ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
44, Nabila demam


__ADS_3

"Ayah, Bunda, Nabila gak apa-apa kok" Dia bangun dan bersandar disofa


"Gak apa-apa gimana? Kamu panas banget nak!" Seru mira memegang kening Nabila


"Sebentar ayah panggil Tito" Tito adalah dokter keluarga Amir.. Dan dia juga pernah memeriksa Nabila waktu tertembak dulu


"Sayang kamu kenapa?" Dengan paniknya Shakil berlari dari tangga sampai tersandung dan terjatuh tepat dihadapan nabila


Amir dan Mira saling pandang mendengar kata SAYANG keluar dari mulut Shakil. Yang sangat tidak disangka dia sepanik itu sampai terjatuh dihadapan istrinya


"Kakak hati-hati, Kenapa harus lari si?"


"Kamu kenpa?" Memeriksa suhu tubuh istrinya dengan menempelkan keningnya di kening Nabila


"Kamu cek suhu, apa nyari kesempatan si" Protes Mira


"Ini tes paling akurat bunda" Seperti biasa kembali acuh...


"Terserah kamu deh" Mira menggeleng kepalanya "Dan kenapa Nabila bisa sakit. Kamu apakan dia?" Menuding shakil


"Bunda aku beneran tidak apa-apa kok, Mungkin mau flu" Senyum manis pada Shakil dia berusaha membela suaminya


"Yasudah kita kekamar dulu ya bun" Tanpa permisi Shakil menggendong tubuh Nabila


Lagi-lagi perlakuan Shakil membuat Amir dan Mira terbelelak... Sejak kapan anaknya punya hati.. Apalagi pada seorang wanita.


"Eh iya, nanti pak Anton bunda suruh bawa bubur keatas".


"Kakak lepasin, aku malu tau" Mencubit dada Shakil


"Diam, kamu mau kakak bungkam disini"


Aaaaah nyebelin banget si, Baru aja tadi pagi bicara yang manis-manis, Sekarang udah balik lagi jadi monster kuman.. Dasar aneh

__ADS_1


"Ayah aku bawa Nabila kekamar ya" Shakil permisi pada Amir


" ya sebentar lagi Tito datang" jawab Amir


"Baik ayah" Shakil menggendong Nabila kekamarnya


"Ayah lihat anak kita sudah mulai punya hati lagi. Semua berkat Nabila


"Iya ayah juga senang lihatnya"


***


"Kamu kenapa keluar, Kakak bilang kan temani tidur" Meletakan tubuh Nabila di ranjang


"Aku belajar online sama temen. Kalau mereka lihat ada kakak lagi tidur gimana? Mereka pasti akan nanya yang aneh-aneh" Dengan bibir yang bergetar karena suhu tubuhnya semakin tinggi


"Kakak gak terima alasan, Lihat kamu demam gini kakak gak tau, Gimana nanti kata ayah bunda, Pasti mereka bilang kakak gak perhatian sama kamu" Shakil sangat khawatir dan meraih tubuh Nabila kepelukannya


Tuh kan, Kakak perhatian sama aku cuma karena ayah bundanya, Dan karena aku anak papah juga, Dia sama sekali gak peduli sama aku, Pembohong, Kenapa kata-katanya semalam bikin aku sayang sama dia, Dan sekarang malah jutek banget, Apa semua laki-laki seperti ini? Udah dapet yang dia mau langsung berubah?


"Masuk" Setelah shakil membuka pintu, mempersilahkan dokter Tito memeriksa istrinya


Dokter tito memeriksa Nabila, Mengukur suhu tubuhnya dengan Termometer, Merasakan denyut nadinya dan memeriksa detak jantung Nabila menggunakan tetoskop


"Semuanya baik! Apa anda Flu, batuk?"


"Tidak" Jawab singkat


"Coba buka mulut anda Nona, Bisa jadi dari radang" Tito memeriksa tenggorokan Nabila menggunakan senter kecil "Tidak juga! Apa anda terluka?" Tito bertanya pada Nabila, dan Nabila melemparkan pandangannya pada Shakil


Shakil mengerti Nabila pasti tidak nyaman Tito bertanya seperti itu, Dan dia berusaha mengalihkannya


"Bagaimana dok keadaannya?" Tanya Shakil

__ADS_1


"Dia baik-baik saja mungkin infeks atau virus saja, Tidak ada yang dikhawatirkan.


Infeksi? Apa dia separah itu?


"Bisa kita bicara sebentar?" Shakil membawa Tito ke balkon.. Ntah apa yang dia bicarakan tiba-tiba dokter itu mengeluarkan jarum suntik dari dalam tasnya


"lho apa perlu di suntik dok?" Shakil terlihat khawatir..


"Tentu saja, Selain untuk infeksinya ini juga baik untuk pasangan yang baru menikah"


"Bisa tidak kalau tidak pakai jarum, Maksudku tidak perlu di suntik" Shakil terlihat gugup padahal Nabila sendiri biasa saja


"Lho kenapa? Aku tidak takut dengan jarum"


Shakil berbisik pada Nabila "kamu ingin bokongmu dilihat olehnya? kamu suka dia menyentuhnya?" disertai gigitan pelan di kuping Nabila


Aaaahhh sakit tau, dasar kuman eror, disentuh kamu yang tampan sempurna aja aku gak mau apalagi dokter botak ini,


"Yasudah tidak apa-apa kalau tidak mau di suntik, Daya akan memberikan Antibiotik untuknya dan untuk demamnya juga dan jika panasnya tidak turun juga sebaiknya anda membawanya kespesialis dalam bidang ini" Dokter Tito hanya senyum-senyum karena dokter itu tau dari kecil, Yang paling Shakil takuti hanya jarum suntik, haha tidak sebanding dengan kekuasaannya


Dokter meninggalkan ruangan itu dan berbicara dengan Amir dan Mira tentang apa penyakit Nabila, Tapi tidak menyebutkan inti dari demam itu, Karena Shakil melarangnya


"Ayo kamu makan dulu" Menyuapi Nabila dengan sangat hati-hati...


"Aku bisa sendiri kak" Mengambil mangkuk yang Shakil pegang "aahhhh panas sekali" mengembalikan lagi mangkuknya pada Shakil


"Apa? Kenapa dikembalikan? Mau makan sendiri? . Ayo pegang ini, Bisa tidak kamu diam,, Tidak mau ya kakak perhatian sama kamu?" Kesal karena tangan Nabila kepanasan


Kenapa sih sayang kamu gak bisa ngerti. Kakak khawatir sama kamu, Maaf kakak udah bikin kamu jadi gini. Pasti sakit banget ya sampai infeksi segala


Shakil sadar ini semua karena ulahnya karena dokter tadi sudah menjelaskan kenapa Nabila bisa sampai demam,


Kenapa marah-marah si, Aku gini juga kan gara-gara dia, Nyebelin banget deh habis manis sepah dibuang.

__ADS_1


Bersambung❤❤❤


__ADS_2