
Siska berjalan menghampiri shakil dan Nabila. Dia pura-pura manis dengan membawa tiga gelas minuman dan berlagak merayakan ulang tahun Shakil yang pertama kali juga baginya. Karena selama mengenal Shakil baru kali ini dia mau merayakannya...
"Untuk merayakan ulang tahunmu bagaimana kalau kita bersulang" Siska membawa dua gelas Wine untuknya dan Shakil. Satu gelas lagi jus buah untuk Nabila. Yang sudah diberi obat agar siapa saja yang meminumnya akan hilang kesadaran dan berbicara seperti orang tidak waras
"Terima kasih" Shakil mengambil minuman jus yang untuk Nabila
"Ehh itu jus untuk adik ipar. Kita minum yang ini" Siska memberikan gelas yang satunya untuk Shakil
Haha jijik banget aku dibilang adik ipar sama dia.. kalau aja aku punya buku nikah udah kulempar kewajahnya
"Kau perhatian sekali" Shakil mengambil minumannya
Karena banyak orang yang melihat kearahnya. Nabila pun harus berperan suka dengan jus itu . Walaupun sebenarnya dia tidak sudi menerima dari tangan siska. Tapi begitulah Nabila dia seperti Harun yang selalu hati-hati dalam segala hal. Apalagi Siska sudah membunuh kedua orang tuanya. Jadi dia yakin ada niat buruk dibalik kebaikannya saat ini
Dengan mata yang tajam Nabila memperhatikan dulu jusnya sebelum dia ambil. Dan dia sedikit curiga karena ada serbuk putih yang berantakan menempel diujung gelas.
Ehh itu apa ya? Masa bedaknya berantakan, gak mungkin kan? Kalau tepung lebih gak mungkin lagi.. Eemmm ada yang gak beres nih..
"Kenapa melamun?" Siska membuyarkan konsentrasi Nabila
"Eh gak kok. Aku belum pernah minum Wine. Jadi aku rasa mau nyoba sedikit aja yang ini. Jusnya buat Tante aja" Nabila menanhan tawa begitu juga dengan Shakil yang ingin terbahak-bahak mendengar kelucuan Nabila memanggilnya Tante
"Apa? kau memanggilku Tante?.. Kamu pikir aku setua itu ya?" Siska menahan marah karena dipermalukan oleh Nabila
"Lho bukankah Tante. Memang jauh lebih tua dari aku" Nabila sok polos
"Tapi bisa kan kamu panggil kakak. Seperti kamu memanggil Shakil. Aku ini kakak iparmu"
"Tidak bisa. Karena aku lihat Tante lebih tua dari kakak" Nabila sengaja bergelayut manja ditangan Shakil
Bocah ini kurang ajar sekali dia mempermalukan ku dengan panggilan tante. Dan Beraninya dia sedekat itu pada Shakil. Walau dia adik angkatnya tapi ini sangat tidak wajar.
Lihat saja kau. Setelah ini aku akan mempermalukanmu
"Fuhhh. Terserah kamu. Ayolah sayang kita bersulang" Siska tidak mau memperpanjang lagi karena ini akan membuang waktunya untuk mempermalukan Nabila
"Mari" Dengan cepat Nabila mengambil gelas Wine Siska
"Eh kamu yang ini?" Siska merebut gelasnya
Nabila menatap Shakil mengisyaratkan kalau dia mau minum Wine saja. Tapi sepertinya Shakil tidak mengerti. Karena dipikirannya pasti Nabila akan mabuk. Dan ini akan membuatnya kerepotan nanti
"Tidak sayang kamu belum pernah minum ini" Shakil berbisik pada Nabila "Kamu minum jus saja" Shakil memberikan jus pada Nabila
__ADS_1
"Tidak mau" Nabila membulatkan matanya pada Shakil
"Kamu masih kecil.. Jangan aneh-aneh" Shakil mulai kesal karena Nabila tidak nurut
"Kakak!!!" Nabila melepaskan tangan Shakil. Mengambil jus dan meminumkannya pada pelayan
"Apa yang kau lakukan?" Siska menghampiri Nabila dan merebut gelas yang sedang diminum oleh pelayan itu tapi Nabila sengaja menyenggol dan menumpahkannya kegaun Siska
"Kauuu!!! Oh tidak gaunku!!" Siska membentak Nabila
"Aahh maaf. Aku sengaja. Eh gak sengaja" Nabila menutup mulutnya menahan senyum
"Kau benar-benar kurang ajar" Siska sudah tidak bisa nahan lagi dia sudah memasang kukunya ingin mencengkram wajah Nabila tapi Max menahannya
"Sudah jangan buat malu disini. Pergi dan bersihkan pakaianmu" Max menenangkan Siska. Karena baginya dia hanya akan malu bertengkar dengan anak kecil
Siskapun menurut dan pergi ketoilet dengan hati yang dongkol karena lagi-lagi dia selalu gagal melawan Nabila
Shakil menghampiri Nabila dan menarik tangannya kasar "Ada apa dengan jalan pikiranmu. Kenapa membuat maslah dengannya"
