ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
167. Gembira


__ADS_3

Setelah Mira berbicara dengan Nabila kini hati gadis itu mulai tenang.. sebenarnya dia tahu kesalahannya apa. dan dia juga sangat mengerti dengan posisi Shakil yang genting seperti ini.. Seandainya pria itu datang dengan sejuta kata manis, sudah pasti Nabila akan luluh padanya. Namun, untuk saat ini alangkah baiknya mereka menenangkan diri masing-masing dengan memilih Nabila tidur lebih dulu


Tak lama kemudian Shakil masuk kamar dengan wajah yang penuh penyesalan.. Memang akhir-akhir ini emosinya sangat tidak terkontrol dengan masalah yang kini dia hadapi, untuk kedua kalinya Shakil mengucapkan kata kasar pada Nabila padahal dia sendiri sudah berjanji tidak akan menyakiti gadis itu lagi..


Tubuhnya lesu.. langkah kakinya tidak stabil, sejak dari tadi dia sudah mengatur kata-kata untuk memulai permintaan maaf pada Nabila. Namun, satu patah kata pun tidak sanggup terucap dari bibirnya yang seakan kaku melihat tubuh gadis itu lelap, polos, penuh ketenangan


Shakil naik ke tempat tidur, tangannya bergerak memeluk tubuh yang sedikit lebih berisi dari sebelumnya. Bulatan perut itu juga semakin membesar dengan gerakan-gerakan yang sangat aktif di dalamnya..


Berkali-kali dia terus menciumi punggung Nabila dengan ribuan kata maaf yang tidak terucap namun sangat tulus di hatinya


Gadis itu tanpa sadar bergerak meluruskan tubuhnya, dan kini sadar ada nafas hangat yang masih terus menciuminya.. Kemudian ia membuka mata dan menatap wajah pria di sampingnya


"Kakak ganggu istirahat kamu ya?"


Tidak ada jawaban, selain gelengan kepala dari Nabila dan ini membuat Shakil mengerti kalau istrinya masih marah


"Maaf"


"Aku lelah.. Dan kakak juga lelah kan?" Nabila memejamkan mata kembali dengan posisi yang sama sekali tidak menolak adanya tangan kekar yang masih memeluk erat tubuhnya


"Kakak mau kamu menghukum kakak atas semua kesalahan yang memang tidak akan bisa terbayar"


"Udahlah, aku bukan anak-anak yang terus-menerus harus mempermasalahkan hal yang akan merugi kan kita nantinya"


"Tapi kesalahan kakak sama kamu itu terlalu banyak, sayang"


"Kesalahanku sama kakak juga banyak.. Mungkin di dunia ini hanya aku istri yang sering bohong dan kadang nggak patuh sama kakak"


"Tidak.. Di Dunia ini hanya kamulah istri yang terbaik"


"Aku mau tidur" Nabila tidak mau memperpanjang lagi masalahnya, namun Shakil masih belum terima dengan perlakuan nya tadi pada Nabila


Dengan tangan yang masih berputar di perut istrinya dia mengeluh dengan suara serak menahan kesedihan "Maafkan papa! Lagi-lagi gagal menjaga ibumu dan masih saja terus menyakitinya!!"

__ADS_1


"Apa yang kita lakukan" Nabila menolak agar Shakil tidak melanjutkan lagi kata-katanya


"Aku terlalu rapuh, aku juga terlalu khawatir tidak bisa memberikan yang terbaik untuk kalian berdua,, Bahkan aku sangat malu jika dia lahir ke dunia ini melihat papahnya yang gagal" Suara Shakil kali ini sangat dipaksakan dari tenggorokan karena tidak kuat menahan lagi kesedihannya.


"Cukup!. aku nggak mau lagi lihat kakak terpuruk kayak gini" Mata Nabila juga mulai berkaca-kaca


"Kakak belum mampu menjadi suami yang baik bahkan selalu mengecewakanmu"


"Inilah kisah dalam hidup kita.. Anggap aja ini adalah cerita dari rumah tangga kita" Nabila mencoba tersenyum menguatkan Shakil agar berhenti menyalahkan diri sendiri


"Aku sangat malu dengan emosi yang berlebihan bahkan tidak mampu menyelesaikan masalah ini... Tapi kamu, dengan ribuan tuduhan kakak yang menyakitkan bahkan dengan jernih bisa menyelesaikannya"


