ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
139 Pulau luar biasa


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan hampir selesai dan tamu undangan pun masih lengkap di formasinya masing-masing, dari kejauhan di tengah-tengah laut terlihat ada sebuah kapal yang melaju mendekati bibir pantai.. Kapal itu terlihat tidak terlalu besar namun sangat mewah...


Biasanya pengantin diiringi dengan mobil yang dihiasi bunga tapi ini malah sebuah kapal...


Dekoran nya pun dibuat semewah mungkin, bahkan saat dinaiki tidak terasa berada di dalam kapal... tapi seperti taman terapung diatas laut


Ribuan orang menyaksikan datangnya kapal itu dan berhenti tepat dibelakang pelaminan menjulurkan sebuah tangga berkarpet hijau untuk pengantin berjalan...


"Kakak kita akan naik kesini?" Nabila masih ternganga melihat betapa mewah dan indahnya kapal itu


"Iya sayang, jemputan bulan madu"


"Ini benar-benar gak pernah aku bayangin, mimpi pun gak pernah"


"Maka dari itu sebelum kamu bermimpi, kakak akan mewujudkannya"


"Terimakasih sayang" Tanpa malu dilihat orang Nabila memeluk Shakil karena sangat bahagia


"Tapi" Tiba-tiba wajahnya murung "Aku kan lagi hamil, emangnya boleh naik kapal?"


"Sayang,, kamu dan anak ini lebih penting dari bulan madu kita,, Sebelum kau mengkhawatirkan itu kakak sudah konsultasi dengan dokternya terlebih dulu... Jadi jangan pikirkan apa-apa karena kakak sudah mengukur itu semua"


Nabila hanya bisa tersenyum dengan linangan air mata... Dia sangat terharu Shakil sudah mempersiapkan ini semua tanpa dia tau..


"Aku gak tau lagi harus bicara apa... aku benar-benar mau nangis" Lagi-lagi Nabila memeluk Shakil


"Hey,, kenapa jadi nangis?... Harusnya kamu bahagia... Trus kita gak jadi nih bulan madunya? Apa masih mau mandangin kapal ini dengan air matamu?" Shakil mengejek Nabila


"Mauuuu!!!!" Rengekan manjanya


"Hahah.. Come on.." Shakil mengulurkan tangannya untuk Nabila gandeng dan menaiki tangga itu..


Akhirnya sepasang pengantin itu berjalan keatas kapal.. dan sebelum meninggalkan pantai Shakil dan Nabila juga melemparkan bunga untuk tamu undangan dan kebetulan yang mendapatkannya adalah Anna...


tapi baginya itu adalah hal biasa, karena setiap kali menghadiri acara lempar bunga pengantin dia selalu mendapatkannya tapi siapa tau sekarang malah Nabila yang menikah lebih dulu...


***


Di Pulau...


Tak jauh perjalanan mereka ketempat tujuannya hanya memakan waktu satu setengah jam saja, Shakil sudah konsultasi dengan dokter Nabila yang tidak boleh menggunakan perjalanan laut melebihi dua jam.. Dan dari sana dia memprediksi kalau tempat bulan madunya tidak bisa jauh-jauh jadi Shakil membeli sebuah pulau kecil serta membangun Vila hanya dalam waktu satu bulan saja...


Karena kelelahan, sepanjang perjalanannya Nabila tertidur, dia tidak menikmati keindahan laut, mungkin karena bawaan hamil jadi gampang lelah... Dan Shakil juga tidak mengganggunya sama sekali dia membiarkan Nabila istirahat demi kesehatannya.


Sampai Nabila bangun ternyata sudah ada di atas ranjang, pakaian ataupun riasan pengantin sudah tidak ada lagi ditubuhnya. sekarang hanya menggunakan rok mini dengan bahan tipis serta baju yang tidak menutupi perutnya..


Ternyata selama Nabila tertidur Shakil dengan perlahan membersihkan wajah Nabila dan mengganti pakaiannya juga

__ADS_1


"Eh aku dimana?"


Kamar itu luas, serta sudah lengkap dengan peralatan Shakil dan dirinya tapi tidak ada pintunya... Yang terlihat hanya tirai berwarna ungu mengelilingi kamar itu berterbangan terhembus angin laut..


"Kakak mana ya???"


Nabila mencoba mencarinya keluar dan ternyata bukan hanya pintu yang tidak ada bahkan dindinnya juga tidak ada... kamar itu hanya beratap kaca yang memiliki dua pungsi gelap dan bening untuk siang malam... dan dinding dengan tirai tepat berada di pinggir pantai


Sebenarnya di Vila lengkap dengan kamar tidurnya juga, tapi Shakil memilih membuat kamar terpisah agar Nabila lebih nyaman dan bisa merasakan sejuknya angin laut tanpa harus menggunakan AC...


"Ternyata istriku sudah bangun" Sepasang tangan melingkar di perut Nabila


"Kakak!! bikin kaget aja..."


"Kakak gak ngagetin.. tapi emang kamunya aja yang bengong"


"Aku pikir ini udah di alam mana.. taunya udah sampai pulau ya"


"Gimana? Kamu suka gak?"


