ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
81. Gara-gara air


__ADS_3

"Kau tidak apa-apa sayang?" Shakil memeriksa tubuh Nabila dengan kepanikannya


"Tidak. Aku baik-baik aja"


"Maafkan Ayah nak. Tidak bisa melindunginu dari keluarga ayah sendiri" Amir mengusap kepala Nabila


"Gak apa-apa Yah. Maafkan aku juga bicara yang tidak baik tadi"


Mira tanpa bicara menghampiri dan memeluknya "Kau gadis pemberani bunda bangga punya menantu sepertimu?" Dan dia juga mengecup kening Nabila


"Yasudah kalian istirahat saja sana. Ayah dan bunda yang akan mengurus sisanya" Amir memberi isyarat pada Shakil untuk menenangkan hati Nabila


"Baik Ayah" Shakil mengiyakannya


Mereka pergi meninggalkan tempat itu dan Shakil pun langsung menarik tangan Nabila masuk kekamarnya dan menyandarkan tubuh kecilnya didingding


"Apa yang kau lakukan diluar?"


"Aku tadi mau minta tolong sama pegawai. Dikamar mandi tidak ada air tapi aku tidak menemukannya!"


"Kamu kenapa cerdas sekali. Disana ada telepon tapi kamu malah kurang kerjaan mencari pegawai diluar"


"Aahhh iya kakak pintar. Kenapa gak bilang dari tadi"


"Kau ini. Menggemaskan sekali" Shakil mencubit pipi Nabila


"Jadi gimana?"


"Gimana apanya?"


"Aku mau mandi"


"Waahh kamu sudah mulai menggoda kakak lagi ya?"


"Hahah dasar otak mesum" Nabila mencium bibirnya "Airnya gak ada.. Mau kita mandi pasir kaya kucing?"


"Haha. Kamu suka ngintip kucing mandi ya?"


"Iya dong. Cuci mata" Nabila mendorong tubuh Shakil dan berjalan kearah telepon. Baru mau duduk disofa tapi malah Shakil duluan yang duduk disana. sampai akhirnya Nabila duduk jadi dipangkuannya


"Lain kali kalau mau cuci mata ikut kakak kekamar mandi" Shakil langsung memeluk Nabila agar tidak kemana-mana


☎ Resepsionis: Hallo


"Sstt sayang bisa tidak diam sebentar?" Nabila bicara pada Shakil tapi malah orang yang disebrang telepon menjawab. Dan sangat kebetulan orang yang ditelepon adalah seorang pria


☎ Resepsionis: Maaf nona bukankah anda yang telepon


☎ Nabila: Eh iya maaf saya mau tanya?"


"Tapi kakak mau kita mandi bersama" Shakil langsung berbisik telinga Nabila


"Iya sayang. Nanti kita mandi bersama" Nabila mengiyakan agar dia tidak ribet


☎ Resepsionis: Apa?. Maaf nona sepertinya anda salah sambung

__ADS_1


☎ Nabila: Eh Tidak-tidak. Itu loh kita mau mau mandi tapi kok airnya tidak ada..


☎ Resepsionis: Kita?


"Bener ya. Jangan bohong" Shakil senang karena dengan mudahnya Nabila setuju


"Iya" Nabila jawab singkat tapi malah resepsionis itu yang salah tanggap


☎ Resepsionis: Iya? Maksud anda apa? Tiba-tiba ingin kita mandi bersama dan memanggil ku sayang


☎ Nabila : Eh bukan itu maksud saya.. Aduuh..


Gara-gara kuman ini dia jadi salah tanggap


"Kakak bisa tidak diam dulu aku lagi bicara" Nabila berbisik


"Bicara saja kakak tidak melarangnya" Dengan tangan yang bermain-main didadanya dia terus mengganggu


☎ Resepsionis : Nona bisa tidak anda bicara yang benar. Jangan melakukan hal konyol seperti ini


☎ Nabila: Iya maaf, Seperti yang saya katakan tadi kalau kita mau mandi. Eh bukan. Saya mau mandi. Bisa tolong kesini...


Nabila sangat gugup sampai salah ngomong gara-gara Shakil terus menggerayangi tubuhnya


☎ Reseosionis :Untuk apa? Anda ingin mandi tapi kenapa menyuruhku kesana?


☎ Nabila: Aduuh.. Maksudku bukan itu


"Kakak bisa tidak jangan mengganggu aku dulu.. Aku tidak bisa bicara kalau tangan kakak terus seperti ini" Nabila berbisik dengan nada kesal


"Katakan dulu kamu mencintaiku" Shakil ikut berbisik dengan nada menggoda membuat Nabila merinding


"Kurang keras kakak tidak mendengarnya"


"Aku mencintaimu" Nabila teriak karena sudah semakin kesal


☎ Resepsionis: Apa Nona. Anda mencintaiku?


☎ Nabila: Eh bukan. Ini.. Anu.. Kita saling mencintai. Eh kita lagi.. Aku dan kamu. Duh apa sih aku ini..


"Apa kamu mencintai pegawaiku?" Tiba-tiba Shakil salah paham ikut tidak nyambung


"Ini lagi gak jelas" Nabila menepuk keningnya "Kenapa kedua pria ini membuatku gila?"