"Aku adalah tulang rusuk kakak yang hilang, tugasku melengkapi ketidak sempurnaan itu... aku mencintai kakak bukan mencari yang sempurna, tapi melengkapi kekuranganku agar kita sama-sama sempurna"


"Kamu memang bidadari yang Tuhan berikan untukku. dan kamu juga memang pelengkap kesempurnaanku.. Terima kasih sayang untuk segalanya.. kakak tidak mau berjanji untuk hal yang mungkin kedepannya tidak mampu kakak jalani namun tegur Kaka jika terjadi hal seperti ini lagi"


"Selama aku masih berdiri di samping kakak... seberat apapun masalahnya aku janji akan selalu bersama"


"Terima kasih sayang" Shakil menciumi pipi Nabila karena bahagia dengan sebuah perkataan istrinya yang membuatnya tenang


***


Persidangan selesai. Masalah Shakil tentang tanah sengketa, kini si pelakunya sudah tertangkap tentu saja dengan menghadirkan saksi dan bukti yang memperkuat dirinya dalam kebenaran


Uang hasil pengembalian tanah sudah di setorkan ke pihak bank dengan menebus sertifikat tanah yang asli tentunya langsung dengan nama kepemilikan yang sekarang..


Shakil merasa sangat lega atas semua kecerobohan Amir yang membuat dirinya hampir saja kehilangan istri dan juga harta, semua selesai atas bantuan Nabila bersama Anna. jadi dia berniat ingin memberikan hadiah kepada kedua gadis itu..


***


Di sebuah restoran Amir, Mira, Nabila, juga Anna menunggu kedatangan Shakil dan Haris, sudah tidak sabar ingin mendengar hasil sidang tadi pagi tentang masalah perusahaan.. lalu akhirnya orang yang ditunggu kini datang dengan membawa seikat bunga untuk Nabila


"Ini untukmu sayang" Shakil memberikan sebuket bunga tepat di hadapan Nabila tapi sungguh disayangkan respon gadis itu sama sekali tidak bahagia karena yang dia harapkan bukan bunga melainkan kabar baik

__ADS_1


"Kenapa harus beli bunga? aku dari tadi nungguin kakak enggak sabar mau dengar gimana?"


"Kamu enggak lihat bunga ini adalah tanda terima kasih dari kakak?, walaupun tidak sebanding dengan perjuangan kamu"


"Jadi? semuanya berjalan lancar" Nabila tersenyum dengan mata yang berbinar-binar karena dia yakin kalau Shakil akan berhasil


"Hmm" Shakil pun ikut tersenyum melihat betapa bahagianya Nabila saat ini


"Aaaa... Aku tau ini pasti berhasil" Nabila memeluk Shakil dan tidak tergambarkan betapa bahagianya dia


"Tentu saja berhasil, karena ada malaikat berwujud bidadari yang menyelamatkannya" Shakil mengangkat tubuh Nabila lalu berputar perlahan tanda dia pun ikut bahagia


"Syukurlah sekarang ayah jadi lega. terima kasih Nabila kamu memang anak yang cerdas dan maafkan juga kesalahan ini semua karena ayah" Amir tertunduk merasa bersalah


"Ayah kenapa harus berbicara seperti itu.. aku sudah katakan pada kakak kalau inilah kisah cerita kehidupan kita." Nabila tersenyum menguatkan Amir


"Kamu memang keberuntungan di keluarga ini" Mira pun ikut memeluk Nabila dan anaknya dengan kebahagiaan yang sama


"Sudah sudah ayo kita makan" Haris menengahi mereka.. "Bukankah sudah lama kita tidak makan dengan nikmat? tiba-tiba perutku seakan memberontak seperti tidak terisi satu tahun" Haris mempersilahkan semuanya duduk di meja yang sangat besar untuk mereka semua


"Hahaha benar" Perkataan Harris di iya kan oleh Amir "Mari kita rayakan perjuangan Nabila juga Anna"


"Ayo, Ayo!" Mira pun bersemangat


Kemudian mereka mulai menikmati makan siang bersama dengan penuh kenikmatan


"Setelah ini kakak akan mengajak kamu ke suatu tempat" Bisik Shakil


"Ke mana?" tanya Nabila


"Surprise"


" Heemm.. Oke awas aja kalau aku sampai nggak terkejut" tentang Nabila

__ADS_1


dan Shakil hanya mengacak-acak rambut istrinya yang selalu menggemaskan.. dia yakin kalau kemana perginya mereka akan sangat menyenangkan


Bersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2