
"Hari ini kamu mau kemana?" Tanya Shakil yang baru bangun karena mencium parfum Nabila di pagi hari yang sangat lembut
"Aku kan dokter, Jadi hari ini waktuku hanya untuk merawat pasien kesayanganku" Nabila merangkak naik ketempat tidur merapihkan bantal-bantal agar Shakil bisa duduk bersandar dengan nyaman
"Terimakasih sayang" Shakil yang di batu Nabila duduk "Kamu sudah sarapan belum?" membelai rambut Nabila yang menghalangi wajah cantiknya
"Sebentar lagi pak Anton bawain sarapannya, kita makan disini" Nabila mengangkat halisnya minta persetujuan Shakil
"Terserah dokter cantik saja" Shakil menekan tengkuk Nabila me***at bibirnya, Dan Nabila juga membalas dengan malu-malu walupun tidak semakhir Shakil tapi dia berusaha melakukan yang terbaik
"Kau manis sekali" Shakil mengusap lembut bibir mungil itu dengan ibu jarinya "Belajar terus ya" Dia tersenyum dan menepuk pelan pucuk kepala Nabila
"Aku malu" Dia langsung menutup wajah dengan kedua tangannya
"Apa yang membuatmu malu" Shakil mendorong tubuh Nabila sampai dia berbaring diranjang "Bukankah kita sering melakukannya?" Tangan Shakil yang masuk kedalam rok Nabila
"Ah kakak geli" Dia menggeliat dan menahan tangan jahil Shakil
"Tutup matamu, dan semuanya akan jadi nyaman" Perlahan dia menjilat telinga Nabila dengan tangan yang masih berada ditempat yang tadi dan semakin memperdalam lagi raihannya
"Kakak ahh" Nabila memejamkan matanya mengikuti apa yang Shakil perintahkan sampai dia benar-benar sangat nyaman
"Keluarkan suaramu sayang, Kakak sangat menyukainya, kau terdengar sangat sexy" Bisikan hangat Shakil semakin membuat Nabila hanyut
"Kakak, ahh.. Aku sangat mencintaimu" Nabila yang mulai agresif meraik kepala Shakil dan me***at habis bibirnya walaupun napasnya sudah tidak teratur tapi dia masih saja bertahan karena semakin lama sentuhan lembut tangan Shakil membuatnya sangat ber**irah
"Katakan lagi sayang. Ayo, keluarkan suara sexymu" Shakil beralih kedada kecil Nabila dan bermain dengan lembutnya
"Ahh.. Aku mencintaimu, Kakak... aku... aku sangat mencintaimu"
"Ya sayang, Lakukan lagi" Shakil semakin tak terkendalikan dia begitu semangat karena Nabila sangat menggoda
Tok.. Tok
Keduanya diam sejenak seperti detak jam yang tiba-tiba terhenti sepi dan sunyi. Keduanya hanya saling pandang mendengarkan lagi suara tadi
Tok..Tok
"Kakak" Nabila mendorong dada Shakil yang menempel didadanya
"Biarkan saja" Shakil melanjutkan lagi kegiatanya yang hampir pudar itu
"Tuan sarapan anda" Suara anton dari balik pintu
"Aaarrr ganggu saja" Shakil bangun dari atas tubuh Nabila dan duduk diposisi semula dengan kesal yang sangat membara
"Sebentar!!!,, aku segera datang" Nabila merapihkan pakaian dan rambutnya yang sudah berantakan seperti habis berperang
Nabila membuka pintunya dan mempersilahkan Anton dan pelayan lainnya masuk kedalam membawa beberapa makanan yang sudah dipesannya sejak pagi tadi
__ADS_1
"Silahkan tuan, nona!" Anton dan pelayan itupun undur diri setelah menata rapih sarapannya diatas meja serta beberapa lilin aroma terapi yang lembut di indra penciuman penuni kamar itu
Keadaan tuan sepertinya sedang tidak baik. Apa dia sedang bertengkar dengan nona muda? wajahnya terlihat sangat marah aku harap nona bisa mengatasinya
Anton sangat khawatir melihat shakil nampak sangat marah, Dia tidak menyadari sikap tuannya seperti itu karena dirinyalah yang merusak adegan yang sudah sagat memanas jadi buyar
"Udah mukanya jangan menyeramkan gitu, kita makan yuk? Cacing di perut ku udah demo nih" Nabila duduk disamping Shakil dan mimijat kakiknya
"Semua nafsuku sudah hilang apalagi nafsu makan"
"Yakin gak mau? makannya enak lho!!"
