ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
72. tragedi caffe indah 2


__ADS_3

Langakah mereka terhenti dia depan pintu. Diamana jejak sepatu yang mereka cari juga menghilang. Dan didalam ruangan itu terdengar juga suara teriakan seperti ada benda besar juga yang terlempar menimpa seseorang...


Apa yang terjadi didalam sana? Ada apa dengan Nabila? Apa laki-laki itu sudah melakukan hal buruk padanya atau lebih dari yang Shakil dan Haris bayangkan? Ntahlah. kini terdengar hanya suara tangisan Nabila yang semakin kuat dan juga teriakan laki-laki membentaknya


Tanpa menunggu lama Haris langsung menendang pintu itu sampai roboh hanya dengan satu kali tendangan saja.


Brrrraaakk!!!


Shakil masuk kedalam dan melihat sudah banyak darah berlumuran dilantai. Dengan posisi rambut Nabila yang dijambak oleh pria kasar itu Shakil langsung menendang punggungnya yang memang sudah tak bisa berdiri lagi. Karena nabila sudah menimpa kakinya dengan kursi sampai terluka parah sebelum mereka datang..


"Ba****an kaaaau!!!" Emosi Shakil sudah meluap saat dia melihat Nabila yang menangis memegangi kepalanya


"Kakak!!!!" Dengan suara lemah penuh harapan dia berusaha bangun. Ingin rasanya berlari dan memeluk pahlawan yang dia nantikan dari tadi. Tapi tidak bisa selain pakaiannya yang sobek dia juga tidak bisa berjalan karena lututnya sakit


Shakil masih dengan darah yang mendidih menghajar pria itu habis-habisan tanpa henti. Beberapa kali dia memukulnya dan tak perduli dengan sekencang apa rintihannya dia masih tetap emosi sampai babak-balur berlumuran darah diwajahnya


"Apa yang sudah kau lakukan padanya bodoh" Shakil menjambak Rambutnya juga sama seperti dia menjambak rambut Nabila tadi


"Tu,,, Tu,,,Tuan Shakil? Anda?"


"Beraninya kau menyentuhnya!!!!" Semakin keras teriakan Shakil


"Di,, Dia yang menggodaku duluan" Dia Sengaja berbohong untuk cari aman


Plakkk Shakil menamparnya "Katakan dengan jujur kenapa kau menyentuhnya si***n" Mendaratkan satu tendangan lagi diperutnya


"Aaahh ma,, Maaf tuan" Hanya itu yang bisa dia katakan untuk saat ini.. Jika dia berbicara sepatah kata yang salah saja. ini akan lebih Mempersulitnya untuk bernafas lagi.. Dan Shakil menghempaskannya sampai tersungkur dilantai lalu mematahkan tangannya juga sampai terdengar suara krek. Disambut dengan suara teriakan hebat kesakitan


"Ini hukuman untuk tangan bi***b yang sudah menyentuh istriku" Braak Shakil mendaratakan sepatunya tepat di wajah memar itu seakan tidak pernah ada puasnya


Hhhaaahhh istri?... Kenapa bisa dia menikahi gadis dibawah umur sepertinya? Pantas saja gadis ini tidak mau aku sentuh ternyata dia sudah punya ladang uang sendiri


"Urus dia" Memerintah pada Haris. Dia baru sadar melihat perut nabila yang terbuka


Kemudian Shakil berlari kearah Nabila dan menutupi tubuhnya dengan jasnya, "Kakak aku takut" Nabila langsung berlindung dalam pelukan Shakil

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Apa dia melukaimu sayang? Bagian mana yang dia sakiti" Dengan paniknya Shakil memeriksa tubuh Nabila


Nabila tidak menjawab dia masih ketakutan dan trauma atas kejadian ini.. Dia masih saja menangis. Dengan tubuh yang bergetar Nabila semakin kuat memeluk Shakil


Apa yang sibrengsek itu lakukan padamu sayang sampai kau setakut ini**?


"jangan takut lagi sayang. kakak ada disini" Shaki mencium kening Nabila dan memapahnya membawanya keluar tapi karena lututnya memar jadi Nabila agak sulit berjalan dengan baik


"Kenapa?" Wajah Shakil berubah panik "Apa yang dia lakukan dengan kakimu?" Shakil berlutut memeriksanya


"Aaawww,, Jangan sentuh itu" Nabila menahan tangan Shakil


"Hariiiisss!!!" Dengan nada emosi tidak terima kaki Nabila terluka, Dia mengisyaratkan bahwa Haris benar-benar harus menyingkirkannya


Tanpa menunggu lama orang-orang Haris datang dan menyeretnya entah kemana. Dan apa yang akan terjadi selanjutnya itu juga tidak tau.


Shakil langsung menggendong Nabila berlari keparkiran dengan diikuti langkah kaki Haris yang sama berlari juga..


Apa yang terjadi pada nona muda?.. Kenapa ini bisa lalai dari pengawasanku. Separah itukah kakinya sampai dia seperti ini?


