
Dikantor selesai rapat Shakil berniat mengajak Nabila jalan-jalan sore. Entah kenapa isi kepala Shakil hanya ada Nabila istri kecil mungil yang terus mengganggu pikirannya
Brukk, Suara pintu ruangan Presdir terbuka, Seorang gadis berjalan dengan khas lenggak-lenggok ala model, Datang menghampirinya
"Sayang,, kenapa kau tidak menghubungi aku?" Dengan manjanya siska langsung memeluk Shakil
Shakil merasa sangat jijik, Tapi bagaimana lagi dia harus tetep berpura-pura demi misinya
" I'am busy" Jawab singkat seperti biasanya
"Bohong? Kamu menghindariku setelah malam itu" Menarik dasi Shakil dengan liarnya
"Benarkah, Aku yang berbohong? Apa kamu?" Mengangkat dagu Siska
"Ma.. Maksud mu?" Tiba-tiba berubah gugup
"Ayolah siska, Kau tidak ingat kejadian malam itu" Memancing
Sial aku terlalu banyak minum.. Aku tidak sadar apa saja yang aku lakukan. Gawat apa aku bicara yang tidak-tidak?
"Sayang, Memang apa yang aku lakukan, Bukankah kita sama-sama minum. Tapi kenapa aku tidak mengingat apa pun?"
"Kamu bilang mencintaiku, Tapi tentang diriku kau lupa, Sejak kapan aku banyak minum? Paling banyak hanya dua gelas dan kau juga sangat tau itu, Jadi mana mungkin aku tidak mengingat apa yang kita lakukan?"
Kenapa aku bodoh sekali, Dan kenapa juga aku tidak memastikan lebih dulu, Kalau dia harus minum lebih banyak lagi!
"Bu, Bukankah, Kau membawaku ke Vila dan kita, Maksudku, Kau, Dan aku malam itu" siska sangat tegang. Karena dia sendiri tidak tau apa yang terjadi. Setaunya hanya menghabiskan malam di ranjang
__ADS_1
"Ada apa kenapa kau gugup.. Lihat tanganmu bergetar, Apa kau belum makan?"
"Su,Sudah aku sudah makan" Semakin takut
"Ayolah Siska, Biasanya kau selalu terlihat menggoda, Dan kenapa hari ini kau sangat malu-malu setelah melakukan itu" Shakil terus menyudutkan siska agar dia bicara dalam keadaan sadar
Apa aku melakukan hal fatal? Apa yang terjadi? Apakah aku membongkar identitas ku? Kematian harun, Kekacauan perusahaan yang di jerman? Atau yang lain? Apa aku bicara semua?
"Yang dipikiranmu saat ini sangatlah benar. Itu yang kau lakukan!" Shakil sudah bisa menebak jika seseorang melakukan kejahatan, Yang selalu dia pikirkan adalah perbuatannya itu. Dan tidak mungkin memikirkan hal lain..
"Ma, Maksud mu?" Semakin ketakutan
"Kenapa kau tidak bilang dari awal jika dia adalah keluarga mu? Kenapa kau tutupi dariku? Setidaknya aku bisa menyapa calon mertua ku disana" Shakil sengaja memancing Siska agar dia membongkarnya sendiri
"Apa aku katakan itu semua?" Seketika wujudnya berubah. Bukan lagi seperti siska yang selalu menggoda, Melainkan seperti kucing yang ketakutan dengaan suara kembang api diawal tahun
"Aku bicara semua?" Siska semakin takut dengan tatapannya yang kosong
"Jadi dialah ayah mu?" Mulai memancing yang sebenarnya dia juga tidak tau
"Maaf, Maafkan aku? Sungguh aku tidak terlibat dengan urusan ayahku. Dan aku sudah memperingatinya agar tidak mengganggu keluarga calon suamiku, Tapi dia tidak menuruti apa kataku"
Bagus siska selamatkan lah dirimu dulu. Dan atur nanti
"Sayang aku tidak terlibat dengan kekacauan perusahaan mu yang di jerman, Pleace? percaya lah?" Berlutut dihadapan Shakil
"Hei ada apa denganmu? Bangun lah. Kau tau cinta itu didasari dari kepercayaan. Jadi aku sama sekali tidak menuduhmu. Hanya saja kenapa kau tidak bicara dari awal, kalau dia ayahmu?" Shakil berhasil menjebak Siska yang kedua kalinya, Dan pengakuan kali ini dalam keadaan sadar terekam kamera pengawas
__ADS_1
"Karena ayahku ingin menghancurkan perusahaanmu, Makanya aku tidak mau memberitaumu tentang siapa keluarga ku, Aku takut kamu akan membenciku. Sayang,, Aku sangat mencintaimu. Dan apapun yang ayahku lakukan kumohon jangan libatkan dalam maslah pribadi kita" Memohon dengan menempelkan kedua telapak tangannya
Tepet sasaran. kau sudah masuk kedalam perngkap ku, tinggal bagaimana caranya agar ku bisa tau siapa nama ayahmu?
"Aku tidak tau masalah orang tua kita? Tapi aku pasti akan menghormatinya.!!! Apalagi dia calon mertuaku, Dan mungkin saja hatinya akan luluh setelah aku berbicara baik-baik padanya, kau setuju?"
"Aku semakin cinta padamu? Baiklah setelah ada kesempatan kita akan bertemu dengan orangtuaku!" Memeluk dan mencium pipi shakil
Kau bodoh sekali Sayang, ini semakin mudah untuk aku menguasaimu, aku akan menghancurkanmu setelah kau bertemu ayahku, Dan jangan harap kau bisa kembali lagi bersama orangtuamu, Siska
jebakanku berhasil. aku akan datang menemui orangtuamu dan membawa bukti kejahatan kalian. Shakil
***
Hidangan makan malam sudah tersaji di meja makan, Setelah Shakil memperlihatkan rekaman cctv kantor, Amir dan Haris pun ikut gabung dengan Mira dan Nabila dimeja makan.
Ayah duduk dikursi tunggal ujung meja makan. Lalu Shakil dan Haris bersebelahan di bagian Kakan Amir,
Sedangkan Mira dan Nabila bersebelahan dibagian kiri Amir.. Pemandangan ini sudah dibentuk dari awal Nabila disana. Karena memang dia tidak mau duduk dekat dengan suaminya
Shakil yang sudah merindukan Nabila dari tadi siang. Akhirnya dia bisa melihat senyum manis istrinya, Saat memasuki ruang makan tadi
Nabila yang dari tadi dipandang shakil merasa risih.. dia tidak mau ayah bundanya tau, jika Shakil menatapnya seperti ingin menergap dan memangsanya
Ahhh kenapa kakak liatinnya kaya gitu si, eemm liat aja. emangnya aku gak bisa ngerjain dia haha
Nabila menatapnya kembali, lalu mengedipkan sebelah matanya dan mengeluarkan lidahnya kesamping sedikit, membuat Shakil terbelalak Melihat keimutan Nabila yang baginya sangat sexy menggoda.
__ADS_1
Bersambung❤❤❤