"Banget"


"Udah mulai gelap.. kita makan dulu ya?.. junior kita pasti juga lapar.. Gak sabar banget mau lihat perut ini membesar"


"Kakak kok tau aku lapar... dan udah mau pingsan tau"


"Waduh jangan-jangan kamu tadi gak tidur lagi.. tapi pingsan?!!" Shakil menganggap serius omongan Nabila padahal dia hanya bercanda


"Berarti kamu mau selamanya kita bulan madu dong"


"Ihhh dasar mesum... Ayo makan" Nabila menarik tangan Shakil untuk mengajaknya makan


Keduanya pun berjalan menuju Vila yang hanya berjarak lima puluh meter.. Keduanya saling menggenggam tangan serasa dunia hanya milik mereka berdua..


"Silakan masuk" Shakil menjulurkan tangannya ke sebuah tangga masuk ke ruang bawah tanah


"Kakak serius mau makan di dalam?"


"Oh iya Kakak lupa. Istriku kan lagi hamil jadi tidak boleh menuruni tangga, kalau begitu lebih baik Kakak gendong" Shakil langsung menggendong Nabila menuruni tangga, dan ternyata di dalam situ hanya ada lorong sama sekali tidak terlihat ada tempat makan atau ruangan makan...


"Sebenarnya itu tempat apa sih?"


"Kamu akan lihat nanti"


Lorong itu walaupun dibawah tanah namun terang karena cahaya lampu yang ada dimana-mana...Semakin jauh kaki Shakil melangkah semakin berubah jadi dingding kaca,


Ternyata lorong itu menuju ke dasar laut.. dan juga ada satu meja dan dua kursi lengkap dengan hidangan yang sudah dipersiapkan oleh pelayan di Vila itu..

__ADS_1


"Kakakkk!!!" Nabila histeris saat melihat banyaknya ikan berlalu-lalang melewati tabung kaca itu


"Kamu bisa gak kecilkan sedikit volume suaranya? Kamu teriak tepat ditelinga kakak" Shakil langsung menurunkan Nabila dari gendongannya


"Aku syok.. ini kakak yang buat?" Nabila masih ternganga sambil menempelkan kedua telapak tangannya di kaca


"Kamu pikir kakak kuli!!! yang buat semua ini arsitek lah dan pegawainya"


"Kakak aku serius!!! Iya maksudnya kakak yang memiliki ide membuat ini?"


"Sebenarnya kakak buat ini bukan untuk kamu, tapi untuk seseorang yang kakak cintai juga" Shakil memeluk Nabila dari belakang


"Maksud kakak apa?... Kakak punya selingkuhan ya? dan pernah dibawa kesini juga?!!!!" Nabila menepis tangan Shakil yang melingkar diperutnya


"Bukan pernah tapi akan sayang, kakak juga tidak tau dia perempuan atau laki-laki,, yang pasti kakak juga mencintainya bahkan seluruh harta kakak akan jadi miliknya nanti" Shakil dengan senyuman mengangkat Nabila dan mendudukinya di kursi


"Tadi waktu di kapal kepala kakak terbentur ya? kenapa jadi korslet seperti ini?.. Apa pelayan disini udah godain kakak waktu aku tidur?" Nabila mendorong tubuh Shakil dari hadapannya tapi tidak bergerak sedikitpun


"Sayang!!?" Shakil berlutut sambil memegang tangan Nabila


"Gak ada sayang-sayang"


"Haha.. Tapi kakak gak bisa hanya sayang sama kamu aja.. kamu bayangin saat dia ada nanti kita akan berlibur kesini lagi membawanya untuk melihat ikan didasar laut tanpa harus menyelam" Shakil megerakkan tangan Nabila agar menyentuh perutnya sendiri


"Maksud kakak dia?" Nabila baru menyadari yang Shakil bicarakan dari tadi adalah anaknya


"Terus kamu maunya kakak sayang sama siapa?.. Emangnya boleh ya kakak sayang orang lain lagi" Dengan senyuman Shakil mengejek Nabila


"Boleh lah..."


"Nabila kamu tega,, kamu rela bagi suami dengan orang lain.. cinta kamu sama kakak sempit sekali"


"Kakak boleh sayang sama wanita lain selain aku.. Tapi setelah aku Kampak kakak jadi dua... biar adil sama sama memiliki tubuh kakak.. lagian cinta aku sama kakak cuma sekuku aja"


"Nabila kau menyeramkan sekali.. cinta kakak sama kamu aja gak terukur berapa banyaknya.. masa kamu cuma sekuku aja"


"Kakak dengar ya... kuku walau kakak potong akan terus memanjang... Setiap hari dia kan tumbuh sampai sipemilik kuku itu mati baru sikuku tidak akan tumbuh lagi. dan kalau jari-jari nya terluka atau putus maka kuku juga tidak ada... Begitulah cinta aku sama kakak.. walaupun terlihat kecil.. tapi seumur hidup akan tumbuh"


"Sayangku, kamu bikin kakak takut"


"Haha tadi juga kakak bikin aku takut"


"Tapi beneran kamu mau Kampak kakak kalau ada wanita lain?"


"Iya lah.. Kenapa? Mau coba?"


"Sadis" Shakil hanya menggelengkan kepala melihat Nabila yang baginya sangat menyeramkan

__ADS_1


Akhirnya mereka makan malam dengan candaan yang tidak ada hentinya.. bahkan keduanya tak jarang tersedak saat salah satu dari mereka lucu..


Bersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2