ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
50. Berbaikan


__ADS_3

"Yaudah terserah kakak, Ayo jelaskan" Lagi-lagi Nabila hanya bisa pasrah. Karena urusan dengan shakil tidak akan ada titiknya


"Istriku yang imut, Kamu taukan waktu kita menikah. saat itu sebenarnya aku sudah berjanji untuk melamar siska, Dan kami juga sudah membeli cincin untuk pertunangan kakak dengannya, Karena pernikahan kita yang begitu mendadak tanapa persiapan, akhirnya asisten bodoh itu memberikan cingcin itu pada bunda, dan bagi kakak saat itu tidak ada yang lebih penting dari pak Harun. termasuk Siska. itulah kejadian sebenarnya" Shakil menjelaskannya tapi dengan tangan yang terus bermain didada Nabila.


Berkali-kali Nabila menahan tangan shakil agar tida iseng tapi berkali-kali juga shakil menepisnya


"Kamu bisa percaya kan sayang? Aku janji akan menggantinya dengan yang lebih mewah dari itu" Lagi-lagi menelusuri tubuh Nabila dengan bibirnya


"Seorang polisi tidak akan mudah percaya tanpa ada bukti.. Aku akan menerima alasan kakak setelah aku mendapatkan buktinya" Nabila mencengkaram seprei karena menahan serangan dari Shakil


"Cari bukti sebanyak yang kamu butuhkan. Tanyakan pada Ayah, Bunda , Dan Haris, karena mereka yang meminta cingcin itu jadi maskawin kita" Shakil tersenyum karena melihat Nabila yang memejamkan matanya merasakan sentuhan darinya


Saat Shakil menarik tangan Nabila keatas Nabila langsung meringis kesakitan. "aaawww jangan sentuh itu" Nabila replek menarik lengannya


"Ada apa?" Shakil melihat luka ditangan Nabila yang ada bekas cakaran siska " Kenapa bisa seperti ini.. Kamu mencoba bunuh diri ya?" Shakil marah karena luka Nabila tergores tepat dikulit nadinya


"Hallooo!! Apa otakku sependek itu, Alasan apa untuk ku bunuh diri?" Nabila ikut marah karena tuduhan Shakil


"Ya karena kamu cemburu lah" Jawab santai


"What? Cemburu? Dengan sibakteri itu?"


"Bakteri??", Shakil bingung


"Iya, Sipa lagi kalau bukan calon istrimu itu. Dia mencengkram tanganku dan melukaiku dengan kuku tajamnya, Dan kakak, Kemarin menyuruhku menggunting kuku agar aku tidak bisa mencakarnya balik kan?. Lihat saja setelah kukuku panjang aku akan balas mencakar wajahnya" mempraktekan cakaran ke wajah Shakil


"Seram sekali istriku ini, Sudah sayang jangan membalsnya, Dia orang yang berbahaya untuk mu. Biar kakak yang akan memberiya pelajaran." Shakil mencoba nenenagkan agar Nabila tidak terlibat dengannya


"Hahaha" Nabila tertawa, Lalu wajahnya berubah seketika jadi serirus "MASA?" membulatkan matanya " Tadi aja saat dia menyakitiku kakak hanya diam seperti kura-kura, Cih sekarang sok melindungiku lagi?"


"Sayang kaka punya alasan untuk itu juga" Shakil bejalan dan mencari kotak obat "Ayah dan kakak berencana akan menjebaknya lagi, Untuk memastikan kalau dia lah yang membuat kekacawan di perusahaan kita. Kakak harus berbuat baik padanya, Tapi kakak janji ini tidak akan lama lagi" Menarik tangan Nabila dan mengobatinya


"Sakit pelan-pelan" Mencubit tangan Shakil


"Sakitan mana dengan kemarin malam?" Senyum nakal Shakil yang menatap Nabila

__ADS_1


"Apa si gak lucu tau" Nabila memalingkan wajahnya menahan senyuman juga


"Kamu tenang aja. Kakakkan selalu melakukannya dengan pelan-pelan" Shakil semakin suka menggodanya saat melihat wajah Nabila yang merah


"Aku masih marah ya?" Menatap Shakil dengan senyuman


"Kalau marahnya semanis ini. Gimana dengan bahagianya ya?.. Pasti secantik bidadari" mencubit pipi Nabila


"Hahahaha Gombalan kakak garing, Pasti sering bilang ini juga kan sama Si bakteri itu?" Mengejek Shakil agar dia marah


