ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
93. Penyamaran


__ADS_3

Malam ini Shakil hanya mengantar Nabila pulang dan dia harus pergi lagi bersama asistennya karena tiba-tiba Haris memberi kapar penting yang harus mereka lakukan malam ini juga.


"Tuan anda sudah siap?" Haris yang sudah siap dengan semua penyamarannya


"Bagaimana penampilanku" Shakil pun menunjukan dirinya di spion


"Sempurna?"


"Bagus"


Haris mengabarkan kalau Max akan mengadakan perkumpulan Geng Sanca. Geng ini dibentuk untuk mengalahkan Amir dalam pertarungannya nanti, dia akan memilih orang yang terkuat dan yang tercerdas sebagai pimpinan mereka. Dengan ratusan anak buah yang berbadan besar dan kekar juga ikut bersamanya


Shakil dan Haris kesana bukan sebagai dirinya tapi sebagai seorang berandal, dia mengenggunakan pakaian ala perampok dengan wajah yang dibuat seburuk mungkin dengan beberapa codetan dipipinya


Dengan gagah perkasa Shakil dan Haris masuk KeClub yang mereka jadikan perkumpulannya saat ini. Dengan gaya dan wajah yang terlihat menyeramkan Shakil berpura-pura tidak mengenalnya. Dia hanya duduk bersama Haris dan beberapa pengawalnya tanpa memperdulikan Max dan komplotannya. Tapi ini malah membuat Max tertarik dan penasaran siapa yang datang dengan begitu beraninya walupun ada Geng Sanca dia sana


Salah satu anak buah Max menghampirinya dan menepuk bahu shakil tapi dengan sigap shakil mencari perhatian Max. Dia memutar tangan pria itu dan menjatuhkannya dilantai "Siapa kau berani menyentuhku?" Dengan suara yang dibuat serak dia membentak pria itu agar terdengar menakutkan


"Maafkan saya bos. Saya hanya ingin menyampaikan kalau bos kami ingin berjumpa dengan mu"


"Bos?. Hahaha siapa yang kau panggil dengan sebutan bos, aku bukan budaknya yang bisa dia suruh untuk menghampirinya. Jika dia ada keperluan denganku dia sendiri yang harus menemuiku" Shakil menekan dada pria itu dengan sepatunya


Prok..Prok.Prok.. Suara tepukan tangan dari arah belakang "Kau memang hebat anak muda" Max menghampirinya "Sebelah tanganmu saja bisa menjatuhkan tubuh yang tiga kali lebih besar darimu. Luar biasa haha"


"Siapa kau" Dengan sangarnya Shakil melihatnya


"Aku adalah ketua Geng Sanca, Akulah bos mereka" Dengan bangganya Max memperkenalkan dirinya


"Apa peduli ku. Kau bos mereka bukan bosku. Aku tidak punya urusan dengan mu" Ekting Shakil semakin menjiwai perannya


"Aku tau. Karena itulah aku menemui mu"


"Aku tidak suka basa basi"


"Haha aku tidak salah kau memeng berbakat. Baiklah, Aku tidak akan basa basi lagi, hanya ingin mengajakmu bergabung denganku"


"Berani sekali kau memerintahku seperti itu. Kau pikir aku akan tertarik?"


"Harus, Kau harus tertarik karena ini tidak gratis"

__ADS_1


"Apa yang bisa kau janjikan padaku?"


"Apa yang kau inginkan?"


"Haha berani juga dirimu. Baiklah apa yang membuatmu ingin aku bergabung dalam Geng tak berbobot ini?"


"Aku ingi kau menghancurkan musuhku. Aku ingin seluruh keluarganya mati ditanganku"


"Hanya itu?"


"Beginilah orang tua yang sudah pikun sepertimu. Kau ingin menghancurkannya lalu kau puas? Haha otakmu hanya dipenuhi kebencian sampai tak bisa berpikir dengan normal. Bukan begitu cara menghancurkan musuh yang baik. Kau harus menyiksanya dulu kawan, baru kau menghancurkannya dengan begitu hatimu akan puas"


"Hahaha kau benar-benar cedas. Inilah orang yang aku cari selama ini. Dengan begini mereka akan hancur ditanganku. Tugasmu saat ini adalah menyelidiki gadis ini. Karena aku yakin dia akan merusak rencana kita nanti" Amir memberikan foto yang ternyata gambar Nabila.


Sial beraninya mereka mengambil fotonya. Aku sendiri tidak punya poto Nabila.. Iya benar? Kenapa aku tidak punya foto istriku. Seimut ini tidak ada diponselku? wah Shakil kau memang sumi hebat.. hahaha. Tentu saja aku Tidak perlu memiliki fotonya karena wajahnya selalu ada dipikiranku


"Ada apa? Kau mengenalnya" Max membuyarkan pandangan Shakil yang senyum-senyum melihat foto Nabila


Tuan kumohon jangan berubah menjadi bodoh ketika kau melihat foto nona. Ini akan merusak rencana kita ayolah sadar..


