ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
125. Supir sehari


__ADS_3

Haris merebahkan kepalanya di kursi belakang dengan Shakil yang mengemudi, karena di dalam pikirannya Haris begitu sangat lelah setiap hari hanya mengurusi shakil dan kantornya.


Tapi kemudian dia berpikir lagi, sekeras apapun Haris bekerja orang yang ada di belakangnya itu seperti manusia baja yang tidak pernah mengenal lelah, tapi kenapa hari ini begitu tidak bersemangat.


Tidak biasanya dia seperti ini,, Apa dia benar sakit Tapi gengsi mengatakan ya padaku!!


"Haris!!"


Dengan mata yang terpejam dia hanya menjawab dengan "Hmm"


"Cihh.. Brengsek!!! gaya mu seperti kaulah bosnya" Shakil yang geram dengan jawaban Haris


"Hahaha.. Aku hanya menirukan jawaban dari orang yang selalu kebawa di kursi belakang setiap hari.."


"Ternyata kau punya dendam yang buruk padaku.. Seharusnya tadi ku biarkan saja kau mengemudi sendiri agar aku tidak repot-repot lagi untuk membunuhmu"


"Tuan... Kalau aku menemukan sopir yang sepertimu pasti sudah aku pecat sebelum kau melamar pekerjaan" Tanpa ragu seperti biasanya Haris selalu bermain-main saat hanya berdua dengan sahabatnya


"Kau benar-benar ingin secepatnya aku kirim ke neraka kah??" Shakil yang menunjukkan ekspresi wajah marah tapi dalam hatinya dia tahu itu hanya lelucon


"Ahh.. Seperti biasa Kau memang selalu bijaksana... Kau mengirimku di tempat yang tepat daripada di sisimu" Haris masih dengan mata yang tertutup


"Kenapa bisa-bisanya aku memperkerjakan orang bodoh ini bersamaku" Shakil berbicara pelan tapi terdengar oleh Harris


Haris membuka matanya dan tersenyum tipis melihat Shakil yang serius mengemudi "Tadi ada yang ingin kau tanyakan padaku, apa??"


"Gara-gara kau terus berbicara yang tidak berguna sampai aku lupa bertanya. ada apa sebenarnya dengan dirimu"


"Sedalam itukah kau mengkhawatirkan ku" Haris masih saja tidak bisa serius karena stress yang dialaminya pada Anna ingin segera ia hilangkan dengan cara bergurau dengan Shakil


"Aku bukan mengkhawatirkanmu tapi mengaktivasinya dari awal agar aku tahu orang lemah dan penyakitan tidak layak menjadi asistenku"


"Hahaha anda tenang saja Tuan. Aku pria perkasa. Apa Anda perlu bukti?"


"Baguslah kalau begitu..dan tidak perlu kau tunjukan keperkasaan mu itu didepanku. karena akan membuat jijik"

__ADS_1


Suasana di mobil pun jadi Haning karena Haris mulai memejamkan matanya kembali.. Tapi lagi-lagi Shakil mengeluarkan suara dengan menanyakan satu hal yang membuat Haris jadi kembali meregang seluruh otot-ototnya


"Apa semalam kau mengantar Anna dengan selamat sampai rumahnya?" tanya Shakil


"Jangan menghawatirkan setan jalanan walaupun aku tidak mengantarnya dia tidak akan miliki masalah"


"Apa maksudmu?"


"Demalam dia menipuku dengan cara pura-pura pingsan agar aku mengkhawatirkannya dan pergi mencari air, tapi ib**s betina itu malah meninggalkanku disaat aku sudah turun dari mobilnya" Dengan sedikit kesal terpaksa Haris harus menceritakan itu pada Shakil


"Buahahaha.." Dengan bahagianya Shakil tertawa sampai meledak "Asisten apa yang selama ini aku pelihara? Lihat betapa bodohnya dirimu sampai harus tertipu oleh seorang gadis" Shakil mentertawakan Haris dengan begitu puasnya dan tidak menyadari kalau dirinya sendiri pun sering tertipu oleh Nabila


"Mana aku tahu dengan wajah polosnya yang begitu lugu ternyata aku bisa tertipu"


"Hahaha lalu bagaimana cara kau pulang" Shakil masih saja terus terkekeh karena sangat puas dengan penderitaan yang Haris alami sekarang


"Terpaksa aku harus berjalan kaki dari jalan Kenanga sampai lampu merah barat... Karena hanya jalan itulah yang jarang dilalui taksi. Aku yakin dia sudah merencanakan untuk melalui jalan itu agar Aku terjebak di sana dan sialnya lagi baterai ponselku habis Itulah sebabnya kenapa aku harus berjalan kaki begitu jauh" Haris mulai geram lagi mengingat kejadian semalam


"Jadi inikah alasan kenapa wajahmu terlihat sangat buruk hari ini?"


