
"Pagi Ayah, Bunda?" Shakil dan Nabila menyapa bersmaan
"Pagi juga.. Wah kompak sekali" Mira sudah tak heran lagi.. Walau anak menantunya selalu perang tapi setelah pagi hari mereka terlihat berseri-seri.. Sama seperti Nabila saat ini wajahnya sangatlah cerah, Mengalahkan cerahnya sinar mentari dipagi hari
"Bagaimana nak? Kamu sudah menyiapkan semuanya" Tanya Amir pada anaknya tentang keberangkatan mereka ke Jerman
"Sudah ayah. Kita akan berangkat dua jam lagi.. Sebelum itu aku akan mengantar Nabila dulu kesekolah..
"Baiklah. Lagipula ada yang harus ayah urus dulu bersama haris"
Dan kemudian mereka sarapan bersama-sama. Nabila sempat diam sedangkan yang lain asik menikmati sarapannya..
"Kamu kenapa sayang, Apa ada yang tidak enak ditubuh kamu?.. Apa makanannya yang tidak enak?" Shakil memeriksa Nabila agak sedikit khawatir
"Nasinya anget kak?" Jawab Nabila dengan wajah sedih
"Memangnya kenapa? Bukankah ini enak? atau mau yang dingin? Tapi nanti perut kamu sakit" Shakil bicara sangat pelan seperti sedang memanjakan anaknya
"Bukan begitu.. Nasinya anget aku pikir dia demam! Apa kita bawa keDokter aja ya??" Nabila langsung menutup wajahnya menahan tawa karena berhasil membuat suaminya panik
"Nabilaaaa" dengan suara pelan sambil merapatkan kedua giginya
Nabila masih terus cekikkan dan membisukan "Satu, Kosong haha" Lalu mengedipkan sebelah matanya
"Kamu sengaja ya biar kakak gak jadi pergi? Kalau aja di bandara tidak ada pemeriksaan koper. Pasti kamu sudah kakak kemas juga" mencubit pipi Nabila "Menggemaskan sekali"
"Oh ya kak" Nabila mau bicara tentang permintaannya yang kedua, Tapi Shakil malah menghentikannya
"Stttt jangan bicara lagi atau kamu benar-benar kakak kemas" Memasukan makanan yang ada disendoknya kedalam mulut Nabila
__ADS_1
"Kakak ini daging ya?" Nabila teriak mengejutkan semua orang
"Bukan.. ini ikan!" Shakil jawab sok tau.. sedangkan dirinya juga tidak tau itu daging atau ikan karena dia tidak pernah memperhatikan makanan
"Awas aja kalau daging ya?" Ancam Nabila
"Kalian ini kenapa sih ribut terus. Udah selesaikan makannanya lalu pergi sekolah" perintah Mira
"Baik Bunda" Nabila mengembangkan senyumannya
Selesai sarapan Nabila dan Shakil pamit pada Amir dan Mira. Seperti biasa mereka tidak berhenti saling mengerjai.. Karena Shakil sedang menyetir mobil dia pun kalah dengan nabila...Dengan jurus yang dia keluarkan adalah jurus menggoda makanya sepanjang jalan Nabila mengelus-elus paha Shakil dengan senyuman yang sangat licik.
sampai Shakil beberapa kali menghentikan mobilnya hanya untuk membalas apa yang Nabila lakikan..
Begitu dan begitu lah sampai mereka tiba di gerbang sekolah baru dia menghentikannya..
"Kakak permintaan ku yang kedua belum aku katakan pada kakak?" Nabila langsung mengatakannya tanpa ragu lagi
"Aku minta uang untuk beli kostum dance nanti" Tersenyum dan menadah tangannya "Oh ya.. Untuk permintaan ku yang ini tidak ada syarat. Karena ini kewajiban seorang suami menapkahi Istrinya" Lagi-lagi Nabila menang dari Shakil..Sedangkan Pria itu pun tidak bisa berkata-kata lagi karena sudah di Skak mati oleh kepintaran Nabila
"Kamu memang kancil licik" Mencubit hidung Nabila dan menggoyangkannya sampai hidungnya merah
"Kakak hidung aku jadi kaya badut nih" Nabila merengek manja
"Lho kakak cubitnya pelan kok kenapa jadi merah ya?" Shakil megelus-elus pelan hidung nabila
"Udah gak apa-apa nanti juga hilang.. Sekarang mana uangnya" Nabila menadahkan tangannya lagi
"Waahh apa kakak sedang dirampok sekarang?" Shakil senyum sambil mengeluarkan dompetnya
__ADS_1
"Enak aja.. Mana ada rampok imut" Gaya Nabila sambil mengibaskan rambutnya
"Kalau rampok yang ini.. Diperkosa pun kakak ihklas" Shakil memberikan kartu berwarna hitam
"Dasar ganjen,..Kakak aku mau uang gak mau ini" Mengembalikan lagi ditangan Shakil
"Ini unlimited sayang. Pakai ini jadi tidak perlu minta uang lagi sama kakak" Shakil menelus rambut Nabila
"kakak gak takut apa uangnya aku abisin dan nanti bangkrut lho" Gaya Nabila seperti menakut-nakuti anak kecil
"Kakak gak akan bangkrut karena kakak akan kerja keras untuk memenuhi semua kebutuhanmu dan anak-anak kita nanti" Shakil mengecup pucuk kepala Nabila
Sepertinya kakak sangat ingin anak dariku.. Tapi kenapa hati aku belum yakin ya sama perasaannya? Walaupun dia menunjukan semua kasih sayangnya padaku tapi tetap saja dia belum pernah menyatakan cintanya secara langsung.. Bisa jadi dia bersikap seperti ini karena janjinya pada ayah, Atau mencari Kesenangan untuk menutupi luka hatinya saja? aaahh aku jadi bingung
"Yasudah sampai jumpa lagi. Ingat kabari aku kalau sudah sampai" Nabila membuka pintu mobil
"Kamu gak mau peluk kakak dulu?" Shakil membuka lebar dadanya
"Kakakkk... Aku sedih tau kakak pergi" Dengan manjanya Nabila memeluk Shakil dan meneteskan air mata
"Kenapa tiba-tiba cengeng gini shi?" Shakil senyum melihat Nabila menangisi kepergiannya
"Emang kakak gak sedih ya pisah sama aku?... Kayanya kakak senang banget sampai senyum-senyum gitu" Nabila cemberut
"Mana mungkin. Kakak tidak akan pernah rela meninggalkan istriku yang imut ini sendiri, Kakak janji setelah kamu lulus kita liburan, Agap saja bulan madu kita yang tertunda, kau mau sayang?" Mengusap air mata Nabila dan memeluknya lagi.. Dia juga tidak rela harus pisah dengan Nabila wlaupun hanya beberapa hari tapi ini pertama kalinya bagi mereka berpisah dengan waktu selama itu..
Nabilaku sayang. andai saja kamu tau perasaan kakak saat ini.. untuk satu detikpun kakak tidak bisa jauh darimu. kamu bukan hanya istriku tapi kamu juga tujuan kakak hidup didunia ini.. hati kakak tidak pernah seyakin ini mencintai seseorang walaupun itu Lexa sendiri. l love you baby
Shakil mebiarkan nabila masuk ke area sekolahnya dan dia pun pergi dengan hati yang teriris melihat kesedihan di wajah istrinya....
__ADS_1
Bersambung❤❤❤