
"Kakak hati-hati.. Mau kita mati ya?"
"Kamu yang mau bikin kakak mati"
"Lho kok aku? Udah jelas-jelas kakak yang nyetir gak bener"
"Kalau kamu tidak bicara sembarangan kakak tidak akan ngerem mendadak seperti ini"
"Aku kenapa?"
"Kau ingin memanggilnya sayang maka panggilah.. Untuk memanggil suamimu sayang saja aku harus bekerja keras memaksamu"
"Ya abis kakanya ribet.. Aku harus panggil apa pada Kak Alex"
"Panggil saja sesuai keinginanmu"
"Haha baiklah sesuai izin dari suamiku aku akan memanggilnya sayang" Nabila semakin suka mengejek Shakil
"Kauuu!!" Shakil mulai meradang sedangkan Nabila yang tertawa bahagia melihat Kecemburuan suaminya "Berani kau memanggilnya seperti itu aku akan membunuhmu"
"Benarkah?.. Sekejam itu kakak padaku?"
"Kau lebih kejam lagi pada kakak" Shakil mendekatkan dirinya yang hanya berjarak tiga senti dari wajah Nabila
"Kakak mau apa?" Nabila yang sudah menahan tubuh Shakil
"Mau menyadarkanmu kalau akulah satu-satunya orang yang memilikimu sepenuhnya"
Wah gawat aku tidak menyangka reaksinya akan seheboh ini
"Katakan kau tidak terima dengan perlakuanku sekarang!!" Shakil menekan bibir Nabila dengan bibirnya dengan waktu yang lama
Sangat mengejutkan untuk Shakil setelah beberapa kali dia melakukannya baru kali ini Nabila membalas lumbut kecupannya. Ini membuat Shakil semakin bersemangat melakukannya. tapi tetap Nabila belum bisa mengatur napasnya dengan benar
"Waah kancilku apa ini" Shakil mengusap lembut bibir Nabila "kau sedang menggodaku sekarang?" Nabila hanya tersipu malu dengan wajah yang memerah
Aaaaa Sudah gila ya aku. Kenapa melakukan itu. mau ditaro dimana wajahku sekarang... Dia pasti akan terus mengejekku.
"Ada apa sayang" Suasana hatinya langsung mencair setelah mendapat respon positif dari Nabila "Kau malu?" Shakil menarik dagu Nabila agar menatapnya "Kakak sangat menyukainya. kau sangat menggoda" Shakil melakukannya sekali lagi agar Nabila tidak malu dan canggung. Dan Nabila pun sama membalasnya seperti tadi bahkan lebih memperdalam lagi sampai keduanya hanyaut dalam situasi berbeda.
"Sayang!!" Lirih suara Shakil yang berbisik mesra ditelinga Nabila dan menggigitnya pelan
"Hhmm" Nabila menjawab masih dengan rasa malu campur bahagia
"Kakak tidak bisa menahannya lagi" Kecupannya sudah menjalar kemana-mana
"Kakak!!. Hentikan!! Ini dijalan!!" Nabila menahan suaranya agar tidak terdengar menggoda
"Kalau begitu disitu ada hotel. Kita akan mermalam disana" Shakil yang sudah tidak sabar mengeluarkan ide gila
"Tidak mau. Aku malu"
"Kenapa malu? Bukankah kita sudah sering melakukannya?"
__ADS_1
"Bukan malu itu. Tapi malu kalau kehotel. Nanti mereka akan menganggapku apa?"
"Apa? Kita suami istri siapa yang bisa begosip tentang itu"
"Mereka tidak tau setatus kita. Bagaimana kalau mereka menebak yang tidak-tidak tentang aku. GFG akan hancur nanti"
"Siapa yang akan berani melakukan itu pada istriku. Aku tidak akan diam sayang" Shakil membujuknya agar Nabila mau bermalam dihotel bersamanya
"Tidak mau aku malu. Kita pulang saja" Seperti biasa Shakil selalu kalah dengan rengekan Nabila. Dengan cepat dia setuju walaupun dia sendiri sudah tidak sabar ingin segera meluapkan kerinduannya pada Nabila setelah sekian lama datang bulan
Dengan kecepatan penuh dia melajukan mobilnya. dan dengan sebelah tangannya yang aktif terus mengelus dipaha Nabila
Kenapa tangan ini tidak bisa berhenti? Aku sangat geli.
Nabila menggigit bibirnya menahan sentuhan lembut Shakil
Dia juga menggenggam tangan yang menggerayang dan menghentikan kegilaannya agar shakil fokus menyetir saja dulu.
Shakil malah menarik tangan Nabila dan menciumnya lalu meletakan dipahanya
Aaa kenapa sekarang malah jadi aku yang menyentuknya si
Mobil sudah memasuki gerbang utama berputar mengelilingi halaman dan tepat terparkir di tempatnya. Tapi tiba-tiba ada yang janggal diparkiran kenapa ada mobil yang tidak dia kenal terparkir disana juga? Masih dengan rasa penasaran dia berjalan pelan memasuki rumah sambil menggenggam tangan Nabila
Sebelum dia masuk Anton sudah menyambutnya "Malam tuan muda, Nona?. Anda sudah kembali?"
