ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
143. Singkatnya bulan madu


__ADS_3

3 hari berlalu di pulau itu, tapi keadaannya masih sama saja kalau Nabila masih tidak mau disentuh oleh Shakil dengan alasan aroma tubuhnya.. Sampai minyak kayu putih Nabila habis baru Shakil membuat suatu keputusan kalau dia akan menghentikan acara bulan madunya.. Jika diteruskan pun akan sia-sia karena Nabila semakin parah mualnya


Di Kediaman Amir


Saudara-saudara Mira sudah kembali lagi ke tempat asalnya, tapi tidak dengan Nova dengan alasannya yang ingin mencari apartemen di daerah situ.. Akhirnya Mira pun tidak tega kalau keponakannya harus berada di luar sedangkan rumahnya sangat cukup untuk menampung 3 keluarga sekalipun...


Alasannya pun berhasil dia gunakan untuk masuk ke rumah itu tanpa harus susah-susah...


Sore hari saat mereka sedang berkumpul di ruang keluarga tiba-tiba Haris datang dengan tergesa-gesa dan meminta Anton untuk merapikan kamar tuannya


"Haris kau disini?" Tanya Amir


"Saya diperintahkan tuan muda untuk merapikan kamarnya Tuan"


"Loh bukannya ini baru 3 hari.. Kenapa kau begitu tergesa-gesa untuk menyambut kepulangan mereka seperti ini?"


"Saya juga tidak tahu kenapa... Tapi begitulah perintahnya..."


"Ya sudah kalau begitu, Aku akan meneleponnya dulu" Amir yang langsung meninggalkan Haris begitu saja


"Silahkan tuan" Dia pun melanjutkan lagi pekerjaannya


"Ada apa yah?" Mira bertanya dengan menghalangi jalan Amir


"Ayah juga tidak tahu tapi sepertinya mereka akan kembali" Amir menjawab sambil mengutak-atik ponselnya untuk menghubungi Shakil


"Lho,, memangnya ada apa dengan mereka? Bunda jadi sangat khawatir"


"Ayah akan telepon dia dulu"


"Hmm" Mira yang terlihat linglung tidak bisa menjawab apa-apa lagi, dengan mengikuti langkah suaminya untuk memastikan kalau keadaan anak dan menantunya baik-baik saja


Di sofa ternyata Nova mendengarkan apa yang sedang terjadi, kenapa bulan madu Nabila dan Shakil hanya sebentar?.. Dengan menebak-nebak dalam hatinya dia malah sangat senang karena tidak perlu menunggu lama untuk bertemu dengan Pria yang selama ini selalu ada dihatinya


Hahaha..ternyata Shakil tidak tahan lama-lama berbulan madu dengan wanita tidak tahu malu itu... Ini kesempatan bagus untukku mendekatinya

__ADS_1


Nova masih dengan duduk manisnya pura-pura tidak tahu kalau Shakil akan kembali.. sedangkan Amir dan Mira juga sibuk kesana kemari mengatur untuk menyambut kedatangan mereka...


Kemudian sebuah mobil terparkir di garasi rumah itu.. Ternyata Shakil dan Nabila turun dengan driver kantor nya... karena sangat sulit jika meminta bantuan dari Haris dengan posisi yang jauh dari kediamannya maka akan memakan waktu yang lama nantinya


Amir, Mira dan juga Nova bergegas keluar menyambut kedatangan mereka


"Bunda..!!!" Nabila berlari ingin memeluk Mira, tapi semuanya malah balik teriak karena khawatir dia jatuh


"Hati-hati!!!" Serempak


"Ya ampun Nabila!! Kamu bisa melukai anak kita" Shakil yang dengan sigap memapahnya


"Maaf aku lupa, karena terlalu kangen sama Bunda!!!" Tapi sayang Nabila malah melepaskan rangkulan tangan Shakil


Sontak semua yang ada di sana terkejut dengan apa yang Nabila lakukan.. Karena biasanya sepasang suami istri itu tidak pernah terpisah sedikitpun apalagi bertengkar hebat ini sangat tidak mungkin.. Tapi kenapa bisa jadi seperti ini???..


Masing-masing dalam benak mereka menerka-nerka dengan pemikirannya masing-masing.. Mungkinkah Shakil dan Nabila bertengkar Sampai mereka Memutuskan untuk mempersingkat bulan madunya?...


