
Waktu menunjukan pukul lima pagi. Saat Nabila membuka mata, Orang yang biasa memeluknya dengan hangat belum juga kembali,
Lalu Nabila mencari ponselnya, Berharap sudah ada kabar dari Shakil, tapi setelah dia lihat hanya ada kekecewaan yang terpancar dari wajah Nabila.
Nabila siap-siap mandi dan pakai seragam. Dia ingin segera turun kebawah dan menanyakan pada ayah dan bundanya kenapa Shakil belum pulang. Bahkan tidak ada kabar juga
"Pagi, Ayah, Bunda?" Sapa Nabila
"Pagi nak" Amir dan Mira bersamaan
"Lho kok sendiri Shakil mana?" Tanya Mira
"Aku malah mau nanya sama ayah dan bunda, kakak kenapa gak pulang?" Nabila mulai khawatir
"Hah? Dia gak pulang?" Mira lagi
"Iya gak ada kabarnya juga, Gak telepon aku, Dan gak chat aku," Raut wajah Nabila jadi sedih
"Udah tanya Haris?" Amir mulai panik.. Dia takut siska akan berbuat nekat sebelum mereka bertindak
"Belum" Jawab Nabila
"Kemana anak itu" Amir pergi ke ruang kerja anaknya, Untuk coba menghubungi Shakil dan Haris
"Yaudah Bunda, Aku berangkat ya?" Dengan wajahnya yang murung
"Tapi kan belum sarapan? Dan siapa yang antar kamu? Marco sudah lama gak kerja disini lagi" Mira semakin khawatir
"Aku naik taksi online aja bunda!" Nabila mencium punggung tangan Mira dan pergi kesekolah
Diperjalannan Nabila hanya menatap jalan dengan penuh kesedihan.. Bagaimana kalau terjadi apa-apa pada suaminya?. Bagaimana kalau Siska yang sedang bersamanya? Bagimana kalau suaminya memang pergi meninggalkannya? Begitulah pemikiran pendek Nabila saat ini. hatinya benar-benar kacau, Sampai mobil itu terhentipun dia masih tenggelam dalam lamunannya
Ada apa dengan mu Nabila? Bukankah ini bagus kalau dia tidak ada?, Dia tidak mengganggu tidurmu kan?... Ahh kenapa saat dia tidak ada malah tidurku tidak tenang. Kenapa juga aku jadi kangen banget. Kakak kamu dana shi?
***
"Yah gimna? Udah ada kabar dari Shakil?" Mira khawatir
"Bunda tenang, Dia baik-baik aja kok.. Ponselnya memang mati dan dia juga sangat sibuk jadi tidak bisa mengabari kita" Amir jawab dengan santai
"Hah syukurlah!" Mira membuang nafas "Memangnya dia kemana?" tanya lagi
"Dia mengurus pembangunan hotel, Yang sempat tertunda waktu harun kecelakaan, Tapi dia bilang sebentar lagi sampai" Amir jawab tenang
"Pagi ayah, Bunda?" Shakil datang bersama Haris
"Nah ini dia orangnya sudah kembali" Senyum Amir melihat anaknya baik-baik saja
__ADS_1
"Kamu ini kenapa gak ngabarin si.. Nabila sampai sedih tau kamu gak pulang" Shakil mendapat sabutan omelan dari Mira
"Benarkah?" Senyum cerah Shakil, saat mendengar nabila khawatir padanya "Trus dia mana?" Shakil sudah tidak sabar ingin bertemu Nabila karena dia juga sangat merindukan istri kecilnya
"Dia sudah pergi tanpa sarapan" Jawab Mira
"Huh dasar lagi-lagi seperti itu" Shakil menggelengkan kepalanya
"Baiklah aku istirahat dulu ya ayah, Bunda?" Shakil meninggalkan kedua orang tuanya dan juga Haris
"Maaf tuan, Nyonya? Saya pamit juga" Harispun ikut undur diri
"Istirahat lah! kamu sudah bekerja dengan keras" senyum Amir sambil menepuk-nepuk punggung Haris dan mengantarnya keluar
***
Pulang sekolah Nabila dan teman-temannya berniat nonton film di Mall xx.. Dia merasa akan suntuk seharian dirumah tanpa Shakil, Karena sampai saat ini dia tidak memberikan kabar
Saat Nabila dan teman-tannya ke parkiran, Dia melihat mobil yang tak asing lagi baginya sudah terparkir tepet dihadapannya
*Serius ini mobil kakak? Aku gak lagi halu kan?