Haris mendekati Shakil dan merebut foto Nabila agar dia tidak hilang akal dengan memandangnya terus


Benar. ini yang kutakutkan kau akan merusaknya


Haris mendelikan matanya pada Shakil agar dia sadar sebelum penyamarannya terbongkar


"Apa maksudmu dengan kata istri" Max bertanya


Shakil sadar dia keluar dari perannya dan menunjukan kebodohannya lagi-lagi karena Nabila "Haha apa yang bisa kulakukan saat melihat gadis cantik dan polos seperti ini. Aku ingin dia menjadi istriku dan sibodoh ini!!" Menunjuk pada Haris "Dia ingin memilikinya juga, Tidak bisa kubiarkan bukan?" Shakil mencoba menyelamatkan dirinya


"Aku tidak peduli apa yang ingin kau lakukan dengan gadis itu. Dia hanya akan jadi penghalang anakku masuk dalam rumah Amir"


"Selama tidak ada orang lain yang merusrus maslah gadis ini selain aku. Aku akan membereskannya dengan mudah"


"Aku percaya padamu. Dan kau juga harus menghabisi orang ini lebih dulu" Max menunjukan foto Amir padanya


"Kenapa?"


"Dia musuh terbesarku, Karena dia hidupku menderita"

__ADS_1


"Ini hal kecil. Ada kah tugas yang lebih berat lagi untukku?"


"Haha aku suka dengan keberanianmu, Untuk saat ini aku hanya ingin mereka berdua dulu yang kau lenyapakan"


Brak... Shakil menggebrak meja mendengar kata-kata itu yang membuat darahnya mendidih dan ingin sekali mencekik Max sekarang juga tapi Haris menahannya


"Ada apa?" Tanya Max heran


"tuan kendalikan dirimu. Ini hanya peran" Bisik Haris di telinganya


"Aku sudah katakan gadis ini milikku, Aku tidak mau melenyapkannya". Bentak Shakil


"Ok baiklah. Aku serahkan padamu"


Tanpa permisi lagi Shakil dan Haris meninggalkan tempat itu dengan tidak sopannya seperti berandal yang sangat kejam. Tapi pas diparkiran mereka diserang puluhan orang yang berbadan besar dan dengan masing-masing membawa senjata tajam ditangannya, dengan cepat mata elang Haris mengetahui serangan mereka dan dengan sigap berkelahi dengan tangan kosong. Mereka ini adalah orang-orang dari Gang Sanca yang sengaja menyerang Shakil dan komplotannya karena Max ingin mengetahui kemampuan orang yang baru dia temui itu layak atau tidak jadi peimpinan Gengnya


Mereka bertarung sampai orang-orang Max berhasil dilumpuhkan hanya dalam waktu beberapa menit saja. Tapi saat Haris diserang lima orang dan kewalahan tiba-tiba dari arah belakang ada yang akan menusuknya dengan belati, Shakil langsung menghadang memeluk dan melindungi sahabatnyaa itu lalu menendang perut musuhnya tapi belatinya lebih dulu mengenai punggung Shakil.


"Tuan kau tidak apa-apa?" Dengan sengitnya haris membabi buta membantai semua orang itu dengan ganasnya seperti orang kesurupan dan habislah orang-orang Max terkapar tak berdaya.


"Haha" Shakil tertawa sama sekali tidak merasakan sakit dipunggungnya karena puas melihat Haris yang gigih bertarung menunjukan sisi sangarnya "Ada apa ini?.. Setelah ku terluka kau baru bertindak seperti banteng ngamuk"


"Apa yang lucu?" Untuk pertama kalinya Haris membentak tuannya "Untuk apa kau melindungi ku tadi?" Haris marah


"Inikah tanda terima kasihmu padaku hah? Sudah kutolong malah marah-marah"


"Sudah ayo kerumah sakit. Kau akan kehilangan banyak darah nanti" Haris menarik tangan shakil dan mendorongnya kedalam mobil dengan penuh amarah


"Hey asisten berengsek. Beraninya kau mendorongku"


Haris yang sudah masuk kedalam mobil segera melajukannya dengan kecepatan tinggi seperti membawa pasien yang sudah tidak tahan ingin melahirkan. dengan lihainya membanting setir kekanan dan keriri menyalip kendaraan-kendaraan lainnya


"Hey kau ingin kita mati ya?... Kurangi kecepatannya, Ada apa denganmu hari ini? Pertarungannya sudah selesai kenapa tampangmu masih menyeramkan seperti ini?"


"Diam. jangan banyak bicara" Lagi-lagi Haris meninggikan suaranya.. "Kau akan mengeluarkan lebih banyak darah jika kau terus mengoceh dan apa pedulimu kita mati, Dengan kecepatan rendah bukankah kau juga akan mati.. Ingat aku bukan orang yang pantas kau lindungi.. Aku bisa menjaga diriku sendiri. kalau kau mau mati bilang padaku. kemari, aku yang akan menusukmu. kau pikir aku rela orang lain melukaiamu hah.. Bodoh sekali. Aku mempertaruhkan nyawaku bertahun-tahun untuk melindungi mu. Tapi hari ini kau menghadang pisau itu untukku cih, lain kali gunakan otakmu sebelum bertindak"


"Haha kau kenapa? apa kau lupa posisimu saat ini, Beraninya memarahiku seperti ibu tiri"


"Berisik satu patah kata lagi kau bicara maka aku benar-benar akan menusukmu juga mengerti?" Haris yang hilang kendali karena khawatir shakil kenapa-napa. Dia sangat menyayanginya bukan sebatas bos dan bawahan tapi dia sudah menganggapnya kakak kandung yang bukan hanya harus dilindungi tapi mempertarukan nyawanya pun dia rela....

__ADS_1


Bersambung❤❤❤


__ADS_2