"Ada siapa?"
"Dari kapan dia disini?"
"Dua jam yang lalu"
"Ayah, bunda?
"Ada dikamarnya mereka baru saja pulang"
"Kenapa dia datang disaat seperti ini" Shakil memelirik Nabila dan melepaskan tangannya beralih kewajah "Sayang maafkan aku. Drama adik dan kakak harus kita mainkan lagi. Tapi kali ini tidak akan mempersulitmu. setelah menyapanya. Kamu langsung pergi kekamar dan tunggu aku"
Nabila hanya mengangguk dia belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Siapa yang datang dimalam buta seperti ini?
Mereka masuk bersamaan. Menyapanya dengan sopan tanpa Hasan bertanya lagi siapa yang bersama Shakil. Karena Amir sudah memberitahunya kalau Nabila adalah anak angkat mereka sebelum dia mempersulit Nabila dengan sejuta pertanyaan.
Karena merasa Nabila aman Shakil mengisyaratkan matanya agar dia kekamar duluan
"Setelah sekian lama tidak jumpa kau semakin tampan saja" Ucap hasan
"Aku tidak punya banyak waktu. Katakan apa yang membawamu kesini"
"Sifatmu masih saja sama. Begitu angkuh. Baiklah aku tidak akan basa basi lagi. aku membutuhkan dana untuk perusahaan ku"
"Lagi? Baru tiga bulan lalu aku mengeluarkan banyak uang untuk perusahaan itu. sekarang kau ingin aku mengeluarkannya lagi? Uangku tidak jatuh dari alangit. Dan paman juga tidak mendengarkan nasehatku. Berapa kali aku bilang perusahaan itu tidak berkembang lagi untuk apa kau pertahankan"
"Perusahaan itu dari ayahku. Aku tidak akan meninggalkanya".
__ADS_1
"Dan aku juga akan keras kepala jika paman terus seperti ini"
"Kau tidak mau membantuku?"
"Tidak. untuk menyadarkanmu tinggalkan semua itu"
"Kau akan menyesal"
"Aku akan lebih menyesal lagi menghabiskan uangku hanya untuk hal yang tak berguna"
"Kau tau aku bisa menyakiti siapapun yang kamu sayangi"
"Sipa? Lakukanlah. Bukankah paman tau orang yang aku sayangi sudah tiada"
"Bagimana kalau anak Harun"
"Jangan berani menyentuhnya" Shakil berdiri dengan meninggikan suaranya
"Waah. Sebesar itukah perasaanmu pada gadis kecil itu"
"Kau sangat licik.. Bersikapalah sebagai paman yang bisa melindungi keponakannya buka seperti lintah yang terus menghisap darah"
"Tenang saja aku tidak akan mengotori tanganku untuk menyakitinya. Aku hanya menyebar luaskan kalau Harun memiliki putri.. Dan kau tau berapa banyak orang yang membeci Harun. Sebanyak itulah yang dendam padanya"
"Walaupun kau pamanku aku akan membunuhmu jika berani melakukan itu" Shakil mencengkram kuat kerah kemeja Hasan
"Sekarang aku semakin yakin kalau hubungan kalian lebih dari adik dan kakak" Senyum sinis Hasan
"Apa masalhnya jika aku mencintainya. Dan kau tau aku akan melindunginya lebih dari nyawaku sendiri" Mendorong kuat Hasan ke kursi dan pergi meninggalkannya
Dikamar Nabila sudah membalut tubuhnya dengan selimut. Tanpa meliriknya lagi Shakil langsung membersihkan dirinya kekamar mandi. Dan masih dengan handuk kimono yang dipakaiunya dia masuk ke selimut dan memeluk Nabila
"Eh. Kakak kenapa? Handuknya basah. Nanti sepreynya juga ikut basah"
"Apapun yang akan terjadi padamu yakinlah aku akan selalu melindungi mu dengan nyawaku"
"Kakak ngomong apa si. Siapa yang ingin menyakitiku?. Aku tidak punya musuh."
"Bukkan kamu tapi aku. Mungkin bagi mereka aku dan papah mu bukan orang baik. Jadi siapkan dirimu untuk menghadapi itu"
"Tidak ada yang aku takutkan didunia ini kalau kakak terus beramaku" Nabila mencium bibir Shakil untuk membuatnya lebih tenang
"Aku tidak akan berkata manis hanya untuk sebuah janji. Tapi aku akan buktikan bagimana caraku mencangamu" Shakil membalas ciuman Nabila dan melanjutkan permainannya yang dimobil tadi
"Aku percaya. Tanpa kakaka katakan itu" Nabila memberi respon baik dengan membelai lembut kepala Shakil"
"Aku merindukanmu sayang" Tangan Shakil selalu menyentuh bagian-bagian yang membuat Nabila juga menginginkannya
"Kakak!!!" deshannya membuat Shakil semakin hilang kendali dan lebih giat lagi bermain-main diatas tubuh gadis itu.
Tak butuh waktu yang lama ruangannya pun sudah penuh dengan suara mesra mereka berdua. Sampai keduanya terlelap dengan tangan yang saling berpelukan..
Bersambung❤❤❤
__ADS_1