
Shakil turun kebawah menemui Amir. Dia cerita tentang Nabila yang tidak mau ditemani olehnya. Dan malah memilih Mira yang ada disampingnya
"Biarkan dia tenang dulu! Setelah itu kamu bicara baik-baik, Nabila adalah anak cerdas sama seperti harun. Dia tidak akan mengambil tindakan bodoh untuk merugikan dirinya sendiri, Dia tidak punya siapa-siapa lagi selain kita, Dan dia juga tidak akan pergi apalagi jika dia hamil, Kau mengerti maksud ayah?" Menepuk punggung anaknya
"Aku mengerti, Tapi dia benar-benar marah saat ini karena cingcin itu, Ayah tau kan kejadiannya bagaiman. Kita bukannya sengaja memberinya cincin Siska?" Shakil semakin frustasi
"Kamu jelaskan pada Nabila yang sebenarnya, Dan selebihnya ayah yang akan membantumu. Karena bagaimana pun ayah juga bersalah dalam hal ini" Amir lagi-lagi menenangkan anaknya
"Ini semua karana wanita sialan itu" Shakil emosi saat mengingat penghianatan Siska padanya, Ditambah lagi dengan hari ini yang mengancam masa depannya,
"Segera selesaikan urusan kita dengan keluarga siska, Ayah juga sudah mendapatkan informasi keluarganya, Ternyata dia dendam pada kita atas kesalahannya sendiri, Jika ini dibiarkan lebih lama lagi ayah tidak atau bagaimana dengan Nabila nantinya, Dan Kamu harus segera meresmikan pernikahan kalian didepan publik, Tapi sebelum itu kita tuntaskan dulu Siska"
"Ayah benar" Shakil berpikir dengan meresmikan pernikahannya didepan publik Nabila tidak akan pernah lagi. mengatakan kata cerai semudah itu
Perbincangan Ayah VS Anak itu membuka jalan pikiran Shakil. Sekarang dia tau apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan Nabila selamanya,
"Ayah, Shakil?" Mira datang bersama dokter Winna menyapa suami dan anaknya "dokter Winna ingin berbicara denganmu nak"
"Katakan" Shakil yang langsung berdiri tidak sabar mendengar bagaimana keadaan istrinya
"Saya tidak banyak menjelaskan pada anda, Karena mungkin dokter Tito sudah menjelaskan semuanya lebih dulu, Semuanya baik tidak ada yang dikhawatirkan, Ini sudah biasa pada pengantin baru seperti kalian, Apa lagi nona masih sangat muda, Dan ada satu lagi yang ingin saya sampaikan" Dokter Winna melirik pada Mira, dan Mira membalas dengan anggukan
"Nona meminta saya memberikan obat penunda kehamilan, Tapi saya belum memberikan itu padanya karena Nyonya Mira melerangnya. Dan tadi saya hanya menyuntikan tetanus dan obat penenag saja, Sebenarnya saya khawatir diusinya yang sangat muda akan sulit punya keturunan jika dia mengkonsumsi obat itu" Jelas dokter Winna
__ADS_1
Dia benar-benar mengambil keputusan itu.. Tidak, Aku tidak akan biarkan itu terjadi. Nabila harus mengandung anakku secepatnya
"Tidak, Aku tidak akan mengijinkan dia melakukan itu. Ganti saja obatnya dengan obat penyubur dan katakan padanya itu adalah obat penunda kehamilan agar dia rajin meminumnya" dengan emosi yang masih bisa tertahan
"Nak kamu yakin? Nabila masih kecil apakah tidak beresiko untuk kehamilannya?" Mira khawatir tapi tidak dengan Shakil. Di pikiran nya hanya ingin Nabila selalu bersama dengannya
"Bunda percaya padaku, aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu padanya"
Percakapan mereka selesai setelah dokter memberikan resep pada Shakil dan pergi meninggalkan kediaman rumah Amir
Shakil mencoba menghampiri istrinya yang terlelap, Dengan mata yang membengkak akibat menangis Terus-menerus, Perlahan Shakil mengangkat tubuh Nabila dan membawa kekamaranya kembali.
Didalam pelukannya Shakil terus menatap wajah polos istrinya, Dan dia tak pernah sanggup membayangkan jika Nabila akan meninggalkannya nanti
Dan tiba-tiba Nabila bergerak. Dia sadar Kalau dia berada dalam pelukan Shakil dan meronta-ronta ingin lepas darinya
Tapi semuanya tidak berhasil karena tubuhnya sudah ditibani oleh tubuh kekar Shakil, "Lepaskan aku, Dan pergilah" masih memberontak
"Jika Kamu terus bergerak aku akan memaksamu seperti seorang ********, Kau mau itu?" Mencium kasar bibir Nabila sampai dia tidak bisa napas, Baru shakil menghentikannya
"Lakukan apapun yang kakak mau, Karena sekarang masa depanku sudah hancur saat kau mengenal wanita ja***g itu"
"Polisi pun selalu minta penjelasan untuk menahan seorang kriminal. Sedangkan kamu tidak mau mendengarkan penjelasan suamimu, Dan tiba-tiba marah seperti ini?" Shakil mencoba mencairkan suasana dengan sentuhan-sentuhan lembut ditubuh Nabila
__ADS_1
"Baiklah, Tapi tolong jangan seperti ini, Jelaskan secara normal dan tidak harus begini, Kakak berat" nabila mulai melemah karena Shakil pandai mencairkan suasana dengan caranya yang unik
"Kemarin malam , Semalaman kakak seperti ini tapi kamu tidak ribut, Kenapa sekarang baru lima menit saja kau sudah mengeluh" Shakil meninggalkan beberapa tanda merah dibagian dada Nabila
"Itu keadaannya beda lagi" Nabila mulai kesal dan malu jika mengingat hal itu, Karena memang benar, Kalau semalaman dia tidak menolaknya sama sekali
"Baiklah kita lakukan hal yang sama agar kamu tidak ribut seperti ini" Mengancam dengan senyuman licik
Pria ini, Apa tidak ada cara lain untuk merayuku, Kenapa harus cara seperti ini?
"Kakak!!!" matanya sudah mendelik menahan kemarahan pada Shakil "Aku beri kakak waktu lima menit, jika kakak tidak menjelaskan juga berarti kakak setuju dengan kata-kataku dibawah tadi!" Nabila mengancamnya balik
"Sayang kakak mohon jangan seperti ini! Tidak baik kamu bicara sembarangan. Tolong pikirkan lagi?" Shakil panik karena melihat wajah nabila yang serius
"Satu menit" Nabila menunjukan jam tangannya
"Ok, Ok baiklah, kakak akan jelaskan" Shakil kalah dari Nabila
"Tunggu! Saat ini kakak sedang aku sidang, Dan dalam persidangan, Tidak ada posisi seperti ini, jadi bangun dari tubuhku" Nabila berusaha melepaskan dirinya
"Kamu sengaja mengulur waktu kakak ya, Sudah diam!!! dan dengarkan" Shakil membenamkan kepalanya didada Nabila
Kepalaku yang miring atau otaknya yang koslet, Kenapa jadi galakan dia sih, Haha ingin sekali aku menggigitnya menggemaskan sekali! Tapi dia akan marah tidak ya?
__ADS_1
Bersambung❤❤❤