ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
99. Kehidupan baru


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian keadaan Shakil kini jauh lebih baik, dia mulai aktif lagi kekantor begitupun dengan Nabila dia juga sudah masuk Keuniversitas Bangsa, tentunya dengan persetujuan Shakil karena memang dari awal juga shakil sudah memantau kampus itu untuk Nabila sekolah


Sekarang Nabila juga sudah diijinkan bawa mobil sendiri, karena jadwal kelasnya yang tidak menentu membuat Shakil kerepotan untuk antar jemput, apalagi dengan arah kampus dan kekantor yang beda jalur malah tambah repot jadinya


Waktu mereka bertemu juga semakin sempit kesibukan masing-masing membuatnya jarang bertemu, setiap kali Shakil pulang Nabila pasti sudah tidur, apalagi kini nafsu makannya mulai berkurang karena rasa mual yang setiap hari malah tambah parah


"Tuan semuanya sudah siap, saya juga sudah booking hotel untuk tuan dan nyonya besar mengamankan diri dari Max, meunurut anda apakah kuta perlu memberi tau nona tentang ini atau tidak? saya khawatir dia akan syok tentang penculikannya" Haris yang sudah siap dengan semua setrateginya begitupun penculikan Nabila


"Aku akan membicarakanya terlebih dahulu pada Nabila"


"Tapi ada sedikit masalah, wanita itu, saya tidak yakin dia akan datang, karena dia sudah tidak mau lagi bertemu dengan Max"


"Aku juga belum bicara langsung secara pribadi dengannya, baiklah kalau begitu atur jadwalku dengan dia dua jam lagi"


"Baik tuan" Haris segera meninggalkan Shakil dan masuk keruangan sekertarisnya untuk mengosongkan jadwal sesuai perintah tuannya


***


Universitas Bangsa


"Bil makan yuk? Laper nih" Anna mengajak Nabila kekantin karena mereka sudah selesai kuliah, sedangkan romi dan rey masing-masing mengambil jurusan yang berbeda jadi jadwal kelas mereka juga beda


"Gue mual"


"Lo hamil ya?"


"Gak tau, makanya pengen banget beli tespek tapi malu"


"Iya bener, cuma alat itu yang paling gak mampu gue beli"


"Hmm,,, Gimana dong?"


"Lo minta tolong suami atau asistennya aja"


"Gak mau ah. Takut mereka malah heboh nantinya"


"Yaudah kita minta tolong sama Rey dan Romi aja"


"Ngaco, Emang dia mau"


"Udah tenang aja, mereka kan agak eror jadi mudah lah cuma urusan kaya gini si"


"Yaudah chat digrup. Yang bisa dapet tespek gue traktir makan sepuasnya"


"Siapp" Anna langsung mengeluarkan ponselnya dan mengerim pesan sesuai saembara yang Nabila adakan

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu lama lagi, Romi dan Rey datang, keduanya sama-sama membawa katong berisi alat tes kehamilan, tentunya dengan cara pembelian yang berbeda juga


"Wah kalian hebat banget,


dapet dari mana ini?" Tanya Nabila yang sangat senang karena dia tidak perlu repot-repot lagi untuk membelinya


"Gue sih beli sendiri, orang pada liatin biar aja, belum tentu gue ketemu orang itu lagi" Jawab Rey dengan santainya tak perduli


"Kalau gue sempet dapet gamparan dari Novi (Pacarnya) tapi alesan aja disuruh nyokap" Penjelasan dari Romi


"Emang dia percaya nyokap lo masih bisa hamil?" Anna tidak yakin


"Dia gak nanya tuh, langsung percaya gitu aja. trus malah dia sendiri yang beliin"


"Hahaha lo berdua cocok, Sama-sama sempit otaknya"


"Sialan lo, eh ngomong-ngomong lo beneran hamil Bil?"