"Tentu saja" Jawab acuh, Dan spontan Nabila menarik lengannya


"Tuh kan!!, Cek cek cek" Nabila berdecak.. "laki-laki memang modus semua" Nabila memonyongkan bibirnya


"Wajahmu jangan seperti itu, Sekarang kakak mulai lapar? Jangan salahkan kalau nanti kamu yang akan kakak makan" Mengecup bibir monyong Nabila "Siska pernah bilang sama kakak (Sayang, Aku tidak bisa hidup tanpa kamu) Kau tau? Dia begitu menggoda dan manja saat mengatakan itu, Lalu kakak jawab...",


Shakil sengaja menggantung pembicaraannya karena melihat ekspersi wajah Nabila berubah menjadi serius


"Apa?" Nabila penasaran


"Hahaha" Mereka tertawa terbahak bersama, tapi Nabila tertawanya dengan memukul-mukul tangan Shakil


"Kakak lucu sekali" Nabila mencubit kedua pipi Shakil dan menggoyang-goyangkannya


"Tapi, yang lebih lucu lagi yaitu kamu saat tersenyum seperti ini, Sudah sini tanganmu kakak obati dulu" Shakil menarik tangan Nabila dan mengobatinya


***


Shakil dan Nabila tidur seperti biasa, Setelah Shakil meluluhkan lagi hati Nabila akhirnya dia mau tidur didalam pelukannya lagi. Walaupun Shakil masih harus puasa, Tapi tetap dia masih melakukan kegiatannya yang lain. Bagi Nabila suaminya puasa atau tidak itu sama saja ini membuatnya tidak bisa tidur nyenyak, Karena tangan jahil suaminya yang tidak bisa diam kemana-mana


Pagi ini walaupun ujian selesai Nabila masih telep pergi kesekolah karena masih ada tes Ekstrakulikuler yang belum dia jalani


"Kakak ayo bangun aku mau sekolah" Nabila yang sudah rapih, Wangi dan Cantik membangunkan Shakil..


"Jam berapa ini?" Merenggangkan otot-ototnya

__ADS_1


"Udah jam tujuh, cepat bangun nanti aku telat"


Shakil terkejut dan berlari kekamar mandi, Dia takut Nabila sesiangan dan pasti akan marah lagi


Dengan cepat Shakil bersiap-siap setengah mati,. Setelah setengah jam selesai sudah, Dengan tampang sempurnanya Shakil sangat mempesona


"Ayo sayang nanti kamu telat" Dengan nafas terengah-engah mencari ponsel dan dompetnya


"Tunggu sebentar, Bentar lagi nih nanggung" Jawab santai Nabila yang pokus pada ponselnya


"Jangan salahkan kakak ya kalau kamu telat?"


"Gak akan kok. ini kan baru jam enam" Nabila masih belum sadar dengan ucapannya, dengan mata yang masih menatap ponsel


"Jam enam?" Shakil melihat jam ditangannya "Nabilaaaa" Suara geram dari Shakil menyadarkan Nabila "Kamu ngerjain kakak ya?" meraptkan giginya dan menghampiri Nabila


Nabila tersadar, Tadi dia hanya mengerjai suaminya lalu dengan senyuman dia langsung berlari keluar "Hahaha,,, Maafkan aku. Aku cuma mau kakak bangun pagiiii" turun kebawah yang dikejar Shakil


"Bunda, Bunda tolong aku?" Nabila mengumpat dibelakang Mira


"Ada apa ini? Shakil? Apa yang ingin kamu lakukan padanya?" Mira serius karena dipikir pertengkaran kemarin masih berlanjut


"Bunda dia menipuku, Dia bilang sudah jam tujuh, Lalu aku khawatir dia akan telat dan ternyata baru jam enam" Shakil kesal


"Bagus dong, Kamu jadi bangun sepagi ini" Mira tersenyum membela Nabila, Dan dia juga bahagia melihat sepagi ini kedua anaknya akur


"Tuh kan? Bunda aja setuju" Dipunggung Mira, Nabila memberikan ciuman jarak jauh pada Shakil


"Kauuuu?" Menarik tangan Nabila dan mendudukannya dikursi, Tempat biasa dia duduk


Pagi itu mereka makan dengan tenang, Tapi tidak dengan Nabila, Karena sebelah tangan suaminya jahil. Mengangkat rok sekolah Nabila dan mengelusnya perlahan. Membuat Nabila menggeliat karena geli


"Diam!! Ini hukuman karena tadi kamu ngerjain kakak"


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2