"Lepaskan tanganku" Nabila menariknya kasar juga "Sudah berapa kali aku katakan kakak tidak ada hak melarangku melakukan apa pun padanya" Nabila berbisik semakin galak darinya
Gadis bodoh ini. Dia tidak sadar kalu dia sedang berdiri ditepi jurang saat ini. Tapi kenapa dia tidak mengerti juga. Siska bukan tandingannya
"Aku memang anak kecil. Lalu kenapa? Urus saja dia sana dan jangan pedulikan aku" Nabila menginjak sepatu Shakil dan pergi meninggalkannya duduk dimeja Bar
"Aaahh anak ini. Kenapa selalu keras kepala" Shakil baru akan menyusulnya tapi Haris menghadang karena ada hal penting yang harus dia bicarakan
Haris pun mengajak Shakil tempat para pelayan berkumpul. Disana mereka sedang mengelilingi seseorang yang sedang ngoceh-ngoceh hilang akal seperti orang mabuk. Dan ternyata pelayan yang tadi Nabila beri jus. Dialah orangnya. Sekarang dia bertingkah seperti orang gila. Tertawa. Menangis. Marah-marah. Dia juga mengumbar aibnya sendiri karena pengaruh obat dari Siska
"Saya harap anda mengerti kenapa Nona melakukan itu"
"Tidak kusangka Siska selicik ini"
"Dia wanita ular. Mungkin menurutmu Nona anak kecil tapi kenyataanya dia anak Harun. Dia selalu bertindak dengan logika dan nalurinya sama seperti papahnya. Ini bukan pertama kali dia bisa melindungi dirinya sendiri tapi sering. Jadi tidak bisa dibilang hanya kebetulan saja"
"Kau benar. Istriku gadis yang luar biasa. Aku harus minta maaf padanya apa kamu sudah siapkan apa yang kuminta kemarin?"
"Sudah tuan" Haris sudah melakukan apa yang diperintahkan Shakil padanya
Akhirnya merekapun kembali kepestanya dan Shakil juga mencarai Nabila untuk minta maaf padanya. Tapi setelah dia kembali Nabila hilang. Padahal baru saja dia tadi duduk disana. Sekarang sudah tidak ada..
"Kemana dia?" Shakil berlari kemeja Bar. Menanyakan pada pelayan disana kemana perginya Nabila?
__ADS_1
"Tidak tau tuan. Tadi gadis itu maksa saya minta sebotol minuman dan dia pergi dalam keadaan mabuk entah membawanya kemana"
"Apa?" Shakil dan Haris berbarengan "Gawat. kemana kancil itu pergi? Dia juga bawa sebotol minuman. Hal gila apa lagi yang akan dia lakukan" mulailah kepanikan Shakil
"Tenang tuan kita akan mencarinya"
"Bagaimana aku bisa tenang. Baru saja aku ingin memuji kepintarannya. Tapi sekarang dia sudah bertindak bodoh lagi seperti ini"
"Saya yakin nona bisa menjaga dirinya"
"Keyakinanmu kali ini tidak bisa menjamin kancilku baik-baik saja" Shakil mencengkram kuat kerah jas Haris
"Tapi dia gadis yang cerdas tuan" Haris berusaha menyadarkan Shakil kalau Nabila memang tangguh
"Dia gadis bodoh. Kalau tidak, Tidak mungkin sekonyol ini" Membentak Shakil
Apapun itu kenyataannya anda yang bodoh
"Cepat cari dia. Kenapa kita malah berdebat disini"
Bukannya dia yang mengajakku berdebat. Kenapa malah jadi menyalahkan
Haris pergi meninggalkan Shakil tanpa bicara lagi. Karena percuma bicara pada pria yang sedang mabuk cinta semuanya akan sia-sia
"Hei kau mau kemana?" Shakil mencegahnya
"Bukankah mencari Nona?"
"Dimana?"
"Kalau saya tau dimana itu bukan mencari tapi memanggil" Haris yang sudah malas berdebat dengan Shakil
"Aaahh sudah sana. Kau seperti ibu-ibu banyak bicara"
Bukankah dari tadi dia yang banyak bicara? Kalau saja kau bukan bosku sudah ku ajak perang sekarang..
Haris yang dengan diikuti shakil mencari keberadaan Nabila dimulai dari tempat pesta. Dapur hotel. Balkon. Sampai kamar tidur tapi tidak ada. Dia juga memerintahkan pengawalnya mencari keberadaannya.
Lalu tiba-tiba Shakil tersadar
"Hahaha. Kau memang bodoh" Mengatai Haris tanpa alasan "Lihat diluar hujan aku tau dia dimana" Shakil berlari ketaman hotel mencari keberadaan Nabila. Tapi tetap tidak ada juga, Sampai dia berlari keluar gerbang karena Shakil yakin Nabila pasti main hujan. Dan kali ini perasaannya tepat. Dia melihat Nabila sedang mabuk memegang botol minuman, berdiri di atas mobil yang terparkir disana. dia berteriak-teriak memaki Shakil dengan derasnya air hujan yang membasahi tubuhnya...
Bersambung❤❤❤
__ADS_1