
Sebenarnya Haris sampai tepat waktu tapi entah kenapa Shakil terus menghubunginya bahkan satu jam sebelum waktunya jemput..
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanyanya dengan kepanikan
"Aku tidak tau,, Nabila menelpon menyuruhku pulang secepatnya"
Isi kepala Haris sudah melintas hal buruk terjadi pada Nona mudanya.. apalagi dia pergi dengan anak labil seperti Romi dan Rey.. mereka pasti tidak hati-hati saat mengendari mobilnya dan membahayakan wanita hamil seperti Nabila
"Lalu bagaimana dengan proyeknya?"
"Kamu pikir proyek itu lebih penting dari nyawa anak dan istriku?"
Sekarang Haris yakin apalagi setelah Shakil menyebutkan kata nyawa yang mengandung arti ada yang tidak beres pada perjalanan tadi..
Secepat mungkin dia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bukan tidak mementingkan keselamatan mereka. tapi karena pria yang duduk dikursi belakangnya tidak berhenti menggoyang-goyangkan tubuhnya, bahkan hampir saja mencekiknya kalau dia menurunkan kilometer kecepatannya
'Aku tidak peduli selamat atau tidak... ini sama saja, mengurangi kecepatan pun akan mati juga dicekik pria gila ini..
Maka dari itu dengan penuh kewaspadaan dia berhasil melewati jalan yang membahayakan
sampai terparkir sempurna di garasi rumah Amir
***
"Sayang.. apa yang terjadi padamu?.. " Shakil membolak balikan tubuh Nabila.. dia sangat panik karena ditelepon tadi Nabila hanya merengek dan menangis agar suaminya cepat pulang.. belum pernah Nabila seperti ini bahkan saat dia manja sekalipun tidak sampai menangis
"Kakak!!" Nabila memeluk tubuh Shakil sambil merengek dan menguse-usel wajahnya dada bidangnya
"Cep.. cep.. cep.." Perlahan di mengusap rambutnya berharap Nabila tidak menangis lagi "Katakan ada apa?" Shakil berusaha mengatur emosinya agar tidak berlebihan dan akan membuat Nabila takut nantinya
"Aku mau sesuatu!!!"
"Sesuatu?" Shakil dibuat bingung lalu melempar pandangnya pada Haris berharap asistennya bisa mengerti apa yang Nabila maksud karena dia hanya berkata Sesuatu dan tidak menunjukan apa pun.. dan Haris justru menirukan apa yang dilakukan tuanya, tapi kali ini pada Anton karena hanya dia lah yang dari tadi setia mendampingi Nabila
"Nona hanya mengatakan sesuatu.. dan tidak menunjukan apa pun!!.. lalu.."
"Lalu apa?.." Shakil menatap tajam berharap tau jawabanya dari Anton
__ADS_1
"Lalu.... Nona mengatakan ingin yang.. Ber.. bulu" Anton kaku saat mengatakan kata berbulu membuat Haris satu detik langsung menatapnya
"Berbulu?" Shakil mengerutkan halisnya masih belum mengerti apa yang istrinya maksud tapi otak mesum sudah memenuhi isi kepalanya
Haris dan Anton saling pandang mungkin didalam pikiran kedua pria itu sama dengan apa yang Shakil pikirkan tapi, mana mungkin Nabila berani menyebutkan hal gila didepan orang lain.. Bisa jadi Hewan atau boneka mungkin..
"Tuan mungkin saja Nona ingin...."
"Sttt.. Aku tau apa yang dia inginkan" dengan bangga Shakil yakin kalau tebakannya tepat
"Beneran!!!" Mata Nabila berbinar dan melepas pelukannya
"Tentu saja sayang, kamu mau sesuatu itu kan?" Shakil melirik kebagian bawah tubuhnya yang membuat Nabila mengerutkan kening dalam-dalam.. "Ayo kita kekamar"
Tuan mudanya yang mengatakan tapi kenapa malah Haris dan Anton yang malu dengan lelucon dan kebodohan yang sedang diciptakannya kali ini
"Kok kekamar si?" Nabila cemberut sedikit menghentakan kakinya
"Iya lah.. masa kamu ingin melakukannya disini???""
