ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
111. Ngidam kedongdong asam


__ADS_3

Diperjalanan


"Bisa gak nurut sedikit aja, kamu nih lagi hamil jangan terlalu banyak bergerak nanti kalau ada apa-apa dengan kandungan kamu bagaimana?" Shakil terus mengomel "Perjalanan dari restoran sampai ke parkiran itu sangat jauh dan hampir memakan tiga ribu langkah lalu berapa banyak juga kalori yang terbuang? Kamu nih bisa nggak perhatiin itu sedikit aja, jangan disamain sama kemarin-kemarin karena didalam sini sekarang ada bayinya" Shakil menyentuh perut Nabila


"Kakak bisa gak sih gak ngomel-ngomel terus, aku nih lagi panas, gerah, kesel, emosi, ditambah lagi sekarang kakak nggak berhenti ngomong dan rasanya aku mau makan orang tahu" Nabila menepis tangan Shakil yang ada di perutnya


"loh kamu yang salah kok malah marah sama kakak?"


"Ya iyalah!!! Belum apa-apa Udah marah-marah, nggak tahu kan kenapa Aku milih berjalan keparkiran? Dan Siapa juga yang mau panas-panas jalan sejauh itu kalau bukan ada sebabnya" Nabila membuang wajahnya tidak mau melihat Shakil, kekesalan pada wanita dikampus tadi dia lampiaskan pada Shakil karena Shakil sendiri dari awal sudah marah-marah


"Apapun penyebabnya Harusnya kamu bisa takar itu"


"Kakak semenjak tahu aku hamil Kenapa jadi nyebelin banget si? Sebenarnya kakak nih sayang sama aku atau hanya karena ada anak ini? Kakak nggak tahu kan aku nih lagi kesel hati aku gondok aku habis perang dikampus tadi tau gak? nyebelin banget" Lagi-lagi Nabila memalingkan wajahnya


"Apa? kamu perang? Maksud perang? Perang bagaimana? nggak apa-apa kan? Nggak ada yang terluka kan? Perut kamu gimana? Sakit gak? Ada yang sakit ya? Di mana yang sakit?" Shakil memeriksa wajah, perut, dan seluruh tubuh Nabila


"Kakak apa sih!!! Bukan perang itu maksudnya, aku nih perang kata, tadi itu ada cewek rese tiba-tiba gebrak meja Sampai Jantung Aku mau copot dan dia marah-marah gak jelas keaku, nuduh-nuduh pula!! Bikin emosi jiwa aja, Dan aku keparkiran karena aku nggak mau terus-terusan ribut sama Mak Erot itu, kalau gak kasihankan Dedek bayinya ngedenger wanita rese marah-marah" Nabila pun menjelaskan


"Kenapa dia bisa marah-marah sama kamu? Apa kamu bikin masalah?"


"Ya enggak lah, aku kan bikin masalah cuman sama kakak doang, dikampus tuh aku anak baik-baik tau" Dengan juteknya Nabila menjawab


"Ya terus?"


"Kakak tau kan cowok yang pernah ngajakin aku kencan? Dia itu Tadi nawarin dance di peresmian cabang baru perusahaan Papahnya, dan itu pun kita lagi berempat bukan khusus dia ngomong sama aku Berdua aja, tapi siMak Erot, dia pikir aku godain kak Iyan, Mangkanya dia datang marah-marah gak jelas, nyebelin banget kan?"


"Kamu kan lagi hamil" masa mau dance?"


"Mana mungkin!!! Walaupun aku masih kecil tapi aku tahu mana yang terbaik buat anak aku"

__ADS_1


"Jadi?"


"Ya aku tolak lah, mungkin Anna, Rey dan Romi yang akan tampil nanti"


"Huuuuh!!!! Baguslah ternyata istriku ini sangat dewasa" Shakil menarik kepala Nabila dan mencium keningnya


"Makanya jangan marah-marah dulu"


"Iya Maafin Kakak ya?" Shakil mengusap-usap perut Nabila "Anak Papah Sayang, maafin juga ya tadi udah marah-marahin Mama kamu"


"Enak aja minta maaf, kakak pikir hati aku ini enggak sakit apa" wajah Nabila berlaga sedih dan memegang dadanya "Kakak harus ganti rugi"


"Bilang aja kamu mau sesuatu, enggak usah akting kayak begitu jelek tau"


"Hahaha kan biar menjiwai dan kakak merasa bersalah" Senyum Nabila sambil memeluk Shakil


