ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
23, Tuduhan Nabila


__ADS_3

"maaf tuan, sebaiknya kita bawa Nona kerumah saja,, saya akan memanggil dokter dan alat medisnya kesana!" membuka pintu mobil mempersilahkan tuan dan nona mudanya masuk


"kau gila.. apa kau dokter bisa menjamin dia akan baik-baik saja, dia tertembak bodoh,," menendang lebih keras lagi


"tentu saja tuan saya jamin nona hanya syok,, dia akan baik-baik saja"


"maaf tuan tapi ada yang berusaha membunuhnya, bukankah jika dirumah sakit kita akan sulit menutupi identitasnya,, apalagi jika anda terlihat panik seperti ini, orang akan mengira nona adalah orang penting dalam hidup anda, maka akan lebih berbahaya lagi" mencoba menjelaskan


"sial!! bagaimana aku sepanik ini padanya!!"


"kau pikir aku panik karna dia penting untuk ku?? aku hanya tidak mau ayah dan buda marah karena aku tidak bisa menjaganya, kau paham???" sambil masuk dalam mobil, begitupun Haris yang lansung melakukan dengan kecepatan sedang


"cih., masih berpura-pura, padahal aku lihat sendiri adegan cemburu buta mu itu"


"apa perlu saya menghubungi tuan dan nyonya besar??"


"jangan" jawab cepat "kamu ingin melihatku tertembak juga?" jawab kesal, tapi tidak dengan Haris yang masih santai melakukan kendaraannya


"kau mau dia mati?? kenapa lambat sekali" teriak lagi


"tapi saya tidak mau kita bertiga yang mati!!"


" aku tidak perduli,, tampah kecepatannya sekarang" teriak tidak sabar,, dia terus memeluk istrinya dengan darah yang sudah mengotori pakaian mereka berdua..


Mobil sudah memasuki gerbang utama.. dari arah kejauhan dokter dan anton berdiri didepan rumah menunggu kedatangan mereka,


setelah pintu mobil terbuka, Shakil setengah berlari menggendongnya menaiki anak tannga dan membaringkan tubuh kecil istrinya dikamar Nabila


Dengan sibuknya dokter memeriksa gadis itu, membersikan luka tembakan yang tidak parah


"bagaimana keadaannya??" panik


" anda tenang saja tuan nona muda tidak apa-apa" jawab santai


"apa kau sudah tidak waras, di ditembak,!! masih bisa kau bilang tidak apa-apa??" dengan nada tinggi

__ADS_1


" tuannn,, kendalikan dirimu, kau sangat terlihat bodoh saat ini" batin haris


"maaf tuan.. tapi pelurunya meleset, dan hanya menyerempet sedikit lengannya" berusaha menenangkan


"jika diagnosa mu benar, kenapa istriku belum sadar, kau ingin dia mati dengan membiarkannya seperti ini tanpa infusan atau apalah sejenisnya"


"kumohon tuan,, hentikan kebodohan anda kenapa cinta membuatmu jadi seperti ini"


" itu tidak perlu tuan, dia hanya syok saja sebentar lagi juga sadar" jelas dokter dan memberikan resep pada Haris


"pergi kau,, jika dia tidak bangun-bangun, aku akan membuatmu tidak bangun juga" mengancam dan berjalan mendekati istrinya lalu duduk ditepi ranjang


" saya permisi tuan" dengan hormat dokter itu membungkukan tubuhnya


"mari saya antar" ucap haris sambil meninggalkan kamar Nabila


Shakil tak bergerak dari posisinya,, dia tidak perduli dengan pakaiannya yang kotor karena sedikitpun tidak ingin meninggalkan Nabila,,matanya terus menatap wajah polos itu, penyesalan, penyesalan, dan penyesalan yang terus menggerogoti hatinya.... "harusnya aku langsung mengajaknya pulang, tidak perlu berdebat dengannya tadi,, ini salahku!! maafkan aku Nabila!!!,,,, maaf,,,"


tok tok


" maaf tuan,, Haris menitipkan ini, obat untuk nona muda" memberikan kantong kecil


"dimana dia?? kenapa di pergi disaat seperti ini??" melirik anton dengan tatapan sinis


"dia bilang ingin mencari penembak nona muda tua!!"


"cih aku pikir dia tidak peduli padaku.. baiklah carikan perawat untuk merawatnya" perintah Shakil


"maaf tuan, tapi untuk saat ini saya tidak bisa percaya siapapun untuk merawat nona muda" menunduk sopan


"kau benar, bagaimana nanti ada yang melukainya lagi,, lalu siapa yang akan merawatnya


"saya rasa untuk saat ini hanya tuan yang bisa merawatnya" memberi usulan yang memang sudah diperintahkan Amir dan Haris padanya


berdiam sejenak dan,," baiklah aku sendiri yang akan merawatnya!! ambilkan pakaian tidurku.. aku mau mandi" perintahnya

__ADS_1


"baik tuan"


"dan carikan juga pakaian tidur untuknya" tambah


"baik tuan"lagi


setelah mendapatka semua yang dia butuhkan Shakil pun langsung mengganti pakaian Nabila dengan sangat hati-hati lalu dia pergi kekamar mandi membersihkan tubuhnya


waktu keluar dari kamar mandi dia melihat Nabila bergerak merintih kesakitan dia pun langsung menghampirinya


"sayang apa kamu baik-baik saja??"dengan kepanikan mengecek seluruh tubuh Nabila " bicara padaku,, apa ini terasa sangat sakit??" meniup luka yang terbalut perban


Nabila mulai mengingat kejadian yang dialaminya tadi " ada apa dengan ku?? kenapa tangan ku sakit??" melihat pada lukanya


"ada yang telah menembakmu" dengan wajah penuh penyesalan tidak bisa melindunginya


"apa kau yang melakukan ini??" menuduh


"apa!!!!" Shakil kaget


"bukankah saat itu kau membenciku??" masih kesal pada Shakil karena membandingkannya dengan pembunuh orangtuanya


"apa kau sudah gila, mana mungkin aku melakukannya pada mu" meninggikan nada suaranya tak terima atas tuduhan nabila


"disana tidak ada orang,, dan tidak ada bukti juga kan??" memalingkan wajahnya


"hai gadis bodoh,, jika aku yang melakukannya,, untuk apa aku repot-repot menjagamu disini?? kenapa tidak lansung kubuang saja tadi kau dijurang" kesal lalu memakai pakaiannya didepan nabila..


:


:


:


:

__ADS_1


Bersambung❤❤❤


__ADS_2