"Apa? beli?" otak Shakil semakin kacau dipenuhi hal mesum, maka dari itu dibayangannya, Nabila ingin milik orang lain bukan miliknya
"Iya lah beli!!! Ayooo" Rengek lagi
Haris yang sudah fix menyadari kalau Nabila ingin benda lain tidak kuat menahan tawa dengan isi pikiran tuan mudanya yang tidak peka hanya hal kecil seperti ini...
"Nona sebutkan dulu. jenis Hewan atau boneka apa yang anda inginkan??" Haris menengahi kedua suami istri yang salah pemahaman
"Hewan!!!" jawabnya
"Hewan???" Shakil terhentak.. untung saja didepan Anton dan Haris kalau tidak dia pasti malu dengan kondisi eror otaknya
Benarkan tebakanku.. Dia memang ingin Hewan
"Baiklah Hewan apa?"
"Tikus"
__ADS_1
"Apa tikus??? ya ampun Nabila tidak ada Hewan yang lebih lucu lagi kah selain itu??!! kenapa harus tikus" Lagi-lagi pikiran Shakil kemana-mana.. dia membayangkan tikus yang sering berkeliaran di got tengah malam dan betapa sangat menjijikan nya kalau dia harus melihat Nabila menyentuh itu
"Apa salahnya.. Aku mau itu ayo kita beli" Rengek Nabila sambil menarik-narik ujung kemeja Shakil
"Beli?" Haris juga kali ini satu pemahaman dengan Shakil.. Untuk apa beli, bahkan ditempat sampah ribuan Hewan itu mencari nafkah...
"Iya lah.. Masa kita harus mencuri" Nabila geram
"Sayang..!!! Gimana kalau kita beli kucing aja.. bukankah lebih menggemaskan" shakil membujuknya
"Gak mau!!!!" Nabila duduk dikursi persis anak kecil sedang ngambek tak mau melihat Shakil
"Ada apa ini?" Mira datang entah dari mana... ibu gunjreng itu selalu menghilang setiap harinya
"Bunda!!!" Nabila kini bermanja pada mertuanya
"Kenapa nangis sayang!! Apa yang mereka lakukan padamu" usapan lembut tangan Mira membelai rambutnya
"Bunda, dia mau tikus!!! aku hanya menyarankan agar menggantinya dengan kucing.. Bukankan lebih lucu dari pada memelihara Hewan menjijikan seperti itu?" Shakil membela dirinya dan kemudian mendapat anggukan dari Anton dan Haris. untuk kali ini mereka mendukung tuan mudanya
"Tapi aku mau tikus.. Mereka jahat gak mau beliin" Rengek Nabila
"Huuufhhh" Mira membuang napas kasar "Hanya permintaan kecil cucuku saja kalian semua tidak mau membelinya?? apalagi kalau dia meminta untuk ke bulan??? pasti kalian diamkan!!!" Mira meninggikan nada suaranya.. dia kesal untuk permintaan tidak seberapa saja membuat Nabila menangis
"Kamu mau warna apa sayang??" Tanyanya pada Nabila tapi dengan suara penuh kelembutan
"Warna putih bunda,,. Hidungnya merah dan aku mau yang bulunya tebal.. lengkap dengan kandang dan tempat bermainnya juga.. makanan, dan remah-remah kayu, semua harus lengkap" Nabila menghapus air matanya.. kini akhirnya ada juga orang yang mengerti apa yang dia inginkan
"Tunggu apa lagi?.. Kalian sudah dengar kan apa yang dia ucapkannya??? cepat cari Hamster" Tegas Mira
kini ketiga pria itu mengerti Nabila mau apa!!! kalau saja dari awal dia bilang mau Hamster pasti saat pulang dari proyek sudah dibawakan.. dan juga tidak aja memicu jalan pikiran Shakil yang malah berpikir ingin miliknya.. Ditambah lagi tikus yang sering ada disampah tidak bisa dibayangkan kalau harus menangkap dan membawanya pulang...
Haris juga, padahal dari awal jalan pikiran dia sudah lurus.. Tapi kenapa saat mendengar kata tikus semuanya malah menyimpang dan tidak terpikir pada Hamster...
Ternyata, pria-pria yang bertubuh kekar sempurna dan bisa menaklukan penjahat sekalipun, hatinya ciut apa Hewan kecil seperti tikus.. alasannya hanya jijik karena tubuh yang lembek juga berbulu ditambah lagi dengan tempatnya berkeliaran membuat Shakil mau pun Haris merinding bila berpapasan dengan mamalia itu
bersambung❤❤❤
__ADS_1