"Cepat kerumah sakit" perintah shakil


Dirumah Sakit


Shakil berlari lagi menggendong Nabila dengan kepanikan dan tergesa-gesa, Bukanya dia masuk ruang UGD. Tapi malah masuk ruang bedah sambil teriak-teriak mencari Dokter Tito.. Dokter andalannya


"Ada apa ini?" Beberapa perawat bertanya kebingungan


"Seret Dokter Tito Kesini secepatnya!!!" Masih dengan teriakan


Kenapa?. dan ada apa sebenarnya? seseorang datang teriak-teriak dan berani berkata kasar mencari Dokter Tito. Dokter senior yang disegani dirumah sakit itu?. Begitulah tanggapan para perawat yang masih terpaku menyaksikan orang aneh yang ada dihadapannya


"Ada apa ini tuan?" Tanya Tito dari arah belakang. Yang dengan lebih sigap Haris mencarinya tanpa harus teriak-teriak


"Kau!!! Kenapa lama sekali?" Meletakan tubuh Nabila diranjang bedah "Cepat oprasi kakinya.. Dia terluka. Dan tidak bisa berjalan" memcengkaram kuat kerah jas putih Tito

__ADS_1


"Tenangkan diri anda tuan.. Apa yang terjadi?. Kita harus memeriksanya dulu? Tidak bisa bedah begitu saja" Tito berusaha menjelaskan


"Apa kau tuli.. Dia terluka. Apa yang ingin kamu periksa lagi" Masih dengan tangan yang mencengkaran pakaian Tito


Kenapa lagi-lagi seperti ini? Dia selalu hilang akal dan sangat bodoh jika bersangkutan dengan nona muda?


Haris menggelengkan kepalanya dia baru sadar kalau tuannya memang selalu seperti ini.. Harusnya dari awal dia sudah mengingatkannya, Ini malah dia juga ikutan panik, Dan sekarang Haris juga tidak tau apa yang harus dia lakukan kalau sudah seperti ini


"Kakak!!!" Nabila memegang tangannya dan perhatian Shakil langsung tertuju padanya "Aku gak apa-apa. aku terjatuh tadi..Dan ini hanya memar sedikit aja kok" Nabila menjelaskan agar Shakil tidak bertindak bodoh memaksa Tito mengoprasi kakinya


"Apa kau sebodoh ini?.. Kau bukan Dokter. Dari mana kau tau tulangmu patah atau tidak? Bagaimana kalau ada yang remuk. Ini harus dibedah" Shakil masih tetap nyolot walau yang merasakanya bilang tidak apa-apa tapi tetap tidak percaya


Nabila yang tadinya sedih malah berubah kesal, Kalau benar dokter itu menuruti apa yang Shakil katakan bagaimana nanti dengan Nasib kakinya


Kakak? Bagaimana caranya aku katakan padamu aku tidak apa-apa! tolong jangan membuatku malu disini!!?


Nabila menatap tajam Haris. Dia sangat berharap Haris yang otaknya normal bisa menolongnya saat ini


"Tuan. Sebaiknya kita tunggu dia luar biarkan Dokter Tito menanganinya" Haris langsung mengerti maksud Nabila


"Benar saya akan melakukan yang terbaik anda jangan khawatir" Tambah Tito


"Tidak.. Aku akan menemaninya. Hak apa kalian melarangku untuk pergi dari sini"


Tito dan Haris saling lempar pandang. Bagaimana cara memeriksa Nabila kalau dia ada disini.. Ini akan sulit untuk team medis melakukan tindakan kalau diawasi terus oleh Singa


"Aku gak mau.. Kakak tunggu diluar saja" Ucapan Nabila membuat Tito dan Haris bernafas lega. Dia yakin hanya perkataan Nabila yang akan didengarnya saat ini


"Kau berani mengusirku?" Shakil mulai kesal karena Nabila sendiri tidak menginginkan dia ada disana


"Kalau begitu kita pulang, Aku gak mau ada disini" Ancam Nabila. Dan ini memang sangat ampuh. benar saja akhirnya Shakil kalah. Daripada Nabila minta pulang tanpa diobati lebih baik dia mengalah


Tito langsung memeriksanya.. Dan memang benar tidak ada yang perlu dikawatirkan. Kakinya hanya memar sedikit. Tapi karena Shakil sudah mengancam Tito untuk tidak mengatakan baik-baik saja. Jadi diapun terpaksa harus memasang gips di kaki nabila.


Aahh Kenapa aku harus terikat dengan pria aneh ini si.. Tidak bisa ya berpikir normal sedikit saja?. kaki ku baik-baik saja. kalau begini caranya ini malah jadi benar-benar tidak bisa jalan

__ADS_1


Nabila cemberut wlalupun sudah memaksa Dokter Tito untuk tida di gips tapi tetap tidak ada hasilnya


Bersambung❤❤❤


__ADS_2