih kamu pilihan.. takutnya kamu malah keracunan kalau kakak yang buat"


"Yaudah gak usah.. Aku juga udah gak kepengen lagi.. Sana.!!! aku mau tidur aja" Nabila mendorong tubuh Shakil dan dia turun dari atas pangkuan suaminya


Melihat Nabila marah dia tidak berdaya lagi.. hanya permintaan kecil saja mana mungkin Shakil tega untuk tidak mengabulkannya.. walaupun sulit dan sangat mustahil tapi sumber kebahagiaan dan tujuan hidup hanyalah anak dan istrinya... jadi, apa salahnya


Egois jika aku tidak mengabulkan keinginannya yang sangat sederhana ini... Dia seperti ini juga bukan keinginannya.. Bahkan seharusnya saat ini hidupnya sedang bersenang-senang bersama teman-temannya..


Tanpa bicara lagi Shakil langsung menggendong Nabila. Tentu saja dengan banyaknya penolakan karena masih marah, tapi tenaga pria lebih kuat darinya sampai mau bagaimanapun tidak bisa lagi untuk menolak..


Dan benar saja Shakil mengabulkan apa yang diinginkan Nabila di pagi hari yang masih gelap ini..


Lalu dengan Anton yang berusaha membantunya tapi berkali-kali shakil menepisnya terkecuali hanya untuk membantu memasangkan celemek saja


Tuan, dunia ini sudah tidak bisa meragukan lagi betapa besarnya cintamu pada nona.. Pemandangan yang mustahil terjadi.. Sampai aku sendiri tidak pernah membayangkan akan melihat adegan seperti sekarang


Sedangkan Nabila yang masih belum percaya Shakil mau melakukan itu langsung mengabadikan diponselnya. Pria sixpack bertubuh sempurna bertempur didapur dengan penuh kesulitan demi calon buah hatinya...


"Anton"


"Ya tuan.. Anda perlu bantuan?" Dia masih setia mendampingi Shakil untuk membantunya


"Tidak!! Aku hanya mau tanya bagaimana cara aku mengeluarkan isi telur ini? Disitu tidak ada lubang untuk membukanya" Dia masih keheranan dengan permukaan cangkang telur yang mulus


"Kita harus membelahnya dahulu.. Mari saya akan membantu anda"


"Stttt!! berhenti disana.. Jangan bergerak sedikitpun untuk membantuku.. Kau pikir aku orang lemah, aku bisa melakukannya sendiri.."


Anton pun menurut dan hanya bisa memperhatikannya dari kejauhan bagaimana cara tuan mudanya membelah telur,


Telur pertama pecah karena berlaga koki handal melemparnya ke udara, tertangkap dengan sempurna tapi terlalu kencang meremasnya,


Telur kedua pecah lagi, karena memukulnya terlalu keras sampai terbelah dua dan jatuh kelantai


Telur ketiga pecah juga karena cara membelah ya seperti mengupas kulit buah apel dengan pisau

__ADS_1


Telur keempat masih sama, Kelima, keenam ,ketujuh dan seterusnya seperti itu sampai dapur sudah berantakan dengan cangkrangnya yang berserakan.


Dan untuk telur kali ini dia berhasil mengeluarkannya dengan membolongi sedikit ujungnya, menguliti perlahan sampai ada celah untuk mengeluarkan cairan putih dan kuning kedalam mangkuk..


Lalu mengenai bumbu Anton sudah meraciknya sesuai ukuran rasa. karena dia juga tidak mau anaknya keracunan karena rasa yang tidak pas


***


Seperti biasa Mira selalu memerintahkan menu sarapan setiap harinya pada Anton apalagi sekarang banyak tamu dirumahnya jadi harus menu yang sedikit mewah. Namum saat dia memasuki dapur sudah dikejutkan dengan kotornya ruangan itu ditambah lagi melihat anaknya yang jadi koki lengkap dengan celemek


"Ada apa ini?"


"Bunda??" Nabila bangun dari duduknya


"Ppa yang kalian lakukan disini?"


"Aku lagi bikin sarapan buat Nabila" Shakil memberikan telur goreng yang hampir gosong pada istrinya


"Kau yakin ini aman?" Mira merasa heran.. bukan dari rasa saja dia ragukan tapi dari penampilannya juga yang terlihat sangat mengerikan"


"Bunda pikir aku akan mencelakai anak dan istriku?"


"Bukan itu.. Kenapa bukan koki lain yang buat.. agar lebih terjamin.. eh maksud bunda bukan terjamin yang gimana tapi lebih berselera aja gitu"


"Kalau ada pilihan juga lebih baik seperti itu.. tapi cucu bunda yang menghukumku sepagi ini untuk membuat makanan"


Mira melirik pada Nabila.. dan dia hanya memberikan senyuman tanda mengiyakan kalau ini adalah ngidamnya hari ini


"Menarik... Kalau tau gitu bunda kolingan dulu sama Nabila agar bikinnya agak banyakan buat bunda sekalian.. Belum pernah lho bunda dimasakin sama anak sendiri.. apa harus hamil dulu kali ya" Mira malah mengejeknya


"Bunda!!!"


"Haha yasudah makan sana" Mira melanjutkan niat kedatangannya ke dapur dan berbincang dengan anton


Sedangkan Nabila dan shakil beralih kemeja makan karena sudah sangat tidak sabar untuk menyantapnya.. Beberapa kali Shakil melarang agar tidak perlu dimakan karena itu agak gosong dan mungkin akan pahit,


tapi Nabila tidak peduli... Dia sangat ingin makan telur itu.. Walaupun tidak menarik dilihat tapi setelah dicoba rasanya memang enak..


Dan tiak disangka disudut ruangan ada Nova yang memperhatikan kemesraan Nabila dan Shakil..


Selama menjalin hubungan dengan Lexa dia tidak pernah seperti ini.. dulu aku melihat cintanya sangat besar sampai aku pergi dan mengalah... dan hari ini aku bahan tidak menduganya.. apa yang gadis kecil itu berikan Sampai Shakil tidak berdaya...

__ADS_1


bersambung❤️❤️❤️


__ADS_2