tiin tiin*
Suara kelakson mobil berbunyi
Aku harus apa nih? Peluk? Cium? Apa bilang kangen?, Aaa masa sih nanti dia kepedean lagi?. Apa biasa aja?. Mana bisa Nabila?! Aku benar-benar kangen
Nabila berperang dengan pikirannya sendiri, Sampai kelakson kedua berbunyi lagi, Dan ini benar-benar menyadarkan Nabila bahwa orang yang sangat dia rindukan ada didalam mobil itu
"Eh guys, Sorry ya, Kayanya gue gak jadi nonton deh, Gue udah dijemput" Nabila membatalkan acara itu karena baginya Shakil lah yang lebih penting saat ini
"Yaah Nabila!!, Tadi lo bilang bosen dirumah, Sekarang malah berubah gimana shi" Protes Anna
"Sorry, Sorry, Sorryyyy banget. Lain kali ya?, Pleace?" Nabila memohon agar temannya tidak marah
"Yaudah deh gak apa-apa" Anna akhirnya melepaskan Nabila
"Yess.. Thank you!!!" Nabila berlari dan masuk kedalam mobil
Ternyata benar, Sosok ini yang membuatnya tidak bisa tidur semalam.. Ingin sekali memeluk dan meluapkan kerinduannya, Tapi Nabila malu.. Jadi dia hanya diam saja tanpa reaksi apa-apa...
"Ehhem" Shakil berdehem "yakin nih gak mau peluk?" Membuka lebar dadanya
Yatuhaan!! Mau banget, Tapi aku malu, Nanti kalau gak ke kontrol dan peluknya kekencengan gimana?
"Bunda bilang ada yang khawatir nih sama kakak. Kayanya yang bunda maksud adalah Siska kali ya" Shakil memancing Nabila
__ADS_1
Jadi dia gak pergi sama si bakteri itu?
"Kakak dari mana aja?" Masih pura-pura acuh
"Kakak keluar kota, Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Maaf tidak menghubungi kamu, Ponsel kita berdua mati, Dan saking sibuknya sampai lupa mengisi, jadi bener nih gak mau peluk? Emm tau gitu gak buru-buru pulang tadi. Lain kali kalau keluar kota lagi gak buru-buru pulang deh, Percuma gak ada yang nunggu juga dirumah" Shakil mencoba memencing Nabila
"Jangan" Rengek manja "Aku kangen kakak" Nabila memeluknya
"Anak manis, kakak juga kangen banget sama siimut ku ini" Shakil mencubit pipi Nabila
"Lain kali kalau pergi kabarin aku" Masih dengan manjanya
Shakil tersenyum bahagia karena orang yang dia rindukan sama-sama merindukannya juga "Kakak janji tidak akan gini lagi. Karena kakak tau sekarang ada yang selalu menghawatirkan kakak" Shakil menggesekan hidungnya dengan hidung Nabila karena gemas
Dengan pelan dan lembut ibujari Nabila mengusap bibir lembut Shakil "Kakak" panggil pelan Nabila. Dengan pandangan yang terus menuju pada bibir suaminya
"Apa sayang?" Shakil mulai bergairah karena sikap Nabila yang sedikit agresif
"Aku mau sesuatu. Apa kakak juga sama?" sentuhan tangan Nabila membuat Shakil semakin bersemangat
"Tentu saja kakak juga mau?" Shakil semangat 45
"Bener kakak juga mau?" Nabila juga semangat "Ok, let's go" Nabila kembali lagi ketempat duduknya "Aku tau makanan paling enak buat kita" Nabila lebih semangat lagi
"Hah? kok jadi makan?" Shakil yang sudah membayangkan kamana-mana seketika buyar
"Kan tadi kakak bilang. kakak juga mau?" Dengan kepolosan Nabila menjawab
"Iya mau?,, Tapi maksud kamu mau. itu apa?" Shakil mulai emosi
"Ya mau makan lah.. Aku kan belum makan dari pagi, kalau gak percaya tanya aja Bunda?"
"Tapi tadi jarinya kenapa harus nyentuh-nyentuh bibir kakak?" Semakin kesal
"Kan mau mastiin kakak udah makan apa belum? Kalau udah pasti ada bekas minyak-minyak dibibir kaka?" Lagi-lagi Nabila membuat Shakil emosi
"Ya Tuhan kenapa ada gadis seperti ini didunia ini? Dan kenapa dia ada bersamaku?" Shakil medumel dan membenturkan keningnya kestir mobil berkali-kali
"Kita jadi makan gak?" protes Nabila
"Jadi tuan pitri" jawab shakil sambil merapatkan giginya
"Nah gitu doang" Nabila menghampiri wajah Shakil dan mencium bibirnya "Jangan marah-marah nanti cepet tua" Nabila memberikan senyum semanis mungkin padanya
"Gak kok siapa yang marah, Ok kita makan sepuas kamu, Dan dimana aja terserah" Shakil bahagia karena Nabila yang menciumnya lebih dulu....
Bersambung❤❤❤
__ADS_1