"Kau juga tergila-gila padanya?" Shakil langsung mengambil paksa teleponnya


☎ Shakil: Kalian berdua selingkuh dihadapanku? Beraninya kau mencintai istriku.


☎ Resepsionis : Tidak tuan. Nona sendiri yang mengatakannya tadi. Dan ingin aku kesana untuk mandi


"Kau.. Beraninya menggoda dia" Beralih menuding Nabila


Apa lagi ini? Kenapa lagi-lagi salah paham..


"Ini gara-gara kakak terus menggerayangi ditubuhku. Aku gak bisa ngomong dengan kakak yang meminta ini dan itu. Padahal kakak tau aku sedang berbicara ditelepon. dia mendengar semua yang aku katakan pada kakak. Aku mau mandi bersama. Aku mencintaimu. Panggilan sayang. Semua dia pikir untuknya. Dan sekarang aku yang salah? Padahal dari awal sudah aku katakan untuk diam sebentar.. Hiks hiks.. Kakak pikir dengan sikap kakak seperti ini tidak membuatku grogi apa? Jantungku hampir terlepas dari tempatnya tau. Sudahlah aku mau pulang aja" Nabila berusaha melepaskan tangan Shakil yang melingkar diperutnya "Tidak mau lagi disini. Tidak mau lagi jalan kemanapun sama kakak. Kakak ribet. Nyebelin. Posesif. Cepat lepaskan aku" Nabila kesal gara-gara Shakil. Resepsionis itu salah paham dan ditambah lagi Shakil yang tiba-tiba gak jelas.

__ADS_1


☎ Resepsionis : Hallo. hallo.. Masih ada yang bisa saya bantu?


☎ Shakil : Katakan pada Meneger carikan kerjaan yang lain untukmu dan katakan juga resepsionis tidak boleh pria cari yang wanita saja


☎ Reseosionis: Baik tuan


"Huh siapa yang memerintah pegawai pria bagian resepsionis? Merepotkan saja" Shakil bergumam sambil menutup teleponnya


Nabila masih diam diatas pangkuan Shakil sambil cemberut karena mau turun dari sanapun dia tidak bisa.


"Sudah jangan imut seperti ini terus.. Lama-lama jantung kakak yang akan terlepas melihatnya" Shakil merayu dengan mengecup pundaknya


Nabila masih diam tidak menjawab. Dihatinya enak saja tadi dia nuduh-nuduh gak jelas sekarang dengan mudahnya bicara manis tanpa salah


"Sayang.. Udah dong ayo bicara." Shakil menarik wajah Nabila menghadap padanya


"Gak mau bicara"


"Haha ini udah bicara"


"Kakak!!!"


"Iya. iya" Menyandarkan kepala Nabila kedadanya "Maafkan kakak sayang"


"Hmm" Masih dengan cemberut membuat Shakil tersenyum dengan tingkah istrinya


"Yuk mandi"


"Gak mau?"


"Haha kenapa?"


"Aku kan udah bilang airnya gak ada. Kalau kakak mau jadi kucing mandi aja sana"


"Istriku tersayang!!.. Kamu ini lucu sekali. Mana mungkin hotel berbintang seperti ini tidak ada air"


"Lho emang kenyataannya gak ada. Tampang aja mewah. hotel berbintang tapi mau mandi aja gak bisa.. Minta bantuan malah ribet"


"Jangan marah-marah terus nanti cepet tua"


"Kalau aku tua kakak apa?" Nabila menahan senyum membayangkan Shakil jadi kakek-kakek


"Senang sekali kau ya kalau sudah mengejek orang" Shakil mencubit hidung Nabila karena menggemaskan "Ayo kita cek airnya" Shakil menggendong Nabila kekamar mandi


"Tuh lihat.. gak ada air. Kerannya gak ada? shower juga gak ada?. cuma ada air dicloset. sama wastafel aja. gimana mandinya?"


lagi-lagi Shakil tersesum dan mencium bibir mungil istrinya yang sedang bicara. Dia suka dengan kepolosan nabila yang sangat menggemaskan baginya. Dan dia juga mengerti pengalaman istrinya tentang hotel masih sangat minim jadi wajar saja Nabila tidak mengerti cara menghidupkan air. Kemudian shakil meletakan nabila di bathtub dan menekan tombol yang ada disampingnya lalu seketika air keluar dari atas seperti hujan yang menelilingi bathtub tersebut


"Waaahhh bagusnya.. aku seperti terkurung didalam kelambu air" Mata Nabila berbinar setelah air jatuh ketelapak tangannya


"Kau suka dengan dekorasi seperti ini?" Shakil ikut tersenyum bahagia


"Tentu saja, Ini diluar dugaanku, Tapi kenapa kakak tidak menambahkan shower atau keran disisi lainnya?"


"Karena kakak suka seperti ini" Shakil yang ikut masuk kedalamnya dengan melepas seluruh pakaiannya dan juga Nabila untuk mandi bersama

__ADS_1


Shakil sengaja memilih dekoran seperti ini agar dia bisa selalu mandi berdua dalam satu bathtub bersama Nabila. Dengan tidak ada lagi alasan air dishower maupun dikeran.. Imajinasi mesum Shakil yang benar-benar sangat luar biasa....


Bersambunga❤❤❤


__ADS_2