ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
124. Sendiri di rumah


__ADS_3

Seperti pagi-pagi sebelumnya Nabila selalu bangun lebih awal untuk pergi ke universitas. Baru saja dia membuka mata tapi sudah terlihat Shakil yang sedang memandangnya sambil tersenyum


"Kakak!! Kakak nggak tidur, apa udah bangun?"


"Kakak udah bangun dari setengah jam yang lalu"


"Tumben nggak biasanya? ada apa? Kakak lagi nggak bisa tidur ya?"


"Tentu saja... Siapapun pasti tidak akan bisa tidur dengan cahaya yang menyilaukan"


"Cahaya?? Aku sudah mematikan semua lampunya, dan sekarang pun lampunya masih tetap mati"


"Bukan cahaya lampu tapi cahaya sang bidadari yang ada di samping kakak" Shakil mengelus-elus pipi Nabila


"Kakak gombal ah.. Aku udah serius aja dengerin, nggak jelas banget deh" Nabila menahan senyuman karena pagi-pagi sudah mendapatkan gombalan manis dari suaminya


Nabila membuka selimutnya dan ingin bangun lalu mandi seperti biasa


"Kamu mau kemana sayang?"


"Mau ke mana lagi?,, ya ke kampus lah"


"Tidak... Kamu tidak boleh kemanapun dalam 3 hari ini" Shakil menarik Nabila kembali kedalam pelukannya


"Loh kenapa? Bukankah Kakak bilang masalah gosip di kampus sudah selesai?"


"Iya.. Tapi kan kita akan segera mengadakan resepsi pernikahan.. Kakak tidak mau ya, hari penting dalam hidup kita kamunya malah kelelahan"


"Oh iya, aku lupa" Nabila memberikan senyuman sejuta Watt sambil memeluknya kembali.. "Tapi kalau aku dirumah terus sepanjang hari itu akan sangat membosankan" Dengan manjanya tiba-tiba wajah Nabila berubah murung


"Hey kenapa sedih.. Kamu kan bisa mengajak teman-temanmu belajar bersama disini? Lagipula ayah dan bunda juga akan pergi beberapa hari kedepan untuk mengundang kerabat-kerabatnya sayang!!" Satu kecupan mendarat di kening Nabila yang tengah bermanja-manja pada suaminya


"Beneran,,, boleh nih?" Eajah Nabila terlihat semangat

__ADS_1


"Untuk permaisuriku Apa sih yang tidak"


"Uuuuuuuccchhh... Baiknya,, terima kasih sayang" Kali ini Nabila yang mencium pipis Shakil bolak-balik.


"Haruskah Kakak bersikap manis padamu setiap hari seperti ini agar kamu selalu memanggilku sayang?"


"Di mana ada kemauan harus ada perjuangan, dan kalau kakak mau setiap hari aku panggil sayang, Maka berikanlah kejutan atau hadiah untukku hahaha"


"Eeemmm" Shakil mencubit hidung Nabila dengan gemasnya "Itu emang maunya kamu... Tapi tenang aja sayang.. Kakak akan bikin kamu senang setiap hari seperti ini" Shakil semakin erat memeluknya


"Seperti apa!!!?? Jangan bilang kak akan ngelakuin hal yang aneh-aneh"


"Masa aneh-aneh sih!! Kakak kan hanya ingin menambah satu anak lagi" Shakil tersenyum licik


"Kakak!!! 1 anak aja belum aku lahirkan, ini minta 2, lagipula Kakak bilang kan aku harus istirahat, agar hari penting dalam hidup kita akunya enggak kelelahan"


"Pertama!! justru Kakak meringankan beban kamu dengan melahirkan 2 anak sekaligus... Dan yang kedua, Kamu tidak akan kelelahan sayang... Karena kakak yang akan pekerja" Shail sudah berancang-ancang mempersiapkan dirinya untuk mewujudkan apa yang dia katakan tadi


"Ih gak tau malu banget si,, Aku koreksi ya... Pertama!! Mana ada pembuahan ke janin aku tuh dicicil kayak orang bayar utang agar bisa dapat anak kembar. Dan yang kedua...!! Walaupun kakak yang bekerja keras tetap saja aku juga kelelahan... Udah ah, Nanti kedengeran ribut-ribut tentang ini malu tahu" Nabila menutup kedua mata Shakil dengan 10 jarinya lalu memberikan satu kecupan di bibirnya


