ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
60. Damprat mira


__ADS_3

"Lalu aku harus bagaimana sekarang?" Shakil masih dengan kepanikannya


"Bagaimana gimana?. Ya telepon lah?" Amir jadi emosi


"Telepon siap? Nabila sedang sakit mana bisa dia mengangkat teleponnya?" Shakil semakin hilang akal


"Apa otakmu tertinggal di indonesia sekarang? telepon Bundamu. Jangan bilang kau juga lupa nomernya?" Amir menggelengkan kepala melihat kebodohan anaknya karena cinta


"Ya benar, Kan yang mengirim poto ini padaku Bunda? Kenapa aku tidak terpikir dari tadi" Kepolosan Shakil saat mengatakan itu mengundang gelak tawa diwajah Amir dan Haris.


***


Dirumah Sakit


Dreet dreeet📲


Ponsel mira Mira berbunyi dengan panggilan vidio my boy.


"Nah ini dia orangnya telepon" Mira sudah dengan wajah yang


"Hallo Bunda? Apa yang terjadi? Kenapa bisa Nabila sakit?" Shakil tanpa basa basi lagi langsung menanyakannya


"Ini gara-gara kamu?.. Kamu membuatnya seperti ini, Kamu ingin membunuhnya ya?" Mira mulai ngoceh


"Apa?.. Mana mungkin aku sangat menyayanginya jadi mana mungkin aku ingin membunuhnya? Bunda tolong jangan bercanda disaat seperti ini?"

__ADS_1


"Kamu pikir nyawa orang main-main? Kemarin kau menyuapinya daging kan?" Mira langsung keintinya


"Daging? Bunda aku memang menyuapinya tapi aku tidak tau itu daging atau bukan. Dan aku makan itu aman tidak beracun"


"Itulah, Kamu tidak tau mana daging atau bukan. Lidahmu sudah mati rasa ya? Sampai tidak bisa membedakannya. Dan karena ulah mu dia muntah-muntah dan gatal-gatal karena alerginya.. Dia pingsan di sekolah dan untung dengan cepat dia dibawa kerumah sakit, Jika tidak?. Kau tidak akan melihatnya lagi kau tau?" Mira meluapkan semua yang ada diunek-uneknya


"Apa? Alergi? Kenapa bisa? Sejak kapan? Kenapa aku tidak tau?"


"Itulah yang kamu tau sibuk menjahilinya. Dan tidak tau banyak tentangnya, Harusnya kamu tau dia tidak makan daging, Jadi tidak perlu memkasnya makan itu" Mira sebenarnya sudah tidak kuat ingin tertawa melihat wajah Shakil yang pucat karena merasa bersalah.. "Sudah kamu bicara saja langsung pada Nabila" Mira memberikan ponselnya pada Nabila yang sudah dari tadi cekikikan melihat pertengkaran Bunda VS Anak


"Hallo sayang? Bagimana keadaanmu sekarang? Apa yang sakit? Kenapa bisa kamu punya alergi tapi tidak memberitahukan ku. Dan maafkan aku jika ini semua terjadi karenaku. Sumpah kakak tidak akan pernah sengaja melakukan itu padamu seperti yang Bunda tudauhkan tadi.. Tolong jangan percaya kata-katanya, Kamu tau kan bahkan kakak tidak pernah rela ada seekor nyamuk pun menggigitmu. Apalagi untuk menyakitimu. Itu sangat mustahil sayang, Ayolah bicara sesuatu. kenapa kau menutupi wajah mu seperti itu" Shakil sudah tidak sabar mendengar suara Nabila


Haha aku sangat ingin tertawa sekarang.. Tapi dia marah tidak ya?.. Kenapa dia seperti mak lampir tidak berhenti bicara.. Bagai mana aku bisa mengatakan sesuatu jika dia terus mengoceh seperti ini melebihi marah-marahnya Bunda tadi.


"Kakak aku tidak apa-apa besok aku akan kembali kerumah, Tenang saja dulu aku pernah seperti ini. Jadi ini tidak asing lagi" Nabila berusaha menenangkan shakil


"Wajahku tidak baik saat ini.. Aku terlihat buruk, Aku tidak mau kakak pingsan melihatnya"


Ya ya ya sekarang saja sudah repot apalagi lihat marah-marah diwajahku. Pasti lebih repot lagi.


"Buka sekarang. Kakak ingin melihatnya" Tampang Shakil sudah mulai serius


Dengan sigap Nabila menutupi dadanya menggoda Shakil


"Ssstt jangan disini nanti Bunda lihat, Haruskah aku membukanya sekarang, Nanti saja setelah kakak kembali" Nabila mengangkat halisnya

__ADS_1


"Nabilllaaa!!! Sepertinya kamu ingin kakak pulang sekarang juga ya?" Shakil menantang menunjukan kekuasaannya yang dengan mudah bulak-balik Indonesian Jerman


"Aaa tidak-tidak. Baiklah aku akan buka" Nabila membuka penutup wajahnya dan terlihat Dengan jelas merah-merah di wajah, Leher, Dan bahkan seluruh tubuhnya.


"Ya tuhan.. Separah itu kah?" Shakil terkejut melihatnya, Bukan karena wajah Nabila terlihat buruk.. Tapi karena dia merasa bersalah atas kejadian ini.


"Tuh kan... Wajahku jelek sampai eksperi kakak seperti itu" Nabila cemberut


"Tidak, Tidak.. Kamu tetap istriku yang tercantik didunia ini. Ini hanya sementara nanti juga akan hilang.. Mafkan kakak belum bisa jadi suami yang baik untukmu, Bukannya melindungi tapi malah membuat masalah" Wajah Shakil berubah sedih sampai Nabila tidak tega melihatnya


"Kakak.. Jangan bicara begitu.. Kakak yang terbaik untuk ku.. Ini hanya musibah tolong jangan seperti ini. Aku akan sedih nanti"


"Tapi ini benar-benar kesalahan ku"


"Aku alergi daging dari aku kecil.. Dan ini juga salahku tidak memberitahu kakak dari awal" Nabila memberikan senyuman manis sejuta Watt pada Shakil agar dia tidak merasa bersalah terus menerus


"Kakak janji kedepannya akan lebih hati-hati lagi. Bisa kah kakak bicara dengan dokternya? Kakak harus memastikan dia merawat Ratuku dengan baik"


Nabila berpikir sejenak.. Jika dia tau dokternya sangat tampan. Apa yang akan terjadi pada Shakil, Aaaa aku tidak sabar mendengar reaksinya


"Sebentar" Nabila memberikan ponselnya pada Mira "Kakak mau bicara sama dokternya"


"Apa? Bagaimana ini. Lukanya pasti akan kembali setelah melihat Alex" Bergumam sendiri yang terdengar oleh Nabila dengan wajah yang bingung.


"Gini lho nak. Dokter yang merawat Nabila adalah Alex. Nanti Bunda minta nomer teleponnya dan kamu bisa menanyakannya langsung.. Tapi tadi Bunda sudah katakan padanya kalau Nabila anak angkat Bunda" Mira menjelaskan dan tak lama ponselnya mati.. Entah jaringannya yang terputus atau Shakil sendiri yang mutusnya karena mendengar nama Alex....

__ADS_1


bersambung,❤❤❤


__ADS_2