"Iya deh!!! Istriku yang cantik ini mau apa?" Sambil memeluknya balik


"Kasihan sekali istriku sampai segitunya ngebayangin yang asem-asem" Shakil tersenyum dan mencubit hidung Nabila karena gemas melihat kelucuannya "Ya udah, jadi kita mau makan apa nih?" Tanya Shakil


"Gimana kalau kita beli rujak? Tapi aku maunya kedongdong semua ya?" lagi-lagi Nabila membayangkan nikmatnya makan kedongdong


"Ris kamu dengarkan apa yang dia mau?" Haris hanya tersenyum dan mengangguk tanda mengerti dia harus pergi kemana


Pengetahuan Haris tentang jalan, tempat, dan makanan sangat luar biasa sampai-sampai tidak usah diragukan lagi apapun yang Shakil perintahkan, sampai ketempat tujuan tanpa bertanya lagi


Mobil terparkir di sebuah Mall yang tidak terlalu ramai dan tidak terlalu mewah juga, langkah kaki Haris diikuti oleh sepasang suami istri yang dari tadi ribut dibelakangnya mengatur cara berjalan Nabila agar tidak terlalu terburu-buru


"Sampai" Haris menunjukkan sebuah ruko yang isinya berbagai macam makanan yang terbuat dari kedongdong

__ADS_1


"Wahh!!!" Mata Nabila berbinar saat melihat banyaknya kedongdong di depannya "Asisten Haris ini Maps ya? Sampai dia tahu semua tempat, tidak sangka kau sangat the best" Nabila menarik tangan Shakil memasuki ruko itu


Seorang pelayan dari toko tersebut menghampiri Harris "Ini pesanan Anda pak" Entah kapan Haris memesan itu tapi yang pasti saat mereka datang semuanya sudah tersedia, haris langsung memberikan pesanannya pada Nabila, tapi setelah mencicipi dia malah tidak mau karena rasanya agak manis Jadi kurang asam


"Lho tadi mau sekarang kenapa nggak dimakan tanya Shakil


"Kedongdongnya kurang asam, aku gak mau!! Aku mau yang asem?" Rengek Nabila


"Apakah ada yang lebih asam lagi?" Tanya Shakil pada Haris,


Haris pun kembali lagi kepada penjualnya dan memesan apa yang Nabila inginkan, Tak lama kemudian balik lagi membawa kedongdong yang benar-benar mentah, warnanya juga masih hijau sepertinya memang terlihat sangat asam


Tanpa lama-lama Nabila langsung mencobanya, dan reaksi yang dia keluarkan dari wajahnya tidak diragukan lagi kalau dia terlihat sangat gembira


"Kakak sumpah ini enak banget!!, segarnya,,!! Kakak coba deh" Nabila menyuapi sepotong kedongdong kedalam mulut Shakil


"Sudah hentikan, lidah kamu ini kaku ya sampai tidak berasa kedongdong seasam ini, jangan dimakan lagi nanti perut kamu sakit" shakil mengambil kedongdongnya agar Nabila tidak menghabisinya


"Kakak jangan,, ini enak banget, Asisten Haris bilangin sama kakak kalau Anaknya lagi pengen makan itu"


Haris pun mendekati shakil dan berbisik entah apa yang dibisikkan padanya sampai-sampai Shakil memberikan lagi kedongdongnya


"Kakak coba deh makan" Nabila menyuapi lagi kedongdong asam itu kemulut shakil


"Sayang Udah, Kakak gak kuat, ini terlalu asam"


"Tapi Dedek bayinya pengen kakak yang makan" Rekngek Nabila, Shakil melirik pada haris dan Haris pun memejamkan matanya tanda mengiyakan tuannya harus mengikuti kemauan orang hamil wlaupun tidak masuk akal, dengan sangat terpaksa Shakil memakan Kedondong asam itu Lagi Dan Lagi


"Hahaha muka Kakak lucu banget kalau lagi kayak begini" Nabila senang melihat wajah Shakil yang jelek karena keasamaan, tapi tetap terus dia suapi dan Shakil sendiri tidak tega untuk menolaknya, padahal Nabila hanya mengada-ngada sengaja mengerjai suaminya balas dendam karena terlalu banyak pelarutan

__ADS_1


Emangnya enak aku kerjain,, Hahaha sebel banget dari tadi marah-marah mulu tapi untungnya dia nurut, Haaahhh puas rasanya hatiku hari ini


Bersambung❤❤❤


__ADS_2