"Sini sayang..!!! Bunda juga kangen banget sama kamu" kini Mira yang memapah Nabila lalu memeluknya "Katakan sebenarnya ada apa sampai kalian pulang secepat ini...? Apa pulaunya tidak nyaman.. Atau Shakil membuat menantu dan cucu Bunda tidak betah?..."


Tapi malah Shakil sendiri yang membongkar kejadian sebenarnya


"Selama dia di sana sama sekali tidak mau aku sentuh" Dengan sedikit wajah kesal tapi sebenarnya dia sangat mengerti betul mood Nabila yang sering tidak stabil.. "Jangankan disentuh, dekat sedikit saja tidak mau"


"Kenapa?" Mira bertanya pada Nabila dengan lembut


"Alasan yang tidak masuk akal" Malah Shakil yang menjawab karena melihat Nabila hanya cekikikan


"Pasti ulah kamu!!!" Mira langsung menudingnya "Tidak mungkin Nabila menjauhi mu kalau bukan kamu yang membuat masalah... Kamu ketahuan selingkuh ya!!!"


"Apa?" Shakil terkejut dengan tuduhan Mira


"Kamu benar selingkuh?" Amir juga satu pendapat dengan Mira


"Jadi benar? Kamu menyakiti menantu dan cucuku karena itu?" Mira menyambut lagi dan mendesak anaknya

__ADS_1


Haris yang melihat Shakil semakin terdesak malah ikutan gila... Baginya kapan lagi menjahili Shakil kalau bukan saat seperti ini


"Aku kan sudah katakan jangan tebar-tebar pesona dengan menjual tampang mu pada orang lain..!!" Haris menahan tawa padahal ingin sekali dia terbahak


"Kakak suka tebar-tebar pesona di luaran?" Nabila bertanya dengan serius..


"Mana ada" Shakil melambaikan kedua tangannya tanda dia tidak pernah melakukan itu, dan beralih pada Haris "Kau sengaja menjebak ku ya?" Sekeras mungkin menginjak kaki asistennya yang malah tertawa terbahak


"Jangan dengarkan orang tidak waras ini.. dia selalu sirik dan cemburu pada ku... Mana ada selingkuhan.. Di Sana Pulau dan hanya ada orang hutan saja" Shakil kesal,, sementara Nabila masih terus menahan tawanya..


"Lalu kenapa kalian balik secepat ini?" Amir lanjut bertanya lagi


"Entah apa yang tersumbat dalam hidungnya sampai tidak mau mencium aroma tubuhku" Masih dengan ekspresi kesal


"Tidak tau bunda" Nabila berlaga manja minta pertolongan dari Mira "Tiba-tiba aja aroma tubuh kakak bikin aku mual"


"Kamu gak pernah mandi ya?" Tanpa mempertimbangkan lagi kalau bawaan hamil Mira memandang anaknya dengan serius


"Memangnya bunda pernah melihat aku sejorok itu?"


"Ya gak juga? Tapi untuk bulan madu bisa kan kamu pakai parfum yang lebih mewah sedikit? Atau mandi parfum sekalian" Usul Mira


"Itulah masalahnya... Untuk hari bersejarah itu juga aku sudah membeli parfum dari Paris dengan aroma menggoda, tapi dia malah tidak berhenti muntah-muntah... Tentu saja aku panik setengah mati apalagi disana tidak ada dokter atau yang lainnya ..."


"Beneran kamu gak suka dengan dia?" Mira malah menanyakan hal yang lain pada Nabila sambil menunjuk pada Shakil


"Bunda jangan salah penilaian.. Bukan tidak suka padaku tapi tidak suka dengan aroma parfum itu.. Setelah ini aku pasti akan menutup pabriknya karena sudah mengacaukan bulan maduku" Shakil pergi meninggalkan semuanya yang masih mematung menatapnya sampai tidak nampak lagi


Kemudian Mira memapah nabila untuk istirahat dan bersih-bersin sebelum makan bersama... sedangakan Amir mengekori istri dan menantunya dari belakang..


Kini tinggal Haris,,, baru saja dia ingin masuk kedalam juga, tidak sengaja melewati Nova yang melamun didekat pintu..


Dari awal Nova dirumah itu sama sekali belum pernah melihat Haris.. dan begitu juga dengan Haris.. Karena sibuk pada Anna sigadis kecil itu, sampai tidak sadar kalau ada seseorang yang pernah hadir di hidup nya kini ada didepan mata...


Bersambung...❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2