"Yee.. Kalau gue tau ngapain beli tespek"


"Si Romi kalau nanya emang gak borbobot" Anna nyolot


"Gue kan anak polos, mana ngerti kaya gitu"


"Lo hamil juga?" Rey yang tiba-tiba serius


"Apa si, Lo pikir gue perempuan apaan"


"Hahaha, kali lo iri sama si Bila"


"Iri emang iya, Dia dapetin suami yang idaman gue banget, tapi gak sampe iri harus ikutan hamil juga kali"


"Hamil? Siapa yang hamil?" Salah satu mahasiswa berprestasi dan terpopuler tiba-tiba ikut nimbrung


"Eh.. Kak Iyan" Anna gugup karena diotaknya belum menyiapkan alasan


"Kok pada tegang semua? Aku kan cuma nanya"


"Ini lho kak, tadi Nabila sama anna lagi bahas tentang kehamilan. Biasalah permpuan, kadang aku sama Rey juga males bertemen sama wanita, yang diomongin cuma miliknya aja, sekali-kali ngomongin yang punya pria kan seru" Kekoplakan Romi keluar. Tapi kebohongannya sangat masuk akal walaupun harus dengan pemikiran yang tidak jelas


Anak ini mau bohong saring dulu napa, tapi gak apa-apa lah kayanya kak iyan juga percaya tuh


Nabila sudah memalingkan wajahnya menahan tawa


"Aaaww" Romi teriak karena Anna mencubitnya "Apa si Na! Sakit tau"

__ADS_1


"Hahaha pertemanan kalian sungguh luar biasa, aku suka pertahankan ya" iyan yang kagum melihat keseruan empat sekawan itu


Mereka tersenyum dan saling pandang satu sama lain, ternyata kebohongan Romi tidak membuat Iyan curiga sama sekali. Untung saja Nabila sudah memasukan tespek itu ketasnya kalau tidak, berbohong bagaimana pun sudah tidak ada gunanya lagi


"Oh ya gue ada kelas nih" Rey yang tiba-tiba berdiri "Gue duluan ya" Dia pun pergi meninggalkan keempat orang yang ada dikantin


"Iya sama gue juga ada kelas.. Rey bareng, gue juga duluan ya" Romi pun ikut meninggalkan mereka


"Dasar bocah" Nabila menggeleng melihat tingkah laku kedua teman prianya


"Oh ya, nanti malem ada acara gak?" Tanya Iyan so akrab


"Kayaknya gak, kenapa emang?" Anna tanya balik


"Ada party ditempat aku, kalian datang ya?"


"Iya!!!" Anna antusias senang karena cowo keren didepannya mengundang langsung diacara dia sendiri "Aku mau, acara apa?"


"Anniversary bokap sama nyokapku, kamu juga datangkan?" Iyan melirik pada Nabila


"Aku gak janji, tapi aku usahain kalau udah dapet izin" Penolakan sopan Nabila sambil tersenyum


Bukan hanya diTV aslinya pun memang sangat manis, senyumannya sangat lembut, cantik sekali dia


"Iya Nabila agak sulit keluar malam, jadi tidak bisa pastikan dia bisa hadir atau tidak" Anna membantunya cari alasan


"Iya aku mengerti, tapi aku sangat berharap kamu bisa datang lho" Secara tidak langsung dia memaksanya "Baiklah, aku balik duluan ya, masih banyak yang harus diurus" Iyan juga langsung undur diri


"Silahkan" lagi-lagi Nabila hanya tersenyum, karena setatusnyalah yang membuat dia merasa canggung kalau berhadapan dengan pria lain selain Romi dan Rey


"Gimana?" Tanya Anna


"Gak tau, Aku izin sama kakak dulu lah, kita kekantornya aja yuk" Ajak Nabila


"Ayo, lagian kita juga udah gak ada kegiatan apa-apa lagi kan"


Kedua gadis itu memutuskan pergi kekantor Shakil. Karena tidak ada waktu lagi kalau harus nunggu sampai suaminya pulang kerumah.


Dengan mobil kecilnya Nabila yang terlihat memang seperti anak orang kayapun meluncur kearah kantor bersama Anna, dia juga sengaja tidak mengabarinya terlebih dahulu karena ingin memberikan kejutan pada Shakil.


Sesampainya disana sungguh sangat tidak terduga untuk parkir saja dia dipersulit oleh Securitynya, karena kebetulan Scurity itu juga baru dan belum pernah melihat Nabila sebelumnya datang kekantor, setelah lama berdebat dengan urusan parkir akhirnya dia mengalah untuk parkir didepan jalan karena besmen dan parkiran kariyawan sudah full. bisa saja dia menelepon Haris tapi ini tidak akan jadi kejutan lagi untuk Shakil nantinya


Berhubung pihak resepsionis sudah mengenal Nabila, jadi dia tidak sulit lagi untuk naik menggunakan lift presdir bersama Anna yang masih terus-menerus kagum dengan kemegahan kantor itu...


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2