"Siapa bilang orang lain yang akan mendengarkan kita" Nabila merubah posisi tangan yang ada di dada Shakil menjadi ke perutnya "Si mungil inilah yang akan mendengar kita" Nabila tersenyum sambil mengelus-elus perut nya


"Aaaaa..... Sampai lupa.. Good morning baby.. Maafkan papa ya, memang terkadang papa lupa akan segalanya kalau sudah dekat dengan mami kamu...." Perhatian Shakil kini tertuju pada perut Nabila yang masih rata. mengelus-elus dan menciumnya berkali-kali


"Hahaha.. Kakak ini lagi menyapanya apalagi curhat?"


"Sttttt... Mami kamu memang selalu seperti itu, dia cemburu kalau perhatian papa tertuju padamu"


"Udah ah.. Aku mau mandi dan aku juga lapar" Nabila bangun dari tempat tidur, tidak mempedulikan Shakil yang masih mengelus-elus dan mencium perutnya


"Nabila kau kejam sekali!!" Dia berteriak karena Nabila sudah mau menutup pintu kamar mandi


Tidak ada jawaban lagi dari istrinya hanya terlihat kepala yang mengintip sambil menjulurkan lidahnya

__ADS_1


"Sial... Walaupun dia suka bertindak seenaknya tapi kenapa wajahnya selalu imut... Gadis kejam, dia sama sekali tidak mengizinkanku untuk bermanja-manja lebih lama dengan perutnya"


***


berhubung pekerjaan Shakil di kantor masih banyak dia pun tidak bisa berdiam diri dirumah seperti Nabila.. Pernikahannya yang tinggal menghitung hari akan membuatnya sangat kerepotan dengan mengatur jadwal cuti bulan madu setelah menikah... Iya!! tentu itu yang akan dia lakukan... walaupun bukan saatnya lagi untuk berbulan madu, tapi apalagi segala tujuan hidupnya setiap hari Selain menghabiskan waktu bersama istri tercintanya


Setelah sarapan Amir dan Mira berpamitan pergi untuk beberapa hari seperti yang dikatakan Shakil pada Nabila tadi... Dan Haris seperti biasa sebelum Shakil sarapan pun dia selalu sudah stand by di kediaman bosnya tanpa pernah terlambat sedikitpun


Hari ini wajah Haris terlihat Tidak seperti biasanya, pria gagah perkasa yang tak pernah mengenal lelah kini terlihat sangat kusut berantakan. Dari awal Shakil sudah menyadarinya tapi dia belum bertanya apapun pada Harris. dia masih sibuk dengan Nabila yang terus bermanja-manja karena akan ditinggalkan sendiri di rumah


Setelah banyaknya drama Kini Shakil bisa pergi ke kantor, di perjalanan barulah ia bertanya pada Harris perihal tentang betapa kusut dan berantakannya dia


"Apa kau baik-baik saja? Sepertinya hari ini kamu sedang kurang sehat?" Shakil yang duduk di kursi belakang masih terus menatap asistennya itu


"Tidak tuan... Aku hanya kurang tidur saja" Haris masih fokus mengemudi dengan sesekali menguap tanpa henti


I**ni semua gara-gara gadis itu... dia membuatku kelelahan berjalan sampai aku tidak bisa tidur karena kesal memikirkannya


"Berhenti!!!" Shakil memerintahkan Harris agar menghentikan mobilnya


"Ada apa tuan?.. Apakah ada yang tertinggal?"


"Kau ingin membunuhku sebelum aku mengadakan resepsi pernikahan?"


"Mana mungkin Tuan.. Sampai matipun Aku tidak akan pernah melakukan itu!!"


"Kalau kau masih mengantuk sebaiknya kamu duduk di belakang dan aku yang akan menyetir" Shakill turun untuk menukar posisinya dengan Haris


"Maafkan Aku...Tapi itu tidak perlu, karena aku masih bisa menjamin keselamatanmu sampai kantor, setelah itu baru aku akan tidur beberapa saat di sana"


"Tutup mulutmu!! Sebelum sampai kantor kita akan tidur untuk selamanya bodoh" Shakil mencengkram kuat kerah baju Harris dan menyeretnya ke kursi belakang lalu melempar kan dia begitu saja seperti seorang tahanan.


Dan akhirnya Shakil pun yang menyetir demi keselamatan keduanya

__ADS_1


B**ersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2