ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
46. Puasa tiga hari


__ADS_3

Wajah Shakil berubah seketika, Seperti ada Bom yang meledak dikepalanya, "Ayah, Bunda aku permisi ke toilet sebentar" Shakil pergi meninggalkan meja makan tapi ponselnya tidak dia dibawa.


Perlahan Nabila menyentuh ponselnya dan lampu layarnya tiba-tiba menyala...


Wah ternyata gak dikunci, Boleh gak ya ngintip dikit? Penasaran sih tapi gak apa-apa deh. kali aja aku bisa bantu masalahnya.


📩 DR.TITO : Malam tuan muda, saya sudah konsultasi pada dokter SPOG, beliau menyarankan nona muda difaksin, dan maaf untuk saat ini saya harap nona tidak menerima tamu dulu selama tiga hari..


📩SHAKIL : kenapa Harus lama sekali??


📩DR.TITO : maaf tuan tapi demi kebaikan nona, dan saya anjurkan untuk memanggil dokter SPOG kesana jika anda setuju saya akan merekomendasikan dokter wanita untuk istri anda..


📩SHAKIL: Lakukanlah.


Hahaha... Kenapa ada dokter segokil ini, Aku merasa mendadak mendapat undian.. Aaa dokter botak itu membuatku sangat terkesan. Dan haruskah aku memeluknya atas pernyataan ini?


Shakil kembali kemejanya setelah layar ponsel itu mati. Dia sedikit frustasi karena tidak bisa menyentuh istrinya selama tiga hari, Dan lagi dia memikirkan bagaimana kalau ayah dan bundanya tau dia memanggil dokter SPOG untuk memeriksa Nabila, Pasti dia akan sangat malu atas apa yang dia lakukan.


shakil lalu duduk disamping Nabila dan menatapnya curiga "Kamu kenapa senyum-senyum?"


"Ah,, Gak kok, Siapa yang senyum-senyum!" Nabila melanjutkan makannya tapi tetap senyum-senyum


"Ada maslah apa nak?" Tanya Amir yang melihat anaknya sedikit risau


"Besok Dokter Tito mendatangkan Dokter wanita kesini untuk memeriksa nabila" Jawab Shakil


"Lho ada apa? Apa penyakitnya serius?" Mira khawatir

__ADS_1


"Tidak bunda, Tadi dokter Tito mau suntik Nabila, Tapi dia tidak mau. Dan dia hanya ingin Dokter wanita" Kawab santai


Nabila menginjak kaki Shakil dan mendelikan matanya


Wah hebat, Kenapa gak jadi aktor aja sekalian ekting kakak luar biasa! . Dia bilang aku yang gak mau, udah jelas-jelas dia yang gak ngasih dan repot kayak kebakaran jenggot,


"Oh gitu? Yaudah gak apa-apa, Mungkin Nabila malu" Mira tersenyum manis


Makan malam selesai Shakil keruang kerjanya karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Amir dan Mira juga sibuk dengan urusannya masing-masing.


Setelah melihat isi chat Shakil, Nabila merasa lega karena dia akan bebas selama tiga hari.. Tidak mau membuang kesempatan ini, Nabila kembali memakai baju yang biasa dia pakai saat sebelum menikah


Ahhh akhirnya aku bisa memakai ini lagi, Baju kebangsaan ku, I Miss You!! Selama tiga hari aku akan tidur nyenyak dengan ini aaaaaa senangnya..


Sejak Nabila sah menjadi istri Shakil, Dia tidak berani memakai baju tidur yang hanya tali tanpa lengan, Dan celana mini diatas paha, Walau waktu itu tidak sekamar dengan suaminya, Tetap saja tidak berani apalagi setelah Shakil selalu mencari alasan tidur bersama dengannya, Ini benar-benar membuatnya harus mengubur pakaian kesayangannya..


***


Setelah selesai dengan urusannya Shakil kembali kekamar, Dan


dilihat Nabila dibawah selimut yang sedang mengutak-atik ponselnya.


"Kamu belum tidur" Sapa lembut


"Bentar lagi" Jawab acuh. Dengan pandangan yang serius menatap layar ponselnya


Shakil membersihkan tubuhnya dan setelah itu memakai baju tidurnya. masih tetep dengan gaya cool yang perfect, Shakil menaiki tempat tidur lalu masuk kedalam selimut, Dan seperti biasa selalu memeluk tubuh Nabila, Tapi terasa ada yang berbeda bahkan Nabila tidak memekai Bra. Shakil membuka selimutanya dan teriak "nabilaaa kamu sudah gila ya!!!" dan sontak mengejutkan Nabila juga,

__ADS_1


Nabila ikut teriak dan berlari naik keatas sofa. Dia pikir Shakil melihat sesuatu dikasur sampai Shakil histeris seperti itu


"Hahaha" Tertawa lepas dari wajah Shakil yang memancarkan ketampanan maksimalnya "Kamu kenapa lari?" Masih dengan gelak tawanya


"Kakak kenpa teriak? Aku pikir tadia ada binatang atau apa gitu dikasur, Jadi aku Larilah" Masih dengan wajah takut


"Hahaha dasar anak bodoh. Kakak terkejut melihat pakaian kamu!" Menunjuk pada penampilan Nabila


"Fuuh,,, Aku pikir ada apa!" Menjatuhkan tubuhnya disofa


"Ada apa denganmu? Kenapa paki baju seperti ini?" Tiba-tiba kesal saat Nabila sexy menggoda dia tidak bisa menyentuhnya


"Aku udah lama gak pakai baju ini, Dan tidurku juga nanti akan nyaman" Sok acuh tidak peduli kalau Shakil akan memakannya


"Kakak tidak setuju, Pakai yang bisa kamu pakai saja!" Dia juga sama sok acuh padahal kepalanya panas melihat istri kecil mungilnya sangat sexy menggoda.


"Kakak aku mohon ya. Baju ini sangat nyaman" Nabila mengeluarkan jurus imut manjanya


"Kenapa kamu selalu menggemaskan" mencubit hidung Nabila "Jangan silahkan kakak jika besok kamu demam lebih tinggi dari hari ini" Mencium bibir Nabila


"Emang kakak tega, Lihat aku seperti itu" Cemberut dengan ekspresi sedih


"Nabila hentikan. Jika kamu terus-terusan seperti ini jangan salahkan kakak. Kalau kakak tidak bisa menahan diri lagi" Mendorong tubuh Nabila dan menggigit bibirnya pelan. Sedangkan Nabila hanya diam pasrah, Karena dia ingin menguji perasaan Shakil, sebenarnya hanya nafsu atau benar-benar sayang


Sial kenapa aku tidak bisa menahannya, dia sangat cantik dan begitu menggodaku malam ini, Ayolah Shakil jangan egois, Dia milikmu, Kau bisa menikmatinya kapan saja..


Dia berperang dengan hatinya sendiri dan tersadar bagaimana nantinya dengan nabila kalau dia melanjutkan? Berpikir sejenak lalu membenamkan wajahnya didada Nabila..

__ADS_1


Bersambung❤❤❤


__ADS_2