"Aku harap aku bisa bertemu dengannya lagi, untuk membalaskan apa yang telah dilakukan semalam"


"Aku pria normal yang akan menikahi wanita dewasa"


"Hei brengsek kau pikir aku tidak normal, aku akan mengutukmu agar kau tergila-gila pada gadis di bawah umur sepertiku"


"Ini bukan dongeng kisah Malin Kundang dan kau juga bukan ibuku" Haris merebahkan kembali kepalanya dengan posisi ya begitu nyaman "Aaaahhh..!! Alangkah enaknya jadi bos dengan sopir pribadi yang sangat tampan"


"Sial"


Shakil melajukan kendaraannya Tanpa berbicara sepatah kata-kata pun agar sahabatnya bisa beristirahat dengan nyaman


***


Dikediaman Amir

__ADS_1


Untuk menghilangkan rasa suntuknya Nabila ditinggal sendiri di rumah, maka dia mengikuti saran yang Shakil berikan padanya tadi pagi, yaitu mengundang teman-temannya untuk bermain dan juga belajar bersama. Akhirnya keempat personel GFG hadir setelah sekian lama tidak berjumpa kini mereka bisa berkumpul lagi. Tapi untuk kali ini berkumpulnya mereka tanpa latihan dance seperti biasanya.


"Eh iya Bil!!! Gue masih penasaran sama orang yang sudah memposting berita kehamilan Lo di akunnya si Anna" Tanya Rey


"Itu dia yang masih belum terjawab di pikiran gue sekarang,,, Menurut kalian siapa ya?"


"Awalnya gue curiga sama si Iyan, sampai gue ikutin dia seharian tapi nggak ada tanda-tanda kalau dia yang ngelakuin itu" Kata Romi


"Serius???!! gue juga curiga sama si Iyan..." Tambah Rey


"Gue malah curiga sama si Mak Erot" Dengan tampang muak Anna mengingat kejadian beberapa hari lalu


"Whaaat!!!! Mak Erot" Rey dan Romi berbarengan karena keduanya tidak tahu tentang orang yang disebut Mak Erot


Anna langsung menceritakan kan tentang wanita yang tiba-tiba datang melabrak Nabila di kampus karena dia pikir Nabila akan tertarik pada Iyan


"Gue tahu gadis kurus yang tinggi kayak tongkat Pramuka itu kan..?" Romi mengatakan ciri-cirinya karena wanita itu adalah senior kampus jadi tidak sulit untuk semua orang mengenalnya


"Lo kenal sama dia Rom?" Tanya Rey


"Gak.. Cuma nggak sengaja aja waktu di kantin gue pernah liat cewek itu deketin si Bobby"


"Ya terus!!! Apa hubungannya?" Anna nyolot


"Lo emang nggak tahu kalau si Bobby itu terkenal dengan manusia hacker medsos!! Dan gue yakin kalau di kantin kemarin dia lagi ngerencanain buat ngebobol akun lo" Analisa Romi


"Fix!!! sekarang udah jelas kalau Mak Erot itu emang biang keroknya" Anna yang selalu geram


"Gimana kalau kita menyusun rencana buat ngasih dia pelajaran" Usul Rey


"Apa sih!!! Udahlah...!! lagian berita itu benar adanya kalau gue memang lagi hamil"


"Nggak seru kalau buat rencana di depan Nabila.. Lebih baik kita nyusun rencananya tanpa Nabila" kata Anna


Nabila hanya menggeleng melihat tingkah laku teman-temannya yang heboh balas dendam..

__ADS_1


Padahal dia saja yang nama baiknya tercoreng, sama sekali tidak ingin mengungkitnya lagi


Bersambung❤️❤️❤️


__ADS_2