"Kakak mau makan kamu dulu" Shakil mendekatnya wajahnya pada Nabila
"Tapi aku tidak bisa bikin perut kakak kenyang" Nabila juga ikut mendekatkan wajahnya dan menggesek-gesek hidungnya
"Setidaknya kakak masih bisa menahan rasa lapar dari pada harus menahan tidak memangsamu sayang" Satu kecupan mendarat lagi dibibir Nabila
"Mau makan sekarang atau tidak akan makan sama sekali, Baik sarapannya maupun aku" Nabila berbisik dan menggigit telinga Shakil sampai merah
"Apa yang kamu lakukan. Kamu mau membunuhku ya"
"Iya, kalau tidak aku yang akan mati lebih dulu karena kelaparan" Dia beranjak dan duduk disofa yang sudah banyak makanan didepannya
"Kau ratu tega, Bagaiman dengan kakak" Shakil ikut menghampirinya
"Wiih galaknya"
"Sudah ayo makan, Dan satu kali lagi bicara yang tidak-tidak aku akan menghabiskan semua makanan ini dengan kakak sekalian. Aku akan menelanya" Nabila bicara dengan posisi tangan yang ingin menerkam habis tubuh Shakil
"Kau kejam sekali" Shakil tersenyum berlaga ketakutan melihat aksi Nabila seperti macan yang ingin menerkam mangsanya
"Makanya jangan banyak bicara lagi ayo makan" Nabila meniup sup yang akan diberikan pada Shakil tapi dia malah merebutnya
"Sup apa ini?"
"Sepertinya sup jagung"
"Apa kau bisa memakannya?"
"Bisa, karena aku tadi memintanya tidak pakai daging"
"Bagus, begini cara makannya" Shakil menghirup sup itu dan menumpahkannya didalam mulut Nabila yang dengan repleks dia menelannya
"Uhuk,,uhuk,,"
"Kamu gak apa-apa kan?" Shakil menepuk-nepuk punggung Nabila yang tersedak "Minum dulu"
"kakak mau aku mati ya" Nabila memukulnya
__ADS_1
"Lho kakak cuma mau kamu tau cara makan sup yang baik dan benar" Shakil pura-pura bodoh dengan kesalahannya
"Iya, tapi kan bisa bilang dulu kali"
"Emang kalau bilang dulu kamu mau?"
"Gak lah"
"Tuh kan"
"Udah ah, ayo makan yang bener habis ini minum obatnya, Huh dasar pasien pertama tapi sangat merpotkan" Nabila mendumel sendiri
"Kakak bisa dengar ya"
Kenapa si tingkah lakunya sangat lucu, seorang Presdir tapi kaya anak-anak. Huh gimana aku kuliah nanti, aku pasti gak sanggup jauh dari kakak
"Kenapa senyum-senyum lagi mikirin mesum ya"
"Enak aja, emangnya kakak selalu mikirin itu"
"Siapa suruh kamu sangat menggoda"
"Tau ah"
Setelah selesai berdebat mereka menghabiskan sarapannya dan Nabila juga membersihkan tubuh Shakil agar lebih segar karena hari ini dia juga ada Meeting online bersama kliennya
***
"Pagi bunda?" Nabila menyapa Mira dihalaman belakang
"Pagi sayang, kamu sekarang gemukan ya?"
"O ya?... Emang si kayanya sebagian baju aku agak sempit"
"Kamu hamil ya?"
"Gak lah bunda, aku kan baru datang bulan, lagian kan kalau orang hamil mual, pusing gak mau makan kan? sekarang aku malah lagi suka makan makanya timbanganku naik"
"Gak semua gejalanya sama si, tapi bunda gimana yang terbaik aja lah, lagian kamu kan mau kuliah"
"Iya kakak juga gak terlalu berharap kita cepet punya anak kok. Seenggaknya aku S2 dulu"
Tapi kita kan gak pakai pengaman, kalau sekarang aku minum pil penunda kehamilan percuma, aku tunggu datang bulan berikutnya aja deh, Gimana kalau aku hamil? Aaa aku kan belum siap
"Hey kamu kenapa?" Mira tersenyum melihat Nabila yang cemas memegangi perutnya "Sini sayang, dengarkan bunda, sekarang atau nanti kalian diberi kepercayaan oleh Tuhan itu adalah rezeki, kita tidak boleh menolaknya atau menyesalinya, bunda tau kamu mau kuliah dan itu memang wajib. Anak mantu bunda harus berpendidikan kita bisa mengaturnya nanti ok"
Nabila menanggukan kepalanya dia juga sebenarnya tidak terlalu khawatir karena sekarang sudah lulus SMA dan untuk hamil atau tidaknya dia percaya Shakil bisa mengatasi kuliahnya dengan baik nanti....
Bersambung❤❤❤
__ADS_1